
Setelah semuanya melakukan persiapan, kemudian Juden dan Ryudan pergi ke perbatasan Gongyu. Sesampainya di depan gerbang utama perbatasan ada beberapa pasukan yang berjaga dan kemudian salah satu penjaga mendekati mereka. Penjaga itu bertanya " Untuk apa kalian kesini?". Juden pun menjelaskan " Kami kemari untuk melihat keadaan perkemahan para pasukan Qinghai yang menurut informasi, mereka sudah sampai di perbatasan". Penjaga itu pun meminta untuk menunggu laporan dari penjaga di sebrang. Kemudian penjaga itu pun kembali dan menjelaskan " Di sini adalah daerah zona netral, untuk menghindari konflik yang berkepanjangan. Dan menurut komandan memang ada dua pemuda yang akan datang untuk melihat keadaan pasukan Qinghai. Jadi saat kami mendengarkan penjelasan kalian kami pun mempersilahkan kalian untuk masuk." Ryudan dan Juden pun mengucapkan terima kasih atas informasinya. Kemudian penjaga membukakan pintu gerbang tersrbut. Saat hendak mereka berdua masuk, penjaga itu pun mengingatkan mereka untuk melapor kepada komandan di sebrang. Akhirnya mereka pun nenyetujui permintaan tersebut. Mereka pun menghadap komndan prajurit penjaga gerbang dan komandan menjelaskan " Kalian mendapatkan misi yang sangat beresiko, kami percayakan sepenuhnya kepada kalian. Kalian hanya cukup berjalan lurus melewati hutan jarak mereka dengan perbatasan sekitar 30 km jauhnya. Jadi berhati - hatilah kalian." Juden dan Ryudan pun mengucapkan terimakasih atas penjelasannya dan perhatiannya. Lalu Ryudan dan Juden pun berjalan mengikuti arahan dari komandan perbatasan. Setelah berada di perjalanan mereka beristirahat sejenak sambil memakai pakaian pasukan Qinghai yang sudah dipersiapkan untuk penyamaran. Kemudian mereka pun melanjutkan perjalanan dan dari kejauhan melihat ada segerombolan pasukan. Akhirnya mereka pun nekat untuk masuk lewat depan.
Pasukan yang berjaga di depan perkemahan pun bertanya karena ada dua pasukan yang ternyata sampai keluar batas zona " Dari mana kalian berdua? Kenapa kalian lalai dan keluar zona batas aman ?"
Lalu Juden pun menjawab " Kami sedang mencari bahan makanan di sekitar sini, akan tetapi disini tidak ada bahan makanan apapun sehingga kami harus melapor kembali kepada komandan kami".
Para penjaga itu pun membiarkan masuk Ryudan dan Juden tanpa hambatan. Lalu Ryudan dan Juden pun melihat perkemahan yang menyediakan bahan makanan beserta persenjataan lengkap para pasukan. Mereka pergi ke sana. Lalu ada pasukan yang mengagetkan mereka karena ketahuan berkeliaran.
__ADS_1
Pasukan itu berkata " Kalian mau kemana? Kalian lebih baik istirahat di tenda kalian."
Juden yang sedang menyamar pun menjawab " Kami di tugaskan untuk melihat persediaan kecukupan bahan makanan, karena sebelumnya kami ditugaskan untuk mencari bahan makanan tapi tidak ada bahan makanan yang cocok sehingga komandan menugaskan kami untuk mencatat semua stok makanan."
Prajurit itu pun membalas " Baiklah... hati - hati kalian dengan barang senjata kami di dalam."
Lalu prajurit itu pun memberikan izinnya. Setelah masuk kedalam perkemahan Juden dan Ryudan pun memulai pekerjaan mereka untuk melihat persediaan bahan dan persenjataan mereka. Setelah berkeliling Juden pun menyimpulkan jika tenda ini sudah berdiri selama 2 minggu yang lalu, persenjataan mereka pun sangat langkap dan bahan makanan pun masih cukup untuk satu bulan kedepan. Setelah mereka mendapatkan informasi tersebut, mereka pun langsung keluar tenda.
__ADS_1
Saat keluar tenda, ada seseorang yang mengenali wajah mereka. Siapa lagi jika bukan Komandan Guo Jing.
Komandan Guo Jing pun mendekati mereka dan menyuruh untuk menangkap mereka. Lalu Ryudan dan Juden pun secepatnya lari dan bersembunyi di sebuah tenda besar. Ternyata yang menempati tenda tersebut adalah seorang putri bangsawan yang merupakan adik dari Jendral Yu Zhong. Awalnya sang putri menanyakan keberadaan mereka yang tiba - tiba datang ke tenda seorang putri raja. Lalu Juden dan Ryudan pun menjelaskan semuanya yang pada akhirnya sang putri pun membantu mereka untuk bersembunyi di kamar sang putri. Kemudian dengan sigap Komandan Guo Jing masuk kedalam tenda sang putri raja karena menurut Komandan Guo Jing mereka oasti sedang bersembunyi di tenda seorang putri raja. Lalu sang putri pun mengusir Komandan yang telah lancang masuk kedalam tanpa izin dari Jendral Yu Zhong.
Komandan Guo Jing pun meminta maaf karena sebenarnya dia sedang mengejar seorang penghianat negara dan Komandan Guo Jing mencurigai jika mereka masuk kedalam kamar putri raja. Sang putri pun menjelaskan jika sedari tadi putri hanya seorang diri dan tidak ada orang yang masuk terkecuali atas izin dan perintah dari kakaknya yaitu Jendral Yu Zhong. Akan tetapi Komandan Guo Jing pun mendesak putri untuk menggeledah kamar putri raja. Sontak sang putri raja pun marah besar dan mengancam untuk membicarakan kepada kaisar karena lancang telah menggeledah kamar sang putri raja. Komandan Guo Jing pun tidak bisa berkata panjang lebar dan akhirnya keluar tenda. Setelah merasa aman, sang putri pun memanggil mereka berdua untuk keluar kamar. Juden dan Ryudan pun mengucapkan terima kasih atas pertolongannya serta meminta maaf karena lancang sudah masuk ke kamar sang putri raja. Sang putri pun memaafkan mereka dan menyiapkan teh hangat kepada mereka. Juden dan Ryudan menolak karena mereka harus secepat mungkin kabur dari markas tersebut, akan tetapi sang putri menegaskan " Diluar masih mencari kalian berdua dan kalian masih terancam. Jika kalian memaksa untuk keluar sekarang berarti sama dengan bunuh diri sedangkan jika kalian menetap srbentar di sini untuk minum teh sebentar dengan saya, kalian bisa kabur dengan bebas". Mendengarkan penjelasan putri pun merupakan sebuah kebenaran, sehingga Juden dan Ryudan duduk sebentar bersama putri raja dan minum teh ala kerajaan Qinghai.
Sang putri pun menggores tangannya sehingga keluar darah dan memasukkan darah tersebut ke dalam teh lalu membagikan teh tersebut kepada tamunya. Juden yang sadar akan hal itu minum teh seperti itu adalah hal biasa, akan tetapi berbeda dengan Ryudan yang tidak pernah minum teh kerajaan Qinghai tersebut. Sang putri pun menjelaskan jika Ryudan mau meminum teh kerajaan Qinghai maka akan menjadi sebuah kehormatan bagi kerajaan yang menganggap seorang tamu menerima atas perlayanan kerajaan Qinghai. Sang putri pun menyadari jika Ryudan bukan dari kelas bangsawan, makanya Ryudan tidak mampu untuk meminum teh kerajaan sedangkan Juden adalah seorang bangsawan sehingga sudah terbiasa untuk minum teh kerajaan. Juden pun memaksa untuk Ryudan meminum teh tersebut karena itu adalah sebuah kehormatan untuk kerajaan dan menjelaskan jika kita meminum teh berasal dari darah seorang raja atau bahkan keturunan raja maka akan membawa keberuntungan. Sang putri pun tersenyum karena Juden sama karakternya dengan sang putri raja. Hingga akhirnya Ryudan pun meminum teh tersebut. Dan untuk kedua kalinya sang putri raja tersenyum.
__ADS_1