The Secret My Istri Kontrak

The Secret My Istri Kontrak
Terluka


__ADS_3

Kini Tiara berada di tempat parkir perusahaan didalam sebuah mobil mewah Bugatti hitam. Tiara memakai style serba hitam, serta topeng yang menutupi sebagian wajahnya. Dia sudah pulang lebih dulu sebelum Ditto pulang.


Beberapa jam yang lalu, Myandra mengabarkan bahwa ada sekelompok gangster yang akan menyerang Ditto. Gangster itu di perintahkan oleh lawan bisnis Ditto. Sudah hal biasa dalam bisnis ada persaingan, bisa juga lebih kotor dari pembunuhan.


Tiara menunggu Ditto tepat didepan mobil laki-laki itu. Tentu Ditto tak akan mengetahui keberadaan Tiara.


Tiara melihat ada seorang lelaki berjalan sendiri menghampiri mobilnya, sudah dipastikan bahwa itu adalah Ditto.


Setelah laki-laki itu menancapkan pedal gas, meninggalkan area perusahaan barulah Tiara mengikutinya dari arah belakang.


Tiara tahu bahwa Ditto akan menghadiri sebuah perjamuan dari rekan bisnisnya. Dan orang itulah yang menginginkan nyawa Ditto.


Cukup rapi, dengan pancingan sang bos untuk menarik Ditto dan ditengah perjalanan mereka akan beraksi.


Ditto sedikit waspada pada mobil dibelakang nya. Dia berpikir bahwa mobil itu memang mengikutinya dan itu adalah musuhnya. Ditto melirik kaca spion untuk mengawasi mobil itu.


Sedangkan Tiara, ia sudah tahu jika Ditto akan merasa curiga. Namun, para gangster itu juga sudah muncul. Bahkan mereka ada di belakang Tiara


"Apakah mereka mengira aku juga pengawal Ditto?"


"Kenapa aku juga diincar?" Pikir Tiara


"Kasihan sekali para gangster ini, hidupnya bahkan kurang dari dua puluh empat jam" ucap Tiara dengan melihat ke arah spionnya


Tiara membelokkan mobilnya, ia sedikit mengurangi kecurigaan Ditto serta mengecoh gangster itu.


"Apakah mobil itu sudah pergi?" Tanya Ditto


Perjamuan ini dilakukan tak jauh dari sebuah dermaga. Beruntung sekali bahwa disana ada sebuah restoran mewah. Jangan tanyakan kemana perginya Reza, lelaki itu juga membantu Ditto untuk menghadiri sebuah rapat.


Tiara sudah menunggu sedari tadi, ia mengelus sebuah pistol yang berisikan peluru beracun.


"Apa aku salah jalan? Heh, lama sekali mereka" ucap Tiara yang bosan hanya di dalam mobil.


"Nah itu dia" ucap Tiara melihat ada beberapa mobil yang lewat didepannya. Tiara menjalankan kembali mobilnya, kini ia yang berada dibelakang.


Ditto turun dari mobilnya, setelah ada sebuah mobil berhenti mendadak di depan mobilnya. Untung saja Ditto dapat menghindar secara cepat, jadi ia masih bisa mengendalikan mobilnya.


"Ada masalah apa kalian?" Tanya Ditto


Sebut saja G1, dia tersenyum sinis pada Ditto


"Tidak ada, hanya saja kita ingin sesuatu" jawabnya


"Kalian ingin apa?"

__ADS_1


"Nyawamu"


"Sungguh? Apakah nyawaku berharga?" Tanya Ditto meremehkan gangster itu


"Kau lucu Tuan"


Tanpa menunggu lama, para gangster itu menyerang Ditto. Aksi perkelahian juga tak dapat dihindarkan, bahkan tak segan-segan menggunakan sebuah senjata tajam.


Tiara masih tetap di mobilnya, ia memantau aksi perkelahian itu.


"Jika dia tak memiliki bakat yang bagus, ku rasa tidak cocok bersanding dengan Ratu dunia bawah" ucap Tiara melihat bagaimana Ditto melawan para gangster itu


Sudah hampir setengah jam, namun perkelahian belum usai. Terlihat bahwa Ditto sudah terluka. Ditto belum sempat memanggil para bodyguard nya, hasilnya dari sekian banyak lawan ia sendiri tidak mampu.


"Huh, aku tidak ingin menjadi janda. Tidak lucu jika sampai ada berita belum genap seminggu menikah sudah ditinggal suami mati. Ckck"


Tiara keluar dari mobilnya, ia berjalan santai menuju perkelahian itu.


"Apa kalian waras, dua puluh banding satu?"


Suara Tiara membuat mereka menoleh ke belakang mobil Ditto. Tidak ada tanda-tanda ada orang disana.


"Hei, aku ada didepan kalian" ucapnya lagi, namun lagi-lagi mereka tak menemukan keberadaan Tiara.


"Siapa kau?" Teriak G1


"Aku?"


Tiara muncul di depan mereka. Terkejut dan tidak.


Para gangster itu malah tertawa keras. Ada seorang wanita bertopeng didepan mereka,apakah wanita ini akan menjadi pahlawan?


"Hei, nona. Aku tak menyangka jika kau seberani ini, tapi tunggu setelah aku mendapatkan nyawanya kita akan bersenang-senang" ucapnya G2


"Oh, jadi kalian menginginkan nyawa pria itu? Tapi bagaimana jika aku ingin ikut bermain?"


"Hahaha lelucon apa ini? Hei, cantik ini sudah malam, sebaiknya kau diam ditempat. Dan kita bisa bersenang-senang bersama sama" ucap G3


"Hahaha, lelucon? Apa ini yang kau sebut lelucon?" Tanya Tiara. Seketika mereka pucat pasi, tanpa menyentuh pun Tiara mampu melumpuhkan lawannya. Terbukti salah satu diantara gangster itu tubuhnya merosot ke tanah tanpa nyawa.


"Kau?!"


"Yes, me?" Seperti memancing amarah mereka


Tanpa berbaik hati lagi, mereka kembali menyerang termasuk Tiara.

__ADS_1


"Siapa wanita ini? Kenapa bisa ada disini?" Pikir Ditto


"Berani sekali dia mengibarkan bendera perang"


Sungguh Tiara bukan tandingan mereka, sudah beberapa kali mereka tumbang namun Tiara tetap berdiri tegak dengan kakinya.


"Argh" Ditto mendapatkan sebuah luka sayatan di lengannya.


"Anda tidak apa-apa, Tuan?" Tanya Tiara mendekat pada Ditto


"Yah, hanya luka kecil"


"Apakah anda masih bisa bertahan?"


"Tentu" jawabnya


Tiara dan Ditto kembali bersama menyerang para gangster itu. Tiba-tiba ada sebuah pisau yang mengarah pada Ditto, dengan cepat Tiara menahannya menggunakan tangan kanannya.


Darah segar mengalir dari telapak tangan Tiara. Tanpa mereka ketahui, setetes darah dapat membuat Tiara lebih bringas. Mata Tiara berubah menjadi merah.


"Apa kalian benar-benar ingin cepat ke neraka?" Ucapan Tiara sangat dingin, mereka merasa bahwa tidak akan ada waktu lagi hidup di bumi.


Tiara menatap mereka dengan sangat tajam, seakan-akan mata cantiknya mampu membunuh lawan.


Saat para gangster menatap mata merah Tiara mereka sangat terkejut. Wanita itu bukan tandingannya. Dan saat itu mereka menyadari bahwa mereka berhadapan dengan King Axe, leader dari gangster nomor satu dunia.


"Ka-kami–" sebelum mendapatkan jawaban, Tiara dengan gesit menumbangkan musuhnya. Mereka terkejut dengan serangan dadakan Tiara. Merasa bahwa musuhnya mulai lemah, Tiara mengeluarkan pistolnya dan mengarahkan pada kepala mereka.


Kurang dari satu menit, peluru beracun sudah bersarang di kepala mereka semua.


"Bersyukurlah kalian, karena tidak ku koyak" ucap Tiara


Sebelum Tiara pergi, ia sempat melirik ke arah Ditto. Kemudian, Tiara langsung pergi dengan cepat.


Ditto menatap kepergian Tiara. Saat hendak memanggilnya, wanita itu sudah lebih dulu menghilang.


"Siapa wanita itu? Hebat sekali dia"


"Kenapa dia menolong ku tadi, apa dia mengenal para gangster ini?" Pikir Ditto


Ditto kembali ke mobilnya, ia memutar arah untuk kembali ke rumah. Dan juga memberi pesan pada rekan bisnisnya, bahwa ia tidak bisa datang.


...****************...


Yuhu, selamat datang Queen🤗

__ADS_1


__ADS_2