
"tok..tok.."
Roselyn mengetuk pintu besar berwarna cokelat
Seorang pria tinggi keluar dari balik pintu, wajahnya terlihat tampan dengan kumis jenggot menghiasi wajahnya, ada aura tegas dari dirinya.
Itulah Duke Aristo, penasehat kerajaan yang paling disegani di Kerajaan Loque yang merupakan sahabat dari ayah Roselyn sejak kecil.
"Ratu masa depan Loque" senyum Duke Aristo saat melihat Roselyn. Dirinya senang bertemu Roselyn.
Dipeluknya gadis muda itu dan mengajaknya masuk kedalam rumahnya.
"Paman, apa kabarmu?" Tanya Roselyn. Dirinya senang bertemu Paman Aristo.
"Kabar baik anakku, bagaimana perjalananmu selama beberapa bulan ini?" Paman Aristo mempersilahkan Roselyn duduk dan meminta Sally membuatkan teh mawar untuk Roselyn.
"Perjalanan yang panjang paman, aku sangat menyukai saat berkunjung ke negara-negara lain"
"Aku senang apabila kau senang"
Sally datang membawakan teh mawar untuk mereka berdua.
"Nona muda lama tak berjumpa" Sapa Sally sambil menuangkan teh mawarnya.
"Hallo Nyonya Sally..." Jawab Roselyn
Sally pergi kedapur setelah menuangkan teh mawar.
"Paman, bagaimana Loque saat aku tidak ada" Tanya Roselyn.
"Tidak terlalu baik dan tidak terlalu buruk juga" Jawab Paman Aristo.
"Banyak pihak yang berusaha menghasut ayahmu dan para penasehat kerajaan" Lanjut Paman Aristo bercerita.
Rosalyn menyeruput tehnya.
__ADS_1
Paman Aristo melanjutkan ceritanya.
"Tak ada satu orangpun yang merebut tahta Kerajaan Loque selama masih ada aku" Ujar Paman Aristo tegas.
"Apa yang harus aku lakukan paman? Tanya Roselyn
"Tak banyak yang harus kau lakukan, kau hanya harus bisa meyakinkan para penasehat istana.. sebentar lagi akan ada pertemuan lagi, paman harap kau hadir anakku"
Jawab Paman Aristo.
Roselyn mengangguk.
-------------------------------------------------
Kerajaan Assiria
Kediaman Duchess Elizha
Terjadi keributan di kediaman Duke Victor. Ini bermula saat asisten rumah tangga keluarga Duke Victor memecahkan salah satu koleksi keramik Duchess Elizha.
Terlihat vas keramik yang menurut Duchess Elizha sangat mahal.
"Dia memecahkan keramikku yang mahal Victor!!!!!" Jawab Duchess Elizha dengan nada tinggi.
Asisten rumah tangga itu hanya menangis sambil menunduk karena dimarahi oleh Duchess Elizha.
"Sudahlah, dia tidak sengaja" Bujuk Duke Victor.
"Sengaja?!!!! Bagaimana mungkin sengaja... AAAAAHHHHH!!!!!" Duchess Elizha berteriak sambil memegang kepalanya.
Wajah Duke Victor terlihat mengejek. Dirinya bosan dengan kecerewetan Duchess Elizha.
"Bagaimana kau menggantinya Molla?" Tanya Duchess Elizha kepada asistennya bernama Molla itu.
Molla terdiam dan hanya menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Sudahlah... Biarkan saja, hanya vas tua biasa" Ujar Duke Victor santai.
"TIDAAAAKKK!!!!! Pokoknya kau dipecat!!!!" Ujar Duchess Elizha sambil menunjuk Molla.
Wajah Duke Victor datar, dirinya pergi meninggalkan istri dan pembantunya itu.
Ini adalah kedelapan kali Duchess Elizha berganti asisten rumah tangga. Tidak ada yang benar-benar betah dirumah itu. Menurut Elizha, mereka layak dipecat karena kebodohan mereka.
Saat itu ditempat lain.
"Mengapa kalian masih saja berkumpul seperti itu? Tak sadarkah kalian wahai para selir-selir yang sebentar lagi akan menjadi rakyat jelata" Ucap Nagie angkuh kepada Almira dan Lesly
"Semakin lama kulihat kau terlalu banyak bermimpi Nagie" Balas Almira sambil berjalan mendekati Nagie.
Lesly memegang tangan Almira, karena Lesly takut Almira akan memukul Nagie.
"Mau apa kau mendekatiku? Mau memukulku? Silahkan pukul, aku berharap Aldrick tahu dan segera mengusirmu dan juga pembantumu tuamu itu" Ujar Nagie ketus.
"Jaga ucapanmu Nagie!!!! Aku tidak akan segan-segan!!! Jawab Almira dengan nada tinggi
"Sudahlah... Untuk apa kita bertengkar seperti ini" Lesly selalu berusaha menjadi penengah setiap kali hal ini terjadi.
"Lesly.. Lebih baik kau ajarkan saudaramu ini agar dia bisa lebih sopan sedikit" Ujar Nagie dengan nada meremehkan.
Lesly membawa Almira menjauhi Nagie.
"Aku tidak habis pikir dengan Nagie, hanya karena sekali Aldrick menghampirinya sudah seperti itu dia.. Bagaimana kalau sudah menjadi ratu" Almira menggelengkan kepalanya.
Lesly hanya terdiam. Mereka berpisah didepan kediaman Almira.
Sebenarnya ada yang Almira pikirkan selama ini. Sedikit ada kekhawatirannya mengenai Aldrick dan Nagie.
'Sungguh membingungkan sekali, apa yang harus aku lakukan dengan semua ini.. Roselyn pergi entah kapan dia kembali.. Kandidat ratu hanya Nagie dan Lesly. Ini tidak bisa dibiarkan kalau sampai Nagie yang jadi ratu, Kerajaan Assiria terancam' Batin Almira.
'Oh iya, malam ini Aldrick kerumahku.. Kami harus bicara'
__ADS_1