
Pagi hari,
Saat di perjalanan, tiba-tiba Tiara merasa ada firasat buruk. Entah mengapa tubuhnya seperti mendapat sinyal bahwa akan terjadi suatu bahaya.
"Semoga saja hanya perasaanku" batin Tiara
Mereka berpisah di ujung ruangan, ruangan Tiara berada di sisi kiri sedangkan ruang Ditto berada di sisi kanan.
Seluruh karyawan perusahaan sudah mengetahui bahwa Tiara adalah istri dari CEO mereka, Ditto. Namun, mereka tak mempermasalahkan bagaimana awal Tiara biaa menikah dengan Ditto.
Yang mereka lakukan adalah menjaga privasi dari kedua bos mereka.
Menjelang siang, Ketika Tiara sedang duduk di kursinya, di luar jendelanya tiba-tiba ada seekor burung yang menabrak jendela. Dan burung itu mengeluarkan darah mengenai jendela. Tiara yang melihat itu, ia segera mendekati jendela dan membukanya.
Tiara melihat burung yang sudah tak bernyawa itu. Namun, di kaki burung itu terdapat sebuah kertas. Tiara mengambil kertas itu dan membacanya.
| Let's start the game Queen, Kita lihat bagaimana kau bisa melindungi laki-laki yang bersamamu.
Tiara membaca tulisan itu. Tiara sudah tahu bahkan sangat yakin bahwa Tuan Veer yang mengirimkannya burung mati ini. Namun, ada kejanggalannya siapa laki-laki yang dimaksud.
Tiara terus berpikir hingga hati kecilnya berkata, Ditto.
Tiara membelalakkan matanya, dengan segera ia menuju ruangan Ditto. Sesampainya di sana tidak ada siapapun hasilnya nihil, ia tidak menemukan Ditto.
Tiara melihat schedule Ditto, laki-laki itu akan menghadiri sebuah pertemuan di luar kantor dengan kolega bisnis. Dan dapat Tiara pastikan bahwa Ditto baru saja keluar dari ruangannya.
Tiara segera menyusul Ditto ia memencet lift khusus petinggi, namun lift itu tak kunjung membuka pintu. Ia beralih pada lift khusus karyawan dan hasilnya sama, kedua pintu lift itu tak kunjung membuka pintu.
Tiara tidak ada jalan lain, ia segera menuruni anak tangga. Dengan kekuatannya ia bisa melesat dengan kecepatan tinggi.
Namun, hal itu tetap kalah cepat. Ketika ia sampai di lobby, matanya sudah melihat bahwa di sana ada perkelahian. Mata Tiara berubah menjadi merah, pupil matanya mengecil seperti mata ular.
Bug krek bag bug krek
Tiara berjalan untuk bergabung, mendekati perkelahian itu.
"Bu, ibu manager jangan mendekat, bahaya" ucap resepsionis
"Iya bu, jangan kesana" timpal karyawan lain. Beberapa karyawan mereka mengerumpul menjadi satu, cemas, khawatir, dan takut melihat perkelahian di depan mata. Puluhan pasukan dari Tuan Veer terus mendesak para bodyguard milik Ditto.
Ditto juga melakukan perlawanan pada musuh. Ia tidak cukup kuat jika harus menumbangkan sepuluh banding satu.
"Kurang ajar!"
Untung Tiara memakai setelan kerja yang bercelana.
Tiara menghajar sepuluh orang langsung dengan tangan kosong. Ditto yang melihat Tiara ikut dalam perkelahian ini membuat ia merasa khawatir. Ketika mereka sama-sama terdesak mundur, Ditto meminta Tiara untuk kembali saja.
"Kamu kenapa berada disini?" Tanya Ditto
"Jangan banyak bertanya, kita harus mengalahkan mereka" jawab Tiara
"Tidak, sebaiknya kamu kembali ke dalam. Biarkan aku yang mengurusnya" ucap Ditto
"Diam dan lakukan jika kamu masih sanggup" ucap Tiara yang kemudian maju menyerang musuh di depannya.
Ditto merasa ada yang aneh pada Tiara, ia rasa istrinya itu berubah menjadi orang lain. Ditto juga kembali menyerang para musuh itu, meskipun beberapa kali ia terkena bogeman mentah di tubuhnya.
Perkelahian tak bisa di usaikan. Pihak Ditto terus terdesak mundur karena jumlah mereka kurang dari musuh. Tiara yang sudah tersulut, ia tidak bisa melakukan apapun. Kali ini dia sedikit gegabah, terjun langsung tanpa berpikir terlebih dahulu.
Tiara mengeluarkan kekuatannya. Dalam sekejap ia mampu menumbangkan sepuluh orang. Dan baku tembak juga tak bisa terelakkan. Pihak musuh memulai baku tembak, begitu pun pihak dari Ditto yang juga mengeluarkan senjata tajam mereka.
Tiara sudah tak bisa dihentikan lagi. Ia melihat para bodyguard Ditto yang terdesak mundur. Begitu juga Ditto yang mendapat beberapa luka.
Mata Tiara menggelap ia mengeluarkan pistol miliknya di balik punggungnya.
Dor Dor Dor
Sekali tembakan Tiara dapat membuat musuh mati seketika, tak hanya satu orang bahkan lima orang sekaligus. Dalam dunia bawah melempar satu batu mendapat dua burung itu sudah biasa, dalam artian satu tembakan mati semua.
Ditto yang melihat aksi Tiara tak kalah terkejutnya. Ia tak menyangka jika istrinya pandai bela diri bahkan menggunakan pistol dengan baik. Ditto melihat tak ada keraguan dalam diri Tiara untuk membunuh musuh musuh itu.
"Siapa dia? Kenapa dia hebat sekali?" Gumam Ditto
Pasukan musuh tinggal beberapa orang saja, karena Tiara berhasil membunuh mereka semua. Tanpa mereka sadari dari jarak yang jauh terdapat sebuah rifle yang sudah mengarah pada sasaran.
Tiara sadar akan hal itu, dan ia menganalisis bahwa sasaran itu diarahkan pada Ditto.
Dor
Untung saja Ditto dapat menghindar dari serangan musuh itu.
"Kamu gak apa-apa?" Tanya Tiara
"Tidak" jawab Ditto, namun melihat ada perlawanan dari musuh kepada Tiara, Ditto segera membalikkan badan hingga dirinya yang terkena pukulan itu.
__ADS_1
"Ditto!" Ucap Tiara
"Tidak apa-apa, apa kamu baik-baik saja?"
"Ya, tapi kamu?" Ditto menggelengkan kepala sebagai tanda jawaban
Dirasa sasaran sudah berada di depan mata, penembak jitu dari musuh mulai menarik pelatuknya. Tiara mengetahui itu, ia tersenyum dan kemudian membalikkan badan lagi.
Dor Dor Dor
Tubuh Tiara terkena timah panas dan darah mengalir tak terbendung. Tiara masih berada di kesadarannya, meskipun ada lebih dari satu peluru bersarang di tubuhnya.
"Tiara!" Teriak Ditto melihat istrinya yang tertembak langsung di depannya.
"Kamu gak apa-apa? Apa kamu terkena tembakan?" Tanya Tiara, Ditto tak habis pikir bisa bisanya wanita ini bertanya keselamatannya.
Setelah Tiara tertembak, para musuh yang masih mampu bergerak segera pergi.
"Are you crazy? Yang terkena tembakan itu kamu, dan kamu masih bisa bertanya?" Ucap Ditto menahan tubuh istrinya agar tak luruh jatuh ke tanah.
"Untunglah jika kamu tidak apa-apa" ucap Tiara dengan senyum dibibir nya
Ditto melihat wajah istrinya semakin pucat, meminta pengawal untuk membawakan mobil untuk membawa Tiara ke rumah sakit.
"Cepat siapkan mobilnya!" Teriak Ditto
"Ditto,(Ditto menoleh) Aku ingin tidur sebentar ya" ucap Tiara
"Tidak, jangan tutup mata kamu. Jangan Ra!" Ucap Ditto
"Aku mengantuk ingin istirahat sebentar" ucap Tiara dengan mata yang mulai sayup-sayup
"No, Ra! Nggak jangan, jangan tutup mata kamu" ucap Ditto, dia sangat khawatir dengan keadaan wanita di pelukannya ini.
"Aku gak apa-apa" suara Tiara melemah bersamaan matanya yang menutup dan tubuhnya melemas.
"Ra! Hei, masih bisa dengar aku kan?" Ucap Ditto mengguncang tubuh Tiara, namun tak ada reaksi dari Tiara.
Mobil sudah berada di depan, sopir langsung membukakan pintu jok belakang. Dengan keadaan cemas dan khawatir membuat Ditto tak bisa berpikir jernih. Yang ada di otaknya saat ini adalah keselamatan Tiara. Istri kontraknya yang mau mempertaruhkan nyawa demi dirinya.
"Siapa sebenarnya kamu, Ra? Hingga nyawa saja berani kamu permainkan" gumam Ditto melihat wajah istrinya yang sudah pucat pasi.
"Tambah kecepatannya!" Ucapnya pada sang sopir
"Baik Tuan" jawab sopir itu
Tak lama kemudian, sampai lah di rumah sakit terbesar di negara X. Ditto segera membawa Tiara masuk ke dalam, dan beberapa perawat langsung membantu Ditto meletakkan Tiara diatas brankar dorong.
"Cepat selamatkan istri saya" ucap Ditto
"Baik Tuan" jawab salah satu dokter
Tiara langsung dibawa ke ruang operasi untuk menerima penanganan secepatnya.
"Maaf Tuan, anda harus menunggu di luar" ucap perawat dengan menutup pintu ruang operasi.
Ditto melangkah mundur, ia menyurai rambutnya dengan frustasi. Kemeja putihnya sudah penuh dengan darah dari Tiara.
Tak lama Reza datang menghampiri Ditto
"Bagaimana?" Tanya Reza
"Masih ditangani dokter" jawab Ditto mendudukkan tubuhnya di kursi tunggu.
"Sabar bro, aku yakin jika istrimu kuat" ucap Reza menguatkan sahabatnya
Kemudian tak lama Mama Fina dan Papa Zyan yang mendapat kabar bahwa menantunya masuk rumah sakit segera datang. Mereka segera mendekati Ditto dan Reza.
"Ditto, dimana Tiara?" Tanya Mama Fina
"Ada di dalam ruang operasi" jawab Ditto
"Apa? Bagaimana bisa dia terluka?" Ucap Mama Fina yang menangis sejadi jadinya
"Hiks hiks Rara" Papa Zyan memeluk istrinya yang menangis, terpukul dengan keadaan menantunya.
"Kau juga harus mendapat pertolongan Ditto, lihatlah wajahmu" ucap Papa Zyan
"Tidak perlu"
Ditto sudah tak memperdulikan penampilannya, yang hanya ia pikirkan keadaan Tiara.
***
Hampir tiga jam lebih, namun dokter tak kunjung keluar. Ditto tak bisa tenang, sedari tadi ia terus berjalan di depan pintu ruang operasi.
__ADS_1
"Duduklah, Dit" ucap Reza, namun tak digubris oleh Ditto
Tak lama pintu ruang operasi terbuka, menampilkan pria yang memakai seragam operasi steril.
"Bagaimana dok keadaannya?" Tanya Ditto
"Tiga peluru yang bersarang di tubuhnya sudah berhasil kami keluarkan—" ucap dokter itu dengan jeda, membuat mereka semua bernapas lega.
"Tetapi, kami juga tak bisa berbuat lebih-"
"Apa maksud dokter?" Ditto langsung menyela
"Tenang dulu Tuan, kami hanya bisa membantu semampu kami. Istri anda mengalami koma karena pendarahan yang hebat, dan kami bahkan tak memiliki stok darah langka ini. Saya meminta untuk segera mendapatkan golongan darah ini" ucap dokter
"Golongan darahnya apa dok?" Tanya Papa Zyan
"Rh-null atau Golden blood" jawab dokter
"A-apa?" Mereka semua terkejut mendengar golongan darah Tiara sangat langka. Bahkan pemilik golongan darah Golden blood ini kurang dari 50 orang di dunia.
"Baik dok, saya akan segera mendapatkan darahnya" ucap Ditto
"Baik, kalau begitu saya permisi. Pasien akan dipindahkan ke kamar inap sementara" ucap dokter
"Bagaimana ini Pa, siapa yang memiliki darah langka ini?" Ucap Mama Fina yang khawatir
"Tenang Ma, kita pasti akan mendapatkan orang itu" jawab Papa Zyan
Drap drap drap
Suara langkah kaki mendekati tempat berdirinya mereka. Dia menghembuskan napas dengan kasar. Myandra, dia mendapat kabar bahwa Tiara masuk rumah sakit.
"Bagaimana keadaan Tiara?" Tanya Mya, mereka bingung mau menjawab apa. Di depan mereka ini Myandra adalah kakak Tiara.
"Tolong jawab, bagaimana keadaan adik saya?" Tanya Mya yang air matanya luruh
"Tiara koma" jawab Ditto
Deg
Bagaimana bisa? Kenapa dia ceroboh sekali, hingga harus koma?
Mya menetralkan kembali sikapnya.
"Apa Tiara membutuhkan donor darah?" Tanya Mya
Tepat sekali, apa yang Mya katakan.
"Iya"
Mya diam, pemilik darah Golden blood ini hanya keturunan Alexander murni. Dan itu artinya adalah Daddy Tiara. Namun, mana mungkin Mya akan mengatakannya. Apalagi setahunya Tiara tak pernah memiliki stok darah.
"Apa golongan darahnya?"
"Golden blood"
"Apa kak Mya tahu siapa yang memiliki darah langka ini?" Tanya Ditto
"Tidak, aku juga tidak tahu jika darah Tiara sangat langka" jawab Mya
Mereka bingung dengan keadaan. Papa Zyan sudah menelpon seluruh rumah sakit terbaik, namun tak ada yang memiliki stok golongan darah langka ini.
Tiara sudah dipindahkan di ruang VIP. Ada banyak alat medis yang tertancap di tubuhnya, bahkan harus dibantu dengan tabung oksigen.
Papa Zyan dan Mama Fina mereka kembali pulang, begitu juga Reza dan Mya. Hanya Ditto dengan pakaiannya yang berlumuran darah menatap dalam keadaan Tiara.
"Kamu mengingatkan ku tentang wanita yang menolong ku, bahkan waktu itu luka di tanganmu sama persis seperti miliknya" ucap Ditto
Selama ini Ditto tak pernah merasa sangat khawatir pada orang lain, tidak pada Sandra. Bahkan rasa khawatirnya hingga membuatnya frustasi mengalahkan segala ego-nya.
***
Sedangkan Mya, dia tak bisa tenang. Ia sudah meminta markas utama untuk mencari simpanan darah milik Tiara, namun hasilnya nihil.
Untung saja, dia memanipulasi memanipulasi keadaan Tiara yang harus dia laporkan kepada keluarga Alexander. Jika tidak tiga laki-laki itu akan mengamuk dan membawa pergi Tiara dari negara ini bahkan dari keluarga barunya.
"Apa aku minta tolong pada Daddy?"
"Tapi, jika nanti Daddy bertanya bagaimana? Dan mungkin sudah bisa Daddy tebak siapa yang membutuhkan karena Golden blood ini sangat langka" ucap Mya yang bimbang
"Dimana Tiara menyimpan darahnya?"
Mya yakin jika Tiara memiliki stok darah, karena dulu beberapa kali ia mengetahui jika Tiara memiliki simpanan darah.
...****************...
__ADS_1
Kalo mati, ceritanya langsung tamat. Kalo dimainin udah ketebak,duh alah 🌝