Tiga Sekawan Yang Tak Akan Terpisahkan

Tiga Sekawan Yang Tak Akan Terpisahkan
Serangan mendadak di Hainan


__ADS_3

Komandan Guo Jing dengan para prajuritnya yang di dalamnya ada Ryudan dan Juden sudah berkumpul semuanya dan siap untuk menghadap Panglima Jiang Er untuk mendapatkan tugas misi selanjutnya.


Setelah itu Panglima Jiang Er menugaskan Komandan Guo Jing dengan para prajuritnya untuk menuju ke pertabatasan Hainan.


Di informasikan Hainan terletak di sebelah utara dekat dengan kota Qinghai.Setelah mendapatkan informasi tersebut mereka bersiap untuk berangkat menuju tempat yang dituju.


Saat perjalanan panjang para prajurit yang baru naik tingkat itu saling mengobrol dan menanyakan " apakah kalian sudah siap untuk misi beresiko ini?". Prajurit lain pun menjawab " siap, tidak siap kita harus berjuang". Juden pun menegaskan " Apapun yang terjadi kita adalah satu tim, jadi kalau diantara teman kita tidak bisa maka yang lainnya harus membantunya". Ryudan pun menyemangati mereka dengan kepalan tangan dan berkata " Kita semua pasti bisa."


Komandan Guo Jing melihat prajuritnya yang saling menyemangati satu sama lainnya, Komqndan Guo Jing pun menjadi ikut semangat dan bisa melewati ini semua.


Wajar jika para prajuritnya ada rasa takut karena mereka baru naik tingkat di prajurit elit, sehingga pasti ada kegalauan tersendiri saat menjalankan misi. Karena sebagai prajurit elit harus bisa mempertahankan hidupnya dari serangan apapun. Para prajurit elit yang baru naik tingkat merupakan awal dari test mental mereka.


Tidak terasa sudah sampai di pertengahan jalan perbatasan Hainan. Ternyata bukan hanya Komandan Guo Jing saja yang sampai sana, melainkan ada prajurit lainnya yang memang sebenarnya sudah menunggu mereka sedari tadi. Lalu karena mereka tiba larut malam semua prajurit pun membuka tendanya masing - masing untuk bisa beristirahat sebentar sebelum melanjutkan misinya lagi sambil menyusun tenaga untuk hari esok dan melanjutkan perjalanan. Ryudan dan Juden pun sengaja untuk berkeliling keluar sebentar karena mereka belum mengantuk sambil ngobrol.

__ADS_1


Hari sudah semakin gelap dan para pasukan lainnya pun sudah tertidur terkecuali para Komandan pasukan masing - masing yang harus berjaga melihat sekeliling daerah base camp mereka agar tetap terjaga dengan aman. Saat Komandan Guo Jing sedang berjalan santai, tidak sengaja melihat dua orang prajurit yang masih di luar sehingga Komandan Guo Jing pun mendekati mereka. Ternyata dua prajurit yang dimaksud itu adalah Ryudan dan Juden yang srdang mengobrol santai sambil melihat bulan. Komandan Guo Jing pun mendekati dan menegur mereka untuk tidur secepat mungkin. Sontak Ryudan dan Juden pun terkejut dan mereka berdua meminta maaf, kemudian pergi ke tenda untuk tidur.


Saat tengah malam tiba - tiba Ryudan dan Juden di kejutkan dengan suara teriakan dari luar. Kemudian Ryudan dan Juden pun keluar tenda. Ternyata ada serangan dadakan dari musuh sehingga setengah pasukan tewas saat tertidur pulas. Komandan Guo Jing pun menyuruh lari ke tempat yang aman terlebih dahulu se belum menjadi banyak korban.


Ryudan dan Juden pun berlari mencari tempat berlindung. Akan tetapi, Juden mempunyai firasat yang aneh dengan kejadian ini. Juden pun menghentikan larinya dan menarik tang Ryudan untuk meminta berhenti berlari. Alhasil Ryudan menjadi kebingungan karena Juden tiba - tiba menghentikannya.


Ryudan pun bertanya " Juden kamu kenapa berhenti, kita harus cepat cari perlindungan."


Juden membalas " Saya merasakan ada hal yang aneh dengan kejadian ini".


Juden mengalihkan perkatannya dan membalas " Lebih baik kita kembali ke Base Camp".


Ryudan berkata " Kau gila, kita sudah di kepung musuh... Tapi kau ingin kembali ke base camp... berarti kau mengantarkan nyawa." dengan nada marah.

__ADS_1


Juden tidak menghiraukannya malah justru bersikeras untuk kembali. Hingga akhirnya Ryudan pun ikut dengan Juden, karena apapun yang terjadi Juden tidak boleh mati sia - sia jadi Ryudan berencana kalau Juden terjadi apa - apa maka dia harus menolongnya hidup atau mati.


Mereka berdua pun kembali ke base camp dan melihat banyak sekali para pasukan dan komandan yang tewas. Sesampainya di sana tiba - tiba Juden secara tidak di sengaja melihat seseorang yang sedang bernegosiasi. Dan satu orang lagi yang sudah di kenal yaitu Komandan Guo Jing. Sambil menyelinap mereka berdua mencoba untuk mendekati secara sembunyi - sembunyi agar bisa mendengar percakapan mereka.


Jendral baru bernama Jendral Yu Zhong sudah menyiapkan rencana untuk menghancurkan kota di seluruh negara mongol dan hendak menguasai negara tersebut. Tapi harus dengan syarat membunuh semua pasukan baru sebagai tumbal untuk kekuatan pedang dari Jendral Yu Zhong yang penuh dengan kekuatan iblisnya dan sebagai imbalannya Komandan Guo Jing akan mendapatkan uang yang berlimpah dengan jaminan keselamatan keluarganya dan naik pangkat dengan cepat. Komandan Guo Jing pun tergiur setelah mendapatkan imbalan yang melimpah tersebut dan menyetujuinya.


Mendengar hal itu membuat Ryudan dan Juden pun menjadi was - was dan berinisiatif untuk melarikan diri. Akan tetapi saat akan melarikan diri ternyata ada pasukan khusus yang datang mengelilingi base camp dan secara tidak sengaja melihat Ryudan dan Juden yang sedang menyelinap. Alhasil mereka berdua di tangakap dan digiring ke Jendral Yu Zhong. Jendral Yu Zhong pun melihat ada tikus yang tersisa. Komandan Guo Jing pun langsung menanyakan kepada mereka " Kenapa kalian disini?." . Lalu Jendral Yu Zhong pun menjeda perkataan Komandan Guo Jing dengan mata yang tajam dan berkata " Biarkan saja, kedua pemuda itu adalah tumbal selanjutnya... Ha...Ha... Ha...." sambil tertawa mengerikan. Komandan Guo Jing pun hanya ikut perintah dari Jendral Yu Zhong dan menyuruh pasukan yang menangkap mereka untuk membunuhnya.


Karena Juden dan Ryudan mempunyai ilmu beladiri sehingga mereka melawan pasukan itu dengan mudahnya. Jendral Yu Zhong pun menjadi geram dam murka, langsung memerintahkan Komandan Guo Jing untuk membunuh mereka. Dengan cepat Ryudan dan Juden pun lari secepatnya. Lalu Komandan Guo Jing langsung memerintahkan untuk mengejarnya dan penggal kepala mereka dan bawa ke base camp. Prajurit khusus pun mengejar mereka.


Ryudan dan Juden pun terus berlari hingga tepat di depannya ada jurang yang tinggi dan di sebelah timur merupakan air terju yang sangat tinggi. Di sebelah kiri atau kanan sudah tidak ada lagi jalan alias jalan buntu. Kemudian pasukan yang mengejar mereka pun mengepung mereka dan akhirnya mereka pun melawan pasukan tersebut dengan ilmu beladirinya.


Setelah membunuh pasukan tersebut Juden pun berinisiatif untuk terjun dari ketinggian dan meminta Ryudan ikut dengannya. Ryudan pun setuju. Sebagai kenangan terakhir mereka menandai batu yang ada di sisi kanan mereka untuk mengingat bahwa kita pernah menjadi pasukan elit sebelum kita mati. Ryudan pun menganggukkan kepalanya dan mereka berdua mulai menandai batu tersebut.

__ADS_1


Pertama Juden dengan garis melintang ke kiri, lanjut Ryudan dengan faris melintang ke kanan. Sehingga membentuk tanda "X". Setelah itu Ryudan dan Juden pun dengan cepat loncat ke bawah.


__ADS_2