THE GANGSTAR KING

THE GANGSTAR KING
Part 19 The king


__ADS_3

-The Gangstar King-


.


.


.


"The King."


.


.


.


TAP


TAP


TAP


Kriett


Sesosok pemuda dengan jas formal berdiri tegap dihadapan kursi kebesaran sang raja. Ditangannya tersampir jas putih bernoda darah serta dokumen-dokumen bersampul hitam.


“King,” jeda sesaat. “ini dokumen yang anda inginkan.”


Dengan penuh kehati-hatian pemuda itu melangkah maju dan menaruh dokumen yang dimaksud keatas meja. Dari setiap gerakan yang ia lakukan nampak begitu teliti, ketara sekali bahwa ia enggan melakukan kesalahan sedikitpun didepan sosok penuh wibawa itu. Walaupun harusnya ia tidak takut akan dipenggal jika melakukan kesalahan, mengingat dirinya merupakan pion penting dalam papan catur sang raja. Tapi tetap saja, siapapun akan menunduk jika berhadapan dengan aura wibawa yang terasa mencekik.


Mungkin, bernafas dihadapannya saja sudah berat.


Sampul hitam itu terbuka, menampakan kertas putih yang tertoreh tinta hitam berisi data-data dan informasi penting.

__ADS_1


“Bagaimana dengan dia?”


“Sesuai seperti yang dikatakan oleh tuan muda, dan kemarin… saya sempat bertemu dengannya,” hening menyelimuti ruangan yang didominasi warna hitam itu. “Dia benar-benar rupawan.”


“Saya ragu bisa anda akan membiarkan kepala saya tetap menempel pada leher saya, karena sepertinya—“


"Woah, aku tidak akan menjamin kepalamu masih ditempatnya jika kalimat selanjutnya yang akan kau katakan itu, 'aku menyukainya'."


Pemuda itu bungkam seketika, aura berat dari sang 'raja' saja sudah cukup membebaninya. Dan sekarang ditambah dengan kehadiran dua sosok lain yang sama mengerikannya. Oh, tidak. Sosok kali ini memiliki reputasi yang sangat buruk. Ia dijuluki; The killing machine, The Bloodthirsty devil, dan julukan yang paling terkenal adalah


The Reaper.


Ya, sosok itu merupakan malaikat maut dengan handgun sebagai senjatanya. Sosok yang begitu menakjubkan kala dibasahi liquid merah kental. Netra legamnya yang senantiasa menjadi mimpi buruk bagi sebagian orang.


Sementara itu yang satunya lagi memiliki reputasi yang tidak kalah mengerikan. Kehadirannya yang selalu berpadu dalam kegelapan, ditemani dengan senapan sniper membuat identitasnya sulit untuk diketahui.


Tidak ada yang bisa melihat sosoknya walau peluru telah bersarang di tengkorak kepala mereka. Sniper yang sering ia gunakan saat misi adalah Barrett .416 Model 99.


Sniper apapun akan menjadi mematikan jika yang memakainya adalah dia.


Tiba-tiba gelak tawa keluar dari mulut 'raja'. Rokok yang terselip diantara mulutnyapun jatuh. Mengenai dokumen bersampul hitam. Tak butuh waktu lama, dokumen itu mulai terbakar hingga tidak tersisa. Namun 'raja' itu nampak tidak peduli.


"Posesif sekali kalian ini."


Dor!


"Brisik."


Salah satu dari dua orang itu nampak tersinggung, ujung Glock '20 handgun mengarah pada dahi raja setelah beberapa detik lalu melubangi tembok disebelahnya. Sementara itu sang raja tidak merasa terancam meski senjata itu siap memuntahkan isinya kapanpun.


Ia justru melempar dokumen bersampul ke hadapan kedua sosok malaikat maut itu.


"itu adalah misi terakhir."

__ADS_1


Di bacanya sekilas dokumen itu.


"Menyeludupkan narkoba ke wilayah tenggara, huh? Kenapa kita harus mendapatkan misi remeh seperti ini, ha?"


Sang raja mengangguk singkat seraya menaruh putung rokok pada asbak. Pandangannya lurus, nampak sangat santai sekaligus berusaha mengoyak setiap jengkal jiwa milik kedua ahli senjata api itu.


"Misi ini tidak sesederhana itu, Gold." ucapnya singkat.


Kerutan halus nampak didahi putih Gold, pemuda itu mengamati tiap kalimat yang tertoreh pada lembaran misi lamat-lamat.


Tiba-tiba ia tersadar, pupil matanya melebar sepersekian detik sebelum kemudian bibirnya menyeringai iblis.


"Hoo... dasar licik."


Gelak tawa membana hingga kepenjuru ruangan. Kepintaran Gold membuat dirinya tidak merasa menyesal telah memberi latihan neraka pada si ahli handgun.


Ekor matanya menangkap sosok lelaki dengan AWSM dipunggung dan berbagai macam alat tempur jarak pendek.


"Kau tau peranmu, Black," ujar sang raja dengan senyum puas.


.


.


.


.


Tbc


[A/N]


Haloo~

__ADS_1


Entah kenapa aku seneng banget pas nulis part ini wkwk... Mungkin karna... Aku lebih suka nulis story yang dark? Entahlah hoho


Kalau kalian gimana?


__ADS_2