
Kereta kuda Aldrick tiba didepan kediaman Nagie.
"Ayah...." Teriak Willy, dia memeluk Aldrick.
Ya.. Malam ini mereka akan menuju kediaman Duke Victor, ayah Nagie.
"Terimakasih Aldrick"
Aldrick membuka pintu kereta untuk Nagie.
------------------------------------------
Malam yang indah dengan bintang-bintang penuh dilangit. Nagie yang sangat cantik dengan gaun hitam berhiaskan bebatuan berkilauan dengan bulu angsa di ujung bawah gaunnya. Rambut coklat bergelombangnya di gerai melengkapi cantiknya dirinya.
Aldrick terlihat kagum dengan penampilan Nagie malam itu.
"Kau siap?" Tanya Aldrick di jawab senyum manja dari Nagie.
Mereka menuju kediaman Duke Victor.
Willy sudah lama tidak berpergian dengan kereta kuda. Dia sangat riang gembira sekali. Sesekali dia menunjuk bintang-bintang dilangit. Dibalas elusan dari Aldrick dikepalanya.
Nagie tersenyum, dia senang dengan pemandangan ini.
Pletak pletok pletak pletok... Sepatu kuda beradu dimalam itu. Perjalanan mereka sebentar lagi sampai.
"Ayah.... Kita akan ketempat nenek?" Tanya anak kecil itu.
"Iya.. kau senang?" Jawab Aldrick
Willy mengangguk.
Melihat Willy membuat Aldrick tersenyum. Dia lupa kebenciannya dengan Nagie.
Terlihat dari jauh rumah kediaman keluarga Duke Victor.
Rumah bertingkat dua yang terlihat mewah. Terlihat air mancur didepan halaman rumah. Itulah rumah mantan penasehat kerajaan, Duke Victor.
Tok..tok..tok..
Duchess Elizha yang membukakan pintu.
"Ayo masuk..." Elizha mempersilahkan mereka masuk.
__ADS_1
Sudah tersedia makanan di meja makan.
"Nenek masak banyak ya" Ujar Willy.
"Iya sayang.. Willy suka?"
Pertanyaan Elizha di jawab anggukan Willy.
Saat makan, sesekali anak umur empat tahun itu makan dengan berantakan. Nagie dengan sigap menyuapi makan anaknya.
"Willy, apakah kau ingin bermain dengan kakek?" Tanya Elizha.
"Iya... Ayo kakek kita main" Willy menarik tangan kakeknya menuju ruang keluarga.
Aldrick sedang mengelap mulutnya dan ingin bergegas pergi dari meja makan. Tapi, dicegah oleh Elizha.
Entah apa yang direncanakannya.
Elizha menyuruh Nagie untuk membuatkan teh mawar untuk mereka di dapur.
"Anakku, terimakasih karena sudah datang kemari" Elizha membuka pembicaraannya dengan Aldrick.
" Terimakasih juga karena sudah mengundang kami" senyum Aldrick menjawab Elizha.
Aldrick terdiam, dia membiarkan mertuanya itu berbicara.
"Ibu dan ayahmu ini sudah semakin berumur... Yah... Kami hanya ingin kalian bahagia"
Elizha melanjutkan ceritanya.
"Ibu juga tau, kalau berat bagimu untuk bisa mencintai Nagie dan Willy"
Deg..... Jantung Aldrick berdetak keras.. Dia menatap Elizha dalam. Tapi masih terdiam.
"Dari ketiga selirmu, hanya Nagie yang memiliki anak.. Tidakkah kau lihat anakku.. senyum Willy saat kau selalu ada disisinya. Apa kau ingin menjauh dari Nagie dan Willy demi hasratmu?"
Aldrick melihat Willy menangis terjatuh, kakeknya berusaha membujuknya.
"Bahagiakan Nagie dan Willy, anakku.. Itu permintaanku padamu"
Setelah Elizha mengatakan itu, Nagie datang membawa empat cangkir teh mawar menuju ruang keluarga.
Mereka berkumpul minum teh di ruang keluarga.
__ADS_1
Tak terasa waktu menunjukkan pukul sembilan malam.
Mereka kembali ke kediaman. Willy yang tertidur di gendongan Aldrick.
"Kasian Willy, kelelahan karena bermain" Nagie mengelus kepala Willy yang berkeringat.
Aldrick tersenyum simpul.
Setelah beberapa waktu, tibalah mereka di kediaman Nagie.
Aldrick menggendong Willy menuju kamarnya dan membaringkannya.
"Terimakasih Aldrick" Ujar Nagie.
"Kau lebih baik membersihkan diri" Ujar Aldrick.
"Kau ingin menginap disini?" Tanya Nagie.
"Yah... Aku juga kelelahan untuk pulang... Aku istirahat disini saja"
Malam itu Aldrick menghampiri Nagie.
-----------------------------------------
Suatu tempat dalam perjalanan Roselyn menuju Loque.
Malam itu mereka bermalam di penginapan desa.
"Sudah hampir tengah malam, besok siang pasti sampai Loque"
Roselyn melempar badannya ke kasur penginapan.
"Akhirnya pinggangku"
Pagi pun tiba.
Tok..tok..tok..
"Nona, sudah pagi" Ujar suara dari seberang pintu.
"Hmmm.. Iyaaaaaaa"
Roselyn cukup malas bangun lagi itu. Tapi perjalanan masih panjang, ia harus bergegas.
__ADS_1