The Secret My Istri Kontrak

The Secret My Istri Kontrak
Manager baru


__ADS_3

Keesokan harinya,


Tiara sudah bersiap rapi, dia memakai setelan kantor dengan blazer yang menutupi kemeja putihnya dan rok span tepat di atas lutut, tak lupa ia memakai kacamata berbentuk pantos yang berlensa normal.


Ya, Rara sengaja berpenampilan seperti itu agar tidak menarik perhatian orang lain. Dengan begitu tidak akan ada orang yang mengenalnya.


Tiara segera menghentikan taksi. Ia tidak ingin memakai mobil yang disisakan oleh Daddy nya. Karena semua aset yang dimiliki Tiara ikut disita, kecuali apartemen dan mobil sebagai kompensasi.


Tiara langsung masuk ke dalam perusahaan, namun dia belum tahu dimana letak ruangannya. Saat tiba di lobi, Tiara dihampiri oleh resepsionis kemarin untuk menunggu di lantai lima.


Tok tok tok


Pintu bertuliskan President Director - CEO, diketuk membuat sang pemilik ruangan mempersilahkan masuk.


"Hari ini akan ada GM baru dan ini datanya" ucapnya to the point dengan meletakkan map hijau di atas meja bosnya itu.


"Hm?" Lelaki itu menerima map dan membuka isinya tak lama ia mengerutkan dahinya sebagai tanda bahwa ia sedang bertanya.


"Kenapa wanita ini sangat kolot?" Tanyanya yang tak menyukai foto tertempel di sudut kertas.


Ditto seolah tak percaya bahwa ada wanita kolot di saat ini. Bagaimana bisa mereka memilih wanita yang tak menarik, apakah penglihatan mereka rusak?


Bukan maksud Ditto untuk mendekriminasi wanita, namun berpenampilan menarik akan menambah daya tarik perusahaan sendiri. Ya, seperti itulah maksudnya.


"Kau tidak ada waktu untuk menolak. Sudah sekian lama dan kita mendapatkan kandidat terbaik, bukankah sebentar lagi kita akan melakukan proyek besar? Jika kau terus menolaknya, tutup saja perusahaan mu" selanya sebelum Ditto berbicara lagi.


"Cih. Terserah" ucap Ditto merasa kesal pada Reza, sahabatnya yang menjabat sebagai sekretaris.


"Bagus, akan ku perkenalkan dia nanti" Reza mengangguk dan pergi meninggalkan ruangan Ditto.


Tiara duduk di sofa lantai lima itu. Di sana ia melihat sebuah majalah di atas meja. Tangannya terulur untuk melihatnya. Sekilas bibirnya mengembang melihat apa yang ditulis di cover majalah itu.


Meskipun tak menampilkan wajah aslinya, namun Tiara tahu siapa yang digambarkan dalam cover majalah itu.


"Nona Leonna?"


Tiara mengerjapkan matanya dan menoleh ke arah orang yang menyapanya. Seorang berambut hitam dan kemeja yang rapi berjalan menghampiri Tiara.


Tiara segera bangkit dari duduknya untuk membalas sapaan orang itu.


"Saya Reza sekertaris CEO" ucap Reza memperkenalkan diri


"Salam kenal sekertaris Reza" Tiara membalas uluran tangan dan juga mengangguk.


Kemudian Reza mempersilahkan Tiara untuk mengikutinya menuju lantai teratas dari gedung ini. Mereka berjalan beriringan dan Tiara yang berada di belakang.


Lift karyawan memang kosong, bukan karena tidak digunakan. Jika dilihat dari waktu sekarang banyak karyawan yang masih berkutat dengan pekerjaan mereka masing-masing.


Sejenak Tiara melirik kearah angka pada lift itu, angka 41 jadi itulah lantai yang akan mereka tuju.


Terdengar suara denting menandakan pintu lift akan terbuka.


Beberapa orang tampak fokus pada layar monitor mereka. Tiara dapat melihat bahwa posisi mereka ditata dengan rapi. Ruang kerja manajer saling terpisah, yang menampilkan setengah kaca buram.


Melihat kedatangan Tiara dan Reza, beberapa manajer lain bergerak menghampiri mereka. Tiara menaksir bahwa ada sepuluh orang yang berada dihadapannya.


"Perkenalkan ini nona Tiara Leonna, GM kita yang baru"


Reza menyebutkan satu persatu nama manajer yang kini tersenyum kepadanya. Begitupun Tiara yang membalas dengan ramah. Rata-rata usia mereka diatas tiga puluh bahkan ada yang sudah setengah abad.


Tiara tak ambil pusing meskipun dirinya paling kecil. Toh, mereka juga tak memperdulikan bahwa ia menjadi GM baru.


"Saya akan memperkenalkan mu pada Tuan muda Maximilian " Tiara mengangguk dan membimbing Tiara menuju ruangan tertutup diujung koridor.


Reza mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum dipersilahkan masuk oleh pemilik ruangan.


"Masuk"

__ADS_1


"Nona Tiara sudah datang" ucapnya memberitahukan


"Hmm", kemudian Reza mempersilahkan Tiara masuk ke dalam


Tiara melangkahkan kakinya, berjalan dengan tegap dan bersikap tenang.


"Selamat pagi Tuan muda Maximilian, perkenalkan saya Tiara Leonna sebagai GM baru di Maximiliano Comp." Ucap Tiara dengan tenang memperkenalkan diri


"Hmm" jawab Ditto tanpa menatap ke arah Tiara, Ia masih fokus pada layar komputernya.


"Reza, segera siapkan meeting bulanan sekarang!" ucapnya datar.


Yah, sikapnya ini memang sudah biasa bagi karyawan. Sudah biasa bagi mereka melihat raut wajah yang datar, nada bicara biasa saja, mata elang yang tajam selalu membuat orang lain takut untuk menatapnya.


"Tapi nona Leonna baru saja masuk hari ini, dan presentasi untuk pendataan belum selesai dibuat" jawab Reza


"Siapa yang mengerjakannya? Minta untuk selesaikan sepuluh menit lagi!" ucap Ditto mutlak


"Tapi–" ucapan Reza terjeda kala mendengar suara Tiara


"Tak apa, beri saya waktu lima belas menit untuk beradaptasi dan menyelesaikan serta mempelajarinya" sahut Tiara


Ditto sedikit teralihkan mendengar jawaban dari Tiara.


"Baik, lima belas menit dari sekarang"


Tiara mengangguk dan pamit untuk ke ruangan GM berada.


***


Sesuai dengan permintaannya kemarin, sekertaris pribadinya memberikan laporan yang membuatnya tersenyum.


"Saya sudah mendapatkan informasi mengenai gadis yang menabrak anda kemarin" ucapnya memberikan map pada Tuan Zyan, sembari Tuan Zyan membacanya dia juga menjelaskan sedikit rincian dari laporannya itu.


"Dia adalah Tiara Leonna A. Umur 24 tahun, dia datang ke negara ini karena pindah tempat tinggal dan melepas pekerjaannya dari Xander Group. Dan hari ini dia diterima di Maximiliano Comp sebagai GM yang baru" jelasnya


"Bagus, kau tahu bukan apa maksudku?"


"Iya tuan, akan saya laksanakan" ucapnya mengangguk patuh.


"Ku harap kau bisa merubahnya nak" gumam tuan Zyan dengan penuh harap


Sedangkan Tiara, dia masih duduk di kursinya menikmati ruangan yang akan ia tempati kedepannya. Tiara hanya melirik ke arah map dan fd yang harus ia pelajari. Sesuai janjinya tadi, dan sekarang sudah terlewat tiga menit.


Tiara membuka map itu dan mempelajari dengan cermat. Ia juga mengoreksi beberapa penulisan yang salah. Meskipun ia belum tahu atau bahkan belum membaca laporan yang terdahulu. Tetapi dilihat dari tulisan dalam laporan itu sudah pasti dia paham.


Jangan ragukan Tiara, sejuta rahasia yang memiliki kecerdasan tiga kali IQ normal orang pintar.


Tak hanya itu Tiara juga merubah bentuk presentasi yang akan digunakan, akan lebih menarik menurutnya ini terlalu biasa.


Dan selesailah pekerjaannya, kurang tiga menit dari yang diminta oleh CEO. Tiara segera menghubungi sekertaris Reza bahwa laporan pendataannya telah selesai dibuat dan rapat bisa dilakukan.


"Permisi Tuan, rapatnya sebentar lagi akan dimulai" ucap Reza memberitahu pada Ditto. Ditto melirik ke arah arlojinya, dia mengangkat alis kanannya seperti menandakan keheranan.


"Hanya dua belas menit?" Gumam Ditto


"Hem" jawab Ditto dan melihat kearah Reza


Kini sekitar sepuluh orang sebagai perwakilan dari masing-masing divisi perusahaan sudah hadir di ruang meeting, termasuk Tiara.


Melihat pimpinan mereka memasuki ruangan meeting membuat mereka mengalihkan atensinya sembari menyapa kecil.


Ditto segara duduk diujung kanan meja meeting bagian depan yang sudah dikhususkan untuknya sebagai CEO.


"Silahkan dimulai" ucapnya


Masing-masing dari mereka mengatakan laporan dari masing-masing divisi. Sesuai apa yang sudah Tiara tebak bahwa sejauh ini tidak ada kendala serius. Dan berganti giliran tiara.

__ADS_1


Tiara mempresentasikan hasil pekerjaannya selama dua belas menit. Hal itu membuat Ditto memandang ke arah Tiara, ada rasa penasaran pada GM baru yang dikatainya kolot itu. Secerdas apa bisa menyelesaikan laporan selama dua belas menit.


"... Sesuai dengan prosentase yang saya gambarkan, bahwa arus anggaran perusahaan kita cukup stabil. Sebagaimana mengacu ketepatan pada laporan dari masing-masing divisi yang sudah di laporkan sebelumnya"


Para anggota rapat terpukau dengan gaya presentasi Tiara. Menakjubkan. Meskipun dari segi penampilan tak ada daya tarik. Mereka yakin bahwa GM kali ini sangat profesional. Bukan maksudnya GM sebelumnya tidak profesional. Hanya saja mereka tidak fokus dengan wajah sang CEO. Banyak dari mereka yang bersikap seolah layaknya seorang penggoda.


Tiara menjelaskannya dengan sangat rinci.


"Dibawah tekanan stabilitas perekonomian negara, data yang saya tampilkan ini menunjukkan tingkat keuntungan kita masih berada kata normal. Yang artinya pajak yang akan kita keluarkan nanti untuk pemerintah tidak mengalami kelonjakan. Saya membuat data ini mengacu pada laporan bulan sebelumnya. Dan dapat dipastikan bahwa bulan ini kenaikan angka keuntungan perusahaan kita tetap stabil, dan dibatas normal. Sekian terima kasih" jelas Tiara dan menutup presentasinya.


Entah hipnotis apa yang membuat semua anggota rapat berdiri dan memberikan tepuk tangan, kecuali Ditto. Mereka tak segan melemparkan pujian.


Prok prok prok


Seketika mereka semua mendapat tatapan tajam dari Ditto. Dan secepat itu juga mereka merubah ekspresi takut dan segera kembali duduk.


"Baik, rapat selesai. Kalian bisa bubar dan kembali ke pekerjaan kalian masing-masing" ucap Ditto


"Kirim salinannya pada e-mail saya" ucap Ditto pada Tiara


"Baik, akan saya kirimkan salinannya" ucap Tiara membungkukkan badan


Setelah menyelesaikan meeting selama satu jam lewat empat puluh lima menit itu. Ditto kembali ke ruangannya. Tepat saat dia membuka pintu, langsung disambut oleh sang kekasih.


"Hai sayang" sapa Sandra dengan semangat


"Hai, kamu sudah lama?" Tanya Ditto sikap datarnya menurun sepuluh persen.


"Sudah, satu jam yang lalu" ucapnya bergelantung manja di lengan Ditto.


Mereka duduk di sofa yang lurus dengan meja kerja Ditto. Sandra menatap Ditto dengan manja. Sudah hal biasa bagi Ditto melihat sang kekasih bermanja-manja dengannya.


"Kamu baru selesai meeting ya?" Dan dibalas anggukan oleh Ditto


"Pasti capek, mau aku pijit?" Tawar Sandra


"Kamu gak sibuk, kenapa datang kesini tidak memberi kabar lebih dulu?" Tanya Ditto menghiraukan tawaran kekasihnya.


"Enggak, aku ada job lagi setelah makan siang. Dan aku kesini mau makan siang bareng kamu, sebentar lagi kan jam makan siang" ucapnya


"Ehem" Ditto mengangguk


Berbeda di ruangan Tiara. Tiara malah dikejutkan dengan kedatangan tamu spesial, Tuan besar Maximilian. Entah apa dan kenapa sampai pemilik Maximiliano Comp mendatanginya.


"Permisi sebelumnya, ada yang bisa saya bantu Tuan Maximilian?" Tanya Tiara sopan


"Apakah saya mengganggu pekerjaan anda nona Tiara?" Tanya Tuan Zyan yang memang sudah duduk di sofa ruangan Tiara, begitu juga Tiara yang duduk didepan sang pemilik perusahaan yang ditempati nya.


"Tidak, saya hanya terkejut saja. Hari ini hari pertama saya bekerja, suatu kehormatan bisa dikunjungi oleh pemilik Maximiliano Comp."


"Oh begitu, apakah ada kendala dihari pertama mu bekerja?" Tanya Zyan


"Tidak Tuan, saya sangat senang karena bisa beradaptasi dengan mudah di perusahaan besar ini" jawab Tiara dengan sopan


'Kenapa aku merasakan ada sesuatu yang mengganjal' batin Tiara


"Anda terlalu menyanjung nona Leonna"


"Ah, panggil saya Tiara saja" pinta Tiara karena ia kurang senang selalu dipanggil nama tengahnya.


"Baik, kalo begitu saya juga tak akan terlalu formal" Tiara mengangguk


...****************...


.


Sebelumnya maaf bila ada salah, karena aku nulisnya ngasal. Gak terlalu paham dengan dunia perkantoran (perusahaan) 🥲.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir,jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian🤗


__ADS_2