The Grim Reaper

The Grim Reaper
Aliansi Penanganan dan Perlindungan


__ADS_3

Aku mengamati para APP melakukan tugasnya sambil makan keripik yang aku ambil dari kantin, tidak ada yang menghiraukan ku karena mereka sibuk menyelamatkan diri. Para APP itu seperti kewalahan menghadapi iblis Pao, entah kenapa mereka bisa kewalahan padahal banyak manusia setengah dewa ada disana. Entah kenapa aku menjadi sedikit agak khawatir karena iblis Pao lama kelamaan besarnya melebihi iblis Pao yang seharusnya. Aku merasa ada yang salah dengan iblis Pao itu, karena iblis Pao itu membentuk tulang punggung diatasnya yang terasa familiar.


Tak aku sangka ternyata punggung itu sama persis dengan monster raja hutan kematian yang memiliki ciri khas punggung dengan duri sepanjang tulang punggungnya. Kupikir monster itu sudah ku ambil jiwanya untuk koleksi buku jiwaku, entah kenapa dia bisa bereinkarnasi. Monster raja hutan kematian dan iblis Pao memiliki kesamaan karakter yaitu nafsu makan yang besar jadi tidak heran bisa menyatu.


Karena aku pikir tidak mungkin bisa bereinkarnasi seenaknya jika jiwanya hilang


Apa mungkin didalam iblis Pao ada sesuatu??


Ragu akan hal tersebut aku kemudian melihat dengan kekuatan penglihatan yang diajarkan oleh paman Horus, walaupun hanya beberapa saat saja itu sudah cukup untukku melihat apa yang ada di dalam iblis Pao. Sesuai dugaan ku, ada benda yang mengeluarkan hawa kematian yang kuat di dalam iblis Pao. Hawa tersebut membuatku kaget dan harus menghentikan penglihatan segala hal yang diajarkan paman Horus. Karena akan membuat masalah besar jika reinkarnasi berhasil dilakukan, aku harus lebih serius dalam menyelesaikan hal ini karena mengingat monster raja hutan kematian pernah membuat sabit kesayanganku patah setelah mengalahkannya dan harus melakukan pembentukan ulang yang rumit.


Aku kembali mencoba melihat ke dalam iblis Pao itu, semakin dekat ke benda itu hawanya semakin kuat. Tak aku sangka di dalam iblis Pao itu ternyata adalah buku jiwa yang selama ini aku cari. Aku langsung bisa menyimpulkan bahwa buku itu adalah buku jiwa karena terdapat gembok kunci dengan rantai yang melilit. Entah kenapa buku itu terbuka padahal aku sudah menyegelnya.


Aku harus mengambil buku itu tapi masalahnya ada pada para APP, mereka pasti mencurigai ku bukan. Kupikir tidak masalah, palingan mereka hanya akan menginterogasi ku.


Karena terlalu banyak berkhayal, iblis Pao itu telah memasuki pembentukan terakhir.


Boooommmmm


ledakan cahaya besar terjadi, semua bangunan yang berada pada jarak 1 km rusak parah. Kabut asap tebal terbentuk di sekitar tempat iblis Pao, yang sekarang sudah menjadi monster raja hutan kematian. Terlihat sayap kulit kelelawar membentang dan mengepakkan secara perlahan seperti melakukan peregangan.


Ternyata setelah bereinkarnasi, monster raja hutan kematian juga mengalami evolusi yang membuatnya mempunyai sayap dan kulit keras tambahan di tubuhnya. Entah bagaimana dia tiba tiba melihat ke arahku seperti bisa mengetahui bahwa aku adalah orang yang membunuhnya dulu. Monster itu menggeram seperti ingin merobek robek tubuh baruku ini. Walaupun sepertinya tubuhnya mengecil tapi tidak akan aku remehkan monster itu.


Monster raja hutan kematian terbang tinggi lalu menukik ke arahku dengan cepat kearah ku sambil bersiap siap menyerang. Aku tak sempat menghindar dan terkena cakarannya yang membentuk 3 goresan dalam pada dadaku. Kalau bukan pelatihan yang diajarkan guru, mungkin aku akan mati. Sangatlah lucu jika sang pencabut nyawa manusia mati bukan??.


Serangan itu juga berdampak pada daerah sekitar, serangan kelanjutannya setelah mengenaiku membuat gedung tinggi seperti terpotong oleh pisau besar dengan potongan yang sangat rapi. Aku menelan air ludah, jika aku hanyalah manusia biasa mungkin aku akan bernasip seperti potongan BBQ sebelum di bakar.


Karena jika menghadapinya dengan tangan kosong akan menjadi pertarungan yang lama, aku mau tidak mau harus memanggil sabitku yang ada dikos


Aku bertarung dengannya cukup lama sampai tidak tau bahwa aku sedang dilihat oleh para APP. Saat monster itu lengah karena mendengar perutku berbunyi, tanpa bosa basi aku membelahnya menjadi dua bagian yang membuatnya menjadi gemerlap abu dan untungnya buku koleksi jiwa yang bersusah payah ku kumpulkan koleksinya tidak lecet sedikitpun. Dan kini aku harus berhadapan dengan para APP itu


Aku dikerumuni para APP seperti semut yang mengerumuni gula, mereka melempari aku dengan beribu pertanyaan. Aku tertekan karena aku suka kesunyian dan ketenangan, bukan keramaian. Karena melihatku tertekan seseorang di antara para APP itu memberi perintah agar semuanya diam. Melihat mereka langsung terdiam dan bahkan ada yang mengucurkan keringat membuatku rasa keingintahuan ku tak terbendung. Para APP itu memberikan jalan untuk orang itu, mungkin itu adalah pemimpin mereka. Dan benar saja dia adalah pemimpin, tapi hanya pemimpin kelompok bukan pemimpin Aliansi


Dia menanyakan bagaimana aku bisa mengalahkan monster evolusi, dan dia ingin mengambil buku koleksi jiwaku. Orang yang tidak sopan bukan jika tiba tiba ingin meminta dan menanyakan hal pribadi tanpa mengenalkan diri dulu??


"Maaf kan aku kalau tidak sopan, Namaku Zhang Xin, pemimpin kelompok APP Lone Wolf. Bisakah aku meminta buku itu, mungkin itu buku yang berbahaya, kami akan mengamankan buku itu"

__ADS_1


Dia ingin aku menyerahkan buku itu??, jangan mimpi. "Bagaimana kalau aku tidak mau" kata yang seharusnya tidak perlu ucapan yang bisa menambah banyak masalah kedepannya.


Zhang Xin tersenyum sambil menahan amarahnya, terlihat dia menahan amarahnya karena urat dilehernya kelihatan jelas. Dia sepertinya lebih fokus terhadap buku koleksi ku ini ketimbang bagaimana aku mengalahkan monster raja hutan kematian itu.


Para APP pun sepertinya juga geram melihat aku membantah pemimpin mereka, mereka ingin menyerang ku. Saat mereka bersiap siap menyerang, Zhang Xin mengisyaratkan agar mereka menahan amarahnya. Karena merasa perbincangan ini agak sulit, Zhang Xin mengajakku untuk pergi ke pusat APP. Mungkin mereka akan menginterogasi ku beberapa hari.


Kami menaiki.... dia bilang namanya mobil, aku dikawal seperti pelaku penghancuran galaksi menuju pusat APP. Ternyata tempatnya tidak terlalu jauh, hanya beberapa jam saja kami sampai ke tempat itu.


Tempatnya berada di tengah lautan, tentu saja karena disana wilayahnya lebih luas dan bebas. Tempatnya juga besar dengan pengamanan super ketat.


Tenyata yang di atas permukaan laut itu hanya 8 % bangunan, sisanya didalam laut. Aku seperti tahanan yang di giring ke tempat ya..... seperti tempat kedap suara. Aku ditinggal beberapa menit dan seseorang datang dengan kacamata hitam dan berjas tentunya. Terlihat seperti Man in Black, jika kalian menonton filmnya.


"Jadi.... Lei Feng atau harus ku panggil dengan nama Reaper"


Dia mengetahui siapa sebenarnya aku??, apakah dia peramal??


"Kau tidak mengenalku ???, mungkin jika aku melepaskan kacamata ku ini.." katanya seperti menahan amarah


Tak kusangka dia salah satu bangsa Cyclop, bangsa mata satu yang kusinggung akhir akhir ini, semoga dia tidak mempersoalkan hal itu.


"Hei sob, apa masalahmu??, aku hanya mengambil jiwa kambing kepala 3 milik bangsa kalian hanya 1 dan kalian punya banyak kambing, dan aku tidak membangkitkan monster itu"


Kata yang seharusnya tidak ku ucapkan, kataku hanya memperburuk keadaan


"Cukup kau membuat masalah Reaper, kau mengambil jiwa kambing induk yang hanya bisa lahir 3 ribu tahun" katanya seperti petir bagiku, mungkin aku yang tidak mengetahui hal itu "Haihhh... sebagai pemimpin sektor daerah ini aku harus bijak" bijakk??? di otak bangsa kalian hanya kekerasan, kalian bahkan mengeroyokku sampai 3 tulang rusukku patah


"Kita kesampingkan dulu.." katanya sambil duduk bersila seperti orang acara relaksasi di televisi di hari Minggu, "Bolehkah kau meninggalkan buku jiwa mu itu untuk diamankan agar tidak terjadi hal hal yang membahayakan??" Entah kenapa dia seperti agak santai, mungkin guru bisa seperti dia jika menonton acara itu


"Tidak terima kasih aku akan menyimpannya" kataku meyakinkan


"Zi calia!!!¹, jika tidak bisa dengan cara lembut maka aku akan menggunakan cara kasar" katanya sambil melempar map ke arah kepalaku tapi tidak kena sih, map itu menancap di kaca MENANCAPPP!!!


"Baik lah sobat, tenanglah akan ku tinggalkan setelah ku hidupkan kembali kambing kalian" kataku agak takut, kalian tidak pernah merasakan bagaimana dihantam dengan kekuatan 7 ribu ton. Kalian tidak akan mengerti


Aku melafaskan mantra pengembalian jiwa, itu agak ribet kalau ditulis. Jadi jangan berharap.

__ADS_1


"Sudah selesai, kambing induk kalian jiwanya sudah kembali tapi harus istirahat beberapa hari untuk pemulihan, dan aku minta maaf karena kecerobohan ku" kataku dan semoga bangsa Cyclop mengampuniku


****


Setelah beberapa jam dia keluar sebentar dia kembali lagi


"Sebagai perwakilan bangsa Cyclop, kami tidak akan memendam dendam padamu lagi Reaper, kecuali dendam ku yang membuat pacarku meninggalkan ku" sob kau pikir itu masalahku??


"Baiklah ku tinggalkan buku koleksiku disini jaga dia jangan sampai tergores" kataku sambil menahan air mata "Jaga dirimu baik baik jangan nakal nak" kataku sambil mengelus elus buku ku yang membuat orang disekitar ku merasa agak aneh terhadapku


"Nak pelukan perpisahan terakhir" aku tidak rela meninggalkan buku itu karena dia sudah menemaniku cukup lama sampai aku menganggapnya anakku sendiri


"Ayolahhh... itu cuma buku"


"Erree es korakas!!!²" kataku sambil memeluk bukuku dengan erat


******


Setelah beberapa hari akhirnya aku selesai berpamitan (dengan bukuku) dan tak disangka sangka ada yang menungguku di kamar kos ku, itu Annchi. Tiba tiba dia memelukku dan menangis


"Kau kenapa?"


"Dasar bodoh, kalau kau pergi harusnya kau memberitahuku dulu" katanya sambil memukulku, bukan pukulan yang selalu dilakukan saat bertarung, lebih seperti...... aku gak tau


"Baiklah lain kali aku akan memberitahumu, jangan jadi wanita yang cengeng ya" kataku sambil mengusap air matanya, seperti yang dilakukan pria di novel romansa yang ku baca. Itu karena untuk tambahan wawasan, bukan berarti aku suka romansa


"Bolehkan aku mandi, beberapa hari aku belum mandi" kataku mencairkan suasana yang canggung


"Iyaaaaaa......" kata Annchi sambil tersenyum, senyumannya seperti Dewi Jodoh, yang dulu ku kejar kejar tapi dia menolak ku karena ya..... berlumuran darah


"Kenapa kau bengong??, sana mandi.... bau......" katanya sambil mendorongku dengan ketawa kecil khas nya


**¹ Artinya keparat, itu bukan bahasa Yunani asli, we mengarangnya sob biar tampak keren, tapi bisa juga buat bahasa sehari-hari


² Artinya Pergi ke burung gagak sana, itu we ambil dari novel Percy Jackson. We suka dengan Novel itu sob

__ADS_1


Jadi kalian biasakan adanya bahasa baru di novel we :v**


__ADS_2