The Secret My Istri Kontrak

The Secret My Istri Kontrak
Signature contract


__ADS_3

Setelah Ditto memberitahu bahwa perjodohan konyol ini dilaksanakan. Sandra terus meronta untuk Ditto tetap memberikan waktu luang padanya. Seperti yang dilakukan beberapa waktu lalu menemani Sandra berbelanja.


Awalnya Sandra sangat tidak setuju. Dia marah. Beberapa waktu lalu Sandra dan Ditto juga sempat bertengkar, setelah Ditto memberikan penjelasan akhirnya Sandra luluh. Namun, bukan berarti melepas Ditto begitu saja.


Ditto dan Tiara sudah sampai di depan sebuah butik terkenal di negara X. Pemilik butik ini merupakan teman karib dari Mama Fina.


Mereka berdua masuk ke dalam butik tersebut, dan langsung disambut baik oleh pemilik butik.


"Halo selamat pagi, Tuan muda Maximilian dan nona Tiara" sapa pemilik butik, sebut saja Tante Melda.


"Pagi" balas Tiara tidak dengan Ditto


"Panggil Tante Melda saja ya, ayo akan Tante tunjukkan pakaian kalian. Tuan muda Ditto kau bisa ikut dengan karyawan ku ini" ucap Tante Melda


Tiara mengikuti langkah kaki Tante Melda, mereka menuju ke sebuah ruangan yang bisa dipastikan bahwa ruangan itu terlihat khusus.


Dan terlihatlah ada lima gaun putih bersih. Dan ini semua adalah pilihan Mama Fina begitu juga Mama nya, Starla. Semua gaun itu terlihat sangat seksi. Mulai dari tanpa lengan, belahan dada rendah, begitu juga punggung belakang yang terekspos luas.


"Ini adalah gaunmu yang sudah dipilihkan oleh Fina dan nyonya Starla. Kau bisa memilih salah satu dari kelima pilihan mereka" ucap Tante Melda


Tiara bingung harus memilih gaun yang mana, gaun itu meskipun terlihat seksi tapi sangat memukau. Mata Tiara tak sengaja melihat salah satu gaun di belakang kelima gaun itu. Elegan, mewah, dan sederhana dengan motif bunga, meskipun pundaknya juga terekspos.


"Bagaimana jika saya memilih yang di belakang?" Tanya Tiara


"Wah, pandangan mu sangat bagus. Kau tau? gaun itu sudah ku rancang lama, namun tak ada yang tertarik karena desainnya yang biasa" ucap Tante Melda, Tiara hanya tersenyum saja.


"Tetapi kualitas gaun itu sangat baik bukan?" Tanya Tiara


"Ya, sangat baik. Benangnya saja terlapisi oleh berlian putih. Kau bisa mencobanya" ucap Tante Melda


Tiara dituntun ke sebuah kamar ganti.


Lima belas menit kemudian, gaun yang dipilih Tiara sudah melekat pada tubuhnya. Sangat pas, bahkan gaun itu seperti dibuat khusus untuk Tiara.


"Wow, Tante tidak menyangka bahwa gaun ini akan sangat terlihat cantik jika kau yang memakainya" puji Tante Melda menata gaun Tiara dari cermin.


"Tidak, tidak. Justru anda sangat hebat membuat gaun yang cantik seperti ini" balas Tiara


"Kau rendah hati sekali"


Selesai menata juga merapikan penampilan gaun itu. Tante Melda membawa Tiara untuk diperlihatkan pada Ditto. Disana Ditto sedang membaca sebuah majalah.


"Lihatlah, bagaimana cantik bukan calon istri mu?" Ucap Tante Melda


"Ya" jawab singkat Ditto tanpa menoleh sedikit pun

__ADS_1


"Apakah gaunnya bagus?"


"Ya,bagus" jawab Ditto disertai lirikkan singkat


Ditto enggan melihat Tiara, matanya masih fokus pada sebuah majalah.


"Baiklah kalau begitu" kemudian Tante Melda mengajak Tiara untuk berganti pakaian semula.


Cukup lama mereka di butik, sekarang sudah waktunya untuk makan siang. Ditto mengajak Tiara ke sebuah restoran yang tak jauh dari kantor. Mereka menghabiskan waktu makan siang tanpa pembicaraan sama sekali.


Bahkan Tiara merasa kaku, ia harus bersikap diam dan sulit untuk bergerak. Hanya denting sendok garpu dan piring saja yang berani bersuara.


Selesai makan siang, mereka kembali ke kantor. Tidak ada tujuan lain lagi. Baik vendor, catering, gedung, dan lain-lain sudah di kerjakan oleh orang tua mereka.


Setibanya di lantai dua puluh, tiba-tiba Ditto meminta Tiara untuk datang ke ruangannya.


Tiara hanya mengekor dibelakang Ditto, ia tidak tahu ada maksud apa dari bosnya ini.


Saat di ruangan Ditto, Ditto duduk di kursinya mempersilahkan Tiara untuk duduk di depannya.


"Ada yang bisa saya bantu?" Tiara beranikan bertanya, karena Ditto hanya diam membisu saja.


Ditto mengambil sebuah map dan memberikannya pada Tiara.


"Kau bisa membacanya" ucap Ditto, Tiara perlahan membuka map yang diberikan oleh Ditto.


Surat Perjanjian Pernikahan



Pihak pertama dan kedua dilarang mencampuri urusan masing masing


Pihak pertama dan kedua tinggal satu rumah dari pihak pertama.


Pihak pertama dan kedua bebas melakukan apapun, selagi ada batasan


Tidak ada kontak fisik, hanya dibutuhkan di waktu tertentu


Pihak kedua dilarang bertemu dengan lelaki lain


Tidak boleh saling mencintai


Pihak kedua berhak meminta nafkah pada pihak pertama (min 500.000.000 / bulan)


Pihak kedua harus menjalankan kewajibannya sebagai istri

__ADS_1


Pihak kedua tidak berhak meminta cerai lebih dulu


Pernikahan berlangsung selama satu tahun.


Dilarang ada pihak ketiga yg mengetahui isi perjanjian



Pihak pertama : Ditto Maximilian


Pihak kedua : Tiara Leonna


"Maksudnya, pernikahan ini adalah pernikahan kontrak?" Tanya Tiara dan diangguki Ditto


"Kau tahu aku masih memiliki kekasih, dan juga aku tak menginginkan pernikahan ini ada" ucap Ditto


Tiara menganggukkan kepalanya mencoba mengerti keadaan Ditto.


"Jika kau ada permintaan lain kau bisa menambahkannya" timpal Ditto


"Dalam sebuah kerjasama selalu ada keuntungan di masing-masing pihak, dimana keuntungan saya?" Tanya Tiara


Jika kemauan Ditto melakukan pernikahan kontrak, Tiara tidak akan sungkan lagi.


Ditto menatap ke arah Tiara tenang.


'Wanita ini tidak bisa diremehkan'


"Apapun yang kau minta" jawab Ditto


"Baik, akan saya tuliskan. Keuntungan pihak kedua adalah apapun yang diminta. Dan untuk permintaan saya tidak banyak, saya hanya ingin komunikasi ini lebih baik saja" ucap Tiara


"Baik, kamu bisa menandatanganinya. Masing-masing mendapatkan salinannya." Ucap Ditto


Setelah menandatanganinya, Ditto dan Tiara mendapat satu lembar kontrak. Setelah itu Tiara kembali ke ruangannya.


Tiara meletakkan kertas yang berisi perjanjian pernikahan di atas meja kerjanya. Menabrakkan punggungnya pada sandaran kursi.


"Apalagi ini? Sungguh lucu"


...****************...


**Pendek ya? iya, soalnya harus dibagi chap selanjutnya. Tapi masih bisa up banyak banyak kok 🤗


Sumpah, apa emang perasaanku aja kalo tiba-tiba ceritanya udah gak nyambung. Padahal ini cerita pertama aku 😭, help me guys**.

__ADS_1


__ADS_2