Tiga Sekawan Yang Tak Akan Terpisahkan

Tiga Sekawan Yang Tak Akan Terpisahkan
Perjalanan Menuju Ke Hutan Zhong Zicun Sampai Bertemu Tsai Di Sebuah Gubuk


__ADS_3

Perjalanan pun mereka mulai dengan menyisiri sekitar hutan dengan secara tidak sengaja bertemu dengan seorang pengelana lagi yang sedang memperbaiki sangkar burung yang jatuh dari pohon. Lalu mereka mendekati sang pengelana untuk menanyakan tentang keberadaan yang bernama Tsai di hutan tersebut sekaligus hewan peliharaan wanita muda yang sekarang bersama Juden dan Ryudan.


Setelah bertanya, kemudia pengelana itu pun menjelaskan jika ada hewan yang berkeliaran di pinggiran hutan menyerupai landak dan dia sedang lari ke arah timur. Sedangkan untuk bernama Tsai dia tidak mengetahui informasi tentang keberadaannya. Karena sudah ada satu informasi, lantas Juden pun dengan segera meminta si pengelana itu untuk memberikan jalan untuk mendapatkan hewan peliharaan yang dicari selama ini oleh wanita muda ini. Lalu pengelana itu pun membantunya dengan melacak keberadaan hewan tersebut oleh serigalanya. Pengelana meminta barang peninggalan yang biasa hewan itu bermain. Akhirnya wanita muda itu mengeluarkan bola mainan berkurang kelereng karena biasanya hewan peliharaannya itu duka memakan bola itu terus memuntahkannya kembali. Lalu pengelana itupun menyuruh serigala miliknya untuk mengendus bau yang menempel di bola itu. Seketika selepas mengendus bola itu, serigala langsung berlari untuk mencari jejaknya. Yang lain pun ikut menyusul mereka.


Sampai ada di sebuah pohon yang tinggi dan sangat besar, tiba - tiba serigala itu pun mengaung seolah - olah dia sudah menemukan jejaknya. Kemudian meminta semuanya untuk bersembunyi, lalu serigala itu menunggu di tempat. Dengan auman yang sangat keras tiba - tiba hewan peliharaan yang dicari pun datang dan akhirnya si pengelana itu pun mengeluarkan panahnya. Sementara seolah sudah tau tuannya bersiap, serigala itu pun mengalihkan hewan itu agar tidak kabur saat sedang dalam bidikan tuannya. Setelah bidikannya sudah di kunci, pengelana melepaskan anak panah tersebut dan tepat mengenai ekor hewan peliharaan itu dan semua bangun dari persrmbunyiannya untuk menangkap hewan tersebut.


Setelah wanita muda tersebut mendapatkan apa yang dicarinya lalu berterima kasih karena sudah menemukan hewan peliharaannya. Lalu si pengelana itu pun mengobati ekor hewan peliharaan wanita muda tersebut. Lalu wanita itupun mengiyakan dan kemudian mereka berdua langsung berjalan keluar hutan. Sedangkan Ryudan dan Juden pun melanjutkan perjalanan untuk menemui Tsai.

__ADS_1


Sudah sampai ketengah hutan tapi Juden dan Ryudan masih tidak ada informasi dimana keberadaan yang barnama Tsai itu. Awalnya Juden mengajak Ryudan untuk kembali jeluar hutan sebwlum makin tersesat di dalam hutan. Akan tetapi, Ryudan kembali menyemangati Juden yang sudah putus asa, agar misi ini terlaksana dengan baik. Karena Juden melihat Ryudan yang pantang menyerah beserta wajahnya yang tidak mudah lelah, akhirnya Juden pub mengikuti saran yang diberikan Ryudan. Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan.


Sampai kedalam hutan pun tidak ada tanda - tanda ada seseorang di sana. Lalu mereka berencana beristirahat sejenak karena sudah mau gelap. Akan tetapi, Ryudan secara tidak sengaja melihat gubuk tua yang dalam pikirannya kemungkinan di sana ada orang dan mencoba untuk menanyai Tsai di sana. Barang kali ada informasi tentang keberadaannya. Ryudan pun memberikan pikirannya itu untuk mencoba pergi ke gubuk itu. Juden pun saat melihat gubuk tua yang di tunjuk sama Ryudan tadi membuat Juden pub berfikir hal yang sama dengan Ryudan.


Akhirnya mereka pun bersedia untuk mendatangi gubuk tua tersebut. Saat berada di depan pintu Juden pun mengetuk pintu sambil berkata " Hallo.... apakah ada orang di dalam? ". Tapi tidak ada jawaban apapun sehingga mereka berdua memutuskan untuk mendiami gubuk tua tersebut dan beristirahat di dalam.


Lalu juden melihat rumah tersebut dan menyimpulkan gubuk tua tersebut sebenarnya sedang di tinggalkan oleh tuannya. Karena ada banyak barang - barang di dalam gubuk tersebut. Belun lagi ada banyak senjata di sana. Jika gubuk ini tidak berpenghuni pasti tidak ada barang alias kosong. Lalu mereka pun memutuskan untuk keluar, akan tetapi di depan pintu ada seseorang yang sedang membawa bahan makanan beserta kayu kering untuk memasak. Lalu seorang pria itu pun terkejut melihat ada orang yang masuk gubuknya. Secara spontan Ryudan dan Juden pun meminta maaf atas kelancangannya, karena sudah masuk tanpa meminta izin sebelumnya. Lalu pria itu pun bertanya " Untuk apa kalian kemari dan ada perlu apa? ".

__ADS_1


Ryudan pun menjawab " Sebenarnya awal mulanya kami tersesat dan akan pulang keluar hutan ini, akan tetapi hatiku mengatakan saya sebentar lagi akan bertemu dengan yang kita cari. Secara tidak di sengaja kita di pertemukan disini."


Tsai pun menjelaskan " Ini adalah rahmat dari Tuhan untuk mempertemukan kita disini . Lalu apa keperluan kalian untuk mencari saya?"


Ryudan pun menjelaskan dengan secra rinci kejadiannya. Lalu Tsai pun segera mengambil senjata yang di minta. Lalu Ryudan merogoh uang untuk meminta Tsai datang ke markas tentara bayaran beserta senjatanya. Akan tetapi, Tsai menolaknya dan jika memang demi negara maka aku pun lebih bati mati dengan sebuah kehormatan daripada uang bayaran yang di keluarkan oleh Ryudan tersebut. Lalu Ryudan pun memasukkan kembali uangnya. Sebelum pergi ke markas Tsai meminta mereka untuk menginap dan beristarahat sebentar di gubuknya sambil mencicipi masakan yang dia buat. Kemudian mereka berdua pun mengiyakan karena hari pun sudah gelap. Lantas pria itu pun pergi ke dapur menyajikan teh ke para tamunya kemudian disambung memasak buruannya tadi. Sambil menunggu Tsai di dalam, Ryudan dan Juden pun minum tehnya, tidak lama kemudian aroma yang membuat lapar pun mendatangi keduanya. Ternyata Tsai sudah siap dengan masakannya dan meminta untuk makan bersama. Akhirny mereka makan bersama.


Setelah selesai makan, mereka pun beristirahat di kamarnya tsai, sedangkan tsai akan mempersiapkan senjata dan bahan yang akan di bawa ke sana. Awalnya Juden dan Ryudan merasa malu karena tamunya tidur di kamar sedangkan tuannya menjaga gubuk sekaligus mempersiapkan senjatanya. Tapi Tsai bersikeras untuk tidur di kamarnya. Akhirnya tidak ada pilihan lain terkecuali mengikuti permintaannya.

__ADS_1


Saat tengah malam Tsai sudah siap dengan tombak kebanggannya itu. Juga bahan untuk merakit sebuah meriam besar nanti pun sudah dipersiapkan. Karena terlalu mengantuk Tsai pun tidur di kursi dengan santai.


Matahari sudah terbit menyapa bumi, Tsai pun membangunkan mereka berdua yang belum terbangun dari tidurnya. Lalu tsai pun menyiapkan persiapannya. Setelah Juden dan Ryudan sudah akan bersiap - siap untuk berangkat, Juden dan Ryudan pun membantu Tsai untuk membawa semua persenjataan ke markas besar para tentara bayaran.


__ADS_2