
"The Gangstar King"
.
.
.
"In the same house"
.
.
.
BRAK!
“Vania!”
Benda hitam melayang, menampar pipi putih Green. Si empu terdiam beberapa menit, menerka kejadian yang menimpa dirinya.
“KENAPA KAU MELEMPAR KOPER KE WAJAHKU HAH!”
Si pelaku tidak bergeming, masih stay dengan wajah datar nan santai yang khas. “Maaf tidak sengaja.” Ujar Vania kalem.
Green memasang tampang ‘wtf’. Bagaimana mungkin Vania bisa setenang itu usai melempar koper yang telah terisi penuh ke wajah brilian Nona muda Green Al, anak konglomerat yang mem—
“Jangan menyombongkan dirimu Green, aku mendengar perkataanmu lewat telepati.”
Green mengerucutkan bibirnya kemudian menghempaskan tubuhnya ke ranjang empuk. Manik safirnya menerawang, sejujurnya Green merindukan apartemennya ini. Namun sahabat onyxnya selalu mendepaknya keluar kala berkunjung.
“Kudengar dari senior kau akan tinggal bersama Graha.”
Vania terdiam, ia kembali menyibukan dirinya dengan memasukan barang-barang pribadi ke koper yang lebih kecil. Sementara itu koper hitam yang tadinya ia lempar, diseret dan ditaruh diujung kamar.
“Sejak kapan kau dekat dengan Senior Raihan?”
__ADS_1
“Jangan jawab pertanyaan dengan pertanyaan lain, bakka!”timpal Green dengan aksen Jepang.
Green menghela nafas, ia bangkit dari ranjang dan berdiri dihadapan sahabatnya yang tengah disibukan dengan kegiatan mengepak barang.
“Maaf.”
Manik jelaganya mengerling, mendapati sahabat karibnya tengah menunduk. Poni panjang membuat ekspresinya tertutup. Namun Vania amat sangat tahu, bahwa Green tengah menyembunyikan raut menyesal sekaligus air mata yang sudah menggenang.
Hm? Kalian bertanya kenapa aku bisa tahu?
Memangnya kalian fikir kami baru kenal? Yang benar saja, celana dalam favorite Green saja aku tahu— hijau polkadot.
“Maaf tidak diterima.” Vania menyilangkan tangan didepan dada. “kenapa? Karena kau telat mengucapkan nya,” Imbuhnya lagi.
“YANG BENAR SAJA!”
“Maaf nona-nona, bukannya ingin menganggu tapi pangeran sudah datang untuk menjemput tuan putri.”
Kedua sahabat karib itu menoleh bersamaan. Sesosok lelaki dengan pakaian kasual tengah bersender dibibir pintu seraya menenteng sebuket bunga mawar merah. Seringaian khas terpatri dibibir tipis yang sialnya menggoda.
Bantal guling telak mengenai wajah Graha.
.
.
.
-our kings-
.
.
.
“Naiklah ketangga menuju lantai dua kemudian belok kanan, lalu lurus dan disana—”
__ADS_1
“Kamarku?” potong Vania cepat. Gadis itu sudah jengah dengan penjelasan Graha yang terbelit-belit. Err lebih tepatnya mansion ini yang terlalu luas dan besar sehingga penjelasan Graha terkesan panjang dan terbelit-belit. Ah, merepotkan.
“—Bukan, disana ada kamar mandi," jawab Graha dengan senyum manis.
Vania menghela nafas panjang.
“Dari kamar mandi kau belok kanan, kemudian lurus mengikuti lorong. Mm disitu ada sekitar 10 kamar lalu kau cari kamar warna putih. Nah, itu adalah—“
“Kamarku?”
“Bukan, itu kamar pembantu pribadimu.”
Ingin rasanya Vania membanting lelaki didepannya kemudian melemparnya dari lantai 3 mansion. Vania berfikir bahwa lebih baik langsung memberi tahu kamar yang akan Vania. Atau mungkin mengantarnya kesana. Daripada menjelaskan satu persatu jalur serta ruangan yang ada dimension ini.
Emang dasar ga ada otak, maki Vania dalam hati.
“Nah kamarmu ada dilantai 3, pintunya warna putih. Disebelah kiri”
“Tsk bodoh, kalau kamarku ada dilantai 3. Kenapa kau justru menjelaskan ruangan dilantai 2?!”
Vania berlalu menuju lantai 3 menggunkan lift yang ada. Meninggalkan Graha yang terkekeh geli. Sepanjang jalan menuju kamarnya ia terus mengumpat dan memaki Casanova sialan itu. saking asyiknya memaki, Vania sampai melewatkan kamarnya. Tanpa basa-basi lagi ia segera berbalik dan menemukan dua pintu putih disisi kanan dan kiri.
“Yang sebelah kiri kan?”
Tanpa pertimbangan lagi Vania segera masuk kepintu putih disisi kiri. Menguncinya dari dalam lantas merebahkan badannya di ranjang queen size super empuk usai menaruh kopernya di depan pintu kamar. Gadis cantik itu menutup matanya seraya menghirup dalam-dalam aroma cool yang menguar dari ruangan luas ini.
CEKLEK
“Apa yang kau lakukan disini?”
.
.
.
Tbc~
__ADS_1