Tiga Sekawan Yang Tak Akan Terpisahkan

Tiga Sekawan Yang Tak Akan Terpisahkan
Kastil lama di kota baru dan vampire melarikan diri


__ADS_3

Setelah mereka sampai di sebuah kota tanpa berpenghuni, pedang legendaris tersebut langsung nerespon untuk menghancurkan pelindungnya. Dengan kekuatannya sekarang, Hua Dong langsung mengeluarkan pedangnya dan mebas dengan sekali tebasan yang membuat pelindung dari segala penjuru hancur lebur. Kemidian mereka masuk ke dalam tanpa ada hambatan lagi.


Di ujung kota terdapat sebuah kastil yang sangat lama dan semuanya berfikir jika ada kemungkinan vampire tersebut menetap lama di kastil tersebut. Mereka pun langsung masuk ke dalam kastil. Sayangnya di dalam kastil terdapat banyak sekali mayat hidup, penyihir dan tengkorak hidup sebagai penjaga kastil. Dan hebatnya lagi mayat hidup tersebut sangatlah sulit untuk dibunuh, apalagi penyihir. Akan tetapi, dengan kekuatan Hua Dong yang sekarang ini semuanya terlihat mudah. Cuma sekali tebas saja semua mayat hidup itu mati dengan seketika.


Setelah melewati para penjaga mayat hidup, semua jalan penuh liku - liku. Banyak sekali perangkap dan jalan rahasia di kastil tersebut. Mereka tetap bisa melewati rintangan tersebut sampai akhirnya tepat berada di ruang utama kastil yang ternyata vampire tersebut sedang menunggu kedatangan mereka. Dengan cekatan Hua Dong pun mengeluarkan pedangnya dan bersiap untuk menebas vampire tersebut.


Lalu seorang pemburu vampire pun mengucapkan mantra vampire untuk menyegel vampire tersebut agar tidak bisa lari. Akan tetapi, vampire tersebut sangatlah pintar seolah sudah tahu jika mereka datang dengan seorang vampire hunter. Vampire tersebut langsung melarikan diri dengan cepat sebelum mantra itu selesai dan di sematkan ke tubuh vampire tersebut.


Pemburu vampire tersebut menyadari kalo buruannya akan melarikan diri sehingga pemburu vampire tersebut mengeluarkan rantai khusus di tangannya dan mencoba untuk menangkap kembali vampire tersebut. Vampire tersebut sangatlah cepat dan hingga rantai tersebut tidak bisa lagi mengikuti vampire tersebut.


Hua Dong sangat marah dan berkata " Sialan, jika kau kudapat akan ku bunuh kau kemudian jemur kau kemudian peras kau seperti baju basah @!?/*...." dengan kata ngawur.


Kemudian Zilong mencoba menenangkan Hua Dong dan tiba - toba keluarlah monster dari mayat yang sudah berada depan mereka. Monster tersebut berwajah enam, berkaki empat dan panjang, mempunyai kuku panjang, semua giginya bertaring dan matanya melotot berwarna merah. Sangat menyeramkan rupa sosok tersebut. Mereka melawan dengan kekuatan mereka masing - masing.


Singkat cerita meskipun semuanya terluka dan pertarungan yang melelahkan kemudian Ryudan mengeluarkan ilmu sihirnya yang dimana sekarang digabung dengan kekuatan pedang legendaris. Sehingga mendapat rune baru yang dimana sihirnya berupa pedang dengan api yang menyala di sekelilingnya. Dengan ilmu sihir tersebut Hua Dong dan Ryudan bisa membunuh monster tersebutdengan sekali tebas hingga monster tersebut hangus terbakar dan menjadi abu tanpa sisa.


Setelah melewati sederetan perjalanan panjang dan bisa mengalahkan monster tersebut, akhirnya mereka pun keluar kembali untuk melapor kepada gubernur di kota Wuzhong. Saat hendak keluar dari kota tersebut secara tiba - tiba Fang Yang, Fang Yin dan Rayden yang sedang menggendong Yobo datang bersama pasukan dan separuh dari penduduk di kota Wuzhong.


Sontak membuat terkejut Hua Dong dan kawan - kawan. Dengan rasa penasaran yang tinggi, Hua Dong bertanya kepada para pasukan yang datang.


Hua Dong berkata " Ada apa ini ramai - ramai datang kemari? "

__ADS_1


Salah satu prajurit pun menjawab " Kami sedang melarikan diri dari serbuan pasukan Qinghai, sekarang mereka sudah tiba di kota Wuzhong dan gubernur kami tewas di bunuh oleh Jendral Liu dengan cara yang tidak sewajarnya. Mendengarkan hal itu membuat utusan itu terdiam dan hanya bisa pasrah mendengar kotanya telah hancur beserta sang gubernur yang tewas. Pasalnya utusan tersebut sudah lama mengabdi bersama gubernur dan dia adalah pengawal yang paling hebat di kotanya.


Hua Dong dan Zilong mencoba untuk mengamankan sementara orang - orang yang datang tersebut di sebuah kastil tua.


Kemudian merundingkan apa yang harus di lakukan mereka agar bisa mengalahkan pasukan tersebut. Hua Dong meski mempunyai kekuatan baru tetap saja tidak bisa nengalahkan mereka. Pedang tersrbut hanya untuk membunuh para zombie, bukan para prajurit yang hebat. Hua Dong hanya bisa menyarankan untuk melarikan diri dan mecari tempat yang lebih aman saja.


Akan tetapi, Ryudan lebih menyarankan untuk menetap di kastil dan membuat kota ini kembali hidup dengan kastil yang baru. Alasan tersebut membuat Fang Yin menyetujui keputusan Ryudan. Bukan karena Fang Yin mempunyai rasa suka terhadap Ryudan, akan tetapi mengingatkan mereka jika terus berlari untuk menghindar dari para pasukan Qinghai, lebih baik menetap dan mencoba untuk melawan. Zilong yang menyadri perkataan Ryudan pun berfikiran sama akan tetapi tidak ada yang bisa melawan para pasukan dari Qinghai tersebut. Semuanya sudah pernah berperang dan yang ada malah korban bertambah banyak. Menurut Zilong yang paling beruntung itu hanya di saat Guo Daza membantu menjadi aliansi pasukan dengan para pasukan di kota Xining.


Quancheng langsung mendapatkan ide untuk pergi ke sebelah timur kota Wuzhong. Disana ada seseorang dari Mathiu yang sangat pintar dalam strategi perang. Memang terkadang orang tersebut sering melakukan hal - hal gila dalam strateginya. Akab tetapi dia berhasil. Hua Dong pun kenal dengan orang tersebut begitu pun Zilong karena mereka pernah di berikan arahan oleh seorang pemuda yang sangat hebat dalam strategi perang. Hal gila yang dia rencanakan bisa membuat Pasukan Barbarossa kewalahan.


Dengan kesepakatan bersama mereka pun mencari orang tersebut bersama utusan gubernur Wuzhong sekaligus melihat keadaan kotanya yang sedang di kepung oleh para prajurit dari Qinghai.


Mereka pun berjalan dan menuju kota Huan.


Lanjut ke cerita


Selama perjalanan mereka pun beristirahat di beberapa desa kecil, karena perjalanan menuju kota Huan membutuhkan waktu satu minggu. Sangat jauh sekali perjalanannya yang membuat mereka beristirahat di penginapan desa kecil sebanyak 5 kali dan jika masih jauh dari desa penduduk mereka pun tak lantas untuk membuat tenda darurat.


Setelah mereka sampai di kota Huan, mereka pun bergegas mencari informasi untuk bisa bertemu dengan seorang murid yang paling hebat dan langsung dari guru yang hebat pula. Mereka mencari informasi ke segala arah sampai akhirnya mereka mendapatkan informasi tempat tinggalnya dan langsung menuju ke rumah seseorang yang dicari. Setelah mereka sampai di rumah tersebut, mereka di sambut oleh srorang penjaga dan mempersilahkan masuk. Kemudian Seseorang yang di cari pun datang di hadapan mereka dan Quancheng pun tanpa basa - basi meminta tolongbkepadanya.


Di ketahui nama seseorang tersebut adalah Shu yang merupakan teman dari Quancheng. Mereak adalah sahabat lama dan satu kelas bersama Guru Mathiu.

__ADS_1


Shu pun bertanya " Maaf, kalian ada perlu apa hendak mencari saya sampai datang kmari jauh - jauh?" ucap dengan nada sopan dan lebih bermoral.


Quancheng pun menjawab " Kami datang kemari untuk mencarimu karena ada sesuatu yang sangat genting sekarang "


Shu pun bertanya " Sesuatu seperti apa yang membuat seserius seperti ini? "


Quancheng berkata " Pasukan Qinghai sudah mengancam dan membunuh banyak orang. Mereka sekarang berada di kota Wuzhong di bagian barat untuk menghancurkan semua kota di Negara bagian Timur. Semua ksatria dan ppara pasukan aliansi berputus asa dan tidak tahu harus bagaimana. Dan hanya kaulah yang bisa melakukan keajaiban untuk memutus serangan dari para pasukan Qinghai tersebut."


Shu pun bertanya " Apa yang membuat kau bisa berfikiran bahwa aku adalah seorang penyelamat, sedangkan yang kau lihat ini... aku adalah seorang rakyat biasa dan aku juga seorang pedagang. Jadi mana mungkin aku bisa menjadi penyelamat dunia? "


Quancheng menjawab " Kau adalah siswa dari guru Mathiu dan kita juga pernah satu kelas bersamamu. Aku tahu jika kau adalah murid yang sangat cerdas dan bijak dalam mengambil sebuah keputusan. Aku yakin kau bisa membuat para pasukan itu mundur "


Shu pun menolak permintaan Quancheng dan lekas pergi meninggalkan mereka. Quancheng menjadi sangat sedih saat melihat sahabatnya menjadi pemarah.


Mereka pun bergegas keluar rumah dan Ryudan mencoba menenangkan Quancheng dengan pergi ke sebuah bar kecil. Akhirnya mereka pun pergi ke bar dan minum sejenak disana.


Saat mereka sudah bisa menenangkan Quancheng dan akan pergi ke penginapan sebentar untuk beristirahat sejenak, tiba - tiba Shu berdiri di depan pintu bar. Quancheng yang menyadari kedatangannya langsung bersujud dan memohon kepada Shu untuk membantunya. Akan tetapi Shu masih dengan keras kepalanya menolak tawaran Quancheng dan berbalik muka dengan wajah geramnya kembali ke rumahnya. Lalu Quancheng mengejar Shu, akan tetapi Shu langsung menutup pintu rumah dan menguncinya yang membuat Quancheng semakin terpuruk dan mulai rasa putus asa pun muncul di benaknya. Ryudan dan utusan gubernur itu pun menyusul Quancheng dan membangunkan Quncheng.


Ryudan pun langsung berkata " Jika Shu itu tidak mau, lebih baik kita kembali saja ke kastil. Tidak ada waktu lagi untuk berdebat."


Quancheng pun mlangsung mengatakan " Jangan asal bicara... Saya tahu persis dia ini seperti apa dan saya yakin saya bisa untuk meluluhkan hatinya agar bergabung dengan kita" sambil memarahi Ryudan.

__ADS_1


Ryudan dengan kaget langsung meminta maaf dan berkata " Maaf kalau begitu... tapi lebih baik kita beristirahat sebentar dan besok mungkin Shu akan berubah fikiran " dengan entrngnya dan sedikit gugup.


Quancheng pun menyetujui perkataan Ryudan dan mereka pun pergi.


__ADS_2