
"Bibi.... bibi sedang liburan ka??"
Kataku yang membuat bibi Athena diam berpikir
"Kau murid si brengsek itu...???, kanapa kau ada disini??"
"Aku sedang liburan, sangatlah jenuh mengerjakan tugas guru saat dia berlibur"
kataku sambil memasang wajah —_— (we gatau namanya maap v: )
"Apa kau juga sedang berlibur bi???"
"Peperangan jarang terjadi, duduk di singgasana sangat lama membuatku bosan. Jadi aku memutuskan untuk berlibur"
Kata bibi Athena sambil menghela nafas, kami berbincang-bincang cukup lama. Ya, cukup lama sampai Annchi ngantuk berat. Bibi Athena menyuruh Annchi untuk kembali ke kosan nya untuk beristirahat dan mengajakku ke ruangannya untuk berbincang-bincang lebih lanjut
"Kau kuperbolehkan tinggal disini sampai kau mempunyai pekerjaan dan akan ku biayai kehidupanmu juga. Kau juga harus sekolah, karna kau memilih tubuh remaja"
Katanya sambil menyeruput teh. Aku masih diam memikirkan perkataan bibi, bahkan aku juga tidak mengerti sekolah itu apa. Dia juga menceritakan tentang jalannya kehidupan ini. Walaupun aku tidak begitu mengerti, aku terus mengangguk agar seperti orang yang berwawasan mwuhehehehehehe
Die juga menceritakan tentang seringnya kemunculan monster dan iblis yang diketahui bukan berasal dari dunia manusia, mungkin itu ada hubungannya dengan pernyataan konyol itu. Dan secara bersamaan terbentuknya organisasi APP (Aliansi Penanganan dan Perlindungan) walaupun lebih banyak monster atau iblis yang dibunuh langsung.
Organisasi APP terdiri dari manusia setengah dewa, yang dibagi menjadi beberapa kelompok. Yaitu kelas A sampai F, pembagian kelas itu dihitung dari kelihaian. Jika ada manusia yang ingin bergabung, harus melewati serangkaian ujian dan diakhiri dengan pemberian kekuatan setengah dewa. Mereka juga harus mendatangani perjanjian agar tidak menggunakan kekuatan itu untuk semena mena, tatapi masih banyak juga yang melanggarnya karena pada dasarnya mereka itu manusia.
Bibi Athena menyiapkan 1 kos buatku dan perlengkapannya. Aku tidak sembarang menyentuh kecuali yang diajari bibi, takut nanti rusak. Pengalaman aku pernah memainkan senjata Keres (saudarinya guru) dan berakhir rusak karena aku buat menggali tanah. Bibi juga menyiapkan baju untukku
Keesokan harinya aku bangun tidur, walaupun aku tidak bisa tidur dengan nyenyak karena selama ini aku belum pernah tidur. Seingatku aku tidur ribuan tahun lalu. Aku kemudian membersihkan badan baruku seperti cara yang diberitahu bibi. Setelah itu aku melihat ke cermin dan memakai baju yang cocok dengan seleraku. Karena merasa kalau pakai kacamata merupakan orang yang berwawasan aku pun memakai kaca mata, walaupun agak mengganjal tapi ya biarlah yang penting aku terlihat keren dimata para wanita mwuhehehehehehe
Saat aku mengagumi tubuh baruku, seseorang mengetuk pintu masuk kosan ku. Ternyata itu adalah Annchi, tapi saat dia melihatku sekilas, dia langsung memalingkan wajahnya yang nampak merah
__ADS_1
"Le.....i.....Fe.ng... kau mesum, kau harus pakai baju"
Katanya sambil mendorong ku masuk dan menutup pintu. Karena aku tak yakin apa itu mesum, aku pun menurutinya. Ku pikir pikir juga kalau aku tidak pakai baju, nanti dikira tidak waras. Karena sulit untuk memilih, aku pun memakai baju biasaku. Bukan baju tapi jubah hitam ku.
"Apa kau tidak punya baju lain, ya sudahlah. Yang penting kamu pakai baju"
katanya dengan wajahnya yang kembali memerah
"Apa kau tidak apa apa, wajahmu memerah"
Tanyaku dengan heran, tapi dia seperti tidak mau membicarakan tentang hal itu lagi. Dia langsung menganti topik pembicaraan
"Kata nyonya kos, kamu ingin sekolah ditempatku. Jadi dia menyerahkan pengenalan sekolah kepadaku. Ini adalah seragam sekolah, kau harus memakainya besok"
katanya sambil memberikan baju yang disebutnya seragam, tapi bagiku itu sama saja
"Apa harus memakai ini??, dan kenapa harus besok??"
"Ba.. baiklah, aku juga harus mengenal lebih sekitar tempat ini"
"Tapi sebelumnya kau harus mengganti bajumu, jangan pakai jubah itu"
Dia kemudian memilihkan baju untukku, dia bahkan berkata bahwa aku lebih keren kalau pakai kacamata.
Kami kemudian berjalan jalan berkeliling, kami juga sempat mampir ke taman bermain. Dia mengajakku ke wahana yang membuatku ingin muntah, wahana itu berbentuk seperti sebuah mangkuk yang berputar.
Karena mungkin melihatku sangat menderita, akhirnya Annchi mengajakku untuk makan. Karena energi ku terkuras, aku pun tidak sungkan sungkan untuk memesan tiga porsi makanan. Walaupun rasanya agak aneh dan berbeda dengan makanan yang biasanya, aku harus tetap memakannya karena tidak tahu kejadian apa yang menungguku nanti.
"Woahhh aku kenyang sekali"
__ADS_1
Kataku sambil menepuk perutku yang membesar bagaikan ibu mengandung
"Kamu kenyang aku bangkrut —_—, aku bahkan belum sempat memesan makanan"
"Itu salahmu mengajakku ke neraka ini, kau bahkan........."
Belum selesai aku memarahi Annchi, muncullah monster dengan kepala banteng tanduk kambing yang tubuhnya seperti beruang dan taring yang keluar dari rahang atasnya. Monster itu meraung dan sesekali menghancurkan benda benda di sekitarnya. Semua orang lari ketakutan menyelamatkan diri tidak terkecuali Annchi
Monster itu tiba tiba lari ke arah Annchi seperti mau menyeruduknya, Annchi lari dan jatuh tersungkur. Pada saat monster itu beberapa meter mendekati Annchi, aku menendang monster itu sampai terpental.
"Tidak apa apa, aku disini jangan takut"
kataku sambil menenangkan Annchi yang masih ketakutan, karena tidak mau membahayakan orang lagi aku pun memanggil sabitku yang ada di kosan
"BLADE...."
seketika sabitku terbang entah dari mana dan menghampiriku dan aku pun menangkapnya, tanpa bosa basi aku langsung maju memenggal kepala monster itu. Darah monster itu kemana mana, tapi aku tidak terkena darahnya karena teknik yang diajarkan oleh guru.
"Apa kau tidak apa apa, sudah lah jangan menangis monster itu sudah mati"
kataku menenangkan Annchi yang menangis ketakutan, wajar saja dia tidak pernah berada di posisi hidup mati. Tiba tiba dia pun memelukku dengan erat dan berterima kasih padaku, dia pun tertidur dalam pelukanku. Dan yang membuatku gugup adalah dadanya yang menempel padaku
Tidak lama setelah itu pihak APP pun datang ke lokasi untuk menangani monster itu, dan salah satu dari mereka menghampiriku
"Nak kau yang membunuhnya ya?, terlihat dari sabit mu yang terlumuri darah. Terima kasih nak, kau membuat pekerjaan kami menjadi lebih ringan. Oiya jangan lupa memakai pengaman saat bersama gadis agar tak terjadi masalah"
katanya sambil menepuk pundakku ,yang sangat aku tidak mengerti adalah pengaman. Apa itu sejenis armor???. Sibuk memikirkan hal itu membuatku lupa jika aku masih harus membawa sabit dan mengantar Annchi ke kosnya.
"Kembalilah ke kos"
__ADS_1
aku memerintahkan sabitku untuk kembali dan 1 lagi masalah yang harus aku hadapi. Aku harus menggendong Annchi ke kosnya yang jauhnya beberapa kilometer hiksss.....
Aku pun memutuskan untuk berjalan menggendongnya, jika aku terbang mungkin akan membuat kehebohan. Entah apa yang dia impikan sampai sampai memelukku dengan erat dan dadanya menyentuh punggungku....