The Mystery Of The Beautiful Girl

The Mystery Of The Beautiful Girl
BAB 24


__ADS_3

Selang beberapa hari setelah kejadian, Gibran pun dimakamkan. Tante Bella merasa terpuruk. Ia histeris melihat jasad anaknya yang dikuburkan. Sedangkan ayah Gibran? Dia tertunduk sambil mengelus punggung istrinya yang menangis tak karuan. Tepat disebelahnya juga berdiri Natasha yang mencoba menenangkan Tante bella.


Anak anak kelas serta para guru juga ikut datang ke pemakaman Gibran. Semua orang merasa kehilangan. Tak terkecuali Rafael. Gibran adalah teman terbaik baginya. Bukan teman, tapi saudara. Gibran begitu mengerti dirinya. Sikapnya memang mirip seperti berandalan. Jahil, pecicilan, tidak tahu diri, dan banyak lagi. Tapi jika dalam berjuang dan kesetiaan. Dialah orang yang paling pertama. Menurutnya Gibran adalah sosok yang tidak bisa disamakan dengan orang lain. Begitu unik. Juga.... Lucu.


*


*


*


*


*


Satu persatu orang orang yang hadir di pemakaman Gibran pun perlahan pergi. Mereka berpamitan dengan kedua orang tua Gibran. Entah kenapa saat itu Rafael mengeluarkan setetes air dari matanya. Ia merasa bersalah. Rafael merasa kematian Gibran adalah salahnya. Bagaimana tidak? Arwah itu berasal dari dirinya karena memaksakan untuk bekerja di Bar itu.


" Kenapa?! Kenapa?! Seharusnya aku! Kenapa kau mengambil nyawa Gibran dasar br*ngsek! Kau mengincarku. Bukan teman temanku!. " Batin Rafael sambil mencaci maki dirinya sendiri beserta arwah sialan yang sudah mengambil nyawa Gibran.


Disisi lain Rafael juga merasa khawatir akan kondisi Natasha. Begitu juga dengan Natasha sendiri, ia begitu ketakutan. Ia takut jika setelah ini adalah gilirannya. Ia tak bisa membayangkan betapa menakutkannya jika hal itu terjadi. Tubuhnya bergetar hebat. Wajahnya pucat. Natasha ingin berhenti memikirkan hal hal itu namun tak bisa. Khayalan khayalan buruk selalu terlintas di otaknya.


Disisi lain Rafael pergi ke pemakaman tidak sendiri. Seluruh keluarganya kecuali ayahnya juga datang. Ibunya turut berduka cita atas kepergian Gibran kepada Tante Bella dan suaminya.


Luna menatap tanah yang menjadi tempat peristirahatan terakhir Gibran dengan mata berbinar binar. Ia datang sambil membawa sebuah boneka kecil dan bunga melati. Ia menaruh Bunga melati dan boneka itu diatas tanah pemakaman Gibran. Tangannya menyentuh penyangga yang bertuliskan nama Gibran disana. Luna mengelusnya. Tak berapa lama bisikan halus terdengar ditelinga Luna.

__ADS_1


" Cepatlah mencari petunjuk. Jangan biarkan misteri ini tak terpecahkan. Waktumu tidak banyak Luna. " Suara lirih yang terdengar jelas. Namun dapat dipastikan itu suara yang tak asing bagi Luna. Itu adalah suara Kak bintang.


Luna termenung. Ia berfikir keras tentang bagaimana caranya mencari petunjuk untuk membantu kak Rafael. Namun seketika lamunan itu buyar ketika sekelompok polisi datang dan salah satu dari mereka turun dan menghampiri orang tua Gibran.


" Selamat siang nyonya Bella. Boleh saya bertanya?. " Tanya salah satu anggota polisi yang datang.


" Biarkan aku yang menjawab. Apa yang ingin ditanyakan pak polisi?. " Balas ayah Gibran .


" Oh baiklah pak. Mari kita bicara di sana (menunjuk mobil yang berada dibawah pohon rindang yang besar dan tinggi). "


" Baiklah. "


Mata mereka semua tertuju ke ayah Gibran yang perlahan pergi meninggalkan mereka. Tak terkecuali Tante Bella yang masih terfokus dengan tangisannya atas kepergian Gibran.


" Makasih banyak atas semuanya El. Kamu udah berusaha bantu Tante ngerawat Gibran selama ini. " Tante Bella tersenyum


" Itu gak seberapa atas semua yang Gibran lakukan ke saya Tan. "


" Udah ya Tante jangan sedih lagi. Kak Gibran bakal tenang kok. Kak Gibran udah nemuin tempat yang nyaman. " Ucap Luna di sela sela percakapan Rafael dan Tante Bella.


Tante Bella tersenyum tipis. Ia mengelus kepala Luna. Ibu Rafael berpamitan dengan memeluk Tante Bella tulus. Rafael pun pergi. Tertinggalah Tante Bella dan Natasha sendiri disana.


" Setelah ini giliranmu Natasha. Kikikikikkk.... "

__ADS_1


"Hah?. " Batin Natasha terkejut. Ia menatap wajah Tante Bella dalam. Siapa yang bicara? Tak ada siapapun selain kami. Tidak mungkin itu Tante Bella bukan?.


Tanpa disadari, Sebenarnya yang sedang bersama dengan Natasha bukanlah Tante Bella. Yang asli sedang terkurung di tempat gelap tak berujung di dalam tubuhnya. Saat ini yang sedang menguasai tubuh Tante Bella adalah arwah itu. Tiruan kak bintang.


Kikikikikikikikkkkk.....


*


RUMAH GIBRAN


Natasha, Tante Bella dan suaminya sampai dirumah ditemani dengan sekelompok polisi dibelakangnya. Polisi polisi itu ikut berdasarkan saran dari ayah Gibran yang ingin memperlihatkan cctv di halaman.


Di pembicaraan mereka sebelumnya polisi itu bertanya apakah ada petunjuk yang dapat mereka gali di rumah, tempat kejadian. Ayah Gibran teringat bahwa di halaman rumahnya terdapat tiga cctv. Satu di halaman depan dan satu dibelakang. Lalu satu lagi disamping rumah yang berdekatan dengan jendela kamar Gibran dan kolam renang.


Dengan cepat para polisi itu melihat rekaman cctv bersama dengan ayah Gibran. Semua masih terlihat aman. Tak ada hal yang janggal sedikit pun. Ayah Gibran mempercepat durasinya tepat di tengah malam ketika Gibran pulang dengan lesu. Terlihat dari luar jendela tak ada yang salah. Mereka sempat berfikir bahwa Gibran memang benar benar berniat bunuh diri. Tapi semua perkiraan itu buyar ketika suara suara seperti hantaman terdengar dari dalam sana. Tak ada yang tahu apa yang terjadi. Mata mereka semua tertuju ke layar cctv itu.


Betapa terkejutnya mereka ketika melihat tubuh Gibran yang melayang dan menghantam jendela dengan begitu kuatnya. Kaca jendela itu pecah berkeping keping. Terlihat di rekaman itu dengan sangat jelas Gibran terjatuh di tepi kolam. Untungnya jendela Gibran tak terlalu tinggi. Jadi benturan itu tak membuatnya sekarat begitu saja.


Namun bukan kondisi Gibran yang membuat mata sekelompok polisi dan ayah Gibran membulat. Mereka terfokuskan dengan Hal lain. Di dalam kamar Gibran tepatnya di balik jendela yang pecah itu, berdiri seorang wanita. Memakai piyama selutut berwarna putih yang menengok ke bawah.


Seketika gambaran di cctv menjadi samar samar. Video itu menjadi tidak terfokuskan. Seakan videonya rusak. Wanita itu, wanita itu melirik ke arah cctv. Matanya berwarna merah menyala. Bibirnya tersenyum puas, ia tertawa lebar Mengerikan. Kikikikikikk..... " Suara itu terdengar dengan jelas. Dan, seketika layar rekaman cctv itu mati. Wajah yang tak asing.


Sebelum layar cctv mati, nampak jelas wajah wanita itu. Wanita itu benar benar mirip dengan Tante Bella. Tante Bella?

__ADS_1


__ADS_2