
Utusan dari Gubernur Menyuan Hui tersebut lantas bertemu dengan Shu yang secara kebetulan sedang melakukan strategi baru bersama Quancheng untuk melawan para pasukan Qinghai.
Utusan tersebut berkata " Maaf, jika saya mengganggu kepada tuan dan nyonya semuanya!! Saya cuma ingin tanya dimanakah pemimpin baru kalian sekarang?... Maaf jika saya lancang dalam berbicara".
Shu pun menoleh dan berkata " Sedari tadi kami tidak melihat beliau di sini.... Kami sedang mengadakan rapat".
Utusan tersebut langsung menjawab " Maaf, kepada semuanya karena saya telah mengganggu privasi kalian".
Tiba - tiba Ryudan datang dari belakang dan Shu pun melihatnya.
Shu langsung menunjuk Ryudan yanh sedang berdiri di depan pintu dengan berkata " Itu dia, Tuan Muda kami yang kamu maksud".
Utusan tersebut sangat terkejut, selain dia sudah pernah bertemu dengannya dan menujukkan jalannya, dia juga terkejut karena pemimpin yang dimaksud adalah seorang pemuda yang masih belia. Utusan tersebut pun berkata " Apa?... Betulakah dia adalah pemimpinnya" dengan rasa kaget yang luar biasa dengan matanya yang melotot karena keheranan.
Shu menjawab " Jangan kau lancang terhadapnya, Tuan Muda yang kau lihat ini adalah orang yang bisa mengalahkan dan melumpuhkan Jendral Liu yang merupakan Jendral yang paling hebat di kota Qinghai."
Utusan langsung tertegun dan meminta maaf kepada Ryudan karena telah lancang mengatakan yang seharusnya dia tidak boleh katakan oleh seorang bawahan terhadap atasannya.
Ryudan merendah dan berkata " Harusnya akulah yang meminta maaf kepadamu karena aku sudah sengaja menjahili kau."
Utusan tersebut langsung berkata " Akulah yang salah karena aku tidak mengenali Tuan Muda berada di hadapanku tadi." dengan merendahkan kepalanya.
__ADS_1
Lalu Ryudan pun mendekati mereka dan kemudian Shu bertanya kepada utusan tersebut dengan berkata " Ada apa hal apa kau datang kemari?".
Utusan tersebut menjelaskan " Saya datang kemari karena saya ingin memberitahukan bahwa para pasikan Qinghai sudah dalam perjalanan menuju kota otonom."
Shu pun berkata " Ada alasan apa sehingga pasukam Qinghai datang kesana?"
Utusan tersebut menjawab " Saat para pasukan dari Qinghai sudah mendapatkan informasi tentang kekalahan besar Jendral Liu dan berdirinya kota baru, mereka tak lantas mundur dan malah mengalihkan penyerangan sementara ke kota perbatasan otonom. Menurut informasi yang ada tujuan mereka kesana untuk memperluas daerah kekuasaan dan membuat aliansi secara paksa untuk mendapatkan kekuatan baru."
Ryudan berkata " Sialan, mereka sengaja untuk mendapatkan kekuatan dari prajurit pasukan otonom untuk mengalahkan kita."
Shu pun langsung berkata " Tuan Muda tenanglah kita akan bisa menang jika kita dengan cepat untuk pergi ke kota perbatasan otonom di Menyuan Hui untuk melakukan aliansi bersama."
Utusan tersebut menjelaskan " Pasukan otonom adalah pasuka yang di dalamnya terdiri dari 3 pasukan. Yang pertama adalah pasukan manusia yang berada di kota Shang Zhuang dengan pelatihan yang sangat ketat dan kebanyakan adalah para pasukan elit yqng hebat dalam bertempur jarak jauh dan dekat. Yang kedua adalah pasukan setengah manusia setengah hewan yang berada di daerah sebuah desa kecil dari perbatasan otonom. Mereka berwujud seperti kelelawar dan ahli dalam penyusupan karena sayapnya sangat cepat untuk terbang kesana kemari. Yang ketiga pasukan yang merupakan pasukan jelmaan dari seekor anjing. Pasukan ini adalah pasukan yang bukan hanya kuat dan hebat, akan tetapi sangat terampil untuk membunuh lawannya tanpa ampun."
Shu kebingungan akan hal itu hingga tiba - tiba Shu mendapatkan ide untuk pergi sementara ke Kota Huan. Karena disana secara kebetualan penjaga gerbang pintu air yang pernah Ryudan temui adalah orang yang mengetahui jalan arus sungai agar tidak ketahuan oleh para pasukan Qinghai dan tetap bisa sampai ke tempat tujuan. Sedangkan Ryudan mengingat dua orang nelayan yang pernah membantunya untuk melarikan diri dari pasukan Qinghai.
Naomi yang berada disana langsung meminta kepada Shu agar ikut bersa Ryudan untuk bertemu dengan mereka. Shu pun langsung menyetujui permintaan Naomi. Kemudian Naomi pun bergegas berlari ke kamarnya untuk melakukan persiapan.
Shu mengingatkan Ryudan untuk berhati - hati selama perjalanan karena pasukan Qinghai bisa saja menyerang secar tiba - tiba. Untuk menghindari hal itu, Putri Lian pun di panggil oleh Shu untuk menemani perjalanan Ryudan dan Naomi menuju kota Huan. Putri Lian yang memang sudah tahu akan hal itu pun menyetujuinya dikarekan itu juga adalah bagian tugasnya dia.
Naomi tengah bersiap dan mereka bertiga pun berangkat dari kota barunya. Mereka pergi ke sebuah desa kecil yang ada di utara Kota Wuzhong untuk menemui nelayan yang pernah membantunya itu terlebih dahulu. Saat memasuki desa tersebut, tiba - tiba seorang nenek tua menyenggol Naomi yang membuat diaterkejut.
__ADS_1
Nenek tua tersebut berkata " Kau yang telah membuat keponakanku terluka!!!" dengan suara parau
Naomi pun langsung berkata " Maaf nenek, kami baru datang kesini dan kami tidak pernah melukai orang sembarangan. Lagi pula kami tidak pernah mengenal keponakan nenek tersebut."
Lalu dari belakang seorang bandit menodong mereka dengansebuah pedang panjang dan nenek tersebut tersenyum dan mengatakan " Hai, anak muda kami hanya ingin uang dan harta kalian. Kami sebenarnya telah menipu kalian. Kalian lebih memilih mana antara harta ataulah nyawa?" dengan suara parau dan senyum tipisnya.
Seseorang pun datang dengan membuang bom asap dan nembuat mereka tidak bisa melihat satu sama lain. Suara pukulan pun terdengar di telinga Ryudan, sampai asapnya sudah mulai menghilang tiba - tiba Ryudan, Naomi dan Putri Lian pun terkejut karena para bandit tersebut terkapar semuanya.
Nebek itu pun langsung melarikan diri karena ketakutan. Naomi yang ingin meminta penjelasan kepada nenek tersebut langsung dicekal tangannya oleh seorang wanita yang perawkannya seperti laki - laki.
Wanita tersebut berkata " Biarkanlah nenek itu pergi."
Ryudan pun bertanya " Siapa kau ini?"
Wanita tersebut langsung memperkenalkan dirinya " Namaku Oulan. Aku biasa menjadi bodyguard bayaran. Aku akan ikut perintah terhadap orang yang betul - betul memerlukanku."
Ryudan langsung berkata " Jika seperti itu, pertama saya sangat berterima kasih kepadamu karena telah menolong kami dan yang kedua saya hanya meminta untuk menjadi bodyguard kami selama perjalanan kami."
Oulan pun berkata " Tentu saja jika kau bisa membayarku sesuai dengan permintaanku."
Ryudan pun berkata " Saya akan membayarmu berapapun yang kau mau. Karena aku adalah seorang pemimpin dari kota baru di barat desa tersebut."
__ADS_1
Oulan pun terkejut mendengarnya dan langsung menyetujui permintaannya.
Setelah Oulan ikut bergabung bersama mereka, kemudian mereka pun berjalan menuju arah sungai yang dimana para nelayan itu menurut informasi bahwa nereka tinggal di gubuk nelayan dekat dengan sungai kuning.