THE GANGSTAR KING

THE GANGSTAR KING
Part 14 sweet


__ADS_3

"The Gangstar King"


.


.


.


"Sweet."


.


.


.


“Apa Vania keberatan?”


Si pemilik nama hanya menggeleng lesu, ingin rasanya ia berkata ‘PERGILAH SANA, SIALAN!’. Tapi ia urungkan mengingat yang berbicara adalah senior ramah yang merupakan idola Green dan senior yang telah menyelamatkan dirinya dari marabahaya yang disebut ‘dilahap’ serigala.


Persis didepan kedua kakinya si cebol duduk santai disana, menonton tv seraya menempatkan badannya diantara kaki jenjang Vania. Hal itu sukses membuat Graha kesal bukan main. Dahinya dijitak dengan sekuat tenaga oleh Graha. Suara aduhan menyebalkan keluar dari bibir tipis si lelaki cebol.


“Hei! Kau kenapa sih! Sakit tahu!” hardiknya seraya memegang bekas jitakan, sementara itu si pelaku melengos.


Selimut cokelat mendarat dipangkuan Vania, gadis bermahkota surai hitam itu menoleh dan mendapati Leon tengah menatapnya dengan sorot yang disulit artikan. Senyum Vania mengembang, ia memakai selimut pemberian Leon pada kakinya yang tidak tertutupi rok pendek yang tengah ia kenakan. Kata ‘terima kasih’ diberikan pada lelaki dingin itu. Walaupun bibir Leon hanya membentuk kurva garis datar. Vania tahu bahwa lelaki itu mengatakan ‘sama-sama’ dalam diam.


“Sudah melihat kamarmu?”


Tepukan hangat dikepalanya membuat Vania menoleh, ia menggeleng singkat sebagai balasan dari pertanyaan Senior Raihan. Fokusnya kembali pada televisi yang menayangkan adegan baku hantam. Sementara itu Raihan hanya mengangguk singkat dan mendudukan dirinya pada salah satu sofa putih disana.


“Apa Vania-chan sudah makan siang?” tanya Virgo.

__ADS_1


“Belum.”


Virgo berbalik, kepalanya ia dongakan sedikit demi menatap langsung manik jelaga milik gadis cantik didepannya. Si empu pemilik manik indah itu hanya terdiam seraya menatap Virgo aneh.


‘maniknya legam sekali, seperti tidak ada dasar’


“Apa ada sesuatu diwajahku?”


Virgo menggeleng, “Mau Virgo pesankan sesuatu?” tanyanya.


“Ya pesankan aku cheese burger.”


Dengusan sebal terdengar dari Virgo, ketara sekali lelaki cebol itu merasa kesal karena tawarannya di jawab oleh orang yang bukan seharusnya.


“Rangga, aku tidak bertanya padamu.” Jelasnya seraya bangkit dari tempatnya demi mengambil gadget canggihnya yang terletak dimeja samping sofa.


“Vania-chan mau makan apa?” tanya-nya lagi dengan pandangan yang fokus pada layar gadget.


“Belikan aku kopi hitam.”


Dengusan sebal dihadiahkan untuk Graha dan Leon. “Aku tidak tanya padamu, dasar playboy dan es batu.” Tukasnya


“Dan cukup belikan aku cappuccino.”


“AKU TIDAK TANYA KALIAN BODOH!”


Pekikan Virgo mengundang tawa satu-satunya gadis disana. Seakan terhipnotis, kelima remaja tampan itu hanya menatap Vania. Mendengar suara tawanya yang mengalun disertai dengan mata yang menyipit. Hanya suara tawa Vania disana, dan gadis itu belum menyadari bahwa ia kini jadi pusat atensi seisi ruangan.


“Belilah 3 kotak pizza, biar kita makan bersama,” ujarnya seraya mengusap air mata diujung mata. Ia terlalu banyak tertawa sepertinya.


Hening.

__ADS_1


“Eh? Kenapa muka kalian memerah?”


Kelima remaja itu kompak memalingkan wajah. Mereka melakukan reaksi yang berbeda-beda. Lihatlah, Rangga menyenderkan badannya pada sofa dan bersidekap—dengan wajah yang memerah sempurna tentunya, Leon menghela nafas panjang dan menutup mata menggunakan lengan, Graha memalingkan menutup mulutnya dengan telapak tangan, Raihan menatap jendela seraya menghela nafas pelan, Virgo membalikan badan seraya kembali fokus pada gedget ditangan. Menurut Vania itu benar-benar menggemaskan. Wajah mereka semua mirip seperti lobster rebus!


Ah, Vania tidak menyadari penderitaan yang berasal darinya. Kelima lelaki tampan itu harus meredam debaran yang menggelora.


“S-sudah kupesan. Tunggu sebentar lagi.”


Kemudian sisa hari itu dihabiskan dengan party. Memakan semua pizza yang ada, ditemani oleh se-plastik soda kaleng yang sukses membuat perut mereka kembung. . Lantas setelah party, mereka semua jatuh tertidur disofa. Dengan Vania yang dipaku oleh  Raihan dan bahu gadis itumalah dijadikan sandaran oleh Leon dan Rangga, sementara itu Virgo terlelap damai diantara kaki Vania.


Hm, enaknya reverse harem :”v


Tanpa disadari mereka telah membangun ikatan tidak kasat mata. Saling terjalin dan terhubung satu sama lain. Benang yang begitu rapuh. Namun mampu membuat manusia ikut rapuh karenanya.


Semuanya mulai mengikat. Roda takdir telah berputar, buku kehidupan terbuka. Sanggupkah mereka mencegah masa depan?


Atau


Membiarkan segalanya berjalan sesuai kehendak takdir?


Segalanya


Di mulai


Disini


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2