
Sebelum mereka melanjutkan perjalanan, mereka pergi ke bar terlebih dahulu. Setelah sampai di bar Fang Yang, Fang Yin, Rayden dan Yobo yang sedang menunggu mereka, kemudian mereka pun saling berbincang dan menjelaskan apa yang terjadi. Mendengar hal itu, Fang Yang, Fang Yin, Yobo dan Rayden pun akan tetap tinggal di penginapan untuk beristirahat. Sedangkan Hua Dong, Zilong, Ryudan, Naomi dan utusan gubernur melanjutkan perjalanan.
Singkat cerita, mereka pun sudah sampai di kota yang dimaksud dan keadaan sekelilingnya sama persis dengan apa yang di katakan gubernur. Betapa kagetnya melihat seorang vampire muncul secara tiba - tiba dan berkata " Kalian adalah calon selanjutnya untuk kuhisap darahnya ha... ha ..ha" dengan tertawa sinisnya.
Hua Dong menjelaskan " Dulu saya melihat para penduduk saat zaman perang Barbarossa, dia menyelinap di pemukiman warga dan membunuh dengan cara menyebarkan virus yang sangat mematikan. Dia menggigit calon korbannya sebernya bukan dia hisap darahnya secara utuh akan tetapi dia menggigit dengan memberikan infeksi di luka korban sehingga parasit akan bermunculan dan masuk ke dalam tubuh korban. Sadisnya korban selama di huni oleh parasit tersebut membuat calon korban merasakan jika lapar tapi tidak mau makan, haus tidak mau minum dan mengantuk tapi tidak bisa tidur. Selama parasit itu tumbuh di dalam tubuh korbannya maka korban tersebut akan tersiksa hidupnya sampai akhirnya tewas. Vampire tersebut juga mempunyai sihir yang dimana dia abadi selamanya dan tidak bisa di bunuh dengan mudahnya terkecuali dengan salah satu pedang legendaris yang terkenal dengan nama pedang naga legendaris."
Mendengarkan penjelasan panjang lebar dari Hua Dong membuat vampire tersebut terkesan dan menantang Hua Dong untuk mencari pedang tersebut dan membunuhnya karena meskipun pedang tersebut menancap di jantung vampire tersebut, dia tidak akan mati.
Hua Dong makin kesal dan ingin membunuhnya akan tetapi tidak bisa membunuhnya terkecualiemdapatkan informasi cara untuk membunuhnya. Kemudian Vampire itu pun pergi meninggalkan mereka dan menghilang. Mereka pun mencoba memasuki ke dalam pemukiman akan tetapi tidak bisa dan terpental tubuhnya. Suara misterius pun dan berkata " Kalian tidak bisa masuk terkecuali kalian membawa pedang legendaris tersebut datang. Karena aku sudah membuatkan pelindung di seluruh kota dan jika kalian memaksa masuk maka kalian akan mati secara perlahan di tempat kalian berdiri."
Hua Dong dan yang lainnya pun tidak bisa masuk lebih jauh karena perangkap vampire tersebut sangatlah berbahya. Akhirnya Ryudan langsung mengajak Hua Dong ubtuk mencari pedang legendaris tersebut. Akan tetapi Hua Dong pun tidak tahu dimana pedang legendaris tersebut tersimpan, karena saat itu ganya satu orang ksatria yang bisa memakai pedang tersebut.
Utusan gubernur menjelaskan " Saya pernah mendengar dari salah satu seorang pawang vampir bahwa ada seorang ksatria berjubah hitam yang datang ke sebuah gua misterius. Letak gua misterius tersebut tidak jauh letaknya dengan kota tersebut."
Hua Dong pun memutuskan untuk pergi ke gua tersebut dan disetujui oleh semua orang di sana. Kemudian mereka melangkah cepat untuk sesegera mendapatkan pedang tersebut.
__ADS_1
Setelah sampai di gua tersebut, terlihat gundukan baru besar yang menutupi pintu masuk gua. Hua Dong kebingungan untuk cara bisa masuk kedalam gua, dan pada akhirnya utusan tersebut menghancurkan batu tersebut sampai menjadi batu kerikil dengan jurus pedangnya yang di penuhi dengan kilatan petir. Hal itu membuat Hua Dong dan Zilong pun terkesan dengan keahlian utusan gubernur tersebut. Setelah mulut gua terlihat berlubang, mereka pun masuk ke dalam gua.
Sampai di pertengahan gua, tanpa sadar mereka terbawa angin kencang yang bisa saja menghempaskan mereka kembali keluar gua tersebut. Dan Ryudan langsung mengangkat tangan kanannya membuat sihir Brigh Shield Rune - nya untuk menghilangkan angin tersebut demi melindungi orang terkedatnya.
Secara ajaib angin tersebut menghilang dengan sendirinya dan membuat semua orang di sekitarnya menjadi lega karena bisa selamat dari angin yang sangat kencang tersebut.
Setelah itu mereka pun melanjutkan perjalanan kembali dan kemudian ada seseorang di balik bayangan yang sedang berdiri di depat mulut gua yang gelap. Hua Dong menghampiri orang tersebut dan bertanya " Halo, kamu siap yang di sana? Kenapa kau berdiri di tempat yang gelap?."
Orang tersebut membalikkan badan dan bertanya " Untuk apa kalian datang kesini?"
Orang tersebut bertanya " Untuk apa kalian mencaring pedang tersebut ? "
Hau Dongnenjawab " Kami mencari pedang tersebut untuk mengalahkan seorang vampire yang sangat berbahaya."
Orang itu pun seakan faham maksud dari perkataan Hua Dong dan kemudian dia pun memperkenalkan dirinya.
__ADS_1
Orang itu berkata " Perkenalkan, aku adalah seorang pemburu vampire yang terkenal dari negeri Kahn. Aku juga datang kemari ingin mencari pedang tersebut karena saya mendapatkan kabar jika vampire tersebut masih hidup dan saya ingin sekali untuk membunuh vampite tersebut. Tapi sayangnya meskipun kita mempunyai pedang legendaris, tidak semudah itu vampire tersebut akan mati terkecuali rune yang dia punya untuk di keluarkan secara paksa."
Setelah mendengarkan pernyataan tersebut Hua Dong pun bertanya " Bagaimana cara untuk mengeluarkan paksa tersebut? " dengan rasa penasaran yang sangat tinggi.
Si pemburu vampire tersebut langsung menjawab " Dengan mantra vampire, tapi sayangnya mantra tersebut hanya bertahan 3 hari saja dan sifatnya hanya untuk memblokir runenya agar tidak bisa berfungsi sementara waktu."
Hua Dong pun langsung mencari jalan keluar untuk mengalahkan vampire tersebut. Akan tetapi, pemburu vampire tersebut meminta Hua Dong untuk tenang dan mencoba dengan cara yang kita bisa lakukan semuanya.
Ryudan, Zilong, Naomi dan utusan gubernur oun menyetujui dengan pernyataan pemburu vampire tersebut. Zilong menambahkan jika mantra itu sudah di sematkan kedalam tubuh vampire tersebut maka ada kemungkinan untuk bisa membunuh vampire tersebut dengan pedang kegendaris. Sejenak Hua Dong membuat pikirannya terbuka dan menyetujui pendapat Zilong dan akhirnya mereka bergabung untuk melanjutkan perjalanan.
Setelah sampai di ujung gua terlihat ada sebuah pedang yang menancap. Yang kemudian Hua Dong pun mencabut pedang tersebut. Akan tetapi pedang tersebut tidak bisa di cabut dengan mudah. Semuanya pun mencoba mencabutnya tapi akhirnya sia - sia. Kemudian ada sebuah batu dengan tulisan " Seseorang sudah memberikan kenyamanan untuk kehidupan, kehidupan adalah sebuah anugerah dan anugerah adalah sebuah harapan."
Lalu tersadar bahwa saat Hua Dong sedang bertarung bersama tuan muda Ming Hao, dengan mengeluarkan rune terkuatnya dengan menyegel kekuatan Barbarossa dan membuat sebuah harapan pada seluruh negeri dari timur untuk kedamaian. Lalu pedang sang ksatria berjubah hitam dan gagah itu pun merespon. Seakan pemiliknya sudah tau maksud dari pedang tersebut, lalu sang ksatria itu pun pergi berpamitan kepada tuan muda untuk berhenti menjadi seorang ksatria dan menjadi orang biasa seperti yang lainnya. Seiring berjalannya waktu, tidak ada kabar dari sang ksatria dan pedangnya. Pada akhirnya Hua Dong pun kembali mencoba untuk mencabut pedang tersebut yang sekarang ini Hua Dong berharap untuk membunuh semua orang yang menghalangi jalannya dan juga penuh kedamaian untuk negri barat ini.
Sesaat setelah itu, secara ajaib HuaDong langsung bisa mencabut pedang tersebut dan menempel di dalam dirinya. Hua Dong bru mengerti jika sebenarnya pedang naga legendaris adalah pedang yang bisa menyimpan sihirnya di tubuh pemiliknya dan saat pemiliknya membuka cakra khusus maka pedang tersebut akan melukai lawannya sesuai perintah pemiliknya.
__ADS_1
Sang pemburu vampire tidak merasakan keheranan karena sebenarnya pedang tersebut adalah pedang jiwa sejati yang merupakan Rune terkuat no 3 setelah Rune paling hebat dari Ming Hao yang dimana kekuatannya adalah bisa nenyegel semua jurus yang terkuat dan bahkan yang paling kuat sekali pun. Setelah merasa sudah mendapatkan apa yang mereka cari, kemudian mereka bersiap melawan vampire tersebut.