The Secret My Istri Kontrak

The Secret My Istri Kontrak
Be his wife


__ADS_3

Hari terus berganti, tak terasa hari yang ditunggu-tunggu akhirnya sudah tiba. Semua sesuai ekspetasi, persiapan sudah seratus persen. Dan hari ini dua anak manusia berbeda jenis akan mengucapkan sebuah janji yang terikat selamanya dihadapan tuhan.


Tiara merasa gelisah. Ia memakai gaun pengantin putih panjang (ball gown), dengan lengan pendek rendah dan mengekspos bahu putihnya ditambah rambut yang di sanggul rendah memperlihatkan leher jenjangnya, dan jangan lupakan make up naturalnya. Benar-benar bak dewi yunani, sangat cantik.


"Anda sangat cantik nona" puji perias


"Terima kasih"


Tak lama kemudian Mama Fina dan Mama Starla masuk ke dalam ruang rias Tiara.


"Wah, apakah ini menantuku? Cantik sekali" puji Mama Fina


"Aku juga tidak menyangka, putriku menjadi seorang princess" sahut Mama Starla


"Kalian juga sangat cantik" puji kembali Tiara pada dua wanita paruh baya itu.


"Disini yang menjadi pemeran utamanya kamu, jadi kamu yang paling cantik" ucap Mama Starla


"Terima kasih Ma. Maafkan Tiara jika selama ini Tiara banyak menyusahkan Mama dan Papa, Tiara mohon doa dan restu Mama untuk membina rumah tangga" ucap Tiara memerankan peran putri kandung


"Tidak, tidak. Seharusnya Mama yang meminta maaf, Mama masih belum bisa menjadi ibu yang baik untuk kamu" balas Mama Starla


"Kalian membuat ku terharu" ucap Mama Fina melihat interaksi antara Tiara dan Mama Starla


"Sudah sudah, hari ini adalah hari bahagia tidak ada yang boleh sedih" ucap Mama Fina menyudahi kesedihan antara ibu dan anak itu.


"Ayo kita menemui Papa mu, sebentar lagi acaranya segera dimulai" ucap Mama Starla


Kedua wanita itu berjalan beriringan dengan menggandeng Tiara ditengah nya.


Suara musik piano dan gitar akustik mulai terdengar mengiringi langkah Tiara diatas karpet putih di dampingi Arlan. Bernuansa white, gold, dan silver menambah kesucian upacara pernikahan mereka.


Terlihat disana Ditto berdiri tegap dengan tuxedo putih yang senada dengan gaun Tiara, sepetik bunga terselip di saku jasnya.


Tamu yang datang semuanya adalah tamu VIP. Dan para undangan yang lain mereka akan menghadiri acara resepsi nanti malam.


'Ya tuhan, Maafkan anakmu yang berdosa ini, membuat pernikahan suci yang didasari cinta dan kasih menjadi pernikahan yang didasari perjanjian.'


Tanpa Tiara sadari ternyata Ditto sudah mengulurkan tangannya. Arlan menarik tangan kanan Tiara dan mempersatukannya dengan tangan Ditto.


"Saya serahkan Tiara sama kamu, Ditto. Jaga dia, bahkan menggunakan nyawa kamu sekalipun, karena dia adalah berlian. Saya tak butuh harta kamu, yang saya butuhkan kebahagian yang kamu berikan pada Tiara" tutur Arlan lembut


Tiara sangat kagum dengan dua orang yang menjadi orang tuanya. Mereka sangat sempurna dalam memerankan akting ini.


"Ditto janji, Pa" jawab tegas Ditto .


Kini Ditto dan Tiara saling berhadapan, saling menggenggam di depan pendeta. Mereka akan memulai berjanji di hadapan sang tuhan menjalani sebuah ikatan pernikahan.


"Dangan nama Tuhan, Saya sebagai hamba tuhan menyatakan bahwa saudara Ditto Axelio dengan saudari Tiara Ghea resmi dan sah menjadi suami istri dihadapan Tuhan" ucap pendeta meresmikan pernikahan mereka setelah keduanya mengucapkan janji suci.


Prok prok prok


Suara tepuk tangan dari para tamu undangan yg ikut merasakan kebahagian dari pernikahan Ditto dan tiara. Ditto memasukkan cincin ke jari manis Tiara, begitupun sebaliknya.


"Sekarang kalian boleh berciuman sebagai tanda sah suami istri" ucap sang pendeta


Tiara merasakan sebuah kecupan hangat di pipi kanannya. Cukup dalam dan lama, hingga suara tepuk tangan para tamu undangan kembali terdengar lebih nyaring.


Sepasang mata menatap ke arah pasangan baru dengan tatapan tajam, tidak, namun tatapan itu mengarah pada si wanita.


Dia sangat membenci wanita itu, wanita yang merebut miliknya. Kedudukan yang seharusnya ia tempati.


***


Malamnya, setelah acara pemberkatan mereka selesai. Kini berlanjut acara resepsi yang akan dihadiri seluruh para tamu undangan dari kalangan menengah hingga VVIP. Pesta pernikahan mereka digelar di sebuah hotel bintang lima termewah.


Dekorasi bergaya sederhana tapi elegant dan mewah. Mamah Fina yang mengusulkan untuk menggelar pesta dengan mewah dan big party. Awalnya Ditto dan Tiara meminta acara pemberkatan saja, tapi wanita tua itu menolak. Menurutnya mereka dari keluarga terpandang hanya menggelar acara sederhana, bisa bisa ia dibuat cibiran oleh teman teman sosialitanya.


Para tamu undangan memberi ucapan selamat pada Ditto dan Tiara. Mereka berjabat tangan pada pasangan pengantin baru di atas pelaminan. Cukup lama, membuat kaki Tiara sedikit kram karena terlalu lama berdiri.

__ADS_1


"Selamat ya, aku tak menyangka kau akan menikah secepat ini" ucap Mya memeluk Tiara, sebelumnya Mya juga mengucapkan selamat pada Ditto.


"Terima kasih"


"Aku berdoa semoga rumah tangga kalian sampai tua" ucap Mya


"Amin"


"Permainan mu sudah di mulai, dan mungkin disini ada kaki tangan Daddy" ucap Mya berbisik dengan Tiara


"Ya, aku tahu itu. Ku akui bahwa mereka sangat handal dalam penyamaran" jawab Tiara,


"Dan kau tahu? Ada yang datang malam ini" bisik Mya


"Siapa?" Balas Tiara


"The Red Moon"


"Apa?! Benarkah?" Tanya Tiara


"Ya, aku hanya bisa membantumu sedikit. Aku tak bisa menjamin jika mereka akan pergi sebelum kau datang" ucap Myandra


"Must be tonight?"


"No, malam ini sudah ku selesaikan. Mungkin besok" jawab Mya, Tiara mengangguk paham


"Ehem" dehem Ditto, membuat Tiara dan Mya menyelesaikan acara bisik bisik mereka.


"Ya sudah kalau begitu aku akan makan dahulu ya" pamit Mya


Tak lama setelah Myandra menuruni panggung pelaminan, datang laki-laki tampan, gagah, dan tinggi. Sudah dari jauh dia tersenyum manis menghampiri pengantin baru.


"Happy wedding, dude" ucapnya sedikit memeluk Ditto


"Hem" jawab Ditto sedikit malas dengan kedatangan sang sepupu.


"Selamat ya" yang juga menjabat tangan Tiara


"Ah, panggil saja Reas. Kita tidak sedang dalam pekerjaan, saya kakak sepupu Ditto" ucap Andreas membenahi jawaban Tiara, Tiara mengangguk menyetujui ucapan Andreas


"Aku tidak menyangka jika kau akan menikah secepat ini. Dan aku juga sangat terkejut wanita cantik yang menjadi GM baru di kantormu sudah sold out" ucap Andreas seperti menyesali


"Enyalah kau!" Ucap Ditto


"Haha, tenang bro. "


"Jika kau berubah pikiran dengan laki-laki ini, dengan senang hati aku menerima mu" ucapnya pada Tiara sebelum melangkahkan kakinya untuk bergabung dengan tamu yang lain.


Akhirnya acara resepsi pernikahan Ditto dan Tiara selesai. Mereka kembali ke kamar hotel, untuk malam ini mereka semua akan menginap di hotel tempat acara resepsi Ditto dan Tiara digelar.


Kini Tiara dan Ditto berada di kamar yang sama. Meskipun ada rasa canggung, mereka berusaha untuk tetap biasa saja.


Tiara melepas aksesoris yang melekat pada rambutnya begitu juga perhiasan. Ia sedang menunggu Ditto untuk berganti kamar mandi.


Tidak. Malam ini bukan seperti malam pengantin baru pada umumnya. Sudah jelas tertulis di surat perjanjian kemarin bahwa tidak ada kontak fisik.


"Siapkah untuk menjalani pernikahan kontrak ini?" Tanya Tiara pada pantulan dirinya di cermin


"Bisakah pernikahan ini berjalan sesuai alurnya?"


Setelah melepas jepitan dan membersihkan make upnya Tiara berjalan menuju jendela. Tiara bersedekap dada dan menatap keluar jendela.


Beberapa jam yg lalu, ia telah berjanji dihadapan Tuhan. Berjanji menjadi istri dari Ditto. Tiara orang yang selalu menepati janji, dan dia serius dalam mengucapkan janji. Apakah janji pernikahan ini termasuk nya?


Kehidupan Tiara yang berbahaya. Tentang siapa dirinya? Bagaimana nanti kehidupan rumah tangganya?, Biarlah waktu yang menjawab.


Suami — Istri


Bahkan Tiara tak terpikirkan untuk menikah secepat ini, jangankan menikah lelaki yang ia inginkan saja belum tahu seperti apa. Dan ia sekarang menyandang status istri dari Ditto Aaron, lelaki dingin yang tak menginginkan pernikahan ini.

__ADS_1


***


Keesokan paginya Tiara bangun lebih awal, dan Ditto masih tidur nyenyak di sebelahnya.


Semalam tidak ada hal yang terjadi, mereka tidur saling memunggungi.


Tiara segera masuk ke dalam kamar mandi. Hari ini ia memakai style santai, dress perpaduan antara warna hitam dan putih. Tiara dan Ditto sebenarnya tidak ingin cuti, namun dengan paksaan Mama Fina begitu juga Papa Zyan mengatur cuti untuk mereka sehari saja.


Tiara menyisir rambutnya sembari menunggu Ditto bangun. Dia bingung, pantaskah ia memanggil nama pada bosnya itu?


Tak lama kemudian, Ditto bangun dari tidurnya. Ia menelisik sekitar kamar hotel, netranya terhenti ketika melihat seorang wanita duduk di sofa dengan membaca sebuah majalah.


"Mandilah, kita akan sarapan bersama" ucap Tiara yang menyadari bahwa Ditto sudah bangun.


Tanpa menjawab Ditto bangkit dan menuju kamar mandi.


Lima belas menit,


Mereka semua sudah berada di meja makan. Ya, seluruh keluarga besar pengantin baru itu masih berada di hotel. Mereka akan sarapan bersama.


Mama Fina melontarkan banyak pertanyaan yang membuat Mama Starla juga ikut menggoda pengantin baru itu.


"Kita juga siap menerima cucu" ucap Mama Fina


"Doa kan saja, Ma" jawab Ditto


"Jangan ditunda-tunda, keluarga itu lebih penting daripada harta" ucap Mama Fina


"Ya"


Selesai sarapan, Myandra melirik kearah Starla dan Arlan, layaknya sebuah kode. Starla yang paham akan arti kode bosnya menganggukkan kepala.


"Sebelumnya saya ingin meminta maaf pada semuanya, kami tidak bisa terlalu lama disini. Kami harus kembali pulang, masih ada pekerjaan lain." Ucap Papa Arlan


"Eh, secepat ini?" Tanya Mama Fina


"Ah, iya maafkan kami. Rasanya sangat berat, namun waktu cuti kami juga sudah habis. Saya titip putri saya ya jeng" ucap Mama Starla


"Ah, kenapa cepat sekali. Padahal saya ingin mengajak untuk berbelanja bersama" ucap Mama Fina


"Semoga lain waktu bisa berkunjung kesini lagi" jawab Mama Starla


"Kenapa Mama pulang secepat ini? Kemarin aku baru saja menikah" ucap Tiara dengan nada sedih


"Maafkan Mama, nanti Mama akan sering menghubungi mu" jawab Mama Starla menghibur Tiara


"Baiklah, kita akan mengantarkan Mama dan Papa ke bandara" ucap Ditto


"Tidak perlu, kau jaga Tiara saja. Kalian habiskan waktu bersama, pamali jika pengantin baru langsung bepergian jauh. Masih ada nak Myandra yang akan mengantarkan Mama dan Papa" jawab Papa Arlan


Myandra tersenyum manis.


"Kami pamit dulu ya, kau hati-hati nak. Jaga kesehatan mu, semoga segera diberi momongan" harapan Mama Starla


"Mama juga hati-hati, doakan saja" jawab Tiara


"Papa titip Tiara ya, jaga dia" ucap Papa Arlan dan Ditto mengangguk sebagai jawaban


"Kalian hati-hati"


Setelah berpamitan dengan semuanya. Mama Starla, Papa Arlan, dan Myandra masuk ke dalam sebuah mobil yang sudah disiapkan Tiara.


Sepeninggalan orang tua Tiara dan Mya, mereka juga kembali pulang ke rumah Maximilian. Untuk saat ini Ditto dan Tiara akan tinggal di rumah Maximilian. Karena Mama Fina kekeh belum siap jika berpisah dengan anak dan menantunya.


...****************...


Istri kontrak yang paling diincar, bahkan sepupunya saja mau menunggu janda Tiara 😄.


Tunggu saja Reas sebentar lagi mereka akan berpisah kok 🤫

__ADS_1


...Undangan Terbuka untuk Readers online...



__ADS_2