The Secret My Istri Kontrak

The Secret My Istri Kontrak
Curiga


__ADS_3

Ditto telah sampai di rumah Maximilian. Saat kedatangannya tadi, dia disambut dengan heboh oleh Mama Fina. Anak laki-lakinya pulang dengan keadaan terluka parah. Kemeja Ditto sudah berlumuran banyak darah.


"Astaga, kenapa kau bisa mendapatkan luka parah seperti ini?" Tanya Mama Fina dengan heboh


"Dimana yang sakit? Lihatlah wajahmu menjadi babak belur" ucap Mama Fina memutar tubuh anaknya melihat putranya sangat mengenaskan.


"Sudahlah Ma, aku ingin istirahat dan membersihkan lukaku" ucap Ditto


"Lihatlah istrimu, dia juga terluka setelah pulang dari rumah kakaknya" ucap Mama Fina.


Ucapan Mama Fina berhasil membuat Ditto terfokus bahwa Tiara juga terluka.


"Sudah ku duga kalian itu berjodoh, bahkan terluka pun harus bersamaan" ucap Mama Fina


Ditto segera kembali ke kamarnya. Bukan perasaan khawatir, namun entah mengapa ada keanehan dalam pikirannya. Ketika ia membuka pintu kamarnya, ia menemukan seorang wanita yang sedang mengobati sebuah luka ditangan. Dan disana Tiara masih memakai pakaian yang sama saat di kantor tadi.


"Kamu kenapa?" Tanya Ditto


Tiara yang tak menyadari kedatangan Ditto, dia cukup terkejut. Tiara melihat ke arah Ditto, bukannya menjawab ia malah bertanya sebaliknya.


"Kamu kenapa bisa terluka?" Tanya balik Tiara


"Jawab pertanyaan ku"


"Em,, tidak sengaja terjepit pintu, tidak apa-apa lukanya tidak serius. Sepertinya lukamu sangat parah " jawab Tiara


"Biasa saja"


"Kamu ingin mandi dulu atau mengobati lukamu?" Tanya Tiara


"Aku mandi dulu" jawab Ditto


"Akan ku siapkan air hangat untuk mu" ucap Tiara bangkit dari duduknya


"Lukamu?"


"Sudah selesai" Tiara masuk ke dalam kamar mandi menyiapkan air hangat untuk Ditto


Tak lama ia kembali,


"Mandilah, airnya sudah siap" ucap Tiara


"Hem" Ditto berjalan masuk ke dalam kamar mandi, membersihkan tubuhnya yang bermandikan darah.


"Aws.." ringis Ditto ketika sebuah kapas berbau alkohol menyentuh lukanya.


"Tahan sebentar" Tiara berhati-hati mengobati luka Ditto. Tiara tak menyangka jika luka tusukannya akan sedalam itu, Tak hanya dalam namun juga sedikit panjang.


Setelah Tiara memberikan obat luka serta obat khusus yang dibuatnya, ia membalut luka Ditto dengan kain kasa.


"Sudah. Apa kamu sudah makan?" Tanya Tiara

__ADS_1


"Bukankah sudah tidak ada makanan lagi di dapur?" Jawab Ditto


"Mau ku masak kan?" Tanya Tiara sedikit berhati-hati, takutnya Ditto tak akan suka


"Hem, kamu sendiri terluka bagaimana bisa memasak?"


Tiara menatap luka tangan kanannya, bahkan untuk menggenggam saja rasanya sedikit ngilu


"Ee.. ku rasa bisa dengan tangan kiri" ya meskipun ragu


"Terserah" Ditto memakai kaosnya dan berjalan mendahului Tiara menuju dapur.


Suasana sudah sepi, karena juga sudah tengah malam. Para pelayan sudah beristirahat di kamar mereka masing-masing.


Ditto duduk di salah satu kursi meja makan. Sembari menunggu Tiara memasak, dia akan mengecek kembali email-email yang sudah masuk.


Meskipun memakai satu tangan, jangan ragukan kemampuan memasak Tiara. Tiara memasak nasi goreng telur, karena hanya bahan itu saja yang cukup simpel.


Dalam lima belas menit, hidangan tersebut sudah ada di depan mata Ditto. Tanpa bertanya Ditto langsung melahap masakan Tiara. Memang dia belum makan malam, apalagi acara makan malam dengan koleganya harus dibatalkan karena kejadian beberapa menit lalu.


"Bagaimana rasanya?" Tanya Tiara


Saat pertama kali Ditto memasukkan sendok berisi nasi goreng buatan Tiara rasanya seperti masakan bintang lima. Bahkan lebih baik masakan Tiara, ia akui bahwa masakan Tiara lebih enak daripada masakan Sandra.


"Hem, lumayan"


"Ya sudah, habiskan"


"Kamu gak makan?" Tanya Ditto


Tanpa sepengetahuan Tiara dan Ditto, ada seseorang yang mengintip kebersamaan mereka. Dia senyum senyum melihat interaksi anak dan juga menantunya. Bahkan tak lupa dia juga sempat memotret meskipun dari belakang.


"Hihi, lihat saja kau Ditto. Mama pastikan kau akan mencintai Tiara" ucap Mama Fina


***


Pagi hari,


Mereka semua berada di meja makan untuk melakukan sarapan bersama. Beberapa menit yang lalu Ditto dan Mama Fina sempat bersitegang. Mama Fina meminta Ditto dan Tiara di rumah saja tidak usah berangkat bekerja. Melihat luka mereka belum sembuh.


"Kalian ini memang keras kepala, tidak bekerja sehari juga tidak akan bangkrut" ucap Mama Fina


"Ma, aku yang bertanggung jawab dengan perusahaan" jawab Ditto


"Kan Papa mu masih bisa, hanya sehari saja apa salahnya. Lihatlah tangan istrimu itu, bahkan makanpun dia tidak bisa. Kau kejam sekali pada istrimu" omel Mama Fina


"Sudah Ma, tidak apa-apa" lerai Tiara, ia cukup lelah mendengar perdebatan antara anak dan ibu itu.


"Jangan kau bela bocah nakal ini, Mama sedang marah padanya"


"Aku juga terluka Ma, kenapa kau tak perhatian padaku?" Tanya Ditto yang merasa Mama nya malah memilih istri kontraknya

__ADS_1


"Itu ulahmu sendiri"


"Sudah, selesaikan makan kalian!" Ucap Papa Zyan melerai perdebatan istri dan anaknya


Mereka menyelesaikan makan mereka. Mama Fina sangat memanjakan Tiara, sebenarnya Tiara masih bisa makan dengan tangan satunya. Namun, Mama Fina kekeh ingin menyuapi Tiara. Mau tidak mau Tiara harus menerima niat baik ibu mertua.


Setelah menyelesaikan sarapan bersama. Ditto dan Tiara berangkat menuju kantor, mereka menggunakan mobil yang sama. Itu merupakan permintaan Mama Fina jika mereka ingin masuk bekerja.


Ditto duduk di kursinya, ia masih memikirkan kejadian semalam. Siapa yang berani menyerangnya? Ada motif apa mereka ingin nyawanya?. Ditto menghubungi Reza untuk datang ke ruangannya.


"Ada apa anda memanggil saya?" Tanya Reza, bersikap atasan dan bawahan


"Cari tahu siapa yang nyerang ku semalam di dekat dermaga sebelah barat" ucap Ditto


"Hah? Penyerangan? Maksudnya?"


"Semalam ada gangster yang tiba-tiba nyerang ku waktu aku akan menghadiri ajakan makan malam dari Tuan Qiu" jelas Ditto


"Baik, kau kenapa bisa di serang gangster? Kau tak ada masalah dengan dunia bawah kan?" Tanya Reza


"Entah, ku rasa tidak. Mereka berkata bahwa menginginkan nyawa ku"


"Baik, aku akan mencari tahu semuanya" ucap Reza yang kemudian pergi dari ruangan Ditto


Setelah kepergian Reza, Ditto menatap ke arah jendela di sebelah kanannya.


"Kenapa Tiara bisa terluka persis di tangan kanan, seperti wanita kemarin?" Pikir Ditto


"Apakah mungkin hanya kebetulan?"


Berbeda dengan Tiara, ia sedang menghubungi Myandra.


"Kak segera selesaikan kejadian semalam" ucap Tiara


"Tenang saja, sudah kakak bereskan. Kau tidak akan meninggalkan jejak apapun" jawab Mya


"Hem"


"Bagaimana dengan lukamu? Jika hanya menggunakan alkohol pasti lama sembuhnya" ucap Mya


"Obat ku habis, semalam aku berikan kepada Ditto" jawab Tiara


"Mau ku bawakan?"


"Boleh, sekarang saja. Dan juga bawakan aku sekantong darah, aku haus" ucap Tiara


"Mulai lagi phsyco nya, ya nanti aku ke kantor mu jam makan siang" ucap Mya


Setelah sambungan telepon mereka terputus, Tiara teringat dimana dia telah membunuh gangster Red Moon sebelum penyerangan Ditto semalam. Semuanya bersih tanpa menyisakan secuil bukti, bahkan Myandra hanya mengetahui penyerangan semalam saja.


"Aku yakin jika Ditto juga akan mencari tahu tentang kejadian semalam"

__ADS_1


Tiara tak menyangka jika kelompok gangster Red Moon juga menargetkan Ditto. Bukan karena masalahnya, namun karena permintaan orang lain.


Tiara mengetahui bahwa gangster yang menyerang Ditto adalah Red Moon. Sebuah gangster yang sangat menjijikkan, mereka membuka jasa untuk menjadi pembunuh bayaran, begitu juga sebagai distributor narkoba ilegal. Perlu diingat bahwa gangster ini juga pernah ingin menyerang pernikahan Tiara. Untung saja Myandra mampu mengecoh mereka akan keberadaan Tiara.


__ADS_2