
Ryudan dan Naomi adalah anak yang di besarkan oleh kakek tua yang bernama Kakek Yuzu.
Kakek Yuzu dulunya adalah seorang pahlawan darikota yang terpencil di daratan Cina. Saat itu beliau dipaksa oleh Kaisar Han untuk bertarung bersama teman seperjuangannya. Jelas Kakek Yuzu menolak perintah konyol tersebut karena tidak ingin temannya mati di tangannya sendiri. Akan tetapi, Kaisar Han mendesak kakek Yuzu untuk bertarung demi mempertahankan negara agar tidak terjadi kudeta dan kesalahfahaman antar negara. Belum lagi akibat dari kudeta tersebut bisa menimbukan peperangan yang sangat besar dan banyak korban. Sehingga tidak ada jalan lain terkecuali Yuzu harus membunuh teman lamanya itu.
Kakek yuzu tetap bersikeras menolak permintaan sang kaisar. Tapi kaisar tetap bersikeras juga untuk berkompetisi siapa yang terbaik diantara mereka berdua. Dan akhirnya, mau tidak mau Yuzu pun mengikuti keinginan sang kaisar.
Lalu sang Kaisar memberikan pedang yang sudah dipilihkannya kepada Yuzu. Entah kenapa Yuzu merasakan ada yang aneh dengan pedang itu. Tapi Yuzu tidak memperdulikannya dan bersiap untuk sayembara.
Disisi lain Kaisar Long Wei memberikan pedangnya kepada Ling Yu (teman seperjuangannya yuzu) untuk melakukan sayembara.
Pertarungan antar keduanya pun tak terhindarkan. Dan hasilnya Yuzu menjadi pemenang dari sayembara ini. Tapi hal yang tak terduga pun terjadi saat Kaisar Long wei melihat seperti ada racun di ujung pedangnya.
Akhirnya Yuzu di diskualifikasi karena tidak jujur dalam sayembara itu. Akhirnya keanehan yang dirasakan Yuzu sedari awal itu terungkap. Sebenarnya Yuzu mengetahui rencana Kaisar Jing lun yang sengaja untuk membuat sayembara ini dan kenapa teman seperjuangannya Ling Yu yang dipilih menjadi lawannya. Juga Yuzu tahu maksud dari kudeta yang dimaksud Kaisar tersebut, tapi yuzu mau melawan pun tidak bisa karena Yuzu hanya seorang panglima dari kerajaan Qinghai yang masih tunduk atas perintah dari seorang Kaisar. Yuzu hanya bisa pasrah dan mengikuti perintah Kaisar meskipun tidak mau.
__ADS_1
Di sisi lain Ling Yu seakan tidak percaya atas perbuatan teman seperjuangannya itu. Tidak biasanya seorang panglima besar dan gagah berani, juga terkenal dengan kekuatannya yang hebat dalam memimpin pasukan serta kuat dalam berperang, juga diperkuat dengan ilmu beladirinya yang sangat hebat dan tidak ada yang bisa menandinginya. Hanya untuk memenangkan sayembara ini sampai melakukan tidakan rendahan seperti ini. Ling Yu meyakini bahwa dihadapannya tadi bukanlah Yuzu yang asli. Ling yu juga berfikir bahwa ada seseorang yang sengaja untuk menyikirkan dia dari Kerajaan Qinghai.
Akhirnya karena kesalahan fatal yang telah Yuzu perbuat justru Kaisar Long Wei memenjarakan Yuzu di penjara yang paling kejam dan sempit. Tidak ada ruang gerak untuk Yuzu, bahkan untuk duduk saja tidak bisa. Secara tidak sengaja salah satu prajurit yang dulunya adalah mantan dari Klan Riyudo datang menghampiri penjara Yuzu dan mencoba untuk membebaskan Yuzu.
Yuzu teringat kalau dulu saat perang melawan kerajaan Yinchuan, dia menolong kami dalam peperangan yang penuh pertumpahan darah tersebut. Dan sekarang dia kembali menolong Yuzu.
Yuzu sangat berterima kasih atas pertolongannya dan orang yang dari klan Riyudo itu pun memberitahukan bahwa Yuzu harus cepat pergi dari kerajaan Qinghai dan mencari rumah baru yang terpencil sehingga bisa membersihkan nama baik dari Yuzu.
Yuzu pun mengikuti arahan orang tersebut. Akan tetapi, Yuzu selalu lupa untuk menanyakan nama orang itu setelah menolongnya. Orang itu hilang dengan cepatnya.
Semua itu adalah cerita masa muda dari kakek Yuzu yang kemudian diceritakan kembali kepada Ryudan dan Naomi saat mereka sudah menginjak remaja.
Kakek Yuzu pun selalu melatih ilmu beladiri yang dulu pernah di pelajarinya kepada Naomi dan Ryudan untuk perlindungan diri dari bahaya yang akan mengancam mereka.
__ADS_1
Mendadak ada kabar kalau kota Qinghai rakus akan kekuasaan dan sekarang kota Xinjiang menjadi kekuasaan dari raja yang sekarang entah siapa.
Dan ternyata ada yang membocorkan kabar jika Yuzu berada di Xinjiang. Selang waktu beberapa lama kemudian rumah yang selama ini jadi tempat berlindung Yuzu, di obrak abrik oleh para prajurit dan kemudian di bunuh dengan pedang yang di penuhi racun sebelumnya. Yuzu tidak bisa berbuat apa - apa, Tubuhnya menjadi kaku dan jantungnya pun melemah. Beruntung sebelum Yuzu ketahuan oleh para prajurit dari Qinghai, Yuzu meminta kedua anak angkatnya lari sejauh mungkin. Yuzu tidak mau masalah yang harusnya dia yang menanggungnya justru kedua anak angkat yang selama ini dibesarkan oleh yuzu, dididik oleh yuzu sampai yang pernah menemani yuzu selama masa tuanya terlibat jauh dan menjadi korban.
Dan akhirnya Panglima terhebat di tanah Qinghai sekarang berada di hadapan mantan Panglima terhebat di masanya.
Panglima sekarang bernama Kung Lau. Dia tertawa terbahak - bahak saat melihat kematian Yuzu. Karena Panglima Kung Lau telah berhasil melampaui kehebatan dari Panglima terhebat di era keemasnnya di Qinghai, yang sekarang sudah tewas di tangannya.
Dengan kegembiraannya, Kung Lau beserta para prajuritnya meninggalkan kota Xinjiang dan segera melapor kepada Kaisar yang baru.
Sudah 3 tahun berlalu kemudian Naomi dan Ryudan kembali ke kampung halamannya dan sekarang banyak prajurit yang menjaga Xinjiang. Akan tetapi, hanya satu yang membuat mereka sangat sedih yaitu kabar kematiannya kakek yang telah membesarkan mereka. Mereka ingin melihat jasad kakeknya itu tapi tidak menemukan dimanapun. Akhirnya Naomi dan Ryudan hanya meratapi kepergian kakeknya itu tanpa melihat wajahnya yang terakhir kalinya dan Naomi demi mengenang kakeknya justru memasang batu nisan di belakang rumahnya yang di ukir dengan nama kakek yuzu.
Naomi pun langsung membereskan rumah yang telah lama ditinggalkan mereka, karena sudah berdebu dan banyak sarang laba- laba juga berantakan. Naomi membereskan dan membersihkan rumah sambil menangisi kepergian kakeknya. Sedangkan Ryudan hanya murung di kamar seperti tidak mau kakeknya pergi dengan cepat dan ingin sekali bertemu dengan kakeknya. Tapi takdir berkata lain.
__ADS_1
Setelah satu bulan berlalu, akhirnya mereka berdua mulai move on. Mereka membiasakan diri seperti apa yang kakeknya ajar semasa masih ada. Latihan yang pernah di ajari kakeknya pun selalu mereka ingat. Mereka latihan setiap hari. Dan sekarang mereka sudah betul - betul membiasakan diri untuk menjalani kehidupan yang normal meskipun tidak ada kakeknya yang dulu selalu ada menemani mereka.
Disaat Ryudan dan Naomi sedang asyik berlatih ilmu beladiri yang selama ini di pelajarinya tiba - tiba ada seseorang yang mengintip dari pinggir rumah. Ryudan merasakan hal itu lalu mencoba untuk mendekatinya.