The Secret My Istri Kontrak

The Secret My Istri Kontrak
Angel


__ADS_3

Tiara mengendarai mobilnya menuju apartemen miliknya. Selama tinggal di negara X dia merasakan ketenangan belum ada tanda-tanda penyerangan dari musuh. Tiara rasa pergi ke negara ini lumayan aman untuknya.


Namun Tiara terus waspada, karena penyerangan musuh bisa saja sewaktu-waktu menyerangnya. Tiara yakin jika mereka pasti sedang menyusun rencana untuk membunuhnya, karena saat ini ia telah di block dari anggota.


Setelah sampai di gedung Apart nya, Tiara segera masuk membersihkan dirinya untuk beristirahat.


Drrt drrt


Ponsel Tiara berdering, sudah beberapa kali sambungan telpon itu tak terjawab. Dan si pemilik ponsel baru saja keluar dari kamar mandi yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk.


"Siapa yang menelepon ku?" Gumam Tiara, yang kemudian berdering lagi.


"Ya, halo?"


"...."


"Baik, kau kirimkan saja alamatnya" ucap Tiara memutuskan sambungan telepon itu.


Ting


Alamat: Jl. Anonim no. 1043


Gedung tua lantai 5


Sepertinya Tiara mendapatkan mainan baru. Dia akan berolahraga. Orang yang menelponnya merupakan salah satu anak buahnya. Perlu kalian ketahui bahwa Tiara memiliki nama Angel, seorang pembunuh bayaran.


Tiara memakai baju serba hitam, topi baseball dan masker. Tiara tak ingin dicurigai saat berjalan di koridor apartemen, dengan gesit ia berjalan seperti menyisakan bayangan saja.


Tiara mengendarai mobilnya menuju alamat yang diberikan tadi. Sudah lama dia tak mendapatkan pekerjaan ini.


Tiara bersandar di pintu mobilnya. Ia sudah sampai di bawah gedung tua yang dimaksud. Menatap lurus kearah gedung itu. Bukan Tiara ceroboh atau tak punya persiapan. Sudah hal biasa baginya, jika tak membawa banyak senjata. Cukup pistol terisi penuh sudah sangat membantu aksi Tiara.


Tiara berjalan dengan santai tanpa takut kalo disana nanti memiliki banyak pasukan. Satu persatu anak buah targetnya muncul. Mereka semua membawa beberapa benda, tongkat kayu, pisau, dan pistol.


"Siapa kau?" Tanya salah satunya


Tiara diam tanpa mau menjawab pertanyaan lelaki bertubuh krempeng itu.


"Heh! Kalau ditanya itu dijawab! Kau mau apa datang kesini ?" Kesal lelaki sebelah nya


"Dimana bosmu ?"tanya Tiara dengan suara dinginnya


"Kau ingin bertemu bos kita ? Kau ini siapa ? Punya kepentingan apa dengan bos kami ?"


Diam dan tak menjawab

__ADS_1


"Kurang ajar sekali kau ini, ayo hajar saja !" ajak lelaki pertama tadi, dan mereka menyerang Tiara secara bersamaan, delapan lawan satu.


Perkelahian di antara mereka tak dapat dihindari, delapan orang yang menyerang Tiara satu persatu tumbang. Mereka salah jika harus melawan Tiara. Tiara memakai tangan kosong sedangkan mereka memakai sajam. Lengan kiri Tiara tergores sedikit, sedangkan mereka luka berat.


Tiara menghampiri salah satu lelaki yang masih setengah sadar.


"Jawab! Dimana bosmu?" Tiara mencengkram kuat rahang lelaki itu.


"Di-dia ada...ada di lantai atas, ka-kau lurus saja dan belok kanan" ucapnya dengan putus putus. Tiara menghempaskan begitu saja. Ia segera menuju lantai atas.


Setelah anak tangga terakhir, Tiara melihat tiga lelaki. Dua diantaranya berada di sisi kanan dan kiri dan satunya lagi berada di tengah menghitung uang dengan senangnya. Tiara yakini yang ditengah itu merupakan targetnya.


Tiara berjalan mendekat


"Hei! Siapa kau? Kenapa kau bisa datang kesini?!" Tanya lelaki tua


"Apa anda tidak senang bila kedatangan tamu?" Tanya Tiara remeh


"Langsung saja apa mau mu?" Lelaki itu tidak sabaran, ia marah terganggu oleh kedatangan Tiara.


"Uang anda banyak sekali ya, bagaimana kalau dibagi dengan saya?"


"Hahaha kau lucu sekali! Siapa kau, beraninya mau uangku"


Lelaki tua memberhentikan tawanya, ia terkejut bagaimana bisa Tiara membunuh anak buahnya tanpa menyentuh nya.


"Kau? Kau? Apa yang kau lakukan!" Lelaki gemetar takut


"Saya ingin kepala anda" lelaki itu mengambil pistol di sebelahnya dan menembak langsung Tiara, namun selalu meleset.


"Apa anda sudah puas bermainnya?" Tanya Tiara yang semakin mendekati lelaki itu, lelaki itu semakin gemetar ia berjalan mundur.


"Kau jangan mendekat!"


"Kenapa? Bukannya anda baru saja tertawa senang?" Tiara sudah bersiap dengan pistolnya dan mengarahkan tepat pada jantung lelaki itu.


"Ampun.. ampun saya tidak akan mengulanginya tolong maafkan saya" lelaki itu memohon


"Saya memaafkan anda"


Dor


Mati sudah lelaki itu, Tiara mengambil pisaunya. Ia membedah seluruh organ lelaki itu hingga berceceran. Darahpun muncrat mengenai bajunya dan lagi ia memisahkan kepala dan tubuh lelaki itu. Kepalanya untuk diserahkan pada clien yang menyewanya.


Uangnya? Tentu, Tiara mengemasi seluruh uang yang berserakan itu dimasukkan ke dalam tas miliknya. Tiara menenteng kepala yang baru saja dipenggalnya keluar dari gedung tua itu.

__ADS_1


Diluar gedung sudah ada dua orang yang sama berpakaian hitam. Sudah dipastikan jika anak buah klien nya juga ikut datang, menunggu Tiara untuk memberikan kepala lelaki tua itu yang sudah di penggal. Tiara meninggalkan tubuh yang sudah ia koyak begitu saja.


"Terima kasih" dua orang itu membungkukkan badan dengan hormat dan pergi


Tiara mengelap tangannya, ia segera pulang karena bau anyir sudah tercium di badannya.


***


Seminggu kemudian,


Tiara sudah stay di ruangannya, ia sedang meneliti beberapa dokumen. Matanya tak lepas menatap ke arah huruf-huruf alphabet dan grafik, sesekali ia membenarkan letak kacamatanya.


Tiba-tiba Tiara menyandarkan punggungnya. Ia menatap lurus ke sebuah pajangan abstrak. Ada yang mengganggu pikirannya. Tiara melepas kacamatanya memijat pangkal hidungnya.


"Bagaimana caranya aku melepas peperangan, sedangkan aksesku diblokir dan tidak diizinkan?" Gumam Tiara


"Dan lagi, sebuah perjodohan aneh yang menambah masalah"


Tok tok tok


Suara pintu ruangan Tiara diketuk, cepat cepat Tiara memakai kacamatanya.


"Masuk"


Ternyata Ditto yang mengetuk pintu ruangan Tiara. Ditto berjalan dengan langkah kaki lebar menghampiri meja Tiara.


Tiara segera beranjak dari duduknya untuk menyambut atasannya itu.


"Ada yang bisa saya bantu?" Sapa Tiara


"Mama meminta kita untuk ke butik" jawab Ditto to the point.


Ya, jangan lupakan seminggu lalu setelah pertemuan itu atau lamaran. Para kedua orang tua mereka merencanakan lebih cepat pelaksanaan pernikahan mereka, yaitu minggu depan.


Seminggu lagi acara pernikahan mereka akan digelar. Baik Ditto maupun Tiara mereka hanya terima bersih, yang artinya para orang tua sudah menyiapkan keperluan mereka.


"Baik"


Beberapa menit yang lalu ,Mama Fina mengabarkan pada Ditto bahwa mereka akan fitting baju pengantin.


Ditto segera memberitahukan pada Tiara, kalau tidak Mama nya akan memarahinya. Mereka berjalan beriringan dengan Tiara di belakang. Untung saja tak ada karyawan yang curiga, mereka beranggapan mungkin masalah pekerjaan tidak lebih.


...****************...


Aku ngerasa kok tulisan aku agak gak nyambung ya, menurut kalian gimana? 🤔

__ADS_1


__ADS_2