The Secret My Istri Kontrak

The Secret My Istri Kontrak
Maksud di balik batu


__ADS_3

Mobil yang ditumpangi Tiara akhirnya sampai di kediaman Maximilian. Sang sopir membukakan pintu mobil untuknya. Tiara melangkah masuk karena dia sudah di tunggu oleh seorang pelayan yang sudah berdiri di depan pintu.


"Tuan, nona Tiara sudah datang" ucap pelayan yang membawa Tiara masuk menemui Tuan Zyan.


"Bawa masuk"


"Siapa Pa? Jangan bilang itu selingkuhan Papa" hardik Mama Fina, istri Papa Zyan


"Nanti juga Mama akan tahu" acuh Papa Zyan yang memilih membaca koran, sedangkan Mama Fina sudah mengerucutkan bibirnya mendengar jawaban acuh suaminya.


"Selamat malam Tuan dan Nyonya Maximilian" sapa Tiara sedikit membungkukkan badannya.


Mama Fina menoleh mendengar sapaan padanya. Matanya menatap takjub pada Tiara. Meskipun terlihat kolot tapi pembawaan Tiara sangat anggun dan berkelas.


"Selamat malam" balas mereka, kemudian mereka beranjak berdiri untuk mendekat


"Oh ya Ma, perkenalkan ini Tiara manager baru di perusahaan. Dan Tiara ini istri saya Fina" ucap Papa Zyan memperkenalkan


"Senang bertemu dengan anda Nyonya Maximilian, anda cantik sekali" puji Tiara


"Oh terima kasih. Ku pikir kamu selingkuhan suami saya. Kamu juga tak kalah cantik, ayo panggil Tante Fina saja jangan sungkan" ucap Mama Fina dengan senang, entah apa yang merasukinya tiba-tiba bisa se-senang ini.


"Maaf nyonya menurut saya itu tidak sopan" jawab Tiara dengan sopan


"Tidak tidak, Tante sangat senang mendengarnya" ucap Mama Fina


"Em... Baiklah, Tante Fina anda juga bisa memanggil saya Tiara"


"Ayo ikut Tante sekarang, kita makan malam bersama" ajak Mama Fina yang hendak meraih tangan Tiara


"Mama, tunggu Ditto datang dulu"


"Biarkan saja anak itu, ayo Tiara kita ke meja makan sekarang" ajak Mama Fina yang menarik Tiara, Tiara menatap bingung pada istri atasannya. Kenapa sangat bersemangat?


Akhirnya mereka memilih mengobrol di meja makan sembari menunggu Ditto. Mama Fina sangat senang bisa bercengkrama dengan Tiara. Pembicaraan mereka terus menyambung bahkan asik sendiri.


Tak lama Ditto datang dengan Sandra.


"Maaf terlambat" ucap Ditto


"Selamat malam Om, Tante" sapa Sandra


Mereka mengalihkan atensinya sejenak dan kemudian menatap acuh tanpa membalas sapaan Sandra.


Tiara menatap Sandra lekat, sepertinya dia mengenal siapa wanita itu.


'Dia, bukannya Casandra Barack artis yang sedang naik daun di negara ini?' Batin Tiara


"Pa, Ma!" Ucap Ditto menggeram untuk membalas sapaan Sandra


"Malam" sapa balik mereka


Beberapa menit yang lalu Mama Fina masih bisa memancarkan tawa senang, namun kini berubah bersikap dingin begitu juga Papa Zyan.

__ADS_1


Tiara merasa ada yang tidak beres, setelah kedatangan Ditto dan Sandra.


Ditto menatap lekat pada wanita di sisi mamanya. Ia mengingat ingat siapa wanita itu.


"Kau GM baru pagi ini kan?" Tanya Ditto dan Tiara membalasnya dengan anggukan


Kemudian Ditto menatap kearah papanya, kenapa bisa mengundang GM baru yang kolot ini?


"Lebih baik kita makan dulu" ucap Papa Zyan


Mereka makan dengan tenang. Namun, tidak dengan Mama Fina dia terus berceloteh dengan Tiara melemparkan berbagai pertanyaan.


"Kamu umur berapa?" Tanya Mama Fina, namun Ditto menjawab karena merasa pertanyaan yang dilontarkan mamanya untuk kekasihnya.


"Sandra umur dua puluh lima, sama denganku" jawab Ditto, tetapi ditatap sinis oleh Mama Fina


"Umur kamu berapa, Ra?" Tanya Mama Fina pada Tiara. Sedangkan Ditto merasa kesal karena mamanya memilih pada GM baru yang kolot.


"Saya dua puluh empat tahun" jawab Tiara


"Wah, masih muda sudah menjabat sebagai GM. Hebat sekali" puji Mama Fina, Tiara membalasnya dengan senyuman.


"Kamu punya saudara?" Sepertinya tingkat keingintahuan Mama Fina mulai aktif


"Saya tiga bersaudara, anak terakhir" jawab Tiara, menghentikan aktivitas makannya dan menjawab pertanyaan dari Mama Fina


"Saudara kamu kerja apa? Apa sudah menikah?" Tanya Mama Fina


"Mereka bekerja di Xander Group, dan mereka sudah menikah" jawab Tiara


"Wow!"


"Kalian bertiga bekerja di perusahaan yang sama?" Tanya Papa Zyan


"Iya"


"Kamu juga pernah bekerja di Xander Group? Hebat sekali, kenapa sekarang kamu memilih perusahaan kecil ini?" Puji Mama Fina dengan nada merendah


"Iya, terima kasih. Tapi Maximiliano Comp juga tak kalah hebat"


"Tapi-"


"Ma, kita makan dulu setelah itu bisa mengobrol" sela Papa Zyan karena istrinya tak akan ada habisnya berbicara.


***


Sepuluh menit kemudian mereka menyelesaikan acara makan malam. Dan kini mereka semua berkumpul di ruang tamu. Suasana tetap sama, orang tua Ditto mengacuhkan keberadaan Sandra diantara mereka.


Mereka menganggap keberadaan Sandra hanyalah angin. Sebegitu-nya mereka membenci Sandra.


"Pa, ada yang ingin Ditto bicarakan" ucap Ditto membuat mereka semua menatap pada laki-laki itu.


"Ditto menyetujui permintaan Papa kemarin. Ditto akan menikah, dengan Sandra" ucap Ditto membuat mereka terkejut

__ADS_1


"Tidak setuju!" Ucap Papa Zyan bersamaan dengan Mama Fina, bahkan Mama Fina paling keras.


Tiara rasanya ingin kabur saja, ini mencekam. Dan dia harus berada ditengahnya.


"Mama tidak akan pernah menyetujui hubungan kalian, bahkan sampai menikah pun!" Ucap Mama Fina mutlak


"Tapi Ma, aku sayang sama Sandra. Tolong beri restu pada kami" ucap Ditto


Tiara menatap aneh, baru tadi pagi CEO nya bersikap datar dan sekarang memelas restu.


"Tidak, Mama tidak setuju!" kekeh Mama Fina


"Ma!" Bentak Ditto membuat Mama Fina terkejut, hatinya tercubit ketika anaknya yang Ia besarkan tega membentaknya hanya karena wanita tak jelas identitasnya.


Mama Fina tidak kuat menahan tangis, cairan bening itu membasahi pipi yang memiliki kerutan tipis.


"Kamu membentak Mama?!" Ucap Papa Zyan yang tersulut emosi karena anaknya berani membentak wanita kesayangannya.


"Maaf Ma, bukan maksud Ditto untuk membentak Mama"


Mama Fina menangis sejadinya, dengan telapak tangan yang menutupi matanya.


Hal itu membuat Tiara merasa iba, tangannya terulur untuk menenangkan Mama Fina. Tiara menyentuh pundak Mama Fina, tetapi Tiara dikejutkan dengan reaksi Mama Fina yang langsung memeluknya untung saja tidak sampai jatuh.


"Papa sudah memilihkan yang terbaik untuk kamu, jadi sudahi hubungan mu dengan dia" ucap Papa Zyan, yang membuat semuanya terkejut bahkan Mama Fina langsung menatap ke arah suaminya.


"Papa tidak bisa bersikap seperti itu, aku memiliki hak untuk memilih dan menolak" jawab Ditto, ia benar benar kesal dengan sikap papahnya yang keras kepala dan suka mengatur.


"Tidak ada bantahan! Kamu pilih saja, karir dia hancur atau kamu keluar dari kartu keluarga?" Ancam Papa Zyan


Terkejut? Tentu, semuanya. Sepertinya Papa nya ini sangat marah hingga mengeluarkan kartu merah.


"Pa! Papa tidak bisa mengancam ku begitu!"


"Ditto, sudah jangan bertengkar lagi" ucap Sandra agar kekasihnya tidak berbicara keras pada orangtuanya.


"Heh, kenapa takut?"


"Ditto tidak pernah takut sekalipun. Terserah Papa jika ingin menendang ku keluar dari keluarga ini" tegas Ditto, tentu ia tidak mungkin untuk mengorbankan karir kekasihnya. Jerih payah kekasihnya hingga menjadi cemerlang, tidak akan mungkin Ditto renggut.


"Baik, jika itu mau mu"


"Memangnya Papa ingin menjodohkan Ditto dengan siapa?" Tanya Mama Fina, pasalnya suaminya ini tidak memberitahu perihal perjodohan putranya.


"Tiara"


"SETUJU!"


...****************...


.


Otewe kondangan😄. Haduh, Mama Fina setuju setuju aja gak tahu apa kalau Tiara itu berbahaya 😈

__ADS_1


__ADS_2