The Secret My Istri Kontrak

The Secret My Istri Kontrak
Saling berdebat


__ADS_3

Malam hari,


Tiara sedang bersantai di kamarnya, diatas ranjang Ia tengah membaca sebuah buku. Namun, tak lama Ia dikejutkan dengan teriakan Myandra.


"Ra! Rara!" Panggil Mya. Myandra mempercepat langkahnya ke kamar Tiara. Myandra membuka kamar Tiara dengan kasar, membuat Tiara terlonjak terkejut.


"Jangan berlarian, kau sedang hamil!" Cegah Tiara khawatir jika terjadi sesuatu pada Myandra.


"Ah, maaf"


"Ada apa?" Tanya Tiara dengan menutup buku yang ada ditangannya


"Bagaimana ini, Ra!" Panik Mya


"Ada apa, kenapa kau seperti ketakutan?"


"Ini Daddy call aku, aku harus apa?" Panik Mya memperlihatkan hapenya


"Ya, kau jawab saja panggilannya" jawab Tiara


"Tapi–, baiklah" Kemudian Mya menjawab panggilan ayah mertuanya. Setelah mereka beberapa saat Myandra mengobrol.


"Ini ada yang ingin Daddy bicarakan" ucap Mya memberikan hapenya


"Holla Dad?"


"Kau menculik kakak mu?"


"No, She who wants to come here alone"


"Jika terjadi sesuatu padanya, kau yang akan menjadi sasaran Daddy. Kau harus menjaganya" ucap Daddy


"Hahaha, apa Daddy tak tahu jika kak Mya itu kaki tangan ku? Dia sudah terlatih oleh ku" jawab Tiara


"Kau ini, dan kamu apa yang membuat Mom mu untuk membujuk Dad menikah kan mu?" Tanya Daddy


"Ayolah Dad, apakah benar-benar ingin menjodohkan ku?" Tanya Tiara


"Terserah padamu, kita lihat bagaimana kau menerima hukumanmu dan apa yang akan terjadi selama kau dihukum dua tahun"


"Tapi bukankah sebentar lagi akan pergantian pemimpin, jika aku dihukum siapa yang akan menggantikannya?"


"Yang memegang kekuasaan sekarang adalah Dad dan Oma mu. Dan Oma juga sudah menyutujui untuk mengundur tahun untuk mengangkat mu menjadi Ratu, dan itu terjadi saat kau memiliki seorang putra"


"Apa?!"


"Dad aku belum menikah, bagaimana bisa aku akan memiliki anak?" Sarkas Tiara,


Kenapa masalah terus bertambah


"Ya, jadi kau harus segera menikah"


"Ck. Baik, lihat saja nanti saat aku kembali pulang aku akan membawa seorang putra!" kesal Tiara, entah tiba-tiba saja ia berkata seperti itu.


"Hahaha, oke kalau begitu kita bertaruh saat kau kembali nanti kau harus membawa cucu tampan"


Setelah itu Tiara mematikan sambungan teleponnya dengan rasa kesal. Dia harus terjebak dalam sebuah pernikahan.


"Ini handphone mu!"


"Kau kenapa tiba-tiba marah begitu?" Tanya Mya yang aneh dengan berubahnya sikap Tiara


"Daddy meminta ku membawa seorang anak saat aku kembali, ini pasti Mom yang bujuk Dad agar aku cepat menikah" kesal Tiara


"Hahaha, sudahlah tawaran pernikahan juga sudah di depan mata" ucap Myandra menertawakan masalah Tiara


"Dan kau juga berbohong tidak meminta izin pada Daddy" ucap Tiara nyalang, membuat Myandra menciut.


***


Hari hari terus berlalu, dan sedikit teralihkan dengan masalah yang menyangkutnya tentang pernikahan. Namun, hal itu tak membuat Nyonya Fina menyerah. Beliau masih terus meyakinkan Tiara untuk menikah dengan putranya, Ditto.


Begitu juga dengan Ditto, fasilitasnya telah dikembalikan oleh sang Papa setelah di blokir selama beberapa hari.


Tiara berada di ruangannya, ia memegang secangkir kopi dengan menghadap ke arah jendela di ruangannya. Ia menikmati hari yang cerah menghilangkan masalah sejenak.


Tok tok tok


"Masuk"


"Apa kabar Tiara?" Sapanya


"Baik, Tan. Ayo silahkan duduk" ucap Tiara mempersilahkan tamunya untuk duduk.


"Tante apa kabar?"


"Tante kabar baik juga, Tante sangat merindukanmu"


"Ada yang bisa aku bantu?"


"Tante ingin memberitahukan bahwa Ditto sudah menyetujui perjodohan ini. Tante mohon sama kamu untuk mau menolong Tante. Hanya kamu yang cocok untuk menjadi menantu Maximilian" mohon Mama Fina


"Tetapi pernikahan bukan sebuah permainan. Masih banyak wanita lain yang lebih baik dari saya"


"Tidak Ra, Tante yakin kamu adalah menantu yang tepat"


"Saya ingin bertanya, apa yang membuat Tante sebegitu percayanya dengan saya?" Tanya Tiara


"Saat pertama kali bertemu denganmu Tante sudah jatuh hati. Dan Tante sangat yakin bahwa kamu mampu untuk mendampingi putra Tante" jawab Tante Fina


Tiara tersenyum, ia masih bimbang. Apakah jawaban yang ia berikan nanti akan tepat atau tidak. Namun, disisi itu ia teringat taruhan Daddy-nya tapi ia sendiri tak ingin mempermainkan sebuah pernikahan. Menurutnya pernikahan itu adalah hal yang sakral dan suci.


"Baik. Aku akan berbicara dengan keluarga ku, karena saat ini mereka berada di negara B" jawab Tiara. Hanya jawaban seperti itu sudah membuat Tante Fina senang, tak segan juga beliau langsung memeluk Tiara.


"Terima kasih, sayang terima kasih"


"Aku akan menunggu kabar baikmu, jika orang tuamu sudah kembali kita bisa membicarakannya untuk lebih serius" ucap Tante Fina

__ADS_1


"Baik"


Mereka berbicara banyak hal, seputar pembicaraan wanita. Mama Fina merasa cocok bila bersama Tiara, karena percakapan mereka bisa mengalir.


Tak terasa hampir tiga jam mereka mengobrol, dan Tante Fina pamit undur diri. Tiara mengantar Tante Fina hingga masuk ke dalam lift. Setelah itu ia kembali bersama berkas yang menumpuk di mejanya.


***


Tak terasa hari yang cerah kini sudah berganti dengan malam yang gelap nan indah karena banyaknya bintang-bintang bersinar menghiasi langit malam.


Dan keindahan malam menemani seorang wanita yang masih setia dengan layar komputernya. Ia akan menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda di siang hari.


Sama halnya dengan Ditto, pria itu juga kembali dengan terlambat. Namun, netranya melihat ruangan Tiara yang masih menyala.


"Dia lembur?" Gumamnya


Setelah itu Ditto melangkah pergi, menurutnya biarkan saja toh sedang bekerja.


Beberapa menit kemudian, Tiara telah menyelesaikan pekerjaannya. Ia meregangkan otot-ototnya yang kaku. Tiara merapikan barang-barang nya dan bersiap untuk segera pulang.


Tiara menelusuri area kantor, hanya tinggal dirinya saja yang masih lembur. Karyawan sudah pulang sejak jam lima, dan manajer pulang jam enam. Tiara melihat jam tangan yang melingkar di tangan kirinya, menunjukkan pukul setengah sembilan malam.


Tiara sampai di lobby, ia menunggu Myandra. Karena tadi Mya sempat memberi tahu bahwa dia akan menjemput Tiara.


"Dimana kak Mya?" Monolog Tiara dengan celingukan melihat mobil yang melintas.


"Apakah tidak ada kendaraan lain? Kenapa sepi sekali?"


Tiara memang tidak suka dengan yang namanya menunggu, membuang-buang waktu.


"Hah! Apa dia lupa? Kenapa sampai sekarang belum datang juga?" gerutu Tiara, padahal ia hanya menunggu sepuluh menit.


Tiin


Suara klakson mobil membuat Tiara terkejut. Ia menoleh ke arah sumber suara. Tiara bisa melihat siapa pengemudi mobil itu.


"Masuk!" Ucapnya dengan nada dingin


Hal itu membuat Tiara bingung, siapa yang diajak bicara. Tiara hanya menoleh ke kanan dan kiri, bila ada orang lain selain dirinya. Namun nyatanya memang hanya ada dirinya tidak ada orang lain.


"Maaf, anda berbicara dengan saya?" Tanya Tiara


"Hm"


"Terima kasih, tapi saya menunggu teman saya" jawab Tiara halus


"Masuk!" Ucapnya dengan memberikan tatapan tajam, namun tak membuat Tiara takut ia malah menaikkan alis sebelahnya.


"I-iya saya masuk" jawab Tiara yang langsung peka, dia hampir melupakan bahwa bosnya itu sangat dingin dan irit bicara pada orang lain.


"Depan!" Tiara beralih membuka pintu samping kemudi, sebelumnya ia membuka pintu bagian belakang.


Ditto melajukan mobilnya meninggalkan halaman perusahaan. Selama di perjalanan tidak ada percakapan sama sekali. Ditto yang fokus menyetir dan Tiara yang memilih diam.


Suara Ditto bertanya memecahkan keheningan


"Alamat?"


"Saya tinggal di Eight'L Apart" Ditto langsung membawa mobilnya ke arah kawasan apartemen mewah dan elit itu.


Tak lama kemudian, mobil Ditto sampai di area kawasan apartemen Tiara. Sebelum keluar Tiara mengucapkan terima kasih.


"Anda ma–" ucapan Tiara terpotong, kala Ditto langsung menancapkan pedal gas meninggalkan Tiara yang berdiri.


"Hah! Menyebalkan!" gerutu Tiara menatap kepergian Ditto


Tiara berjalan menuju apartemen nya, ia ingin segera merebahkan diri dan beristirahat.


***


Pagi hari,


Hari ini adalah hari weekend. Dia akan menemani bumil yang semalam merengek untuk ditemani berbelanja. Dan sekarang mereka bersiap sarapan bersama.


"Kau ingin menemani ku, kau tidak berbohong?" Ucap Mya dengan mengoleskan selai diatas roti.


"Iya" dengan malas Tiara menjawab. Sudah berkali-kali Mya terus bertanya seperti itu hingga Tiara lelah menjawabnya.


"Keperluan dapur juga sudah habis, sekalian belanja" ucap Tiara


"Yey, aku sudah lelah berdiam di apartemen" ucap Mya


"Ya, kau kan bisa berjalan-jalan di sekeliling apartemen" jawab Tiara


"Menyebalkan!"


"Ah! Aku ingat, kau masih memiliki pekerjaan yang tertunda? Semalam Sherry memberitahu ku bahwa kau harus segera menyelesaikannya" ucap Mya


"Ya, hanya beberapa saja. Aku tidak akan menerima job lagi, jika masalah ku belum selesai" ucap Tiara


"Apa kau yakin? Apa kau akan pensiun dari hobimu itu?"


"Entahlah, tetapi itu terlalu membebani saat aku menjalankan misi" jawab Tiara


"Kau benar"


"Ya sudah cepat selesaikan makannya, hari semakin siang" ucap Tiara, ia sudah menyelesaikan sarapan paginya. Myandra segera menghabiskan sarapannya dengan lahap.


Sama halnya dengan Tiara, Ditto juga mencuri-curi waktu bersama Sandra. Hari ini Ditto hendak menemani kekasihnya untuk shopping seperti biasa. Meskipun berkata sudah putus dengan Sandra pada Papa Zyan, namun nyatanya ia masih berhubungan dibelakang pengawasan Papa Zyan.


Ditto selalu menuruti apa yang diminta kekasihnya itu. Ia sedikit sulit melepas Sandra, karena wanita itu sudah mau menemaninya selama tiga tahun dengan menerima banyak cacian dari orang tuanya.


Dan juga Sandra yang menjadi wanita pertama yang menjalin hubungan dengan Ditto.


Sebelum sebelumnya, Ditto tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun. Karena sikapnya yang dingin membuat banyak wanita susah untuk meluluhkan hati seorang Ditto Aaron.


Mereka berdua tiba di sebuah mall terbesar di negara X, Eight'L Mall. Salah satu rantai usaha milik Eight Leon's Group, perusahaan raksasa yang menduduki tingkat pertama dan tersebar di seluruh dunia.

__ADS_1


"Sayang, kemarin aku melihat ada sebuah tas keluaran terbaru dan itu hanya ada tiga di dunia. Aku ingin tas itu" Ucap Sandra dengan nada manja


"Iya"


"Benarkah kau akan membelinya untukku?" Tanya Sandra dengan mata berbinar


"Iya"


Untung saja Sandra sabar menghadapi sikap Ditto. Dan inilah yang terjadi, Ditto selalu memanjakan Sandra apapun yang diminta selalu dituruti.


"Yey, ayo kesana" ajak Sandra menggait tangan Ditto. Ia sangat bersemangat sekali. Ditto pun mengikuti apa keinginan sang kekasih.


Dua wanita cantik turun dari sebuah mobil mewah,


"Ra?"


"Hem?" Jawab Tiara tanpa menoleh ke arah Mya, ia masih merapikan tasnya


"Kenapa kita datang kesini? Bagaimana jika ada yang mengetahui mu?" Tanya Myandra. Mereka berdua juga pergi ke sebuah mall, Eight'L Mall.


"Ketahuan siapa?" Tanya Tiara


"Kaki tanganmu"


"Tidak akan ada yang tahu. Aku belum pernah menunjukkan diriku di depan publik. Mereka tidak akan tahu" jelas Tiara


"Kau ini sangat pandai menyimpan rahasia" heran Mya


"Ini hanya sebagian, masih banyak rahasiaku" ucap Tiara mendahului Mya


"Sebagian? Kau sangat berbahaya" gumam Mya dan mengikuti Tiara


Dan kini mereka sudah berjalan berdampingan memasuki area mall,


"Kita akan kemana dulu?" Tanya Tiara


"Mm, terserah" jawab Mya


"Mau apa? Apa kau ingin sesuatu?" Tanya Tiara, Ia harus benar-benar paham dan mengerti tentang keinginan ibu hamil. Tiara juga sudah membaca banyak artikel tentang ibu hamil yang moodnya selalu berubah dan emosional.


"Aku ingin tas limited edition, dan hanya ada tiga stok saja. Ayo beli!" Rengek Mya


"Ya kau minta saja pada suamimu, kenapa harus aku?"


"Aku sudah memintanya tapi dia tidak mau"


"Berarti tak usah beli"


"Kalian semua menyebalkan!" Kesal Mya menghentakkan kakinya dan berlalu melangkah mendahului Tiara.


Tiara menggelengkan kepalanya, semakin lama Mya semakin manja mungkin efek kehamilan


"Ya sudah sekarang kita ke store-nya, kita beli" ucap Tiara setelah menjajarkan langkah kakinya dengan Mya


"Yey! Ayo ayo, sebelum kehabisan" ajak Mya bersemangat


*Bigbag Store*


Tap


Mereka saling menoleh, tanpa sengaja mereka bersamaan mengambil barang yang sama.


"Maaf nona saya lebih dulu"


"Maaf, tapi saya yang lebih dulu memegang tas ini"


"Tidak, saya lebih dulu daripada anda. Saya sudah meminta karyawan ini mengambilnya untuk saya"


"Tidak bisa, saya yang lebih dulu menyentuh nya"


"Anda tidak bisa begitu, tas ini mungkin masih ada stoknya. Apakah tas ini masih ada stok?" Tanyanya pada karyawan perempuan


"Maaf nona, tas ini limited edition dan hanya tersisa satu ini semuanya sudah terjual" jawab sopan


"Sudah habis?"


"Jadi tas ini milik saya, karena saya lebih dulu daripada anda"


"Tidak bisa, saya lebih dulu!"


"Saya!"


"Saya!"


Mereka terus beradu argumen dan sedikit memancing keributan. Bahkan karyawan tadi sudah kewalahan memisahkan mereka berdua yang berdebat.


"Ada apa ini?"


"Sayang, nona ini berebut tas limited edition dengan ku. Padahal aku yang lebih dulu menyentuh nya" adunya pada sang kekasih.


"Kau bisa memilih yang lain"


"Tapi Ditto, aku ingin tas ini. Dan tas ini baru diluncurkan semalam" rengeknya pada Ditto, Sandra.


"Nona, bisa kah anda memberikan tas ini?"


"Maaf Tuan, tidak bisa saya juga menginginkan tas ini" jawabnya


"Ada apa kak?" Tanya Tiara, Ia belum tahu orang yang ada di depan Myandra.


"Nona ini berebut tas dengan ku, dia tidak mau mengalah dengan ku." Ucap Mya, Tiara melihat siapa yang berebut sebuah tas dengan Mya.


...****************...


Dingin dingin tapi perhatian, cuma sayang agak bisu ngomongnya irit banget kayak lagi di subsidi 😅


.......

__ADS_1


.......


..."You don't need to find out who I am, obviously my attitude will be different and you will know by yourself. Who am I?"...


__ADS_2