Tiga Sekawan Yang Tak Akan Terpisahkan

Tiga Sekawan Yang Tak Akan Terpisahkan
Ryudan Terdampar dan Di Temukan oleh Tentara Bayaran Dan Menjadi Tawanan Mereka


__ADS_3

Beruntung sungai itu sangat dalam sehingga Ryudan dan Juden tidak terluka. Tapi mereka tidak sadarka diri karena kehabisan nafas saat berenang melawan arus sungai sehingga badan Ryudan mengapung di air dan terdampar di suatu daerah. Tubuhnya tersangkut batu besar sehingga ada kemungkinan menemukan Ryudan di sana. Dalam pingsannya Ryudan sedang berbincan dengan kakeknya yang pernah mengasuh dan membesarkan dia. (plot cerita)


Di suatu daerah ada tentara bayaran yang berkelana. Kemudian salah seorang yang mempunyai tubus besar dan berotot bersama pasukannya melaksanakan patroli di sekitar pinggiran sungai sambil jalan - jalan. Di kejauhan terlihat ada seseorang yang tidak sadarkan diri di dekat batu besar. Dan benar saja seorang pemuda dengan pakaian seperti seorang prajurit elit dari Qinghai. Orang itu menegang tangannya untuk mengetahui nadinya masih berdenyut dan mendekatkan kedua jarinya untuk memastika masih ada nafas atau tidak.


Setelah di telusuri anak muda ini pun dipastikan masih hidup, mungkin dia sedangkehabisan nafas makanya tidak sadarkan diri. Akhirnya orang itu pun menekan perutnya, agar jantungnya bisa berdetak. Tidak lama kemudian air mengalir di mulutnya dan mulai kesadaran diri Ryudan pulih. Setelah melihat Ryudan sadar, kemudian orang itu pun memberikan banyak pertanyaan kepada Ryudan.


Orang asing tersebut bertanya " Siapa namamu?"


Ryudan menjawab " Namaku Ryudan"


Orang asing bertanya kembali " Kau berasal dari mana?"


Ryudan menjawab " Saya berasal dari pasukan elit Qinghai ".

__ADS_1


Firasat orang asing itu pun menjadi kenyataan lalu bertanya lagi " Mengapa kau sampai ke sini? "


Ryudan pun menceritakan kejadiannya itu kepada orang asing secara detail. Lalu Orang asing itu pun berfikir untuk menawannya terlebih dahulu karena ada kemungkinan kalau orang yang dia temui ini adalah mata - mata dari Qinghai.


Saat akan membawa Ryudan untuk menjadi tawanannya tiba - tiba ada orang yang memakai baju biru dengan wajahnya yang tampan dan elegant datang menemui orang asing ini.


Orang yang memakai baju biru itu berkata " Hua Dong, mengapa kau disini... harusnya kau berpatroli bukan malah mengobrol di sini..." ucap lantang


Ternyata yang menyelamatkan Ryudan saat itu adalah Hua Dong sedangkan orang yang memakai pakaian berwarna biru itu bernama Zilong. Mereka berdua adalah tentara bayaran dari kota Gansu yang di tugaskan untuk menjaga daerah perbatasan Hainan. Karena diketahui kota Hainan adalah kota yang akan diserang pertama kali oleh pasukan Qinghai dibawah perintah dari Jendral yang haus darah yang bernama Jendral Yu Zhong. Maka dari itu Gubernur dari Gansu memerintahkan untuk menjaga perbatasan daerah Hainan agar tetap terjaga perdamaian dan tidak ada perang juga korban yang berjatuhan, dengan mebayar tentara bayaran di sekitar area perbatasan Hainan.


Karena mendengar hal itu Zilong pun menawan Ryudan untuk pergi ke markas. Setelah sampai di markas tentara bayaran, Ryudan di masukkan ke penjara sementara di karenakan ada kemungkinan sesuau yang lebih buruk lagi datang dan membahyakan sekitar kota. Ryudan dengan pasrah masuk ke sel tahanan yang masih terbuat dari kayu jati dengan rantai yang diikat, kunci gembok dan tempatnya sangat dingin karena markasnya berbahan bambu yang membuat angin masuk.


Hua Dong pun mengatakan " Tenang saja, nanti kau akan diberikan makanan siang dan malam hari. Pihak silir akan menyediakan makanannya."

__ADS_1


Singkat cerita saat matahari terlihat sipir pun mendatangi tawanan itu dan meminta untuk membersihkan ruangan yang ada di depan penjara. Ruangan itu adalah ruangan para sipir yang bergantian jaga dan tempat istirahat para sipir. Ryudan pun menyetujui dan mengikuti perintah dari sipir. Setelah selesai membersihkan ruangan tersebut, Ryudan melapor pada sipir dan pihak sipir pun memberikan makan setelah bekerja.


Sipir sebenarnya tidak tega melihat tawanan yang dia jumpai ini. Tapi karena perintah jadi terpaksa ikut aturan yang berlaku. Karena kalau dilihat secara detail, sebenarnya tawanan ini tidaklah jahat. Juga dia rajin dan ulet. Sehingga membuat rasa simpati sipir tersebut.


Keesokan harinya sipir mendapat perintah untuk memesan batu api, boots dan tepung terigu. Lalu Ryudan mengikuti perintahnya dan mulai memesan batu asah di tempat pandai besi, kemudian Ryudan mencari boots dan tepung terigu di sekitaran toko di Hainan. Setelah mendapatkan semuanya Ryudan kembali melapor kepada sipir dan menyerahkan semua barang yang di pesannya.


Kemudian sebagai imbalan kali ini Ryudan diberikan makanan spesial yang seharusnya makanan itu khusus untuk para sipir saja, akan tetapi untuk yang kedua kalinya sipir itu berempati kepada tawanan yang ditemuinya ini. Ryudan merasa lahap dengan makanan yang diberikan sipir itu. Hal itu membuat sipir menjadi merasa bersalah, karena menahan tawanan orang yang baik.


Esok harinya lagi para tawanan di bebaskan sementara dan diberikan pekerjaan untuk membersihkan base camp sampai bersih. Ryudan pun ikut membersihkan juga. Dibanding para tawanan lain, Ryudan justru memberihkan seluruh ruangan dengan bersih dan rapi. Sehingga Ryudan mendapatkan jatah makan malam dengan makanan yang lezat kembali.


Saat sipir sedang mengapresiasi tawanannya itu tiba - tiba di luar ada keributan, sehingga sipir pun ingin melihat keluar. Semua orang keluar terkecuali Ryudan. Secara tiba - tiba Ryudan di kejutkan suara yang memanggilnya di dekat belakang kamar sipir. Ternyata suaranya tidak asing lagi bagi Ryudan kalau suara itu adalah suara Juden. Juden pun datang untuk menyelamatkan Ryudan, tapi Ryudan menolaknya. Akhirnya, Juden pun menarik tangan Ryudan dan membawa keluar ruangan. Setelah di depan ruangan Zilong dan Hua Dong sudah memblokir jalannya dan menanyakan " Apa yang kamu lakukan disi penyusup? " dengan nada marah. Lalu Ryudan pin menjelaskan kalau dia masi temannya dan meminta tolong untuk memaafkannya karena telah lancang masuk tanpa izin. Juden pun tidak bisa berbuat apa - apa selain mengikuti kemauan dari Ryudan. Kemudian Zilong pun menyuruh untuk membawa para tawanan ini ke ruang utama.


Setelah di bawa ke ruang utama Hua Dong mulai menginterogasi mereka dengan beberapa pertanyaan dasar. Dan apa yang di katakan Ryudan itu memang benar adanya kalau tawanan yang satu ini adalah temannya. Lalu Hua Dong pun menanyakan " Apakah benar jika Jendral Yu Zhong akan mengkudeta seluruh kota dan juga membumi hanguskan kota yang tidak ikut perintahnya. Karena semua saya mengetahui informasi dari temanmu ini?" ucap lantang. Juden menatap Ryudan dan menceritakan semuanya secara rinci. Setelah mendengar hal itu Zilong pun murka dengan kelakuan dari Jendral baru dari Qinghai tersebut. Dan akhirnya membebaskan mwreka sebagai tawanan dan sebagai jaminannya harus bisa mencari informasi yang lebih rinci lagi.

__ADS_1


__ADS_2