THE GANGSTAR KING

THE GANGSTAR KING
Prolog


__ADS_3

***Mereka bilang kami manis untuk meracuni


Mereka bilang kami hebat untuk menghancurkan


Mereka bilang kami mempesona untuk membinasakan


Mereka bilang kami cerdas untuk membunuh


Menurut kami hal ini bukan kejahatan


Namun suatu kebutuhan


Kami menyukai hal ini,membasahi tubuh kami dengan darah milik orang lain


Jika kalian bertanya tentang dosa?


Dosa tak lebih dari sebuah konsekuensi yang mutlak dijalani***


.


.


.


.


-THE GANGSTAR KING-


Suara tembakan memecah keheningan yang ada, berpadu dengan jeritan manusia penuh derita, lehernya bercucuran keringat, darah merembes dari baju putih lusuh yang dikenakannya,


DOR!

__ADS_1


Lagi lagi suara jeritan terdengar begitu nyaring, merintih bagaikan hewan yang kesakitan, kemudian segalanya hening, menandakan malaikat maut dengan sabit hitam telah datang membawa ajal.


"Bawa kemari."


Sejurus kemudian satu pleton manusia kekar mendatangi seogok tubuh tak bernyawa dari batang kayu,membuka ikatan dan menyeretnya keluar. Kemudian digantikan oleh seorang perempuan yang dibaluti oleh luka cambuk sana sini, wajahnya tegas, ekspresinya berani, namun batinnya meraung raung melihat suaminya diseret tanpa rasa manusiawi,dibuang kedalam tungku pembakaran. Ia tak kuasa melihatnya, namun keadaan memaksanya untuk menyaksikan tubuh orang yang ia cintai dilahap api dengan suhu tinggi.


Pistol yang sama teracung didahinya, memperingatkan bahwa ia akan bernasib sama dengan suaminya.


"Dimana anakmu."


Suara rendah nan dingin itu membuat dirinya nyaris tak mampu bernafas, bibir pucatnya mengatup tanda ia enggan berbicara sepatah katapun.


"Kutanya sekali lagi, dimana anak sialan itu?"


Tatapan tajam itu menusuk relung hatinya, namun dirinya terus mengingat ucapan suaminya untuk tidak menutup mata saat malaikat maut berada didepannya, siap mengayunkan senjata untuk menarik nyawanya keluar, namun senjata yang digunakan oleh pencabut nyawa didepannya bukan lagi sebuah sabit runcing, namun sebuah pistol bersih yang beberapa menit lagi akan melubangi dahi putihnya.


"TIDAK! BAHKAN SAMPAI AKU MATI DAN MENCAIR DITUNGKU NERAKA, AKU TAKAN PERNAH MENGATAKAN KEBERADAAN ANAKKU! IBLIS! KAU AKAN MATI MEMBUSUK DI NERAKA! SELURUH TUBUHMU AKAN SAKIT SEIRING PERJALANANMU. TAKDIR AKAN MEMPERMAINKANMU SERTA ANAK CUCUMU SEPERTI KAMU MEMPERMAINKAN NYAWA ORANG LAIN. TUHAN AKAN MEMBERIKAN PENYIKSAAN YANG SETARA DENGAN DARAH YANG KAU TETESKAN. TUHAN AKAN MENGHUKUM DIRIMU SERTA ANAK CUCUMU DALAM PERMAINAN TAKDIR!"


Smirk.


"—Pistol yang kugunakan untuk membunuh kedua orang tuanya."


DOR!


"Percuma saja mengutukku, karna aku merupakan kutukan itu sendiri."


.


.


.

__ADS_1


TAP


TAP


TAP


KRIETT


"King saya datang, apa yang harus saya lakukan."


"sudah 17 tahun berlalu... cari dia dan bawa ke hadapanku."


"saya akan segera menemukannya."


Brak.


"Penerusku! Kau akan ku temukan,takan ku biarkan kau pergi lagi... Karna kau akan menjadi pemimpin The Gangstar King."


.


.


.


Tbc


[A/N]


Hallo, ini adalah cerita kesekian yang telah saya buat. Sejujurnya sih di draft ada berjibuan cerita yang melolong minta di publish ahahaha.


O iya, saya adalah author yang sama dengan author dilapak sebelah hehe. Jadi jangan kaget kalau cerita ini juga ada di lapak sebelah.

__ADS_1


Dan saya harap kalian bersedia untuk memberi dukungan dan kritikan untuk cerita kali ini. Karena sejujurnya cerita ini tuh berawal dari keisengan belaka hiks**.


Sekian, terima Kasih untuk readers yang masih mau baca. Saya harap kalian akan menyukai cerita ini.


__ADS_2