
Setelah pertunjukan selesai dan semua sudah berkumpul, tak lupa para pesulap itu meminta terima kasih atas partisipasi dari Ryudan yang sudah menjadi relawan atraksi mereka. Wanita berambut pendek itu pun meminta maaf kepada Ryudan karena harus melempar pisau demi atraksinya sukses. Akan trtapi Ryudan masih gemetar tubuhnya jadi mereka membantu Ryudan untuk beristirahat sejenak dan saling mengenalkan nama.
Wanita berambut pendek itu bernama Fang Yin, kemudian wanita berambut panjang bernama Fang Yang sedangkan pria bertubuh besar itu bernama Rayden. Dikenal kalau Fang Yin dan Fang Yang adalah bersaudara dengan ayahnya yang biasa bermain sirkus keliling di daerahnya. Sedangkan Rayden biasa membantu pertunjukkan mereka agar atraksi sukses.
Saat Fang Yin hendak mengistirahatkan Ryudan, Fang Yin melihat wajah Ryudan yang tampan dengan hidungnya yang macung dan tubuhnya yang kekar. Kemudian kakaknya menyusul mereka dan berkata " Ehem..." ucap Fang Yang sambil usil.
Fang Yin pun terkejut dan berkata " Kakak ini kenapa sih? ".
Fang Yang pun langsung berkata " Kenapa memangnya, kalian kan sama - sama masih muda, lagi pula dia sangat tampan dan juga dia hebat. Tidak heran adikku langsung terpikat dengan pesona wajanya itu." sambil usil.
Fang Yin mukanya pun memerah dan sedikit malu sambil menyiku bahu kakaknya dan berkata " Kakak nih...."
Fang Yang pun tertawa melihat tingkah lucu adiknya itu.
Rayden dan Juden yang melihat pemandangan itu pun hanya menggeleng - geleng kepala. Lalu Rayden pun bertanya " Kalian mau kemana? ".
__ADS_1
Juden pun menjawab " Kami hendak ingin pergi Xinghai untuk bertemu adik kecilku di sana."
Rayden pun berkata " Xinghai merupakan kota kecil dengan penduduknya sedikit. Akan tetapi Xinghai selain penduduknya yang ramah, jiga disana banyak anak - anak yang biasa bermain di rumah. "
Juden pun menganggukkan kepalanya.
Setelah asyik mengobrol dan juga Ryudan sudah mulai pulih kembali. Mereka semua mencari kedai untuk makan bersama. Mereka pun sangat menikmati hidangan yang di sediakan oleh kedai itu sambil bercanda dan tertawa bersama layaknya seperti keluarga besar. Setelah mereka puas dan kenyang Juden dan Ryudan pun berpamitan dan semoga nanti bertemu kembali sambil mengayunkan tangan ke atas sebagai tanda perpisahan mereka. Juden dan Ryudan melanjutkan perjalanan.
Setelah berjalannya waktu dan perjalanan yang panjang nan melelahkan, akhirnya Juden dan Ryudan telah sampai di kota kecil yang bernama Xinghai City. Mereka di sambut oleh anak - anak kecil yang sepertinya menyukai mereka berdua. Dan di sela - sela mereka sedang bermain dengan para anak - anak di kota Xinghai, tiba - tiba Yobo datang mendekati. Awalnya Yobo ingin ikut bermain dengan anak - anak lain karena mereka teman akrab Yobo yang biasa bermain bersama. Tapi saat Yobo melihat Juden datang, Yobo langsung berlari dan berpelukan Juden karena sangat rindu kakaknya yang lama tidak pernah berkunjung ke Xinghai dan sekarang datang kembali. Rasa Haru dan bahagia pun tak terhindarkan dari raut muka Yobo. Kemudian Yobo pun mempersilahkan mereka berdua untuk masuk rumah.
Jendral YuZong adalah seseorang berhati iblis. Dimana dia ingin menguasai semua kota, bertujuan untuk membumi hanguskan semua kota. Entah apa yang terjadi sebenarnya.
Saat itu Yobo yang masih bayi pun harus dititipkan oleh paman Cheng dan membawanya ke tempat yang paling aman dan jauh dari kota. Sedangkan Juden sendiri pergi ke kota Xiang Ji bersama orang tuanya. Kekacauan di Qinghai itu pun memakan banyak korban. Baik anak - anak ataupun orang dewasa menjadi korban kekejaman dari Jendral berhati iblis tersebut.
Maka dari itu, saat Yobo sudah berumur 9 tahun sekarang ini menjadi kangen dan rindu akan kehadiran sosok kakaknya dan orang tuanya.
__ADS_1
Setelah Juden mengobrol lama dengan Paman Cheng dan bibi Jia Li, tiba - tiba Yobo datang mendekat dan membawa mereka berdua ke kamar untuk beristirahat. Saat di kamar Yobo menanyakan " Kakak, gimana keadaan ayah dan ibu?"
Juden pun menjawab " Mereka baik - baik saja."
Yobo bertanya " Ini siapa kakak?... Ini teman kakak? ... " dengan rasa penasarannya karena sedari tadi selalu bersama
Juden pun menjawab " Iya, ini teman kakak. Kakak juga lupa mengenalkan adik ke teman kakak. Namanya adalah Ryudan. Kakak bersama Ryudan adalah sahabat yang akan selalu bersama."
Yobo pun memperkenalkan diri kepada Ryudan dan memanggilnya dengan sebutan kakak seperi kepada kakaknya sendiri. Setelah mereka saling mengobrol lama di kamar tamu, kemudian Yobo teringat sama hari ini bahwa Paman Cheng dan Bibi Jia Li adalah hari ulang tahun mereka. Yobo pun meminta tolong kepada kakaknya untuk membelikan kado ulangtahun untuk paman dan bibinya. Bibinya sangat ingin wooden amulet yang berada di kota Hekazen sebalah barat perbatasan GongYu. Lalu Juden pun meminta persetujuan Ryudan untuk menemaninya membeli wooden amulet di sana. Ryudan pun menganggukkan kepalanya dan Juden pun akan berangkat besok pagi dan berjanji untuk membawa hadiah yang diinginkan oleh Yobo intu paman dan bibinya yang sudah merawatnya selama ini.
Keesokan harinya Juden dan Ryudan berpamitan untuk keluar sebentar menuju kota Hekazen untuk membeli kebutuhan sehari - hari. Padahal niat sebenarnya untuk membeli hadiah. Biar menjadi kejutan untuk keduanya. Kemudian paman dan bibi mengizinkan Juden dan Ryudan intuk pergi dan berdoa semoga mereka berdua selalu di selamatkan dari mala bahaya. Lalu mereka berdua pun mulai berangkat.
Setelah sampai di kota yang dituju lalu pergi ke sebuah toko dan menanyakan wooden amulet. Dan secara kebetulan disana menjualnya tapi disana hanya ada satu item saja. Secara kebetulan juga belum ada yang membelinya. Akhirnya Juden pun membelinya, akan tetapi harganya sangatlah mahal. Ryudan pun merogoh sakunya dan menambahkan uang Juden yang kurang itu ke penjaga kasir untuk membayar item tersebut.
Setelah mendapatkan apa yang diminta oleh Yobo, kemudian Juden dan Ryudan kembali menuju ke rumah paman dan bibi yang mungkin saja Yobo juga sudah menunggu di sana. Sambil berjalan ke luar kota tersebut Juden pun merasa senang dan bahagia sampai memikirkan bagaimana ekspresi wajah dari paman dan bibinya setelah mendapatkan hadiah kejutan ini.
__ADS_1
Di tengah perjalanan ada orang yang sedang berlarian seperti di kejar hantu. Lalu Juden pun menghentikan salah seorang yang lari juga untuk menanyakan "ada apa?". Dan salah seorang itu pun menjelaskan jika kota Xinghai sedang di serang oleh pasukan dari Qinghai dan membunuh para penduduk secara membabi buta. Semua penduduk ketakutan dan berencana berlari sejauh mungkin untuk berlindung. Juden pun langsung teringat akan keselamatan Yobo dan akhirnya mereka berdua lekas berlari intuk melihat keadaan Yobo beserta paman dan bibinya Juden di sana.