The Secret My Istri Kontrak

The Secret My Istri Kontrak
Sudah ku duga


__ADS_3

Seperti biasa hari ini Tiara dan Ditto sudah masuk kerja. Selama mereka berjalan menuju ruangan mereka, mereka berjalan bersisihan. Hal itu bentuk dari profesional dalam bekerja dan juga status Tiara sebagai istrinya juga ditunjukkan.


Tiara mengotak-atik komputernya, ia tidak mengerjakan dokumen yang seharusnya diberikan pada Ditto. Tiara sedang membobol sistem milik sebuah organisasi besar. Ia menginginkan sesuatu.


Ting


Sebuah notifikasi muncul diatas layar komputer Tiara


Akses telah dikembalikan


Akhirnya setelah hampir dua jam, ia berhasil mendapatkan kartu aksesnya. Kenapa tidak dari dulu sudah ia lakukan? Tentu tidak semudah itu, karena Daddy nya tetap menghalangi.


Ting


Pesan baru


« Daddy tidak menyangka jika kau menggunakan identitas lain mu untuk mendapatkan akses masuk »


Tiara melihat ponselnya, sebuah pesan dari Daddy tercinta.


« Aku terpaksa, jika aku tidak membuka akses ku. Ku yakin anakmu kembali tinggal nama »


Tiara mengetikkan sebuah pesan untuk membalas pesan yang dikirimkan Daddy nya. Daddy Tiara sudah mengetahui bahwa anak perempuannya ini memang licik. Namun, terlepas dari itu anak perempuan kesayangannya juga sedang diincar musuh. Ia akan membuka akses kembali Tiara.


Ting


Pesan baru


« Baik, Daddy tidak mempermasalahkan itu. Tapi, kau harus menepati janjimu untuk membawakan ku cucu.»


Ting


Pesan baru


« Daddy akan menahan Mommy untuk tidak menjodohkan mu »


Tiara merasa sangat sulit. Dalam kontrak tertulis bahwa ia tidak boleh berhubungan dengan lelaki lain. Jadi, apakah maksudnya ia harus mengandung benih Ditto?


« Baik, jangan katakan pada Mommy jika aku sudah menikah »


"Apa pria tua itu sudah gila, negosiasi macam apa aku harus segera memiliki anak. Kenapa dia tidak membuat anak lagi dengan Mommy saja?!" Tiara mengusap wajahnya gusar


Lain halnya dengan ruangan Ditto. Ditto kedatangan tamu istimewa. Seorang gadis yang selama ini ia rindukan, gadis yang berani mempertaruhkan harga dirinya yang terus di injak-injak oleh orang tua Ditto.


"Sayang, aku merindukan mu" ucapnya sambil bergelanyut manja pada Ditto


Cassandra datang menggunakan baju sedikit panjang, memakai masker, kacamata, dan juga scarf untuk menutupi kepalanya. Dia tidak ingin ketahuan oleh cctv perusahaan Maximiliano.


"Aku juga merindukanmu" jawab Ditto

__ADS_1


Mereka saling berpelukan, tak lupa juga mereka berciuman. Menyalurkan rasa rindu yang selama ini tertahan. Apalagi Ditto telah menikah dengan wanita yang tak disukai Sandra.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu ruangan Ditto, membuat orang yang sedang memadu cinta gelagapan melepas ciuman mereka. Dan juga merapikan baju mereka yang sedikit kusut.


Ditto dan Sandra harus bisa bersikap biasa saja, seperti hari-hari sebelumnya.


"Masuk"


Setelah diperbolehkan oleh pemilik ruangan, muncullah seorang wanita muda dengan membawa sebuah dokumen.


"Maaf mengganggu waktu anda, saya ingin memberikan dokumen yang harus anda tanda tangani" ucap Tiara


Seprofesional mungkin, agar ia tak menghiraukan keterkejutannya dengan kedatangan Sandra. Sudah bisa Tiara tebak, apa yang terjadi beberapa menit lalu sebelum dia datang.


"Letakkan di meja itu" ucap Ditto


Sandra tersenyum sinis, ia akan membuat Tiara tidak akan betah menjadi istri Ditto.


"Baik tuan" Tiara meletakkan dokumen itu di meja yang ditunjuk Ditto


"Kalau begitu saya permisi" pamit Tiara, namun secepat mungkin Sandra mencegahnya.


"Nona Tiara, kau bisa tinggal sebentar dulu? Ada yang perlu ku beritahu padamu" ucap Sandra


Tiara menatap Sandra, ia tahu bahwa Sandra memiliki sebuah pertunjukan. Ia melirik ke arah Ditto sekilas.


"Kau bisa meminjam laptop milik Ditto, ya kan sayang?" Ucap Sandra meminta persetujuan Ditto


"Hem"


"Nah, kita bisa duduk disofa bersama" akhirnya mau tidak mau Tiara harus menuruti kekasih Ditto. Sandra juga mengambil laptop milik Ditto untuk diberikan Tiara, agar wanita itu menetap disana.


"Lihat apa yang ku lakukan padamu"


Tiara duduk berhadapan dengan pasangan kekasih itu. Tiara membuka laptop itu, sebelumnya ia juga membawa sebuah fd yang tidak perlu harus kembali ke ruangannya.


"Nona Tiara?"


"Ya?"


"Apa kau mengenal ku?" Tanya Sandra memberi umpan


"Anda adalah seorang aktris terkenal nona" jawab Tiara sopan


" Apa hanya itu yang kau ketahui?"


"Ya"

__ADS_1


Sandra kurang suka dengan jawaban Tiara yang sangat singkat menurutnya. Ia ingin mendengar jawaban lebih. Rencananya ingin membuat Tiara malu di depan Ditto.


Sandra beralih pada Ditto, ia masih bergelanyut manja pada kekasihnya yang sudah jelas pria beristri dan istri sahnya berada di depannya.


Sandra yang melihat Tiara tak melihat ke arah apa yang dilakukannya pada Ditto merasa kesal. Tiara tak sedikitpun melihat ke arah mereka, malah lebih fokus pada benda persegi lipat itu.


"Nona Tiara, apa anda tidak keberatan dengan apa yang terjadi di depan anda?" Tanya Sandra sengaja memancing Tiara


"Caramu sangat bagus sekali nona"


"Tidak, lanjutkan saja aktivitas kalian aku akan mengerjakan tugas ku" jawab Tiara dengan tenang


Sandra melongo mendengar jawaban tenang Tiara, sepertinya Tiara bukan wanita yang mudah ia provokasi.


Ditto menatap tak percaya pada Tiara, poin pertama pada perjanjian mereka sangat mulus dilewati Tiara. Entah kenapa ia merasa curiga pada Tiara. Sikap tenang, acuh, dan dinginnya membuat ada ketertarikan sendiri.


Apakah wanita itu memang tidak peduli, atau sedang melaksanakan perjanjian poin pertama?


"Sial. Dia tidak terpancing sama sekali, malah mengabaikan keberadaan ku"


Sudah lima kali ponsel Tiara berdering, namun tak urung pemiliknya segera menjawab panggilan tersebut.


"Sepertinya ponsel mu ada yang lebih penting nona Tiara" ucap Sandra lelah mendengar nada dering telepon Tiara.


"Ah, ya maaf. Aku akan menjawabnya, permisi"


"Disini saja nona, adakah sesuatu yang kau sembunyikan?" Ucap Sandra menghentikan gerakan Tiara


"Itu bukan telepon dari selingkuhan mu, kan?" Sandra mengeluarkan senyum semirknya, menekan adanya permasalahan


"Tentu bukan, dia kakakku" jawab Tiara


"Baiklah, apakah saya boleh menjawab panggilan ini?"


" Silahkan"


"Ya halo kak?"


"...." Tiara mendengar ucapan Myandra, sekilas ia melirik ke arah dua sejoli didepannya.


"Kau bisa atur nanti, aku sedang bekerja akan ku telepon kembali nanti" ucap Tiara menutup percakapannya, pasalnya Mya sedang memberikan informasi terlarang. Ia segera mengakhiri nya agar tetap terjaga kerahasiaannya.


"Apa terjadi sesuatu?" Tanya Sandra. Sangat ingin tahu sekali pembicaraan Tiara yang singkat itu


Tiara mengangkat alis kanannya, menatap Sandra dengan senyuman tipis.


"Tidak, kakakku sedang merajuk ingin bertemu" jawab Tiara


"Ingin mengorek informasi?"

__ADS_1


...****************...


Ohoho, si rubah sudah mengeluarkan ekornya. Tidak semudah itu untuk memprovokasi Tiara, seorang Ratu tidak mempan di kibuli 😏


__ADS_2