The Secret My Istri Kontrak

The Secret My Istri Kontrak
Pindah rumah


__ADS_3

Tiara dan Mya sedang makan siang di ruangan Tiara. Beberapa menit yang lalu, Mya datang dengan membawa sebuah rantang berisi makanan.


"Kau sudah tahu kalau Ditto juga mencari tahu siapa dalang penyerangannya semalam?" Tanya Tiara


"Iya, sesuai ucapan mu. Aku langsung mengarahkannya pada Tuan Qiu, dan tidak akan mencari tahu gangster itu" jawab Mya


"Tetapi ada yang aneh, apakah kau tahu bahwa Red Moon sudah rata?" Ucap Mya memberitahu Tiara karena merasa janggal dengan penyerangan Tiara semalam.


"Hah? Yang benar? Siapa yang meratakan Red Moon? Padahal aku belum bermain dengan mereka" ucap Tiara seperti ada yang ditutupinya


"The Black Dragon Eight" jawab Mya


"Hah? Itu bukankah pasukan bayangan yang selama ini di cari" Ucap Tiara


"Iya, entah angin apa mereka muncul. Bahkan selama ini kita mencari tahu keberadaan pasukan bayangan itu sangat sulit" ucap Mya


"Mungkin mereka ada dendam dengan Red Moon" jawab Tiara


"Ya, meskipun mafia kita juga sangat kuat. Tetapi, mau sekuat apapun kita tetap pasukan bayangan yang berkuasa" ucap Mya


"Hei, Mafia kita itu nomor satu jadi biarkan saja"


"Ya"


"Sudahlah, yang terpenting semuanya sudah selesai. Sekarang mana darahnya?" Pinta Tiara


"Nih" Myandra menyerahkan sekantong darah berwarna merah kental pada Tiara


Tiara membukanya kemudian meneguknya satu tegukan. Sisa sisa darah yang menempel pada sisi bibirnya, kemudian ia usap menggunakan tisu.


"Segarnya" ucap Tiara


"Aku akan pulang, tubuhku terasah lelah" ucap Mya


"Ya, aku tidak akan mengantarmu ke bawah" ucap Tiara


"Heh" Mya pun pergi meninggalkan ruangan Tiara, Tiara menatap kepergian Myandra


'Aku tidak bisa memberitahumu'


***

__ADS_1


Tak terasa waktu malam pun tiba. Ditto dan Tiara sudah berada di mobil, membelah jalanan pada malam hari. Seperti biasa jika tidak ada yang penting maka tidak ada juga percakapan yang menemani mereka.


Seperti dua orang bisu saja.


Dan pada akhirnya mereka sampai di pekarangan rumah Maximilian. Mereka berjalan beriringan masuk ke dalam rumah. Begitu sampai di kamar mereka, Ditto mandi terlebih dahulu meninggalkan Tiara yang meletakkan tasnya di sofa.


Tiara melirik pada saat Ditto masuk ke dalam kamar mandi, berjalan mendekat ke arah balkon kamar. Tiara meraih handphone nya dan menghubungkan sambungan telepon pada seseorang.


"Apa kalian ada di negara X?" Nada bicara Tiara sangat dingin


"Tidak, kami ada di markas besar. Apa ada suatu masalah?" Tanya orang di seberang


"Apa kau mengirimkan pasukan silver?" Tanya Tiara


"Maafkan saya, Queen. Saya memang mengirimkan pasukan silver untuk menjaga anda selama anda di negara X. Maaf karena tanpa persetujuan anda terlebih dahulu" ucapnya memohon maaf


"Hem, keputusanmu sudah tepat. Tetapkan pasukan silver saja jangan menambahkan pasukan lain" ucap Tiara


"Baik, ada lagi yang bisa saya bantu?"


"Tidak ada, selamat malam" tutup Tiara pada akhir percakapan mereka. Tiara membalikkan badannya, apakah ada Ditto atau tidak. Untungnya Ditto belum keluar dari kamar mandi. Jadi, tidak ada orang yang mendengar percakapannya.


Setelah menunggu Ditto dan Tiara menyelesaikan acara bersih-bersihnya. Kini mereka berempat duduk bersama untuk menikmati makan malam. Mama Fina selalu mencari topik agar terlihat hangat, namun kenyataannya malah semakin kaku dan dingin. Setelah menyelesaikan makan malam mereka tiba-tiba Ditto memulai percakapan.


"Ada apa?"


"Aku dan Tiara sepakat untuk tinggal sendiri" ucap Ditto membuat mereka semua terkejut, tak terkecuali Tiara. Bahkan Tiara tak tahu dengan usulan Ditto ini.


"Apa maksudnya?" Tanya Mama Fina sangat terkejut. Apakah Ditto tidak akan tinggal disini lagi? Apakah mereka akan pergi?


"Ditto sudah memiliki keluarga, tidak mungkin akan terus menetap tinggal disini" jawab Ditto


"Maksudmu kau akan tinggal sendiri?"


"Ya, ku rasa Tiara masih kurang nyaman" jawab Ditto melempar pada Tiara. Tiara yang tidak tahu menahu malah terkena imbasnya.


"Apa benar begitu, Ra? Kau tidak nyaman dengan Mama?" Tanya Mama Fina


"Bu-bukan begitu Ma, Tiara nyaman berada di samping Mama. Namun, kita juga sudah dewasa malu pada diri sendiri karena masih merepotkan kalian" jawab Tiara dengan bijak, dia sedikit melirik pada Ditto


'Boleh juga ucapannya'

__ADS_1


"Kita tidak pernah merasa direpotkan. Bisakah kalian tinggal disini saja, menemani masa tua Mama dan Papa?" Ucapan Mama Fina sangat sedih


"Aku wanita bersuami, aku akan mengikuti perkataan suamiku karena dia adalah pemimpin keluarga" ucap Tiara dengan senyuman manis menatap ke arah Ditto


'Memberikan ku umpan? Maka akan ku makan'


"Kamu sangat bijaksana, keputusan ku kita akan tinggal sendiri hidup bersama" jawab Ditto tak kalah dari Tiara


"Haish, kalian romantis sekali. Baiklah, dengan melihat kedekatan kalian Mama akan mengijinkan kalian tinggal sendiri" ucap Mama Fina mengijinkan keputusan Ditto, meskipun dengan berat hati.


Setelah makan malam selesai, mereka kembali ke kamar masing-masing. Setibanya di kamar Tiara melontarkan pertanyaan mengenai keputusan Ditto untuk pindah tempat tinggal.


"Kamu serius ingin pindah dari rumah ini?" Tanya Tiara


"Ya" jawab Ditto yang duduk di tepi ranjang


"Kenapa kamu tiba-tiba ingin pindah rumah?" Tanya Tiara


"Agar tidak diawasi Mama" jawabnya


"Hem, baiklah terserah kamu saja" ucap Tiara yang kemudian ikut membaringkan dirinya di sisi Ditto.


***


Ditto menatap lurus tanpa pandangan yang jelas. Reza telah mendapatkan informasi bahwa penyerangan sebuah gangster padanya adalah perbuatan Tuan Qiu. Dengan motif menyingkirkan Ditto dari sebuah tender yang sedang mereka perebutkan.


Tuan Qiu, melakukan apapun agar perusahaannya yang memenangkan tender tersebut sekalipun membunuh lawannya.


Namun anehnya, pada penyelidikan Reza tidak ada seorang wanita pada malam itu. Bahkan juga gangster yang menyerangnya hilang ditelan bumi.


Apakah wanita itu bekerja sama dengan gangster itu? Tetapi jika mereka bekerja sama, setelah membunuh para gangster itu kenapa tidak membunuhnya malah pergi meninggalkannya?


"Apa kau sudah mengurus semuanya?" Tanya Ditto pada Reza yang berada di depannya


"Ya sudah, beberapa investor sudah menarik investasi mereka. Dan beberapa pemilik saham juga menjual saham mereka dengan murah. Saat ini perusahaan milik Tuan Qiu berada di ambang kehancuran" jelas Reza


"Akuisisi jika perusahaan itu benar-benar bangkrut. Kumpulkan semua bukti bukti kejahatannya" ucap Ditto


"Baik"


...****************...

__ADS_1


No comments, gak tau.


__ADS_2