The Future Queen

The Future Queen
Pertemuan 2


__ADS_3

Ini hari kedua Roselyn berada di Assiria. Seperti biasa Rila membangunkan Roselyn setiap pagi tepat pukul 06.00. Menurut Rila, bangun pagi dapat menyegarkan dan menyehatkan badan.


"Bangunlah tuan putri, aku sudah menyiapkan air hangat untuk tuan putri mandi dan juga menyiapkan sarapan"


"Rila, bisakah membiarkan aku 1 jam saja bersantai"


Rila menggeleng.


Hari ini Roselyn harus menulis naskah bukunya.


"Rila, siapakah nama Ratu? Setelah berada disini aku belum tau nama Ratu"


Rila menjelaskan tentang siapa Raja dan Ratu di Assiria.


Raja Martien adalah raja kelima Kerajaan Assiria, sedangkan Ratu Karina adalah anak dari Raja Maxime dari Kerajaan Hiland.


Raja dan Ratu Assiria memiliki anak tunggal laki-laki bernama Aldrick.


Aldrick dipastikan akan naik tahta menggantikan ayahnya.


"Terimakasih Rila sudah membantuku, sepertinya hari ini menulisnya cukup. Aku ingin berjalan berkeliling istana" Roselyn segera membereskan tulisannya dan bersiap pergi keluar.


Rila mengiyakan ucapan Tuan Putri dan menemaninya berkeliling istana.


Tempat tinggal Roselyn berada di ujung kanan, disekitar tempat tinggalnya ada empat rumah lagi. Istana Assiria memang unik.ada rumah disekitar istana, rumah yang menyatu dengan dinding istana. disitulah Roselyn tinggal.

__ADS_1


Roselyn dan Rila berjalan sambil bercakap-cakap. Setelah melewati 2 rumah, seorang wanita muda keluar dari rumahnya dengan pakaian seperti seorang bangsawan dan didampingi oleh dua dayang. Roselyn menyapa wanita tersebut, tapi senyum kecut wanita tersebut membuat Roselyn ingin cepat pergi dari situ.


"Hei, siapakah wanita itu? Kenapa wajahnya seperti tidak suka padaku?" Tanyanya kepada Rila


"Tak usah hiraukan dia putri, Duchess Nagie memang seperti itu pada semua orang"


"Duchess Nagie? Siapa dia? Keluarga Raja? Tanya Roselyn penasaran.


"Dia adalah selir Pangeran Aldrick"


"Apa?! Selir Pangeran Aldrick?"


"Mengapa Putri Roselyn terkejut?"


"Ah tidak, aku hanya terkejut"


Putri Roselyn dan Rila pergi mengunjungi Taman Istana. Menurut Roselyn, Pikirannya tenang setelah berada disana. Tapi, menurut Rila, itu adalah alasan Roselyn karena ingin pergi dari kegiatan menulisnya.


"Putri, apakah anda ingin melanjutkan perjalanan lagi?"


"Ah.. Sepertinya tidak Rila, aku ingin bersantai disini. Disini sangat indah dan sejuk"


"Baiklah putri, bolehkah saya ijin menemui teman saya? Dia sedang membersihkan sisi taman ini" tunjuk Rila kepada seorang wanita paruh baya yang sedang membersihkan taman. Roselyn mengangguk setuju.


"Indahnya taman ini, setelah pulang ke Loque, aku akan membuat taman sebesar ini"

__ADS_1


"Kau suka taman ini?"


Seorang Pria tampan mendatanginya. Ternyata itu Pangeran Aldrick.


"Pangeran Aldrick kau disini? Ya, aku sangat menyukainya apalagi pohon bunga besar itu" tunjuk Roselyn.


"Pohon itu ada sebelum aku lahir. Mungkin usianya hampir 50 tahun"


Roselyn dan Aldrick berbincang-bincang sebentar sampai akhirnya terputus karena Rila datang.


"Baiklah sampai jumpa Putri Roselyn, suatu saat kita akan bertemu lagi" ucap Aldrick sambil mengecup punggung tangan Roselyn.


"Putri Roselyn jatuh cinta dengan Pangeran Aldrick" ujar Rila sambil tertawa pelan


"Rilaaaaaaaaa" Wajah Roselyn memerah.


Pertemuan kedua Roselyn dan Aldrick membuat Aldrick jatuh cinta pada Roselyn begitu juga sebaliknya. Dhion sepanjang jalan mengejek Aldrick.


Putri Roselyn dan Rila pergi kembali ke kediamannya. Setelah mendekati rumah, muncul wanita keluar dari dalam rumah kedua. Rambutnya hitam panjang denga poni, wajahnya cantik dan tegas. Wanita tersebut sempat tersenyum padanya, Roselyn membalas senyum kepada wanita tersebut.


"Ahhh aku sangat lelah hari ini, oh iya Rila, siapakah wanita yang tersenyum padaku tadi? dia tidak seperti wanita sebelumnya yang berwajah sinis" Roselyn mencoba mengikuti mimik wajah Duchess Nagie dan itu membuat Rila tertawa.


"Itu juga selir Pangeran Aldrick"


"Apaa?! Selir Pangeran Aldrick? Pangeran punya berapa selir?"

__ADS_1


Segudang pertanyaan ada di benak Roselyn. Tapi Rila menolak bercerita dengan alasan ceritanya panjang dan akan diceritakan kemudian hari.


__ADS_2