
Tak terasa sudah dua bulan Tiara menikah dengan Ditto. Hari-hari mereka jalani dengan suasana yang dingin dan canggung. Bahkan selama dua bulan ini tidak sekali dua kali Tiara memergoki Ditto dengan sang model.
Tiara duduk di kursinya, dengan memijat pelipisnya
"Kurang sepuluh bulan, menjalankan pernikahan yang absurd" gumam Tiara
Ting
Sebuah pesan baru
Black
« Halo Angel, ada misi baru. Membunuh ahli bedah dr. Antonio, Pembayaran lima belas triliun lunas di muka. Data rincian sudah dikirimkan.»
Notifikasi sebuah pesan yang masuk pada salah satu ponsel Tiara. Ternyata ada sebuah misi untuk membunuh seseorang. Dan orang yang menyewanya cukup murah hati. Membunuh satu orang dibayar dengan harga fantastis.
« Misi diterima »
Balas Tiara pada pesan tersebut.
Black, suatu operator sistem sebagai admin Angel yang menerima pesan atau suatu misi dari si klien.
Tiara tidak ingin campur tangan dalam menerima misi, karena ia selalu bermain bersih.
Tok tok tok
Ketika Tiara sedang entah berpikir apa, pintu ruangan Tiara diketuk, dan Tiara mempersilahkan orang itu masuk.
"Masuk"
"Nona Tiara akan ada meeting dadakan lima belas menit kemudian dengan perusahaan Xander Group, keikutsertaan anda sebagai GM dari Maximiliano Comp" ucap Reza, sekertaris Ditto ini memberitahu bahwa akan ada meeting.
"Baik, saya akan bersiap" jawab Tiara, setelah memberitahukan Tiara, Reza pun keluar.
"Jadi, Kak Devan ada di kota ini?" Gumam Tiara
"Semoga dia tidak menghancurkan rencana ku" ucap Tiara
Lima belas menit kemudian, ada lima orang dalam ruang meeting tersebut. Perwakilan dari Maximiliano Comp tiga orang, sedangkan Xander Group dua orang.
Selama meeting berlangsung pimpinan dari Xander Group tak lepas memandang Tiara. Telinganya mendengarkan isi proposal dari Maximiliano Comp, namun matanya tak fokus pada pembicara.
Begitu juga Tiara yang menatap sebaliknya, bahkan jika tidak sedang meeting mungkin arti dari tatapan mereka adalah lontaran tanya jawab.
'Apa yang kau lakukan disini?'
'Bekerja, Apalagi?'
'Jadi kau pergi ke negara ini, setelah di blokir Daddy?'
'Ya'
"Ehem" Ditto yang menyadari bahwa lawan bicaranya tak fokus pada apa yang ia jelaskan.
__ADS_1
"Apakah anda sudah puas dengan proposal kami?" Tanya Ditto
"Ya, saya kira tidak ada masalah" Kemudian ia langsung menandatangani kontrak kerjasama mereka.
"Selamat bekerjasama, Tuan Devan" ucap Ditto yang berdiri dan menjabat tangan Devan
"Selamat bekerjasama, Tuan Ditto" balas Devan
Setelah mereka bersalaman semua, Devan dan sekertarisnya meninggalkan perusahaan Ditto. Namun, pada awal langkahnya ia kembali menatap pada Tiara. Yang artinya,
'Ku tunggu penjelasan mu'
Setelah Devan dan sekertarisnya benar-benar pergi. Ditto menatap ke arah Tiara, memintanya untuk ke ruangannya.
Devan menghelakan napasnya. Sekarang ia berada di mobil, ia akan bertemu dengan istri kesayangannya.
"Haish, aku terlalu mengkhawatirkannya hingga aku sangat terkejut bisa bekerjasama dengannya" ucapnya
Sedangkan Tiara, ia duduk di depan Ditto. Sudah lima menit Ditto hanya diam memandang Tiara. Tak ada yang memulai pembicaraan.
"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Tiara dengan profesional nya. Ia tak tahan dengan kesunyian ini.
"Apa begitu sikapmu bicara dengan suamimu?" Tanya Ditto
'Oh, apakah mode ngambek?'
"Ada yang kamu inginkan?" Tanya kembali Tiara
"Ya, Kenapa?"
"Ku rasa dia masih muda"
"Ya, dia dua tahun lebih tua dari mu" jawab Tiara
"Apa kalian pernah dekat?" Tanya Ditto, ia sangat ingin tahu jika Tiara memiliki hubungan dengan pria itu
"Maksudnya, dekat dalam kategori apa?"
"Laki-laki dan perempuan"
"Ya dan tidak"
"Maksudnya?"
"Aku bekerja di lapangan, setiap kejadian harus ku laporkan padanya. Dan ya, tidak setiap hari bertemu di kantor" jawab Tiara
"Selain itu tidak ada lagi?" Sepertinya Ditto sangat ingin tahu sekali dengan hubungan Tiara dan Devan.
"Tidak ada, memangnya kenapa?"
"Tidak apa-apa"
"Sebentar lagi makan siang, kamu ingin makan siang denganku?" Tanya Ditto
__ADS_1
Tiara tak yakin dengan ajakan Ditto. Pasalnya ini pertama kali Ditto mengajaknya untuk makan siang bersama setelah mereka menikah.
Apakah hari ini kepala Ditto terbentur dinding? Tidak ada angin tidak ada hujan mengajaknya makan siang.
"Kamu serius ingin makan siang denganku?" Tanya Tiara
"Ya"
"Bukankah biasanya kamu makan siang dengan nona Sandra?" Tanya Tiara, pertanyaan Tiara membuat Ditto terdiam tidak menjawab.
Beberapa hari yang lalu Sandra dan Ditto bertengkar. Hanya masalah Sandra yang terus-menerus meminta Ditto untuk menemaninya syuting.
Namun Ditto menolak dengan alasan bahwa ia sedang mengerjakan proyek besar. Hingga sekarang mereka belum berbaikan.
"Tidak" jawab Ditto
Tiara menganggukkan kepalanya,
"Baiklah" jawab Tiara menyetujui ajakan Ditto.
Tepat satu jam yang lalu, Ditto dan Tiara sedang melakukan makan siang bersama di sebuah restoran bintang lima.
"Apa kamu menikmati makanannya?" Tanya Ditto
"Ya" jawab Tiara dengan makanan yang penuh di mulutnya
"Bagaimana bisa kamu menikmati rasa makanannya, jika mulutmu penuh begitu" ucap Ditto
"Hihak hihi nat ak" ucap Tiara yang tak jelas
(Tidak ini sangat enak)
"Kamu seperti babi" ucap Ditto tanpa sadar menyunggingkan senyuman,
membuat Tiara mengembulkan kedua pipinya.
'Lucu juga'
Eh,
Dengan cepat Ditto menepisnya
"Ini adalah makanan favorit ku waktu di negara A, aku sudah lama tidak memakannya" jawab Tiara setelah menelan seluruh makanan di mulutnya.
"Hem"
Setelah makan siang bersama, Ditto dan Tiara kembali ke kantor. Mereka menyelesaikan kembali beberapa dokumen yang belum terselesaikan.
...****************...
Pendek pendek dulu, dibagi ke bab selanjutnya.
See you next part 🤗
__ADS_1