
Hari hari berlalu tanpa ada masalah yang begitu besar, banyak masalah kecil sih tapi lebih baik ga aku ceritakan. Hanya bertemu monster dan ya...... aku sabet dengan sabit ku dan memudar.
Banyak yang kupelajari pada hari hari terakhir tentang dunia fana atau dunia manusia ini. Banyak hal menarik ada di dunia manusia ini, lebih menarik kurasa. Seperti, biang lala, televisi, hp, dan masih banyak lagi. Kalian tahu, aku suka nonton acara national geograpic di televisi atau TV.
Dunia ini lebih menarik daripada Olympus, disini bahkan ada permainan kartu yang lebih menarik daripada saat aku berunding nyawa dengan pemimpin Inggris. Perundingan gagal dengan aku kalah 5 poin dengannya dan dia dapat waktu hidup lebih panjang, kurasa.
Walaupun disini jauh dari pintu masuk Olympus, yang berada di barat (daerah barat bumi). Tidak seperti pintu masuk ke dunia bawah, berada dimana mana.
Aku juga suka dengan makanan berminyak seperti kentang goreng, walaupun sudah mencari di negara ini tapi tetap ada yang menjual.
Ternyata disini juga ada anak blasteran, anak manusia dengan dewa. Mereka seperti melaksanakan misi, dan ada bukit blasteran juga tentunya untuk melindungi mereka dari serangan monster. Walaupun perkemahan musim panas para blasteran disini bisa dibilang lebih modern. Tapi tingkat bahaya disini tidak terlalu besar soal monster mengancam para blasteran, tidak seperti di barat Tempat Perseus Jackson berkemah.
Aku pernah melihatnya saat ke dunia bawah, ya... bisa dibilang aku berekreasi kesana dan tak sengaja melihatnya.
*****
Sekolah.... sekolah... sekolah, membuatku harus bangun pagi yang memunculkan kemalasan ku. Tentu saja aku di bully oleh anak lain, ini seperti budaya yang melekat disekolah tentang anak baru.
Aku tidak bisa menggunakan kekuatan ku untuk menyerang mereka, belum. Tapi aku masih bisa menahannya, bahkan aku memiliki teman baru. Namanya Hu Tian, dia berkacamata tentunya sama sepertiku. Mungkin dia pikir aku juga seorang kutu buku seperti dia. Dia seperti malaikat pelindung bagiku, saat aku di lempar penghapus papan tulis oleh seseorang dia melindungi ku. Dari situlah kami berkenalan.
__ADS_1
Kami makan di kantin bersama. Bukan hubungan dekat seperti yang kalian pikirkan, kami hanya ke kantin bersama. Dia memperkenalkan aku dengan teman temannya, sesama orang berkacamata. Mereka membicarakan tentang anime anime dan hal yang seharusnya tidak sewajarnya aku tahu dulu. Mereka bahkan membawa selebaran kertas bergambar anime dengan pose tak senonoh untuk anak kecil, bukan untukku. Mereka melihatnya tanpa berkedip dan darah keluar dari hidung mereka.
Aku tidak bisa menghabiskan makanan ku, mereka membuat ku kehilangan selera makan. Dengan gambar gambar mereka yang membuatku sulit berfikir jernih. Kalian tidak bisa merasakan apa yang ku rasakan saat ini ditambah lagi Annchi menghampiriku.
"Anooo....mmmm.... Lei Feng, apa kau ada acara malam ini?? aku ingin mengajakmu pergi menonton film" katanya dengan wajah merah. Kupikir pikir tidak salahnya aku ikut dengannya, toh aku juga bosan di kos terus. Aku menyutujuinya, dan Annchi bilang aku harus ke kos nya pukul 7 malam. Dia pergi dengan tersenyum, mungkin ada baiknya juga aku menerima ajakannya bukan??.
Semua orang memperhatikan ku, aku heran dengan semua orang yang menatapku. Semua laki laki menatapku seperti ingin merobek robek daging ku yang lembut ini. Tak terkecuali Hu Tian dan teman temannya tapi tatapan mereka seperti terkagum kagum.
"Kau beruntung sekali sob" kata Hu Tian sambil menepuk pundak ku dengan keras "Kau bisa membuat salah satu dari 13 Dewi sekolah ini tergila gila padamu, kalau jadi kau aku akan mengajaknya ke hotel cinta" dia terkekeh sendiri yang membuatku agak menjauhinya. Teman temannya tertawa sambil mendiskusikan perihal game.
Setelah kami selesai makan (bukan aku tentunya), aku dan Hu Tian ingin berjalan jalan keliling sekolah. Tadinya kami ingin pergi ke lapangan olahraga untuk melihat para wanita, tapi di perjalanan kamu ditarik ke sebuah ruangan. Disana ada orang yang suka membully ku, pembully terkenal disekolah. Namanya Zi Jing, dia anak orang kaya yang katanya pendapat orang tuanya mencapai 1 milyar per hari. Dia membawa teman temannya dengan masing masing menggenggam tongkat bisbol.
"Kepunyaan nenekmu!!" kata yang seharusnya tidak ku ucapkan. Zi Jing menggeram seperti ayam berkokok, dia mengayunkan tongkat bisbol ke arahku tapi Hu Tian sekejap berada didepan ku dan tongkat bisbol itu mengenai pundaknya. Aku tidak bisa menahan diri lagi, ini telah diluar batas, kalau aku yang kena sih itsss....okeee..... tapi tongkat itu mengenai sahabatku yang notabene hanya manusia biasa.
Aku memukul Zi Jing di daerah perutnya, aku tak menahan kekuatanku dan dia terpental keluar menembus tembok dan mendarat di luar gedung. Untungnya kami berada di lantai bawah, jadi si brengsek itu ga terlalu terluka, belum. Aku menghajarnya habis habisan dengan tangan ku tentunya, aku jadi bahan tontonan banyak orang. Karena ingin buat Zi Jing dalam arti kapok. Aku menggunakan sedikit kekuatan dewa ku untuk pukulan terakhir yang sengaja agar tidak kena, dan tanganku menembus beton di pinggir kepalanya. Kalau bukan karena ada yang misah, aku yakin dia jadi ayam geprek.
Setelah keluar dari ruang BK tentunya, aku pergi ke UKS untuk menjenguk teman temanku. Walaupun itu temannya Hu Tian.
Yang ajaibnya Hu Tian tidak terluka, tapi aku yakin dia mengeluarkan banyak darah. Kalau teman temannya si, luka ringan : patah tulang, lecet, trauma dan lain lain.
__ADS_1
Entah kenapa setelah kejadian itu membuat ku lapar, waktu istirahat pelajaran sekolah sangat lama 2 jam, jadi aku gak bolos (hari ini). Kantin masih ramai seperti biasa, mereka terlihat seperti membincangkan sesuatu yang sedang hangat akhir akhir ini. Sesekali ada orang yang melihatku jalan ke tempat untuk memesan makanan. Aku memesan kentang goreng tentunya, biasanya aku makan kalo lagi ga mood.
Karena ya.... semua meja full, aku membawa makananku ke taman dekat lapangan. Menikmati inchi demi inchi kentang goreng pedas ku. Sambil melihat orang yang sedang sepak bola. Perlu kalian ketahui, jam pelajaran olahraga biasanya gak seirama dengan pelajaran lain, Jadi udah biasa kalau ada kelas tertentu olahraga pas jam istirahat.
Dan seseorang ceue menghampiriku mungkin mau mengambil sepatunya yang dibuang sama temannya yang berada di dekat ku, teman temannya sepertinya cuma bercanda dengannya gak berniat membully. Masa bodoh mau bantuin ngambil, mending makan. Aku buru buru habisin makananku agar ga dimarahin lalu pergi ke kantin lagi buat beli kentang goreng lagi dong tentunya.
Jangan salah uang jajanku banyak, bibi Athena tau kalo aku suka makan. Dia selalu beri aku uang jajan tambahan, mungkin agar aku gak nganggu dia. Di Olympus aku terkenal dengan kejahilanku. Gak semua kejahilanku lancar tentunya, pernah suatu kali aku disambar petir asali punya paman Zeus saat aku mau mengolesi singgasananya dengan perekat. Aku juga pernah mengalami di gantung di alun alun kota selama seribu tahun.
Setelah selesai membeli makanan, aku ingin pergi ke taman lagi tentunya karena kantin masih ramai. Saat aku belok ke koridor menuju taman aku seperti ditabrak truk oleh seorang ceue dari depan. Ya itu karena koridornya seperti tikungan tajam, yang lebih sial lagi kentang goreng pedas ku tumpah mengenai seragamku juga.
"Akhhh.... Maaf maaff.... aku tidak sengaja" maaf maaf, kentang goreng ku tumpah seragamku juga kena saus pedas. Untung ceue kalo ga udah aku gantung ke tiang.
Dia mengusap noda saus itu dengan sapu tangannya, ga bersih malah lebih parah. Karena merasa ga ada gunanya dibersihin olehnya, aku merebut sapu tangan itu lalu pergi ke kamar mandi
"Ini ga akan hilang kalau ga pakai air bersih, aku meminjam sapu tanganmu dulu, nanti ku kembalikan. Akhhh kau yang sepatunya terlempar ke arahku itu kan, nanti akan ke kembalikan santai saja" dan aku langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan noda saus itu tanpa menanyakan namanya atau kelasnya. Kupikir pikir ini mungkin karma cuekku, dan dia terlihat lumayan.
Pas sekali waktu istirahat ku terbuang untuk membersihkan noda dan bel masuk kembali berdering. Pelajaran fisika dimulai, entah kenapa aku selalu mendapatkan nilai buruk pada pelajaran fisika dan kimia, pelajaran itu membuatku pusing. Ditambah lagi guru pelajaran fisika dan kimia sangat membenciku. Aku merasa pernah bertemu dengan mereka di suatu tempat dan kelihatannya mereka kembar.
Saat guru fisika itu mau memarahiku karena tidur, bel pulang pun berdering. Semua orang berlomba-lomba keluar kelas dan pulang. Saat aku ingin mengembalikan sapu tangan itu, aku baru sadar kalau aku pun bahkan tidak tau namanya. "Mungkin besok" gumam ku
__ADS_1