The Secret My Istri Kontrak

The Secret My Istri Kontrak
Awal


__ADS_3

Negara X, kota AA


Pagi, 09.00


Sepasang kaki jenjang menampakkan di depan sebuah perusahaan terbesar di negara tersebut, perusahaan yang masuk ke dalam catatan sepuluh besar di dunia.


"Sungguh sial!"


Umpat seorang wanita dengan berkacak pinggang. Dia benar-benar kesal dengan perlakuan seseorang yang membuatnya harus bekerja di perusahaan lain.


Tiara Leonna Alexander. Dia harus rela bekerja di perusahaan orang lain karena sang ayah. Tiara di beri hukuman oleh ayahnya, karena kelalaiannya dalam menjalankan misi. Hal itu membuat kartu akses masuk sebagai anggota dicabut.


Karena itu, Tiara dibuat kesal oleh hukuman sang ayah hanya masalah sepele yang mengharuskannya bekerja di luar.


Dengan terpaksa Tiara melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam perusahaan itu. Karena Tiara yakin akan ada mata-mata ayahnya yang mengawasi gerak-geriknya selama di negara X.


Maximiliano Comp.


Perusahaan yang memiliki beberapa jenis usaha. Dan salah satunya yang paling pesat adalah konstruksi atau pembangunan villa, hotel, mall, dan lainnya.


Pagi ini Tiara berniat untuk melamar sebuah pekerjaan. Dia sudah mencari tahu bahwa perusahaan itu sedang mencari seorang karyawan baru.


"Permisi nona, ada yang bisa saya bantu?" Sapa resepsionis


"Ah,iya. Saya mendengar bahwa perusahaan ini sedang membutuhkan karyawan, apa benar?" Tanya Tiara menanggapi sapaan resepsionis itu

__ADS_1


"Benar nona, apa anda datang kesini untuk melamar pekerjaan?" Dan dibalas anggukan kepala oleh Tiara


"Baik, mari ikuti saya. Akan saya tunjukkan juknisnya" Tiara pun mengekori di belakang resepsionis itu.


Selang beberapa menit Tiara akhirnya di wawancarai. Dia tak tahu posisi apa yang akan dia dapatkan seandainya di terima di perusahaan tersebut.


"Tiara Leonna A, 24 tahun, lulus dari universitas terbaik di negara A ..." Baca seorang yang mewawancarai Tiara dengan sedikit melirik ke arah Tiara.


Yang Tiara yakini bahwa laki-laki itu mungkin seorang asisten CEO, atau mungkin sekertaris, atau kepala HRD. Dilihat dari penampilannya bahwa orang itu bersetelan jas sangat rapi.


"Pernah bekerja dimana?" Tanyanya


"Saya pernah bekerja di perusahaan Xander Group" jawab Tiara dengan tenang tanpa ekspresi


"Berapa lama? Dan apa alasan anda mengundurkan diri dari perusahaan tersebut?"


"Hem baik, saya sudah membaca semua surat lamaran kamu dan sepertinya tidak ada yang perlu dilanjutkan lagi. Kamu bisa menghubungi pihak HRD, dan kamu bisa datang bekerja besok" ucapnya jelas


"Baik, terima kasih kalau begitu saya permisi"


Tiara pun melangkah keluar dari ruangan wawancara. Dia merasa lega akhirnya berhasil satu langkah, tak ada hal sulit. Meskipun ia tahu bahwa sang ayah tidak akan memberikan jalan mulus kepadanya.


"Kalau bukan karena masalah itu, tidak akan mungkin aku sampai disini. Dan ini semua karena Daddy. Aku harus telefon kak Mya, aku akan memberitahu nya." Ucapnya


Ting

__ADS_1


Suara lift terbuka, dengan bangga Tiara hendak menelepon seseorang. Dia merogoh tas jinjing nya mengambil hape. Namun dia tak melihat jalan, tanpa sengaja menabrak seseorang.


"Eh, maaf maaf saya minta maaf tidak memperhatikan jalan" ucap Tiara meminta maaf dengan membungkukkan tubuhnya.


Tiara harus memperhatikan sikapnya, jika tidak dia akan gagal dalam menjalankan hukuman.


Tiara tak tahu siapa orang yang dia tabrak. Dan orang itu hanya diam acuh memperhatikan sikap Tiara.


Tiara masih membungkukkan badannya, ia dapat melihat bahwa orang itu berjalan pergi melewatinya. Setelah itu, Tiara menegakkan kembali tubuhnya dan berbalik menatap ke arah orang tadi. Dia sempat melihat sebelum tertutup oleh pintu lift khusus petinggi perusahaan.


'Dia? Bukankah itu Tuan besar Maximilian, pemilik perusahaan ini? Wah, hebat kau Ra menabrak pemilik perusahaan berdoa saja agar kau tak dipecat sebelum bekerja' ujar dalam hati Tiara


Tiara melanjutkan kembali jalannya dan sampai di depan gedung memberhentikan sebuah taksi untuk kembali ke apartemennya.


Ruangan indah tak selalu mencerminkan sikap baik pemiliknya. Seperti saat ini, sepasang kekasih sedang bercumbu mesra. Tidak satu atau dua kali, sudah sering mereka melakukan hal itu di ruangan pria bernama Ditto Aaron Maximilian.


Ditto memiliki wajah tampan dengan rahang yang tegas, kulit putih, bertubuh atletis dan juga mata yang indah, namun perilakunya yang tidak mencerminkan wajahnya.


Dia putra tunggal dari konglomerat negara X, Zyan Maximilian pengusaha properti terbesar di negara X, Maximiliano Comp.


Ditto selalu menampilkan wajah datar kecuali untuk orang yang disayanginya. Jika sampai pria itu tersenyum, entah apa yang akan terjadi mungkin hujan badai yang dahsyat.


...****************...


Hi guys, ini karya pertama ku 🤗. I hope you enjoy it.

__ADS_1


Mohon dukungannya ya 😁🤗


__ADS_2