The Mystery Of The Beautiful Girl

The Mystery Of The Beautiful Girl
BAB 1


__ADS_3

Rafael terhenti sambil memegang sebuah gelas kecil yang berisikan air ditangannya. Wajahnya terlihat pucat pasi Ketika merasakan adanya seseorang yang Lewat dibelakangnya dengan angin yang menusuk ke dalam kulit.


Berjarak beberapa langkah di depannya berdiri seorang gadis seumuran dirinya yaitu 18 tahun. Dengan pakaian gaun pesta di atas lutut berwarna hitam dalam posisi melayang.


Rafael menelan ludah. Matanya terbelalak melihat sosok gadis itu. Ia ingin berteriak namun seperti tertahan di antara tenggorokannya. Kakinya benar benar terasa berat untuk melangkah kabur dari sana. Ia memejamkan matanya sekilas, Namun sosok itu masih berdiri tegak di depannya dengan rambut terurai setengah menutupi wajah.


Rafael menatap wajah gadis itu, Matanya berwarna putih pekat Seperti Telah Kehilangan yang berharga dalam hidupnya Dengan tatapan kosong. Perlahan sepasang mata itu berubah menjadi berwarna merah menyala seperti memendam dendam yang sangat besar kepada seseorang.


Srettt...


Rafael tercengang. Sosok itu merangkak ke satu dinding ke dinding yang lain. Lalu ia berada tepat di atap langit langit tempat Rafael berdiri.


Sosok itu memutar Balikkan kepalanya menghadap Rafael. Dengan senyuman lebar yang membuat bulu kuduk berdiri.


Krekk...


Ia mematahkan lehernya ke kiri dan ke kanan. Lehernya memanjang!!.


"Aaaakkh..."


Rafael berteriak histeris ketika melihat darah yang bercucuran turun mengenai tepat di wajahnya. Ia segera berbalik mencoba keluar dari dapur dengan perasaan campur aduk. Sekilas ia menoleh lagi ke arah Gadis itu. Dia hilang.


Gadis itu menghilang dan lenyap begitu saja. Tidak ada siapapun di dapur selain dirinya. Rafael mengucek matanya dan sempat berfikir, "Tenanglah Rafael itu semua hanya khayalan mu" Ucap Rafael agar pikirannya Tenang.


Lalu Ia kembali membalikkan badan ingin melangkah keluar, Namun matanya seketika terbelalak melihat Gadis itu sudah berada tepat dihadapannya. Mereka hanya berjarak Satu jengkal, Rafael tak bisa bergerak sedikitpun. Dirinya merasa badannya sangat berat seakan sudah di hipnotis. Matanya tak berkedip memandang wajah cantik sang gadis dengan senyuman manis menyentuh hati. Namun dalam sekejap semua kehangatan itu hilang dan menjadi mencekam. Karena yang awalnya berparas cantik, Seketika berubah menjadi mengerikan.


Gadis itu menangis, Darah bercucuran di pipi Putihnya. Lehernya memperlihatkan bekas jeratan yang mengerikan.Tubuhnya dipenuhi dengan aura hitam yang mendalam. Ia memiliki luka tusukan di dada dan dua tusukan di perut. Isak Tangis Gadis itu Terdengar menyakitkan, lalu berubah menjadi suara tawa Yang terdengar melengking di seluruh ruangan.


Brakkk!!...


Rafael terpental ke dinding dengan sangat keras. Kesadaran memenuhi pikirannya. Ia tersungkur, Menahan rasa sakit di kepalanya. Diangkatnya tubuh Rafael hingga melayang dan dilemparkannya kembali ke lantai dengan sangat kuat.


Rafael mencoba tetap membuka matanya, Ia berdiri dengan sempoyongan dan melangkah Pergi dari dapur menuju kamarnya di lantai atas dengan nafas tersengal.


" Kak... kak Rafael?! . "


Rafael terperayak ketika seseorang menyebut namanya. Ia segera bangkit dari tempat tidurnya dengan keringat yg bercucuran Di sekujur tubuhnya. " Luna?. "


Rafael menghela nafas lega. " Ternyata semuanya hanya mimpi " . Ucap Rafael di dalam hati.


Luna adalah adik kandung perempuan Rafael yang berumur 13 tahun. Mereka sangat akrab sejak kecil, Namun adiknya memiliki k

__ADS_1


kelebihan. Yaitu melihat sesosok yang orang lain tidak bisa melihatnya.


" Kakak melihat dia juga ya?. "


Itulah pertanyaan yang pertama kali terlontarkan dari bibir Luna. Rafael mengangkat sebelah alisnya dengan berpura pura tidak mengerti.


" Melihat siapa?. " sahut Rafael.


Sebelum Luna menjawab, Ibu mereka tiba tiba memanggil untuk segera turun dan sarapan pagi bersama. Sejenak Rafael berfikir, "mengapa aku bermimpi yang tidak tidak akhir akhir ini? Huh, aku baru ingat jika hari ini aku akan bekerja paruh waktu di Klub milik keluarga Yuri. "


Rafael beranjak dari tempat tidurnya dan segera pergi ke kamar mandi sebelum akhirnya sarapan bersama.


" Mama, apa ayah tidak sarapan bersama kita lagi?. " Tanya Luna Yang celingak celinguk mencari keberadaan ayahnya.


" Ayah sudah pergi ke kantor subuh tadi nak! dia sungguh berkerja keras untuk menafkahi kita. " Sahut ibu.


" Aku sudah kenyang! Luna, ayo berangkat! . "


Rafael menggandeng tangan adiknya keluar rumah tanpa berpamitan sedikitpun kepada ibunya.


" ma, kami berangkat dulu. sampai nanti sore!. " Ucap Luna sambil melambaikan tangan ke arah ibunya.


BRUUMMM...


Ia cukup terkenal di kalangan sekolah. Tidak hanya karena tampan, namun juga karena kelebihan yang ia miliki.


Kakak kelas maupun Adik kelas banyak yang tertarik padanya. Namun Ia tak pernah Mengubris sedikitpun.


Rafael sangat terkenal dingin dan bicara seadanya saja. Bahkan kepada teman dekatnya. Mungkin itu yang membuat para anak perempuan di sekolahnya memiliki ketertarikan tersendiri. Tak sedikit juga anak perempuan yang berani menyatakan cintanya secara langsung kepada Rafael.


" Kita udah sampe, belajar yang bener ya!. "


Ucap Rafael sambil mengelus kepala adiknya yang beranjak turun dari mobil. Entah kenapa, raut wajah adiknya justru bermuka masam.


" Kakak hati hati ya! Jangan sampai berurusan dengan makhluk itu. "


Luna menatap Rafael serius sebelum ia turun dari mobil dan menemui Teman temannya yang sudah menunggu.


Rafael tidak terlalu memperdulikan apa yang dikatakan adiknya walaupun dia tau adiknya memiliki penglihatan. Dia hanya tidak ingin memikirkan yang tidak tidak sekarang.


*

__ADS_1


*


*


*


*


/SEKOLAH/


Tepat jam 6 pagi Rafael turun dari mobilnya menuju gerbang sekolah. Baru saja ia melangkahkan kaki ke tanah, Sudah banyak saja mata yang memperhatikan dirinya.


Rafael terus berjalan tanpa memikirkan orang orang di sekitarnya. Hingga sampai di kelas, Ia pun masuk dan duduk di bangkunya dengan ekspresi seperti tidak terjadi apa apa.


Ia memejamkan mata sejenak sambil melipatkan kedua tangannya di meja. Rafael kekurangan tidur akibat mimpi buruk yang ia alami tadi malam. Hingga di sekolahlah jadi tempat imbasnya. Rafael terus merasakan sakit di tubuhnya yang entah karena apa.


Rafael selalu mengingat Mimpi yang ia alami Itu nyata dan bukan Mimpi biasa. "apa itu yang dimaksud oleh Luna tadi? " Ucapnya berfikir keras di dalam hati Hingga tak sadar dia telah tertidur dengan sangat Pulas.


Banyak anak anak lain yang melihatnya tidur di pagi hari. Padahal pelajaran saja belum dimulai, Tapi ia sudah tidur. Mereka tak berani membangunkan Rafael yang bagaikan Harimau di dalam kandang ketika marah.


TOKOH-TOKOH.


- Rafael (Pemeran utama)



- Luna ( Adik Rafael)



- Gibran (Sahabat Rafael)



- Natasha (Sahabat Rafael)



- Yurita (Terobsesi dengan Rafael)


__ADS_1


Mohon maaf jika ada kesalahan kata/typo ya readers. Jika memang ada tolong dikoreksi 🙏. Gimana ceritanya? Jangan lupa di Like, komen, Dan klik favorit ya. Terimakasih! 💦


__ADS_2