
Setelah Ryudan dan Quancheng sudah kembali ke kastil, semua sedang menunggu hasil dari kabar tentang Shu tersebut.
Zilong bertanya " Bagaimana, apakah Shu mau bergabung dengan kita? "
Quancheng pun menjawab " Dia akan bergabung dengan kita, akan tetapi dia pergi sementara ke kota Wuzhong."
Hua Dong berkata " Ha...ha...ha... mungkin dia sedang mencari alasan untuk kabur."
Tiba - tiba datang seseorang dari pintu dan kemudian datang menghampiri Hua Dong dengan berkata " Apakah kau sedang meremehkan diriku!!. Aku ingatkan kau jika kita menang dalam peperangan ini lebih baik kau segera tarik ucapanmu atau jika tidak.... " dengan ucapan ketusnya.
Hua Dong pun berkata " Baru kali ini saya bercanda, kemudian dia menatap dan menantang seperti itu. "
Shu menghampiri Zilong dan berkata " Apakah kau yang bernama Zilong yang dikenal dengan sebutan Si Kilat Biru."
Zilong pun terkejut dan mengiyakan pernyataan tersebut.
Shu langsung berkata " Saya ingin membutuhkan kekuatan kalian berdua untuk bisa mempertahankan kastil ini dengan bantuan para pasuka dari Wuzhong. Meskipun kita berperang dengan pasukan seadanya tapi kita bisa menang jika kita bisa mengalahkan Jendral Liu secara langsung dari belakang."
Zilong berkata " Ini adalah strategi Peninsula."
Hua Dong menyambung perkataan Zilong " Berarti harus ada seseorang yang mampu untuk mengalahkan para pasukan secara tiba - tiba dan kemudian menyergap dari belakang. Berarti seseorang itu adalah orang yang ahli dalam menyerang tanpa suara dan tanpa gerakan angin seperti para ninja."
Shu menjelaskan " Serangan dengan fomasi Peninsula pada umumnya harus bisa menyerang tanpa ada suara dan gerakan yang bisa mencurigai lawan, akan tetapi kita sudah ada seseorang yang bisa untuk melakukan itu semua meski tanpa harus menawan Jendral tersebut."
__ADS_1
Zilong dan Hua Dong pun penasaran dan bertanya " Siapakah orangnya ? "
Shu menjawab " Ryudan adalah orang yang tepat untuk melakukan itu semua."
Naomi pun bertanya balik kepada Shu " Kenapa harus Ryudan yang kau pilih? "
Shu menghampiri Ryudan dan memohon " Ryudan, tolong agar kau menyetujui stratgi ini."
Ryudan kterkejut dan kebingungan harus menjawab apa. Sedangkan Naomi mencoba untuk menggoda Ryudan agar tidak ikut dalam strategi tersebut. Ryudan pun berfikir sejenak atas semua yang dia lewati dan akhirnya Ryudan menyetujui strategi tersebut.
Shu langsung membuat strategi dan berkata " Baiklah, Feng Ying tugasmu sekarang adalah membuat pasukan Qinghai kacau balau dengan mengikuti arahan pasukan Qinghai dan setelah Ryudan mengalahkan para pasukan Jendral Liu dari belakang dan kemudian membuat serangan dua arah. Jika semua berhasil maka kita akan mendapatkan kemenangan yang besar."
Feng Ying pun menyutujuinya dan bergegas untuk pergi ke kota Wuzhong untuk beraliansi dengan pasukan Qinghai.
Singkat cerita, Jendral Liu sudah berada di kota tersebut. Sedangkan Komandan Guo Jing dan Komandan Li bersiap menyerang di serangan depan. Pasukan yang sudah di persiapkan Shu pun sudah dalam keadaan siap tempur.
Komandan Guo Jing dan Komandan Li bersama pasukann aliansi dari Wuzhong yang didalamnya ada seorang Feng Ying menyerang. Kemudian pasukan yang dipimpin oleh Hua Dong dan Zilong pun menahan serangan tersebut. Pasukan Guo Daza pun membantu pasukan Hua Dong dan Zilong. Peperangan pun terjadi sangat alot, sedangkan Jendral Liu beserta pasukan yang lainnya menonton dari belakang.
Shu langsung memberi sinyal agar Ryudan segera menyerang. Ryudan bersama pasukannya pun menyerang para pasukan Jendral Liu dengan menyelinap dan secara hebatnya pasukan dari Jendral Liu pun tidak bisa berbuat apa - apa lagi. Nereka tewas satu per satu hingga menyisakan Jendral Liu dan pengawalnya. Jendral Liu sangat terkejut, saat berbalik ternyata para pasukannya tewas secara misterius. Jendral Liu mengatakan bahwa ada pasukan penyelundup yang masuk dan secara tiba - tiba Ryudan langsung menghujam pedanganya tepat di leher Jendral Liu tapi tidak melukainya.
Ryudan pun mengancam Jendral Liu untuk memberikan perintah kepada pasukan yang lain untuk mundur dan kembali dengan selamat. Jendral Liu yang terdesak pun tidak bisa berbuat apa - apa terkecuali mendengarkan dan mengikuti perintah dari Ryudan. Jendral Liu pun memerintahkan pasukan yang sedang menyerang kota tersebut untuk mundur.
Komandan Guo Jing dan Komandan Li berbalik dan betapa terkejutnya Jendral Liu sedang mendapatkan ancaman dari seorang Ryudan. Bukannya menyuruh mundur pasukan justru mereka mencoba menyalamatkan Jendral Liu untuk menyerang Ryudan.
__ADS_1
Akan tetapi di saat mereka bersiap untuk menyerang Ryudan, Feng Ying dengan sigap memblokir mereka dan menyerang balik mereka. Setelah Komandan Guo Jing dan Komandan Li dilumpuhkan, lalu Feng Ying memprovokasi pasukan aliansi Wuzhong jika Tuan muda Ryudan sudah melumpuhkan seorang Jendral Liu dan lebih baik untuk membela negara dan menyrang pasukan Qinghai secara dua arah.
Pasukan alliansi pun terprovokasi perkataan Feng Ying dan mereka pun mengikuti arahan Feng Ying secara 2 arah. Sontak membuat banyak pasukan Qinghai yang jatuh berguguran dengan serangan mendadak. Komandan Guo Jing dan Komandan Li dengan tatapan sinisnya langsung memerintahkan para pasukan yang masih hidup untuk mundur.
Setelah separuh dari pasukan mundur, Ryudan pun melepaskan pedangnya dan Jendral Liu pun segera melarikan diri dan mundur juga dari peperangan.
Semua bersorak dan semua menghampiri Ryudan untuk merayakan kemenangan pertamanya dalam sebuah pertempuran. Shu pun senang dan bangga karena kinerjanya sebagai ahli strategi bisa berhasil.
Setelah semua seudah sampai di kota, lalu mereka pergi ke dalam kastil dan merayakan kemenangan di dalam kastil tersebut.
Saat akan merayakan kemenangan, tiba - tiba Sang Dewi Penjaga Dua Alam kembali datang dan berkata " Ryudan, sekarang kau berhasil mencapai tahap awal Bright Shield Rune. Dan sebagai hadiah dari kemenengan ini saya akan mengundang utusan setiaku untuk membantumu."
Datanglah cahaya berwarna biru dan kemudian berubah menjadi seorang wanita cantik bagikan bidadari. Wanita itu pun berkata " Mohon izin, datang menghadap ratu dari para Dewi Penjaga Dua Alam?. Jika boleh tahu apakah gerangan Dewi memanggilku?."
Sang Dewi Penjaga Dua Alam berkata " Aku memanggilmu untuk membantu seorang pemuda yang aku pilih menjadi seorang penyelamat dunia yang kedua. Dia adalah seorang pemuda yang baik hati, bijaksana dan sangatlah kuat. Aku ingin membuat pelindung untuk dirinya dari segala macam kejahatan yang akan menghampirinya."
Utusan Dewi pun berkata " Sang Ratu memerintahkan amanat kepada saya, maka akan saya laksanakan perintah Ratu."
Dewi Penjaga Dua Alam pun berpamitan kepada Ryudan dan memberikan amanat kepada Ryudan untuk selalu menjadi orang yang baik hati. Setelah Sang Dewi pun pergi kemudian utusan Dewi tersebut memperkenalkan dirinya.
Utusan Dewi berkata " Perkenalkanlah, aku adalah Putri Lian. Aku berasal dari Dunia Peri. Aku akan menjagamu sesuai perintah Sang Ratu."
Ryudan berkata " Mohon bantuannya."
__ADS_1