
Setelah Tuan Zyan mengunjungi Tiara, beliau juga mampir ke ruangan sang putra. Namun, dia malah disambut dengan hal yang luar biasa.
Dua insan sedang memadu kasih. Ditto dan kekasihnya sedang berciuman mesra, bahkan pakaian mereka terlihat berantakan.
"Ekhem!" Membuat mereka segera melepas tautan ciumannya, tersadar mendengar deheman dari Tuan Zyan.
"Papa harap kamu datang dengan apa yang Papa minta" ucap Zyan tanpa memandang ke arah dua sejoli itu, dan dia langsung pergi begitu saja bersama sekertarisnya.
"Sial!" Umpat Ditto
Kenapa papanya datang disaat yang tidak tepat. Dan apalagi tadi, ucapan papanya membuat dia frustasi sendiri. Ditto tahu jika dia tetap kekeh memilih Sandra, papanya pasti akan melakukan seribu satu cara untuk memisahkan mereka. Namun, ia tak ada pilihan lain sekarang Sandra lah yang menjadi kekasihnya.
"Ada apa sayang?" Tanya Sandra yang mengetahui raut wajah kekasihnya itu langsung berubah kesal.
"Tidak apa-apa, apa kau nanti malam ada waktu?" Tanya Ditto
"Hem... (Sandra sempat berpikir) sepertinya ada, kenapa?"
"Dandan lah yang cantik, aku akan menjemputmu nanti malam" ucap Ditto
"Oke bos"
Entah kenapa hari ini Tiara merasa sangat lelah. Pikirannya sedang berkecamuk memikirkan permintaan bos tuanya. Tentu Tiara bukan dukun atau paranormal yang bisa mengetahui maksud pikiran dan batin orang. Namun perasaannya sangat mengganjal.
Saat tiba di apartemennya, dia dikejutkan dengan suasana apartemen. Saat pagi tadi dia pergi meninggalkan apartnya masih terang, kenapa sekarang gelap gulita bahkan ada ragu untuk melangkah. Berharap dia tak salah masuk.
"Kenapa gelap sekali?" ucap Tiara dengan mencari saklar lampu, dan ketika lampu menyala tiba-tiba dia dikejutkan oleh seseorang dibelakangnya.
"Baa!"
Tiara hapal siapa pemilik suara ini
"Terkejut gak, terkejut gak, terkejut ya kan?" Ucapnya dan berpindah ke depan Tiara, Tiara hanya memasang wajah datarnya.
"Kenapa kau bisa ada di apartemen ku?" Tanya Tiara dengan suara tak mengenakan
"Ih, kenapa kau menyebalkan seperti itu. Seharusnya kau senang ada aku disini" ucapnya
"Apa?" Ucap Tiara malas, dia menarik dirinya untuk duduk di sofa
"Ingat ya kau sedang hamil, bisa bisanya kabur kesini? Kau ada masalah?" Tanya Tiara
__ADS_1
"Bukan kabur, beberapa minggu kedepan suami ku juga akan ada proyek disini. Jadi aku berangkat lebih dulu" jawab Mya
Ya, Myandra. Rela datang untuk menemani Tiara meskipun ia sedang hamil. Tiga bulan lalu Mya telah melangsungkan pernikahan dengan kakak kedua Tiara dan sekarang tengah mengandung selama enam minggu.
"Kau kenapa seperti kelelahan begitu? Hari pertama kau kerja semenggilakan ini?"
"Aku pusing" ucap Tiara memijat pelipisnya
"Kau sakit?" Khawatir Mya dengan segera menyentuh dahi Tiara
"Gak panas" ucap Myandra yang mengimbangkan dengan suhu dahinya.
"Haish, kau menambah kepalaku pusing. Sekarang pilihkan baju yang pas untukku, aku ada acara" ucap Tiara
"Acara apa?"
"Makan malam"
"Kau ada pasangan?"
Tiara menatap Myandra jengah
"Atasan ku yang minta untuk makan malam dirumahnya" jawab Tiara
"Kau ingin memakai dress atau setengah formal?" Tanya Mya
"Setengah formal"
Sembari menunggu Myandra memilihkannya pakaian, Tiara pergi bersiap untuk mandi.
Flashback~
"Baik, kalo begitu saya juga tak akan terlalu formal" Tiara mengangguk
"Saya sangat senang mendapat GM yang kompeten seperti kamu, saya tak menyangka kinerja kamu sangat bagus" puji tuan Zyan menilai keterampilan Tiara
"Terima kasih atas pujiannya, saya sangat tersanjung bisa dipuji oleh tuan Maximilian" ucap Tiara merendah
"Haha, sepertinya saya melihat kamu tidak suka basa basi ya?"
"Ah, tidak bukan begitu. Sebuah basa basi perlu digunakan untuk mengawali percakapan" jawab Tiara
__ADS_1
"Benar, jadi kalau begitu saya akan menyampaikan maksud kedatangan saya langsung. Saya ingin mengajak kamu untuk makan malam bersama di rumah, apa kamu ada waktu nanti malam?" Ajak tuan Zyan
Tiada cukup terkejut, apakah ini tawaran hadiah sebagai hari pertama masuk menjadi GM?. Seorang direktur utama perusahaan mengundangnya makan malam, luar biasa. Tapi biasa aja sih.
"Maaf maksud tuan Maximilian?" Tiara ingin memastikan kembali tawaran dari tuan Zyan
"Iya, saya ingin mengajak kamu makan malam di kediaman Maximilian. Saya harap kamu berkenaan hadir"
"Terima kasih atas undangannya, saya akan usahakan untuk hadir" jawab Tiara menurutnya tak sopan bila terus terang menolak
"Yah, saya sangat berharap sekali kamu akan datang"
Flashback~~
Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Dan sebentar lagi jemputan dari kediaman Maximilian akan datang. Tiara sedikit ragu untuk memenuhi undangan tiba-tiba dari pemilik perusahaan yang dia tempati.
Tiara memakai celana bahan diatas mata kaki dengan ukuran sedikit oversize, ia juga memakai kemeja dengan lengan pendek setengah atau sepertiga lengan. Rambut diikat satu. Tak lupa riasan natural dan kacamatanya.
"Kau kenapa memakai kacamata, kan bisa pakai kontak lensa?" Tanya Mya
"Ini kacamata normal, dan aku gak minus ya" jawab Tiara
"Oh iya"
"Aneh sekali bos mu, hari pertama kerja sudah mendapat jamuan makan malam?" Ucap Myandra yang merasa ada kejanggalan
"Kau pikir aku tidak? Perasaanku sedari tadi sudah tidak enak" apa yang dirasakan Myandra sama dengan Tiara
ting tong
"Apakah sudah datang?" ucap Mya yang mendengar suara bell di tekan.
"Sudah ya kalau begitu aku berangkat, hati-hati jaga debay" pamit Tiara yang juga mencium pipi Myandra.
"Iya!"
"Semoga Mommy kamu gak kenapa-kenapa ya sayang" ucap Myandra sembari mengusap perutnya yang mulai sedikit menonjol.
...****************...
.
__ADS_1
Thx udah baca cerita aku, semoga kalian suka dengan cerita yang aku buat.🤗