
Ryudan menghampiri anak laki - laki yang sedang mengintip di pinggir rumahnya. Sontak membuat pemuda itu langsung ketakutan. Saat ryudan menanyakan kenapa mengintip latihan kami, Juden hanya terdiam kaku. Naomi menghampirinya dan menanyakan asal muasal pemuda itu. Lalu dia menjawab kalau dia berasal dari Qinghai tapi di besar di kota Xinjiang dan rumahnya ada di sebelah barat kota. Lalu Ryudan menanyakan namanya, dan dia memperkenalkan dirinya di depan Ryudan dan Naomi. Nama dari teman barunya ini adalah Juden.
Juden merupakan anak orang terkenal kaya karena kehidupannya yang mewah. Akantetapi juden tidak pernah mempelajari ilmu beladiri semenjak dari kecil maka dari itu juden sengaja mengintip latihannya Ryudan dan Naomi. Karena sesungguhnya juden hanya dimanjakan oleh orang tuanya oleh hartanya bukan ilmu beladirinya. Jadi jika ada penjahat yang datang menghampiri juden, dia menjadi takut dan lari sekencang - kencangnya.
Lalu Naomi dan Ryudan menerima Juden sebagai teman barunya dan mulai latihan bersama jika Juden mau. Juden menyetujui dan merasa senang sekali.
Setiap sore hari juden meminta izin orangtuanya untuk bermain dengan teman barunya. Awalnya di tolak oleh ayahnya, akan tetapi ibunya mengizinkan juden mempunyai teman baru. Ibunya menganggap juden sudah harus bisa mengenal dunia luar. Ayahnya tidak setuju karena takut akan dampak buruk yang akan di hadapi anaknya nanti.
__ADS_1
Saat Juden ke rumah Naomi dan Ryudan, mereka bukan hanya sekedar mengobrol dan bercerita tentang kesehariannya saja. Akan tetapi, diam - diam berlatih ilmu beladiri bersama mereka tanpa sepengetahuan orang tuanya.
Mereka bertiga sangat akrab sampai jalan - jalan pun mereka membeli barang yang sama.
Setelah setahun berjalan, Juden pun sudah mulai memahami hasil latihan yang mereka pelajari. Juden pun menjadi semakin hebat dan semakin tangguh. Mereka hendak jalan - jalan kembali mengitari kota Xinjiang. Dipertengahan jalan saat Naomi hendak mau membeli Ramen karena lapar, Ryudan dan Juden langsung melihat ada selebaran yang tertempel di tembok jika di xinjiang ada pelatihan untuk prajurit baru. Ryudan yang ingin sekali mendapatkan pengalaman baru, akhirnya mengajak Juden ikut serta di pelatihan tersebut. Akan tetapi Juden harus meminta izin kepada kedua orang tuanya terlebih dahulu dan Juden pun melepas selebaran kertas itu untuk di tunjukkan kepada orang tuanya. Sedangkan Naomi yang sedari tadi tidak menyadari Ryudan dan Juden tidak mengikutinya dari belakang, Naomi asyik mwngobrol sendirian. Sampai orang di sekirar menertawakan Naomi yang tingkahnya seperti orang gila. Disitu Naomi baru sadar kalau Ryudan dan Juden tidak mengikuti dia dari belakang. Akhirnya yang tadinya perut keroncongan ingin membeli ramen, malah tidak jadi karena harus mencari mereka berdua dan harus minta penjelasan dari mereka berdua.
Sejam kemudian Naomi sudah sampai rumah. Dengan kesal Naomi mendobrak rumah dan mencari Ryudan dan Juden. Ternyata Ryudan sedang tidur dikamarnya. Meski kesal, Naomi tidak tega melihat Ryudan tertidur pulas dan akhirnya melampiaskan kekesalannya dengan makan nasi sebanyak mungkin karena selain kesal naomi juga kelaparan. Tidak di sangka Naomi bisa menghabiskan nasi beserta lauknya hanya dalam waktu singkat. Kemudian karena kekenyangan Naomi langsung tertidur pulas seperti layaknya keledai.
__ADS_1
Dipagi hari Ryudan bangun dari tidurnya dan siap untuk melakukan aktifitas seperti biasanya. Saat ryudan keluar kamar, betapa kagetnya melihat piring yang menumpuk dengan nasi dan luknya yang habis tidak ada sisa. Akhirnya Ryudan cuci muka dan langsung keluar rumah untuk mencari makanan. Kebetulan ada kedai yang buka lebih awal tidak jauh dari rumahnya, Ryudan pun membeli makanan di kedai tersebut. Ternyata kedai tersebut baru buka dan pelanggannya baru sedikit jadi wajar kalau buka lebih awal untuk menarik perhatian pembeli. Menu yang di sajikan adalah nasi kari dengan tingkatan level pedas yang berbeda. Ryudan langsung memrsan nasi kari yang level standar. Saat makan di kedai baru itu, betapa terkejutnya, nasi karinya ini sangat enak sekali sampai - sampai Ryudan secara tidak sadar sudah menghabiskan 10 porsi. Setelah selesai makan dan membayar makanannya, Ryudan teringat dengan pelatihan yang akan kita rencanakan. Alhasil Ryudan pun mendatangi di kediaman Juden. Sesampainya disana Ibunya Juden langsung mempersilahkan masuk Ryudan ke dalam rumah dan disambut dengan berbagai makanan dan minuman. Tidak lupa juga Ibunya memanggil Juden untuk bertemu temannya. Tak lama kemudian Juden datang dan makan bersama di meja makan. Ryudan langdung menanyakan tentang yang kemarin di bahas. Secara kebetulan Ibunya ada, jadi Juden langsung menanyakan hal itu kepada ibunya di depan Ryudan.
Ternyata ibunya Juden sudah mengetahui kalau secara diam - diam Juden sudah mempelajari ilmu beladiri. Wajah Juden langsung pucat dan bingung antara takut atau malu. Akan tetapi justru ibunya Juden berterima kasih kepada Ryudan, karena berkat dirinya Juden bukan lagi menjadi anak yan polos dan penakut. Justru sekarang Juden adalah anak yang berani dan bisa beradaptasi dengan dunia luar. Karena selama ini Juden di kenal pendiam dan tidak mau keluar rumah karena takut ada orang jahat yang sengaja untuk sekedar merampok atau mungkin di bully.Saat Juden mendengar hal itu, Juden pun tersipu malu yang tadinya pucat pasi berubah drastis jadi merah delima. Karena perubahan itu membuat ibunya dan Ryudan menjadi tertawa. Sambil menahan malunya itu, Juden langsung menanyakan perihal yang tadi. Ibunya pun mengizinkan anaknya untuk pergi ke pelatihan pasukan militer di kotanya ini. Saat mendengarkan hal iti Juden pun senang dan Ryudan pun tersenyum bahagia. Ibunya berpesan kepada Juden "Jadilah yang terbaik dari yang terbaik". Juden pun mrngiyakan pesan ibunya.
Tiba - tiba ryudan teringat Naomi yang belum terbangun dari tidurnya, Ryudan hendak ingin pamit untuk membereskan rumahnya yang sedang berantakan. Juden dengan bersemangat pun meminta izin kepada ibunya untuk ikut bersama Ryudan. Ibunya mengizinkan Juden untuk pergi ke rumah Ryudan dan Naomi. Sesampai di rumah Ryudan, betapa terkejutnya Juden melihat piring kotor menumpuk. Alhasil Ryudan dan Juden pun mencuci piring yang kotor ini sambil mengobrol. Naomi yang dari tadi tidur pun belum terbangun dari tidurnya.
Setelah semuanya rapi dan bersih mereka mencoba membangunkan Naomi. Sontak Naomi kaget karena tidurnya diganggu oleh dua temannya yang terkadang suka iseng. Tapi saat matanya terang, melihat keadaan rumah yang rapi dan bersih, Naomi pun merasa terkesan karena kehebatan kedua temannya ini untuk membersihkan dan membereskan rumah.
__ADS_1
Lalu mereka pun mengobrol sejenak sambil bersantai. Naomi yang terkesan pun langsung memberikan hadiah kepada mereka dengan secangkir teh hangat spesial buatan Naomi sendiri.