
Sekilas cerita, Jendral Yu Zhong memerintahkan anak buahnya bernama Panglima Chou untuk membumi hanguskan kota Xinghai dan membunuh penduduk disana. Kemudian Panglima Chou langsung mengikuti perintah Jendral dengan membunuh para anak - anak di desa, para wanita dan para pria yang tidak mematuhi perintah dari Jendral. Setelah itu mereka membakar kota sampai rata drngan tanah. Seseorang yang berkacamata pun membuntuti para pasukan Qinghai tersebut untuk mencari informasi atas kejadian ini dan berniat mencari tentara bayaran yang akan membantunya. Ternyata seseorang itu merupakan kawan lama dari Hua Dong yang juga merupakan ahli strategi dalam berperang yang di ajarkan oleh Guru Minghao yang terkenal akan kecerdasannya dalam memimpin pasukan. Lalu seseorang ini juga secara kebetulan ada seorang anak kecil yang sendirian disana dan untik mrnyelamatkannya dia pun membawa anak itu pun kedalam sebuah gua yang mungkin para tentara tidak menemukannya.
Juden dan Ryudan berlari menuju kota Xinghai untuk melihat keadaan Yobo beserta pama dan bibinya disana. Setelah sampai di kota Xinghai, betapa terkejutnya sekarang kota tersebut sudah rata dengan tanah dan ada seseorang laki - laki di sana dan berkata bahwa " semuanya telah hancur, kebahagiaan di kota ini sudah tidak ada lagi dan semuanya telah tewas di bunuh". Setelah Juden mendengarkan hal itu lalu Juden pun mencari keberadaan adiknya itu. Ryudan langsung memberitahukan kepada laki - laki itupun untuk bertarung bersama suatu saat nanti dan mengalahkan para prajurit biadab tersebut. Setelah mengatakan hal itu, pria itu pun berterima kasih dan akan siap untuk menumpas semua kejahatan. Lalu Ryudan pun mengiyakan dan menyusul Juden untuk mencari adiknya Juden.
Setelah Ryudan bertemu Juden, Ryudan pun menanyakan perihal adiknya. Kemudian Juden pun memberitahu jika dia sudah mencari kemana - mana tapi tidak ketemu. Lalu secara tidak sengaja mereka mendenagr suara tangisan yang sumbernya berada di dekat gua. Ternyata tangisan itu adalah Yobo yang tidak kuasa melihat kejadian semua ini. Lalu Juden pun memeluk Yobo untuk menenangkan tangisannya. Kemudian seseorang itu pun muncul dari belakang dan menanyakan tentang dimana lokasi tentara bayaran. Lalu Ryudan bertanya " Siapa kamu?" ucap tegas.
Seseorang itu pun menjawab " Saya adalah Qiancheng. Saya berasal dari perguruan Ming Hao dan tujuan saya adaalah untuk menemukan tentara bayaran agar bisa membantu saya untuk memberantas kebiadaban pasukan Qinghai. "
Lalu Juden pun menjelaskan " Akan tetapi adikku sedang trauma ".
Qiancheng pun neminta berdua untuk bergegas menemukan tentara bayaran secepatnya agar tidak lagi banyak korban yang berjatuhan. Mereka pun akhirnya pergi menuju ke markas besar tentara bayaran tersebut di perbatasan Hainan.
Setelah sampai disana, Qiancheng pun langsung mengenali markas besar tersebut dengan bendera berlambangkan singa yang sedang mengaung. Kemudian mereka lekas masuk kedalam markas dan meminta untuk bertemu pemimpin dari tentara bayaran tersebut.
__ADS_1
Setelah masuk langsung Hu Dong dan Zilong terkejut melihat teman lamanya yang sekarang baru bertemu kembali. Hua Dong menanyakan tentang daerah timur yang saat itu di kuasai oleh Barbarossa. Qiancheng pun menjelaskan jika negara dari timur sekarang sedang aman dan tentram. Tidak ada lagi peperangan disana dan penjagaan akses untuk menuju kesana pun sangatlah ketat. Sehingga siapa saja yang masuk kesana harus melalui proses yang panjang dan jika ada yang melanggar peraturan tersebut akan dihukum mati. Hua Dong pun merasa lega setelah mendengarkan hal itu. Akan tetapi Zilong bertanya " Siapakah sekarang yang sedang berkuasa di daerah timur?".
Qiancheng pun menjawab " Seharusnya yang menduduku singgasana Kaisar itu adalah Jing Mi, akan tetapi beliau tidak menginginkan kekuasaan tersebut dan memilih hidup seperti rakyat biasa. Akan tetapi sampai sekarang tidak ada yang mengetahui keberadaannya sekarang."
Zilong pun menyayangkan Jing Mi yang dulu sudah membebaskan dan merdeka kemudian dia menghilang bagai ditelan bumi. Lalu Zilong pun bertanya " Siapa sekarang yang menjadi kaisar di negara timur tersebut?".
Qiancheng pun menjelaskan jika sekarang yang menjadi lasir di negara daerah timur itu adalah Kaisar Kong yang agung.
Lalu Zilong pun menanyakan tentang kebaradaan Qiancheng yang rela harus datang ke Hainan padahal di daerah timur sudah tidak ada lagi kekacauan. Qiancheng pun menjelaskan bahwa Kaisar Kong yang agung telah mengetahui jika negara daerah barat sedang di landa kekacauan yang sangat mengerikan. Itu dikarenan Jendral yang sekarang adalah seseorang yang matanya hanya tertuju dengan namanya pembunuhan. Matanya merah di kuasai iblis dan pedangnya hitam kelam dan juga di penuhi rasa dendam yang kuat. Siapapun yang terkena pedangnya mrskipun hanya mengenai ujung pedangnya saja, dia akan hancur seperti layaknya abu. Akan tetapi Kaisar Kong tidak mengetahui siapa Jendral tersebut, sehingga meminta Qiancheng untuk memata - matai pasukan dari barat itu untuk mencari tahu informasi.
Setelah Zilong mendengarkan hal itu lalu Zilong pun menjelaskan kekacauan sebenarnya kepada Qiancheng. Lalu Qiancheng pun bergantian menjelaskan kejadian yang terjadi barusan di Xinghai.
Sontak membuat Hua Dong dan Zilong pun terkejut dan menyimpulkan jika ini adalah status bahaya perang. Tentara bayaran menyiapkan senjatanya untuk siap mengibarkan bendera merah kepada pasukan Qinghai untuk mengamankan kota yang lainnya sebelum hancur lebur menjadi tanah. Hua Dong pun mrngingatkan jika kita langsung berhadapan pasukan Qinghai sekarang tidak bisa, apalagi melawan pasukan elit khusus di bawah naungan Jendral Yu Zhong sama dengan bunuh diri. Hal itu jadi bahan perbincangan mereka dan Qiancheng pun menemukan sebuah ide dimana di sebelah utara dekat Kota Gongyu ada sebuah jalan yang nerupakan aksen menuju hutan Zhong Zicun. Disana ada seseorang yang bernama Tsai. Dia mempunyai senjata yang paling hebat bernama Tombak Api.
__ADS_1
Qiancheng pun menjelaskan jika Tsai juga mempunya Meriam Batu Api yang bisa membunuh para pasukan Qinghai. Akhirnya Zilong dan Hua Dong pun setuju dan meminta Ryudan dan Juden untuk pergi kesana. Ryudan dan Juden pun menerima tugas tersebut. Lalu Zilong memberikan upah kepada mereka berdua karena sudah memberikan informasi beserta orang penting untuk datang ke markas besar tentara bayaran. Kemudian Zilong pun memberika uang sebanyak 5000 yuan yang dimana uang itu diberikan untuk membayar Tsai untuk membantu mereka sebanyak 3000 yuan dan 2000 yuan sisanya sebagai bekal selama perjalanan sehingga upah tadi tidak habis dijalan. Ryudan pun menerimanya dan kemudian keluar ruangan serta keluar makas untuk mrnjalankan misi selanjutnya bersama Juden.
Singkat cerita mereka telah sampai di kota Gong Yu dan kemudian mencari arah untuk menuju hutan Zhong Zicun. Mereka mencari sampai menemukan seorang anak perempuan yang sedang kebingungan. Mereka berdua pun mendekatinya dan bertanya " Nona, sedang mencari apa?"
Dia pun menjawab " Saya sedang mencari hewan peliharaan yang sejak tadi hilang entah kemana."
Lalu Ryudan bertanya " Hilang dimana? dan apa hewan apa yang hilang itu?"
Dia menjawab " Hewan itu berupa landak besar dan mempunyai kekuatan untuk menyerap setiap cakra seseorang tidak bisa lagi untuk bertarung dan saya pun tidak tahu hilang kemana, tapi saya melihat ada hutan yang rimbun disana dengan jalan setapak. Tapi jika aku sendiri, aku pun tidak berani. Selain itu hewan peliharaannya sangatlah liar yang bisa saja ada yang hendak ingin menyentuhnya maka dia harus siap mendaptkan racun yang obatnya pun tidak ada di dunia ini"
Mendengar hal itu pun Juden bertanya " Dimana hutan itu berada?"
Di sana dengan menunjukkan jari telunjuknya menuju pohon yang besar disana yang memang terlihat seperti ada jalan kecil di sebrang sana. Akhirnya Juden dan Ryudan pun sambil menyelesaikan misi, mereka juga membantu anak perempuan itu untuk mencari hewan peliharaannya di sekitaran hutan sebrang sana.
__ADS_1