
Hari ini, Tiara mengantarkan kepergian Myandra di bandara. Tak hanya Tiara saja, ada Ditto dan orang tua Ditto yang ikut mengantarkan kepergian Myandra.
Mereka mengucapkan salam perpisahan.
"Hati-hati ya kak" ucap Tiara
"Iya, kau juga harus hati-hati" ucap Mya
"Hati-hati nak, jika sudah sampai beri kabar" ucap Mama Fina
"Iya tante, terima kasih" balas Mya
"Ya sudah, aku berangkat dulu ya sepertinya pesawatnya sudah mau take off" ucap Mya
"Ya"
Tiara membawakan satu orang asisten untuk Mya. Jadi, Mya tidak akan membawa barang berat.
Mama Fina mengedipkan mata, seperti kode untuk Mya. Ya, beberapa menit yang lalu mereka sempat berbicara pribadi.
"Oh ya aku tunggu ya kabar calon teman anakku" ucap Mya
Hah?
Tiara tidak paham apa yang dimaksud Mya. Ia mengernyitkan dahi sebagai tanda meminta penjelasan.
"Itu? (Tunjuk Mya pada perut Tiara). Semoga saja dia tumbuh di perutmu" ucap Mya mengerlingkan matanya.
Tiara menatap ke arah perutnya yang ditunjuk Mya. Ia sekarang paham dimana arah pembicaraan.
"Terima kasih nak, doakan saja yang terbaik. Supaya Tiara cepat hamil" ucap Mama Fina
Hamil?
Siapa? Dirinya?
Bagaimana bisa?
Tiara melirik ke arah Ditto yang datar. Bagaimana bisa ia mengandung benih laki-laki disampingnya ini? Sedangkan mereka saja tidak pernah bersentuhan.
"Kau akan segera mendapatkan kabar bagus kak" jawab Ditto
Tiara menajamkan matanya, apa?!
Apakah maksudnya?
"Itu bagus, ku rasa secepatnya" jawab Mya
"Ya, secepatnya. Pasti orang tua kalian juga akan merasa senang" timpal Mama Fina
Ha?
Apalagi ini?
Tiara hanya diam membeku, kenapa kak Mya tiba-tiba membicarakan tentang anak? Bukankah sebelumnya sudah dibahas dengannya?
__ADS_1
Setelah Myandra masuk ke dalam pesawat, mereka semua kembali ke rumah. Sedangkan Tiara dan Ditto mereka menuju perusahaan, karena pekerjaan mereka sempat tertunda beberapa menit.
Selama diperjalanan Tiara hanya memandang keluar jendela. Otaknya masih memikirkan candaan Mya tentang dirinya yang hamil. Dan itu sungguh mengganggu pikirannya.
"Bisakah kamu datang ke ruangan ku?" Ucap Ditto
Mereka sudah berada di dalam lift menuju lantai ruang kerja mereka
"Ya" jawab Tiara
Setibanya di ruangan Ditto, mereka dikejutkan dengan seorang wanita cantik yang duduk manis di atas sofa. Dia sedang membaca dan membolak-balikkan halaman sebuah majalah. Wanita itu menoleh ke arah pintu karena terusik dengan kedatangan Ditto dan Tiara.
"Hai" sapanya lebih dulu
"Kenapa kamu ada disini?" Tanya Ditto
"Aku kangen sama kamu" ucap Sandra. Ia sengaja memberi kejutan pada Ditto. Namun, ia juga dikejutkan dengan adanya Tiara yang ikut masuk ke dalam ruangan Ditto.
"Tadi aku telpon kamu, tapi handphone kamu gak aktif" ucapnya manja yang langsung memeluk Ditto
Tiara merasa geli dengan wanita seperti itu. Ia lebih baik kembali ke ruangannya daripada mengganggu sepasang kekasih.
"Permisi" ucap Tiara yang membalikkan badannya meninggalkan ruangan Ditto.
Ditto hendak memanggil Tiara kembali, namun dicegah Sandra dengan sikap manjanya. Ia hanya bisa pasrah mendapati kekasihnya berada di kantor.
Sedangkan Tiara, ia mendengus sebal. Apa tadi maksudnya Ditto memintanya datang ke ruangan laki-laki itu untuk melihat mereka bermesraan?. Kurang kerjaan sekali
"Issh!" Decak Tiara
"Halo, ada apa?" Ketus Tiara
"Apakah begini nada bicaramu pada Daddy?" Tanya orang diseberang
Oh astaga
Tiara melihat layar handphonenya, tertera nama Daddy nya disana.
"Ah Daddy, ada apa menelpon anak mu yang cantik ini?" Tanya Tiara kikuk
Dan orang disana hanya menatap datar, mendengar suara anaknya yang merasa bersalah.
"Apa kau tidak melihat jadwal mu?"
"Apakah aku memiliki jadwal penting?" Tanya Tiara, ia merasa tidak ada tanggungan dengan perusahaan Daddy nya.
"Akan ada meeting hari ini, dan kau sebagai Commissioner harus ikut dalam meeting" ucap Daddy Johnny
"Ayolah Dad, kedua kakakku kan bisa. Kenapa aku juga harus ikut?" Ucap Tiara
"Kakak mu itu sudah memegang kendali mereka masing-masing. Jangan kau pikir ku blokir akses mu, tetapi kau melepas tanggung jawabmu. Perusahaan tetap membutuhkan mu" jelas Daddy Leon
"Yes Dad, kapan meetingnya akan dimulai?" Tanya Tiara, ia memijat pelipisnya. Kepalanya benar benar pening, banyak beban yang harus ia tanggung di pundaknya.
"Sepuluh menit lagi, meetingnya akan dimulai" jawabnya
__ADS_1
"Apa?! Hei Dad, aku berada di perusahaan suamiku. Dan aku disini juga bekerja, bagaimana bisa dalam waktu sepuluh menit?" Ucap Tiara
"Princess sayang, apakah otakmu ini sudah pecah? Kau pasti punya caranya"
"Oke, You know that"
Setelah itu panggilan segera di akhiri. Tiara langsung bersiap-siap menuju sebuah tempat rahasianya selama ia berada di negara ini.
Tiara keluar dari ruangannya dengan sedikit tergesa-gesa. Saat Tiara berlari menuju lift, ternyata ada Reza yang melihat kepergian dari istri sahabatnya itu.
"Mau kemana dia, tergesa-gesa sekali?" Pikir Reza
Saat ia akan masuk ke dalam ruangan Ditto. Ia sudah di dahului dengan pintu terbuka dari dalam. Betapa terkejutnya, melihat Sandra berada di ruangan Ditto.
Sandra melewati Reza begitu saja, tanpa menegur sapa. Reza hanya menatap heran kepada wanita yang sudah hilang dari penglihatannya. Ia lebih meneruskan kembali masuk ke ruangan Ditto.
"Ada apa?" Tanya Ditto melihat kedatangan Reza
"Kenapa wanita itu ada disini?" Tanya Reza, Ditto hanya mengangkat bahunya acuh
"Aku hanya ingin memberitahu mu tentang penyerangan kemarin" ucap Reza mengambil duduk di depan Ditto
"Apa yang kau dapatkan?"
"Orang yang mencelakaimu adalah Veer Malik dari Remalk Corp. Tetapi, sepertinya sasarannya bukan kau" ujar Reza
"Sepertinya kita tidak ada hubungan apapun dengan perusahaan Malik" ucap Ditto
"Ya, dan kau tahu? Sasarannya adalah Tiara, istrimu" ucap Reza membuat Ditto membelalakkan matanya
"Bagaimana bisa? Kenapa Tiara bisa mengenal Tuan Veer?" Berbagai pertanyaan bersarang di kepala Ditto. Bagaimana bisa istrinya itu memiliki musuh sebesar keluarga Malik.
"Itu yang perlu kau tanyakan padanya, sepertinya ini bukan masalah sepele. Ku rasa istrimu itu memiliki sejuta rahasia" ucap Reza
"Bagaimana bisa kau tahu?"
"Aku sudah melacak alamat server internet milik nya, namun tidak bisa. Seperti ada benteng tinggi yang membuat menutup seluruh identitasnya" ucap Reza
Ditto termenung memikirkan Tiara. Apakah benar yang dikatakan sahabatnya itu, jika Tiara bukan orang biasa? Tetapi, bagaimana bisa?
"Coba kau cari tahu tentang kakak iparku, Kak Mya" ucap Ditto
"Hasilnya sama, Tidak bisa. Ku sarankan agar kau cari tahu langsung pada istrimu" ucap Reza
Ditto diam, memikirkan siapa istrinya itu?
"Oh ya, aku tadi melihatnya keluar ruangan seperti tergesa-gesa. Ku rasa ada hal penting" ucap Reza memberitahukan kepergian Tiara tadi.
"Kemana?"
"Entahlah, bahkan saat memencet tombol lift pun tidak sabar"
Kemana perginya? Apakah dia marah karena ada Sandra? Tetapi, kenapa harus marah?
Eoh, apa rahasianya akan terbongkar? Hem, sepertinya akan terkuak sedikit xixixi
__ADS_1