
-The Gangstar King-
.
.
.
"The Exellent class"
.
.
.
.
“Hahahahahaha.”
Seisi kelas langsung tertawa terbahak mengingat kejadian tadi pagi. Mereka menunjuk, mengkritik serta menertawakan vania.
Padahal dia hanya terlambat ya? Tapi kenapa dia diperlakukan bak orang habis berzina? Heran.
“Hei kau nyasar ya? Kok bisa masuk ke kelas elit ini, hm?” gadis dengan surai merah terang itu tertawa menghina.
__ADS_1
"Hoo, dan juga kenapa kau bisa dapat pin diamond? Nyuri dimana?” sindir salah satu antek-anteknya tak kalah pedas dalam menghina, Shaffa namanya.
Sedikit penjelasan, dalam Skylight School untuk pembagian kelas tergantung pada pin yang mereka dapat. Pin tersebut dibagikan sesuai dengan kemampuan(coret;kekayaan), prestasi serta bakat siswa-siswanya. Ada 4 warna pin, diantaranya;
Pin diamond, akan diberikan kepada penghuni SS atau sering disebut kelas elit yang mayoritas berisi anak-anak jenius, berbakat, berprestasi dan tentunya kaya raya. Bahkan anak kembar presiden—Aris dan Ash menempati kelas ini. Dikelas ini terdapat 20 kursi yang diperuntukan khusus untuk anak-anak ‘sempurna’. Baik itu dompetnya maupun otaknya.
Hehe.
Pin emas akan diberikan kepada kelas ‘A’ yang tingkatnya berada dibawah kelas elit, berisi anak anak yang gagal masuk kelas elit. Walau begitu jangan remehkan otak mereka yang cerdas luar biasa. Namun sayangnya dalam hal fisik mereka kalah dengan kelas Elite dan kelas B.
Pin perak diberikan kepada kelas ‘B’ dan ‘C’. Biasanya berisi anak anak yang sedikit membenci pelajaran—terutama matematika dan hitungan lainnya. Mayoritas di kelas C banyak yang pandai dalam bidang seni. Dan untuk kelas B berisi anak-anak dengan bakat olahraga. Oh hanya karna ini bukan kelas Elit atau kelas A bukan berarti mereka itu patut diremehkan. Justru dikedua kelas ini sangat aktif dalam memberi prestasi untuk sekolah—setelah kelas elite tentunya. Terutama kelas B, disana berisi atlit olahraga nasional yang seringkali mendapatkan mendali emas dibidangnya dan…
…jangan lupakan abs dan otot perut yang luar biasa untuk ukuran remaja itu.
Pin perunggu diberikan kepada kelas ‘F’ dan ‘E’. Kelas ini sering disebut sebagai kelas menyedihkan. Kebanyakan dari mereka tidak terlalu unggul di pelajaran, seni, ataupun olahraga. Hal itu membuat kelas ini sering dijadikan sasaran empuk untuk di bully. Ah, namun kepala sekolah tidak mungkin menerima mereka jika mereka tidak memiliki ‘sesuatu’, bukan?
Back on story.
Rombongan Berlina tertawa menghina, membuat seisi kelas ikut melakukan hal yang sama. Minus beberapa orang mungkin.
Hal itu membuat wajah Green memerah karena menahan amarah, ia mengepalkan tangan mungilnya. Bersiap menghajar dan memaki gadis tidak tahu diri yang kini tartawa bersama rombongannya.
Hei, biar Green tegaskan. Yang boleh menghina sahabatnya itu Cuma dia tahu!
“Oh? Darimana kamu mendapat pin diamond itu heh? Menyogok guru pembagi nilai supaya kau bisa masuk ke kelas ‘elit’ ini dengan memalsukan nilaimu?”
__ADS_1
Tawa Berlina redam seketika, ia Menggebrak meja dan menghampiri Vania. Menarik kerahnya dan menatapnya beringas “Dasar kaum miskin sialan,” pekiknya dengan amarah meletup-letup.
Smirk.
“Miskin?” Vania tertawa pelan, manik jelaganya menatap lekat gadis angkuh dihadapannya.
“Bersyukurlah aku miskin. Karna jika aku kaya raya, kau adalah orang pertama yang akan kubuat melarat dan terlunta-lunta dijalanan.” Smirk evil khas terpatri dibibir pink Vania. Ucapan sarkas Vania cukup membuat seisi kelasn tersentak. Terbukti dengan atmosfer kelas yang langsung terasa berat dan mencekam.
Hoi…hoi serius gadis podium itu mau melawan Berlina? Ayahnya itu salah satu donator terbesar sekolah ini loh.
Clap!
Suara tepuk tangan mengalihkan atensi kelas. Serentak mereka menatap sesosok lelaki jangkung yang tengah berdiri diambang pintu seraya tersenyum tipis. Disusul dengan suaranya yang mengalun lembut, menggetarkan hati para kaum hawa.
“Aah maaf, apa saya menggangu kalian?”
“KYAAAA SENIORRRR RAIHAN!” gadis-gadis dalam kelas elit itu nampak berteriak kesetanan begitu melihaat sosok jangkung yang merupakan salah satu idola sekolah kembali mengumbar senyum ramah khasnya.
“Maaf mengganggu, saya ingin memberi tahu kepada murid ajaran baru agar segera mengisi ekstrakulikuler yang diminati.” ujar Raihan dengan senyum ramah.
.
.
.
__ADS_1
Tbc~