
Ryudan dan Naomi berlari dan mencari Hua Dong dan Zilong untuk meminta pertolongan. Akan tetapi, di tengah perjalanan mereka di hadang pasukan Qinghai yang sudah mengepung kota Xining.
Diketahui mereka sudah merencanakan sejak dari awal disaat Juden telah membunuh Gubernu Mulan maka pasukan Qinghai secara diam - diam menorobos pintu masuk dan mengepung kota. Kota Xining sudah di kuasai para pasukan Qinghai.
Ryudan dan Naomi tidak bisa berbuat apa - apa selain melawan para pasukan yang menghadangnya. Singkat cerita, mereka berhasil mengalahkannya dan pada akhirnya, Naomi masuk kedalam inn. Akan tetapi, Hua Dong dan Zilong tidak ada didalam. Bahkan semua orang di kota Xining pun menghilang. Mungkin mereka semua sudah mwlarikan diri. Naomi pun teringat Yobo yang madih berada di rumah dokter dan Naomi pun mengajak Ryudan untuk datang ke rumah dokter Han menjemput Yobo. Setelah sampai di rumah dokter, mereka mengetuk pintu rumah tersebut dan tidak ada jawaban balasan. Akhirnya mereka pun memaksa masuk kedalam rumah dokter Han dan sekali lagi tidak ada seorang pun di dalam. Lali mereka mencari ke seluruh ruangan, tiba - tiba Naomi melihat Yobo yang masih tertidur pulas. Ryudan mendengar dari luar pasukan Qinghai akan menyerbu kota. Ryudan langsung meminta Naomi untuk cepat menggendong Yobo dan keluar kota Xining. Naomi pun menyetujui pernyataan Ryudan dan menggendong Yobo yang masih tertidur pulas dengan segera mereka melarikan diri dengan cara menyelinap agar tidak ketahuan para pasuka Qinghai. Setelah mereka berhasil keluar mereka pun berencana untuk melarikan diri menuju perbatasan Gannan.
Setelah sampai di perbatasan mereka beristirahat di sebuah pohon karena hari masih larut malam, lagipula Yobo masih terlihat pulas tertidur jadi Naomi berniat membaring Yobo di pohon tersebut.
Keesokan harinya Yobo terbangun dari tidurnya. Melihat sekelilingnya hutan semua, kemudian Yobo pun membangunkan Naomi dan Ryudan. Sontak Naomi pun terkejut dan kemudian melihat sekelilingnya merupakan hutan. Tiba - tiba Ryudan melihat ada sebuah desa kecil di sebelah selatan. Lalu mereka pun pergi kesana untuk mencari bantuan.
Setelah sampai di sana mereka menanyakan tentang keberadaan Hua Dong dan Zilong di sana. Tapi semua orang disana tidak mengenalnya. Dan sampai di ujung kampung ada kapal yang sedang berlayar. Akan tetapi, banyak sekali pasukan Qinghai disana. Lalu mereka mencoba bertanya kepada seseorang yang sedang mengecek kapal selanjutnya. Mereka bertanya kepada seseorang tentang orang yang berbadan besar dan kekar juga orang yang memakai pakaian berwana biru. Orang itu pun memberitahu jika memang ada dua orang ksatria yang naik ke kapal berlayar menuju perbatasan Wuzhong dan akhirnya mereka pun menanyakan kapal selanjutnya. Orang itu pun memberitahukan jika sekarang semua kapal sudah di blokir dan dengan terpaksa mereka pun mencari seseorang yang bisa membantunya.
Mereka cari keliling desa tapi tak ada satupun yang dapat membantu mereka. Karena lelah mereka pun beristirahat di tempat penginapan, akan tetapi mereka di kejutkan dengan tiga orang yang datang untuk menginap juga. Ketiga orang itu pun terkejut dengan kehadirannya dan Fang Yin adalah orang pertama yang mendekati Ryudan. Naomi pun mencoba menghalanginya dan menanyakan " siapa kalian?, jangan dekati Ryudan!!!". Fang Yin yang kesal dengan wanita yang pencemburu itu menurutnya. Lalu Ryudan menjelaskan jika mereka adalah orang yang sudah dia kenal dan lama tidak berjumpa. Fang Yang dan Rayden pun membenarkan pernyataan tersebut. Mereka pun duduk di meja makan dan memesan makanan.
Fang Yang bertanya " Siapakah wanita di sampingmu?"
Ryudan menjawab " Dia adalah temanku yang aku sudah anggap kakakku sendiri."
__ADS_1
Fang Yang meledek Fang Yin di sebelahnya dengan berkata " Syukurlah, ternyata hanya sebatas teman dan kakak jadi kau bisa memiliki dia sepenuhnya."
Naomi bergumam di dalam hatinya " Apa - apaan wanita ini... jika dia menyukai Ryudan aku pun tidak menyutujui dia dengan Ryudan "
Lalu Fang Yin marah dengan kakaknya dan berkata " Kakak ini apaan sih? Kurang kerjaan apa! " sambil menunduk malu.
Fang Yang pun tersenyum tingkah adiknya tersebut dan kemudian bertanya lagi " Lalu siapa adik kecil yang kalian bawa itu? "
Naomi pun menjawab " Dia adalah adiknya Juden, dia menjadi pendiam karena dia pernah melihat kejadian yang menyeramkan saat di makas besar tentara "
Fang Yang bertanya "Lalu Juden kemana? Soalnya saat kita pertama kali bertemu Ryudan selalu bersama Juden berjalan bersama.
Ryudan pun menjelaskan ceritanya semua secara detail.
Setelah mendengar penjelasan dari Ryudan Fang Yang pun menyayangkan tindakan Juden. Keputusannya membuat dia dalam bahaya besar menurut penglihatan Fang Yang.
FangYang pun bertanya kembali " Lalu sekarang kalian mau pergi kemana?, Kelihatannya kalian sedang terburu - buru."
__ADS_1
Ryudan menjawab " Kami sedang mencari seseorang yang akan membantu kami, tetapi seseorang itu sekarang sedang berada di perbatasan Wuzhong, sedangkan untuk menuju kesana kita membutuhkan perahu. Sekarang semua perahu sudah di sewa oleh para pasukan Qinghai. Jika kita ingin menunggu, kita harus menunggu satu minggu lagi baru ada kapal kosong berlayar ke pedesaan kecil di Wuzhong. Sedangkan kami tidak bisa menunggu selama itu. Maka kami pun beristirahat sejenak untuk menyiapkan tenaga besok mencari informasi yang akan bisa membawa kami ke seberang."
Fang Yang pun mengatakan " Kami juga akan pergi ke sana untuk bisa membiayai kehidupan kita, disini semuanya sudah di kelilingi prajurit. Kami menjadi kesulitan untuk mencari uang."
Fang Yin mengatakan " Saya mempunyai informasi ada nelayan di ujung sebelah pelabuhan, mungkin kita bisa meminta bantuan kepada mereka untuk mengantar kita ke seberang."
Mendengar pernyataan itu membuat Ryudan berdiri dari meja makan dan berkata " Kalau begitu, saya akan kesana sendiri."
Naomi pun ingin ikut bersama Ryudan sedangkan Fang Yang dan Fang Yin menunggu. Rayden sedang asyik bermain diluar bersama Yobo yang sekaeang mulai menunjukkan ekspresi wajah gembiranya.
Ryudan dan Naomi langsung bergegas petgi dan mencari tempat yang dimaksud. Saat mencarinya Ryudan dan Naomi melihat ada gubuk kecil milik seorang nelayan kemudian mereka menghampiri gubuk tersebut. Secara tiba - tiba ada seseorang yang keluar dari gubuk tersebut yang sedang marah - marah karena kapalnya tidak memperbolehkan di tumpangi orang lain. Sambil kesal orang itu pergi dengan muka tidak jelas.
Naomi langsung berkata " Ryudan, apakah kau dengar itu?"
Ryudan menjawab " Iya, Akan tetapi saya juga mendengar jika kapalnya tidak bisa ditumpangi."
Naomi nekat untuk mencoba masuk kedalam gubuknya. Didalam pikiran Naomi meskipun nelayan itu tidak bisa mengantarkan mereka, akan tetapi bisa mencarikan infirmasi untuk mereka bisa menyebranginya.
__ADS_1