The Secret My Istri Kontrak

The Secret My Istri Kontrak
Orang tua palsu


__ADS_3

Tak terasa waktu menunjukkan pukul satu siang, yang artinya waktunya untuk makan siang. Tiara bersiap untuk makan siang di luar kantor. Dia sangat merindukan masakan asal negaranya, jadi Tiara hendak mencari restoran yang menyajikan masakan khas asal negaranya.


Tiara berjalan menuju lift, dan menunggu pintu lift terbuka. Namun, saat hendak masuk lift tiba-tiba lengannya di cekal kemudian masuk ke lift khusus petinggi.


"Ikut saya!"


"Eh!" Refleks Tiara yang terkejut


Ting


Saat pintu lift tertutup Ditto melepaskan cengkraman nya dari tangan Tiara.


Tiara cukup terkejut, ada pertanyaan dalam benaknya. Ada angin apa bosnya sekaligus 'calon suami' yang dijodohkan dengannya ini mengajaknya satu lift?


Hening, selama lift turun tidak ada percakapan sama sekali. Yang satu ada di ujung depan dan yang satu lagi ada di belakangnya.


Setelah pintu lift terbuka, Tiara mengikuti langkah kaki Ditto. Karena ucapan awal tadi, adalah sebuah perintah.


"Maaf Tuan, sebenarnya anda ingin mengajak saya kemana?" Tanya Tiara memberanikan diri bertanya saat di tempat parkir.


"Meeting" jawab Ditto yang masuk ke dalam mobil pada posisi pengemudi.


"Meeting? Tapi, saya tidak ada jadwal meeting hari ini. Bukankah anda seharusnya pergi bersama sekertaris Reza?" Tanya Tiara


"Masuk!" Perintah Ditto tanpa menjawab pertanyaan Tiara. Tiara terdiam dan membuka pintu mobil di samping kemudi.


Ditto melajukan mobilnya ke sebuah restoran yang sudah di reservasi oleh Reza. Restoran yang akan di jadikan tempat pertemuannya dengan Direktur perusahaan Pratama Comp.


Tak perlu menempuh waktu lama Ditto dan juga Tiara sudah sampai di restoran tempat meeting dengan Andreas Pratama, Direktur Pratama Comp.


Andreas sudah sampai lebih dulu, ia menyambut kedatangan Ditto sepupunya itu. Andreas menatap heran kepada Ditto, perempuan mana lagi yang dibawa Ditto ini. Setahunya kekasih Ditto seorang model yang sedang naik daun.


Andreas menjabat tangan Tiara sekaligus berkenalan.


"Halo, saya Andreas Direktur Pratama Comp" ucap Reas memperkenalkan diri


Tiara menanggapi dengan senyum simpul


"Halo, saya Tiara GM Maximiliano Comp" balas Tiara menjabat tangan Reas.


"Ehem!"


"Baik, silahkan duduk"


Mereka duduk bersama dan saling berhadapan. Reas memulai pembicaraan terlebih dahulu. Menjelaskan secara rinci proyek yang akan dikembangkan mereka bersama.


Namun, setiap kalimat yang keluar dari mulut Reas tidak lepas dari matanya yang mencuri pandang terhadap Tiara.


Ditto sadar jika sepupunya itu tak fokus menatap kearahnya. Ditto melirik ke arah Tiara, namun Tiara fokus pada berkas yang diberikan Andreas tadi.


"Apakah matamu sudah pindah tempat?" Tanya Ditto, membuat mata Reas juga Tiara tertuju pada laki-laki datar itu.


"Hah? Apa maksudmu?" Tanya Reas beo


"Kau berbicara dengan siapa, seharusnya kau melihat lawan bicaramu" ucap Ditto, sudah bosan ia melihat sepupunya yang sangat haus belaian. Dan lagi laki-laki di depannya ini seorang playboy kakap.


"Sorry brother, tapi aku lebih tertarik dengan manager baru mu" jawab Reas enteng, tanpa tahu Ditto menahan kesal.


"Selesai" ucap Ditto setelah menandatangani dokumen itu, dan menutupnya sedikit kasar.


"Baiklah, mari kita makan siang bersama. Kalian pesan saja, atau saya rek-" ucap Reas yang terpotong dengan ucapan Ditto


"Tidak perlu" ucap Ditto yang langsung menyeret Tiara pergi. Ditto pergi meninggalkan Andreas tanpa mengucapkan kata pamit.


"Menarik"


Ditto membawa Tiara ke sebuah Cafe yang tak jauh dari kantor. Karena sebentar lagi Ditto akan melakukan meeting dengan perwakilan dari Xander Group.


Dalam hati Tiara, Ia sudah menggerutu. Seharusnya sudah sejak tadi ia makan siang. Dan sekarang ia sangat lapar, perutnya sungguh keroncongan.


Dan sekarang ia akan makan sampai kenyang. Melampiaskan kesalnya sikap Ditto yang sedikit semena-mena.

__ADS_1


Drrt drrt


"Ya halo kak?"


Ponsel Tiara berdering, menampilkan nama Myandra di layar ponsel Tiara.


"...."


"Ya, kak nanti aku akan datang dan menjemput mu"


"...."


"Ya, kau temani saja Mama dan Papa dulu. Setelah pulang kerja aku akan kesana"


"...."


"Bye" Tiara mematikan ponselnya dan kembali melanjutkan makannya.


Ditto mendengar percakapan singkat Tiara. Dia yakin bahwa orang tua Tiara sudah datang ke negara ini. Itu artinya perjodohan ini akan berjalan cepat.


.


.


Kini mereka sudah berada di ruang meeting. Maximiliano Comp sedang melakukan kerjasama dengan Xander Group, dan perwakilan dari Xander Group juga sudah datang.


Mereka membahas dari perkembangan perusahaan hingga niat perusahaan mereka untuk kerjasama dengan Xander Group. Menjalankan sebuah proyek besar dengan Maximiliano Comp sebagai developer.


"Terima kasih atas calon proyek besar kita" ucap Ditto


"Sama-sama Tuan, saya juga senang bisa bekerja sama" jawab perwakilan Xander Group


Untuk saat ini belum menandatangani kontrak kerjasama, mereka akan melihat perkembangan selanjutnya seperti apa. Dan setelah itu mereka akan melakukan kesepakatan.


Tiara juga terkejut mengetahui jika Maximiliano Comp akan berkerjasama dengan Xander Group.


Itu artinya kakaknya akan datang ke negara ini cepat atau lambat.


Untung saja perwakilan dari Xander Group tidak tahu keberadaan Tiara.


Setelah semuanya selesai ditata rapi, Tiara segera keluar kantor dan bertemu dengan orang tua palsunya.


***


Xander Hotel,


Sebuah gedung yang menjulang tinggi, lebar, nan luas. Dengan fasilitas lengkap, ada ratusan kamar, dan pelayanan yang menyenangkan.


Tiara sudah berada di depan kamar VVIP. Sebuah kamar hotel yang di sewa Mya untuk orang tua palsunya. Tiara mengetuk pintu, menunggu pemilik kamar keluar.


"Masuklah!" ucap seorang wanita cantik, Myandra.


Tiara melepas maskernya, agar dapat dikenali oleh orang tua palsunya.


Tiara masuk ke dalam kamar hotel dan diikuti oleh Myandra. Ada sepasang suami istri yang sudah menunggu kedatangan Tiara. Mereka bangkit sejenak untuk mempersilahkan Tiara duduk di sofa yang ada di dalam kamar hotel tersebut.


"Apa kabar?" Sapa Tiara


"Baik, bagaimana denganmu apakah harimu menyenangkan?" Tanya wanita cantik dengan guratan tipis diwajahnya


"Ya, lumayan"


"Kalian pasti sudah tahu siapa saya, saya datang kemari hanya untuk bertanya nama kalian" ucap Tiara


Benar apa yang dikatakan Mya siang tadi, bahwa Tiara akan bersikap dingin dan mereka merasakan itu.


"Nama saya Starla, dan ini suami saya Arlan" ucap wanita bernama Starla memperkenalkan dirinya dan juga suaminya.


Umur mereka dapat diperkirakan sama dengan umur Mom dan Dad Tiara. Dan wanita tua itu masih terlihat cantik, begitu juga dengan suaminya yang masih terlihat ketampanannya.


"Baik, senang bertemu dengan Mama dan Papa. Sebisa mungkin jangan kaku, itu akan terlihat sangat palsu" ucap Tiara menyambut kedatangan mereka

__ADS_1


"Ya, terima kasih. Akan kami usahakan" jawab pria bernama Arlan


"Apakah tidak apa jika aku langsung memanggil kalian Mama dan Papa?"


"Tidak, itu akan menambah interaksi kita. Kita harus mencoba dekat layaknya anak dan orang tua kandung" Tiara mengangguk mendengar jawaban mereka. Sudah tepat seperti keinginan Tiara.


"Baik, apa kalian ingin tinggal di hotel atau di rumahku?" Tanya Tiara menawarkan tempat tinggal untuk mereka tempati sementara hingga pernikahan tiba.


"Kami akan di hotel saja dulu, besok jika rencananya berhasil kami akan pindah ke rumah mu hingga acara pernikahan datang" jawab Papa Arlan


"Baiklah, besok aku akan menjenguk kalian. Kalau begitu aku permisi, selamat malam" pamit Tiara


"Selamat malam, hati-hati dijalan nak" ucap dua pasutri itu mengantarkan kepergian Tiara dan Myandra.


Di dalam sebuah mobil,


"Aku tidak menyangka jika mereka sangat mirip denganku" ucap Tiara


"Ya, Papa palsumu lebih identik dengan mu" jawab Mya


"Jika sampai Daddy tahu, bukankah dia akan cemburu melihat putrinya mirip dengan orang lain" ucap Tiara yang tertawa


"Ku pastikan dia pasti akan segera dipenggal" ucap Mya yang ikut nimbrung Tiara tertawa.


***


Hari berganti terlalu cepat. Bahkan tak terasa sudah waktunya untuk pertemuan dua keluarga yang akan menjadi keluarga besar. Setuju atau tidak setuju, tetap saja pernikahan ini tetap terlaksana.


Mereka sudah berada di sebuah restoran ternama. Duduk di meja melingkar dengan rapi. Dua pemeran utama hanya diam mendengarkan pembicaraan kedua orang tua mereka. Tak lupa Mya yang juga ikut mendampingi Tiara.


"Baik Tuan Arlan, maksud dari ajakan kami adalah kami ingin melamar putri anda untuk putra saya. Saya harap anda dapat merestui hubungan mereka" ucap Papa Zyan


"Sebagai orang tua saya hanya bisa mendukung, kembali lagi pada putri saya yang akan menjalani pernikahan ini. Tetapi jika boleh, kita serahkan pada istri kita saja. Sepertinya mereka lebih bersemangat dalam pernikahan ini" jawab Papa Arlan sedikit ditambahkan tawa tipis


"Haha anda benar, bagaimana menurutmu Ma?" Tanya Papa Zyan pada Mama Fina


"Mama sangat berharap bahwa Tiara akan menjadi menantu kita, jadi saya mohon ya jeng beri restu pada hubungan mereka" ucap Mama Fina pada Mama Starla


"Tentu, tidak baik jika menolak niat baik seseorang. Saya sangat senang akhirnya putri saya menikah dengan laki-laki hebat" ucap Mama Starla


"Jadi, kita akan menjadi besan?"


Mereka sangat senang, akhirnya pernikahan perjodohan konyol ini terjadi. Berbeda dengan Ditto yang diam membisu menatap kearah Tiara.


Ditto dan Tiara hanya bicara sesekali untuk menanggapi pembicaraan orang tua mereka. Tiara dan Ditto sangat pendiam malam ini.


Dan tanggal pernikahan mereka juga sudah ditentukan, dua minggu lagi. Secepat itu?


Tentu usulan Mama Fina, lebih cepat lebih baik.


Selesai acara makan malam, Tiara mengantar kedua orang tua palsunya ke sebuah rumah minimalis nan megah. Tidak mungkin ia akan mengantarkan ke mansion nya, karena mansion itu masih cukup berbahaya.


"Akhirnya kau akan menikah" ucap Mya. Sekarang mereka berada di apartemen Tiara.


"Yang terjadi harus terjadi" jawab Tiara


Mereka berada di balkon dengan segelas minuman di tangan mereka. Melihat indahnya langit malam bertabur bintang.


"Kau tidak ingin memberitahukan pada Mommy dan Daddy?"


"Yang menjadi masalahnya bukan Mom atau Dad, tapi kak James dan kak Devan. Aku bingung dengan mereka, kau tahu sendiri mereka sangat posesif denganku" ucap Tiara


"Kalau untuk Devan aku bisa membantumu, Tetapi mereka pasti akan marah padamu, kau menikah tanpa memberi tahu mereka"


"Nah itu, aku tidak bisa merahasiakan hal ini lebih lama. Perusahaan ada kerjasama dengan Xander, cepat atau lambat pasti akan ketahuan" ucap Tiara


"Tapi aku yakin bahwa mereka juga bisa mengerti, You're his sister, they can't do more to his little sister"


"Yeah, I know"


Mereka menyudahi percakapan malam mereka dan beristirahat, apalagi angin malam tidak baik untuk seorang bumil.

__ADS_1


...****************...


Ribet ya, nikah aja pake ortu palsu demi identitasnya yang rumit.


__ADS_2