
Kami pulang sampai tempat kos saat waktu sudah sore, karena Annchi tidak mau berjalan sendiri terpaksa aku harus menggendongnya lagi sampai kamarnya.
Saat aku ingin membuatnya terbaring, dia tidak kunjung melepaskan pelukannya. Aku harus bersusah payah melepasnya dariku. Setelah dia terbaring pun dia masih memegang tanganku dengan erat dan menyeretku untuk tidur disampingnya, tapi aku terus berusaha agar tangannya melepaskan ku
Annchi seperti orang yang sudah menegak arak puluhan kendi. Wajahnya memerah, padahal seingatku dia tidak minum minuman memabukkan. Terpaksa aku harus menunggunya melepas tanganku
Hampir dua jam dia tidak kunjung melepaskan tanganku yang mulai kram. Setelah genggamannya terlepas, aku kembali ke kosan ku dan bersiap tidur
*****
"Hei bangun pemalas, kita harus berangkat sekolah!!"
kata Annchi sambil teriak teriak ga jelas di depan pintu kosku.
"Iya iyaaaaaa......"
aku membersihkan diriku dengan mode cepat karena jika terlalu lama Annchi akan memarahiku, aku terlalu bosan diberi kata kata yang membuat telingaku berdenging.
Seperti yang Annchi katakan, aku harus memakai seragam walaupun agak tersa aneh bagiku. Aku juga harus membawa peralatan peralatan aneh dan sebuah tas.
Setelah aku selesai bersiap, kami pun berangkat sekolah. Kami menaiki ular besi yang bentuknya aneh, bagian ular itu ada pembatasnya. Annchi bilang namanya kereta. Aku memang tidak tau apa pun tentang dunia manusia pada zaman ini. Dia selalu menertawakanku saat aku bertanya. Annchi bilang aku seperti seorang pertapa yang baru keluar dari pertapaannya selama ribuan tahun.
Kami berhenti di suatu tempat yang namanya stasiun, disana banyak manusia lalu lalang yang sibuk dengan urusannya. Setelah berjalan beberapa menit, akhirnya kami sampai di tempat besar.
"Jadi ini sekolah..."
__ADS_1
kataku dalam hati sambil mengelus elus daguku. Ada banyak manusia yang memakai seragam yang sama denganku. Mereka banyak yang berjalan kaki, walaupun masih ada yang menaiki besi beroda empat dan kuda besi
Setelah beberapa saat suara bel berbunyi, semua orang bergegas masuk ke gedung. Entah apa itu artinya, tapi aku dan Annchi juga harus masuk ke gedung. Karena aku murid baru, aku harus bertemu dengan kepala sekolah dan wali kelas yang mereka berdua adalah perempuan. Yang postur tubuhnya cocok untukku mwuhehehehehehe
Setelah itu aku di ajak wali kelas ke sebuah ruangan, walaupun aku harus menunggu sebentar di depan pintu
Ruangannya sangatlah aneh bagiku, cuma ruangan bentuk kotak dengan meja kursi didalamnya. Tertulis di depan ruangannya kelas 10A. Kelas????..... yang aku tau kelas itu untuk para anggota APP
"Nak kau harus memperkenalkan diri pada teman teman barumu"
kata yang disebut wali kelas sambil mengayunkan tangannya yang berarti ingin aku masuk ke ruangan itu, tak kusangka didalamnya banyak manusia....
"a.....e ......a..."
"Apakah kau gugup, tidak apa apa bayangan saja mereka cuma pakai pakaian dalam" kata wali kelas sambil tertawa kecil
"Aih????, baiklah akan aku bimbing lain kali jangan panggil aku wali kelas. Panggil aku guru Wei"
Guru?? apa dia juga seorang dewa. Yang kutahu yang disebut guru itu dewa seperti guru Thanatos
"Kau harus memperkenalkan namamu adik manis"
"Namaku Lei Feng, salam kenal"
"Kau bisa memilih tempat duduk Lei Feng, ya semuanya......jangan ada yang mengganggunya atau kalian harus berhadapan denganku"
__ADS_1
katanya sambil tersenyum kepadaku, dia mengingatkanku pada Keres yang membuatku merinding
Terlihat tidak banyak kursi kosong, ada satu dan kursi kosong itu bersebelahan dengan Annchi. Saat aku melihatnya dan menyapanya wajahnya terlihat memerah, mungkin dia sakit. Manusia sangat rentan sakit dan itu sudah biasa karena notabenenya fisik manusia itu lemah
Pelajaran pun dimulai, pelajarannya agak aneh tapi mudah dimengerti daripada susunan lingkaran pemanggil arwah yang diajarkan guru. Setiap kali gagal patatku akan kena pukul rotan.... brrrrrrr.......
Aku mencatat pelajaran itu karena semua orang juga melakukannya, walaupun agak aneh memegang pena bulat. Aku lebih suka memakai pena bulu
Saat ditengah pembelajaran tiba tiba terdengar sebuah keributan di arah barat daya bahkan sesekali ada ledakan.
"Perhatian Perhatian semua harap keluar dari gedung"
suara keras yang bersamaan dengan sirine
Terlihat semua orang berhamburan keluar dari gedung tak terkecuali Annchi, aku malah lebih berminat untuk melihat apa yang terjadi
Ternyata kejadian itu lebih dekat daripada yang kukira, terlihat Iblis sedang mengamuk yang menuju ke arah sekolah. Iblis itu meruntuhkan gedung E sekolah yang merupakan stadion basket.
Aku tahu karena gedung itu ada tulisannya, jangan membuatku malu
Dan dibelakangnya terdapat banyak orang yang mengejarnya entah itu mengendarai besi dengan moncong panjang atau yang lainnya. Ada juga burung besi dengan paling paling yang terlihat mengitarinya.
Tidak heran karena itu Iblis Pao yang besarnya seperti satu stadion bola. Iblis putih lembut dengan sebuah jambul diatasnya
Itu hanyalah iblis biasa di alam dewa bahkan iblis Pao sering menjadi mainan anak para dewa, dia memakan segala hal yang bisa dia jangkau tak terkecuali gedung. Walaupun makannya lambat, dia tidak akan mudah puas
__ADS_1
Aku akan menonton bagaimana APP itu bekerja dari atas gedung karena pemandangannya sangat jelas mungkin aku akan melihat gadis cantik mwuhehehehe