The Secret My Istri Kontrak

The Secret My Istri Kontrak
Sudah biasa


__ADS_3

Malam harinya,


Beberapa waktu lalu Reza kembali dengan membawa pakaian ganti untuk Ditto. Dengan paksaan Reza, akhirnya Ditto mau diobati. Tak lupa Reza juga membawa makanan untuk mengganjal perut si bos yang menunggu sang istri.


"Kau sudah mencari orang yang memiliki golongan darah Golden blood?" Tanya Ditto


"Sudah, dan hasilnya minus. Ada sebuah keluarga yang memiliki golongan darah langka ini" ucap Reza


"Siapa? Dan bawa mereka langsung kesini" ucap Ditto


"Tidak bisa, pemilik Golden blood ini adalah keluarga Alexander. Raja nya dunia bisnis. Dan gak akan bisa sembarang untuk mendonorkan darahnya" jawab Reza


"Alexander?"


"Ya, dan itu sangat mustahil"


Ditto diam, ia buntu. Tidak tahu harus mencari kemana lagi pemilik darah Golden blood ini.


Tok tok tok


Pintu ruangan terbuka, menampilkan tiga orang memakai stelan jas putih seperti dokter. Mereka memakai masker, dan juga membawa peralatan lainnya layaknya dokter sungguhan.


"Maaf Tuan, kami ingin memeriksa nona Tiara" ucapnya dengan nada datar


"Tetapi beberapa menit yang lalu baru saja diperiksa oleh dokter" jawab Reza


"Kami dokter spesialis"


"Baiklah, silahkan"


"Mohon kalian keluar sebentar" ucapnya


"Untuk apa?"


"Menjaga sterilisasi Tuan" jawabnya sopan


Tanpa menjawab lagi mereka mengalah keluar dari ruang rawat Tiara menunggu di depan pintu.


Pintu ditutup rapat bahkan korden pun juga ikut di tarik.


Ketiga orang tadi, membuka barang bawaan mereka. Salah satunya mengisi jarum suntik dengan sebuah obat yang kemudian di suntikan langsung pada cairan infus Tiara. Dan yang satunya lagi, mentranfusikan darah pada tubuh Tiara sebanyak tiga kantong.


Setelah itu mereka menunggu reaksi beberapa detik, yang membuat tubuh Tiara stabil. Setelah dirasa suntikan tadi bekerja, mereka kembali menyuntikkan satu cairan berwarna biru. Setelah itu, mereka mundur beberapa langkah berbaris lurus dan membungkukkan badannya pada Tiara.


"Semoga Queen cepat sembuh" ucapnya, yang langsung pergi melalui jendela luar.


Sret


Gambar berlian bermahkota tercetak jelas di lengan mereka.


Ketiga orang itu pergi dengan loncat satu persatu dari jendela ruangan inap Tiara.


"Aku curiga dengan mereka" ucap Reza karena ini sudah menunjukkan waktu tengah malam, namun tiba-tiba ada pemeriksaan dari dokter spesialis. Ditto dan Reza langsung saling pandang mereka mengernyit. Tiba-tiba saja seperti ada kilatan cahaya di dalam ruangan Tiara.


Dengan kasar Ditto membuka pintu ruang rawat Tiara. Dan mereka tidak menemukan siapapun, selain Tiara yang masih terbaring di atas ranjang rumah sakit.


"Sudah ku duga" ucap Reza

__ADS_1


"Cari tahu siapa mereka, malam ini segera temukan mereka" ucap Ditto


"Baik" Reza pamit pergi untuk mencari tahu siapa tiga orang tadi


Ditto mendekati ranjang Tiara, menatap wajah cantik yang pucat.


"Apa kamu memiliki musuh? Kenapa banyak yang mengincarmu?" Ucap Ditto


Perlahan namun pasti, Tiara membuka matanya. Ia menormalkan penglihatannya beradaptasi dengan cahaya lampu.


"Tiara? Kamu?" Ucap Ditto, ia segera memencet tombol darurat di atas kepala Tiara. Dan tak lama dokter datang dan langsung memeriksa keadaan Tiara.


"Bagaimana Dok keadaannya?"


"Syukurlah, istri Tuan sudah membaik. Keadaannya pun juga stabil, sungguh mukjizat dari tuhan karena istri anda berhasil melewati masa kritisnya. Kami akan memindahkannya di ruangan VVIP kelas satu"


Ucap sang dokter


"Terima kasih dok"


"Sama-sama Tuan, bahkan istri anda tidak perlu membutuhkan pendonor darah lagi" tambah dokter


'Tidak membutuhkan darah lagi? Bagaimana bisa? Apa yang dilakukan oleh tiga orang tadi?'


"Baik dok"


Ditto melangkah masuk ke dalam, ia mendekati Tiara yang selang oksigennya dilepas oleh perawat.


"Apakah ada yang sakit?"


Tiara menggelengkan kepalanya lemah, ia belum ada tenaga untuk berbicara. Perawat itu membungkukkan badannya untuk pamit undur diri.


"Terima kasih" ucap Tiara dengan nada lemah


"Istirahat lah"


"Bagaimana lukamu?" Tanya Tiara


"Yang kau lihat?"


"Apa sudah diobati? Apa sangat sakit? Kenapa kamu juga tidak dirawat?" Tanya Tiara panjang


Ditto tidak habis pikir, wanita didepannya ini baru saja sadar dari koma. Namun, masih sempat bertanya banyak tentang keadaannya.


"Sudah diobati. Coba kamu pikirkan, disini yang kritis itu kamu tapi kamu masih sempat bertanya tentang luka ku?" Tanya Ditto


"Em,, aku sudah tidak apa-apa" jawab Tiara


Apakah wanita didepannya ini sangat pandai memanipulasi? Apa salahnya jika berkata kesakitan?


"Tidurlah, aku akan menjagamu" ucap Ditto


"Ehm" Tiara mengangguk, dan memejamkan kembali matanya.


***


Keesokan paginya,

__ADS_1


Ditto sedang menyuapi Tiara makanan. Tiara menerima perlakuan Ditto. Namun, Tiara juga merasa aneh pada sikap Ditto yang tiba-tiba berubah baik. Dengan cepat Tiara segera menepisnya, mungkin saja Ditto merasa kasihan pada dirinya yang terbaring lemah.


"Tiara, kamu sudah sadar nak?" Ucap Mama Fina yang datang menjenguk menantunya. Rara mengangguk.


"Sini biar Mama saja yang merawat Tiara, kau juga harus istirahat Ditto" ucap Mama Fina


"Tidak apa apa Ma" jawab Ditto


"Istirahat atau tidak?!" Jika ndoro putri sudah memberikan pilihan artinya Ditto harus menuruti Mama Fina.


Mama Fina duduk di kursi yang digunakan Ditto tadi, beliau beralih menyuapi Tiara.


"Apakah lukamu masih sakit? Apa kita perlu ke luar negeri untuk mendapat pengobatan terbaik?" Tanya Mama Fina


"Tidak perlu Ma, aku baik-baik saja. Lihatlah aku sekarang sudah boleh duduk" jawab Tiara


"Tidak, lihat wajahmu juga memar. Pasti itu sangat sakit" ucap Mama Fina miris melihat lebam di wajah Tiara


"Sudah biasa Ma" jawab Tiara


"Sudah biasa?" Sentak Mama Fina dan Ditto


"Em, maksudku dulu waktu aku bekerja. Bela diri adalah syarat utama agar bisa masuk perusahaan" ucap Tiara membenahi ucapannya, dia sedikit keceplosan.


"Apakah ada tes seperti itu?"


"Ya, ini sebagai bentuk pertahanan diri karyawan" jawab Tiara


Mama Fina dan Ditto mengangguk mengerti. Mereka paham betul bagaimana aturan dari perusahaan Xander Group. Kerajaan bisnis keluarga Alexander nomor dua di dunia.


Selesai Tiara sarapan, tak lama Reza datang membawa pekerjaan kantor Ditto ke rumah sakit. Dan ini menjadi hal setiap hari dilakukan ketika Tiara masih di rawat di rumah sakit.


***


Tiara harus menginap lebih lama di rumah sakit dan itu membuatnya sangat bosan. Tidak ada aktivitas lain yang bisa dia lakukan selain duduk, berjalan keliling halaman rumah sakit, dan menonton acara tv.


Dan Myandra selalu datang untuk menemani Tiara di rumah sakit. Mereka sedang berada di sebuah taman rumah sakit duduk di bangku menghadap air mancur.


"Kau tidak ingin jujur dengan ku?" tanya Mya


"Apa maksudmu?"


"Kenapa kau bisa sadar, padahal kau sedang membutuhkan transfusi darah?" Tanya Mya yang merasa ganjal dengan Tiara bisa cepat sadar sebelum mendapat transfusi darah dari keluarga Alexander.


Tiara terdiam, bukan dia tidak ingin memberitahu Myandra yang selama ini telah mengikutinya hingga menjadi bagian keluarga mereka. Tetapi, tidak semudah itu untuk mengatakan sisi gelap dirinya.


"Entahlah, mungkin Tuhan memang sedang baik padaku" jawab Tiara


"Kau bohong! Aku sudah mencari simpanan darahmu, tetapi aku tidak menemukannya sama sekali di markas" Ucap Mya yang membuat Tiara menghela napas kasar, menatap Myandra dengan lembut.


"Aku memang tidak pernah mendonorkan darah ku apalagi untuk disimpan. Dan ku rasa aku perlu melakukannya" jawab Tiara


Tidak mungkin Tiara mengatakan jika dia memang menyimpan darahnya setiap bulan di suatu tempat terlarang.


...****************...


Mama Fina, itu hanya luka tembakan. Tiara malah pernah merasakan hidupnya di ujung tanduk, tenang saja tidak perlu khawatir. Tokoh utamanya akan tetap hidup 😆

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca ceritaku🤗


__ADS_2