
Saat akan mencari informasi tentang pasukan Qinghai dibawah arahan dari Zilong dan Hua Dong, Ryuden dan Juden akan berencana bertemu adik kecilnya yang bernama Yobo di kota Xinghai. Akan tetapi perjalan kesana sangatlah jauh, sehingga mereka berdua menetap di kota kecil terlebih dahulu sebelum menuju kesana.
Sudah baru seperempat jalan, Juden dan Ryudan berada di Gongyu dan bertemu dengan pengelana. Dari kejauhan pengelana itu seperti terlihat kelelahan berjalan, sehingga memutuskan untuk mendekatinya. Saat hendak akan bertanya kepada si pengelana itu, pengelana itu pun memotong pertanyaannya dengan mengatakan " aku haus sekaliii.... laparrr... tidak ada makana dan tidak ada minumannn...". Padahal di sampingnya ada beberapa kedai yang buka. Jika lapar dan haus, harusnya datang ke kedai untuk membeli makanan dan minuman. Tapi, sepertinya pengelana ini sedang kanker alias kantong kering sehingga dia mengeluh seperti itu. Rudan pun mencoba mendekatinya dan bertanya untuk memastikannya.
Ryudan bertanya " apakah tuan sedang tersesat?".
Pengelana itu menjawab " Saya berkelana ribuan mil hanya untuk mendapatkan pekerjaan untuk makanku sehari - hari, tapi tidak dapat pekerjaan sehingga aku kelaparan dan kehausan. Masalah lainnya aku juga tidak ada uang untuk aku beli makanan."
Ryudan dan Juden pun segera memapah pengelana itu menuju kedai terdekat. Akhirnya pengelana itu pun bisa makan dengan kenyang dan minum untuk melepaskan dahaganya yang sedari tadi berjalan tanpa tujuan.
Pengelana itu berkata " Terima kasih "
Lalu pelayan itu datang dan berkata " Ehm.... Semuanya 3000 yuan..."
__ADS_1
Sotak memdengar hal itu membuat terkerjut pengelana. Ryudan memotong " Tenang saja, biar aku yang membayarnya." Kemudian Ryudan merogoh sakunya dan memberikan uang kepada si pelayan.
Pelayan itu merespon " Terima kasih tuan"
Pengelana itu pun hanya terdiam dan terpaku melihat kebaikan kedua pemuda yang baru saja ia temui. Lalu berjalan keluar kedai dan akhirnya, Pengelana itu pun berkata " Terima kasih banyak, entah apa yang aku bisa perbuat kepada kalian untuk membayar kebaikan ini semua?."
Ryudan pun menjawab " Tidak usah tuan, kami membantu tuan itu ikhlas."
Juden menjawab '" Kami adalah tentara bayaran, tapi karena kami tidak ada tugas dari atasan kami sehingga kami pun ingin mengunjungi adik saya yang berada di kota Xinghai."
Pengelana itu pun menjelaskan jika kota Xinghai sqngatlah jauh dan masih melakukan perjalanan selama 1 minggu untuk sampai sana. Akan tetapi pengelana juga ada mendengar jika mereka adalah tentata bayaran sehingga tak segan pengelana itu menanyakan pekerjaan di sana. Ryuden dan Juden pun tidak mengetahui apakah ada lowongan atau tidaknya, sehingga Ryudan pun meminta kepada si pengelana itu untuk pergi ke tempat Militer di perbatasan Hainan. Pengelana itu pun menyetujui dan tak lupa untuk mengingat kebaikan mereka. Pengelana itu berdoa mudah - mudahan dua anak muda ini bisa mencapai tujuannya. Lantas pengelana itu pergi meninggalkan mereka di sana. Setelah pengelana itu berjalan jauh, Ryudan dan Juden pun melanjutkan perjalanannya.
Ditengah - tengah perjalanan ada kelompok pesulap yang sedang beratraksi didepan penonton. Lantan Ryudan dan Juden pun ikut menonton sebentar untuk melepas lelah mereka selama perjalanan. Setelah aksi dari pesulap membuat terkagum penonton termasuk Juden dan Ryudan, lalu pesulap itu meminta relawan untuk melanjutkan atraksinya. Pesulap itu terdiri dari tiga orang, diantaranya dua orang perempuan dan satu orang laki - laki berbadan besar. Satu orang perempuan dengan rambut pendek dan masih muda mempunyai keahlian dalam melempar pisau, perempuan dengan rambut panjang yang cantik mempunyai keahlian untuk sulap dan bermain kartu sedangkan laki - laki bertubuh besar mempunyai keahlian menyemburkan api. Si perempuan yang melempar pisau itu pun memilih Ryudan untuk menjadi relawan atraksi mereka yang membuat Juden khawatir atas temannya. Perempuan yang bermain sulap pun mendekati Juden dan berkata " Tenang saja,semuanya akan baik - baik saja". Lalu dia mengikat Ryudan di bawah pohon dan mengatakan " Tolong jangan bergerak sedikit pun."
__ADS_1
Sebelum atraksi di mulai pria bebadan besar itu pun langsung menyerukan " Penonton semuanya, mari kita akan melihat atraksi melempar pisauyang akan di tuunjukkan oleh Fang Yin... tepuk tangan semuanya." Semua pun bersorak bertepuk tangan terkecuali Juden yang sangat khawatir. Atraksi pun dimulai.
Pertama, wanita berambut panjang memasang buah labu di kepala Ryudan dengan di iringi musik tegang yang membuat penonton pun sedikit masuk dalam ketegangan, wanita berambuy pendek itu pun melempar pisaunya ke arah Ryudan dan menancap di buah labu yang tepat berada di atas kepala Ryudan. Ryudan yang takut hanya bisa pasrah sambil memejamkan mata. Ketegangan pun menjadi meriah jarena atraksi pertamanya sukses dan membuat penonton bertepuk tangan. Juden pun meras lega setelah melihat temannya akan di lempar pisau, karena itu cukup membuat Juden menjadi khawatir.
Kedua dengan apel yang lebih keci lagi sehingga penonton mulai tegang kembali. Apalagi Juden yang semakin atraksi mereka bertambah semakin dag dig dug seperti jantungnya mau copot. Dan atraksi kedua pun berhasil dengan tepat menancap di apel tersebut.
Yang terakhir ini yang palin brutal yaitu dengan jeruk limau yang ukurannya sangat kecil sehingga membuat Juden langsung berteriak " Hantikan, ini sangat berbahaya." Tapi wanita itu justr tidak menghiraukan Juden dan memilih untuk melempar kan pisau ke arah jeruk limau itu yang berada di atas kepalanya Ryudan. Penonton pun sangat tegang, membuat semuanya menutup matanya dan Juden pun ingin berlari menyelamatkan Ryudan tapi di blok oleh pria bertubuh besar. Tapi ternyata atraksi itu pun berhasil yang sedikit mengenai rambut Judan dan berhasil membuat jeruk limau itu terbang dengan pisaunya dan menancap di batang pohon. Hal itu lantas membuat semua orang menjadi lebih kagum akan atraksinya dan Juden pun hanya terdiam pasarh. Ryudan dari tadi yang menjadi relawan pun terdiam seribu bahasa dengan seluruh badannya yang gemetar seperti di kejar hantu. Setelah penonoton bertepuk tangan samil terkagum - kagum kemudian pria berbadan besar itu pun menyatakan " Segini saja atraksi yang akan kami tampilkan selanjutnya akan kami tampilkan lagi dengan atraksi yang lebih hebat lagi. Dengan seikhlasnya dari penonton kami mohon untuk kerjasamanya." Lalu Wanita berambut panjang pun mengelilingi ke penonton untuk bayaran seiklkhlasnya. Juden yang khawatir langsung mendekati Ryudan dan berkata " Kamu, tidak apa - apa" dengan nada khawatir.
Ryudan membalas " Saya tidak apa - apa" sambil menunggu tali terlepas dari ikatannya yang sedang dilepaskan oleh wanita berambut pendek sambil tubuhnya gemetar.
Wanita berambut pendek itu pun menyarankan untuk beristirahat sejenak bersama kami di sini serta menenangkan teman Juden yang sedari tadi badannya gemetar.
Setelah selesai mengumpulkan uang, satu per satu penonton pulang dan wanita berambut panjang itu pun mendekati Ryudan dan Juden beserta wanita berambut pendek untuk beristirahat. Begitu juga pria bertubuh besar itu pun bergabung dengan mereka.
__ADS_1