
Sang putri meminta maaf kepada Juden dan Ryudan karena ulah kakaknya Jendral Yu Zhong telah membuat kota Xiang Ji menjadi tawanan di Qinghai. Lalu mendengarkan hal itu Juden pun menanyakan perihal tentang orantuanya kepada sang putri.
Sang putri tidak mengetahui keberadaan orang tuanya Juden karena sebelumnya tidak pernah mengenal orang tuanya Juden. Akan tetapi, sang putri hanya tahu jika semua penduduk di Xiang Ji tidak dijanjikan untuk hidup bahagia selama di Qinghai, tapi mereka di jadikan budak oleh kaum yang tidak bertanggung jawab. Lalu Juden pun bertanya lagi " Apa yang terjadi disana selama ini? ". Sang putri pun menjelaskan jika ayahnya Kaisar Ling Yu dipaksa untuk mengkudeta semua negara untuk kepentingan pribadinya. Akan tetapi, kakaknya Yu Zhong menjadi brutal dikarenakan saat dia bersama ibunya sedang berjalan - jalan, para bandit menyekap ibunya dan Yu Zhong di sebuah gudang yang kotor. Saat itu Yu Zhong masih berumur 10 tahun sedangkan sang putri saat itu berumur 3 tahun. Yu Zhong dan sang putri di bebaskan dari sandera mereka sedangkan ibunya di ikat kemudian tangannya digantung sehingga tangan ibunya kesakitan dan Yu Zhong melihat tanda bekas penyiksaan ibunya di gudang. Lalu para bandit itu memaksa Yu Zhong untuk memberi tahukan kepada ayahnya bahwa jika tidak menuruti perintah dari Kaisar Jing lun maka ibumu akan di siksa di gudang hingga mati. Lalu Yu Zhong pun melaporkan kepada ayahnya. Setelah sampai di gudang Kaisar Ling Yu pun memohon kepada para bandit agar di lepaskan. Akan tetapi, Kaisar Jing lun pun datang dan meminta Kaisar Ling Yu untuk tidak menyiksa istrinya. Kaisar Jinglun tidak menyukai istri dari Kaisar Ling Yu di karenakan dia selalu memberontak dan melawan perintah dari Kaisar Jinglun. Dan pada akhirnya Kaisar Jinglun pun menyiksa ibunya didepan suaminya bserta anak - anaknya. Kaisar Ling Yu ingin menyelamatkan istrinya, akan tetapi sang kaisar tidak bisa berbuat apa - apa karena saat perjamuan antar negara Kaisar Ling Yu sudah dilumpuhkan oleh racun dari katak liar yang merupakan katak spesies paling langka. Sehingga Kaisar Ling Yu pun hanya menonton saja penyiksaan istrinya tersebut. Sedangkan Yu Zhong ingin menolong ayah dan ibunya akan tetapi para bandit tersebut menyekap Yu Zhong dan mengikatnya di tiang bambu yang berdiri kokoh. Akhirnya Yu Zhong pun tidak bisa berbuat apa - apa selain melihat penderitaan ibunya.
Ibunya di cambuk sampai di sekujur tubuhnya terluka dan penuh darah. Ibunya pun tewas di depan mata Yu Zhong dan Kaisar Ling Yu. Lalu Kaisar Jinglun pun membiarkan Kaisar Ling Yu untuk hidup dan memberikan jabatan kekaisarannya tersebut agar bisa untuk bisa mengkudeta negara demi kepentingan pribadinya. Kaisar Jinglun memanfaatkan kelemahannya tersebut dengan menjadikan bonekanya Kaisar Jinglun yang rakus. Itulah yang membuat Yu Zhong begitu marah. Sehingga Yu Zhong menginginkan semua orang yang ada di daratan mongol untuk di bunuh dan di bakar. Selain untuk demi sebuah kekuatan besar yang akan membalas dendam perlakuan ibunya, juga untuk menghilangkan negara. Karena bagi Yu Zhong semua orang yang hidup hanyalah sampah.
Sang putri pernah mengatakan kalau jalan yang ditempuh oleh kakaknya itu adalah salah. Akan tetapi, kakaknya tidak memperdulikan nasihat adiknya malah dia semakin brutal. Dan demi untuk hasrat balas dendamnya terhadap Kaisar Jinglun, kakaknya akan menumbalkan darah sebanyak seratus ribu orang dan kakaknya berjanji bahwa orang yang ke seratus ribu itu adalah Kaisar Jinglun.
__ADS_1
Kekacauan semakin parah setelah Kaisar Jinglun berkuasa dan menjadikan ayah Yu Zhong yang merupakan ayah dari sang putri menjadi boneka. Kudeta sang kaisar dengan ambisi kakaknya menjadikan semuanya berantakan dan tatanan negara menjadi tidak baik.
Juden mendengarkan penjelasan dari sang putri pun membuat ada rasa kasihan terhadap sang Jendral dan juga ada rasa kesal terhadap perilaku sang Jendral. begitupun Ryudan.
Setelah selesai mengobrol, mereka berdua pun berpamitan kepada sang putri karena mereka melihat keadaan sudah aman. Dan mereka keluar tenda.
Komandan Guo Jing pun berkata " Sudah ku duga jika kalian sedang bersembunyi di balik kamar sang putri raja. Saya sangat terkesan kalian bisa bertahan hidup sampai sejauh ini. Akan tetapi hidup kalian hanya sampai di sini saja." dengan nada ancaman.
__ADS_1
Juden dan Ryudan pun tidak gentar dan berusaha melawan prajurit tersebut dan kemenangan bisa di raih oleh mereka berdua. Setelah itu Komandan Guo Jing pun akan membawa pasuka lain untuk menyerang mereka. Akan tetapi Juden pun terpaksa bertahan di sana dan menyuruh Ryudan untuk berlari secepat mungkin. Ryudan pun menolak dan ingin membantu tapi Juden mendorong Ryudan dan Komandan Guo Jing pun kembali membawa pasukannya untuk menangkap mereka, Juden pun mengeluarkan ilmu sihirnya Black Swordnya untuk melawan para pasukan. Ryudan pun tidak bisa melakukan sesuatu dan akhirnya Ryudan kembali sendirian menuju Xining.
Singkat cerita Ryudan sudah menuju ke kota Xining kemudian hendak melapor kepada utusan gubernur Xining, tiba - tiba di depan pintu ada seseorang yang mengatakan bahwa gubernur sedang ada tamu penting. Ryudan pun memohon agar seseorang itu mau untuk mengalah sebentar karena ada urusan yang paling penting. Akan tetapi, orang tersebut tidak memperdulikannya dan mengusirnya.
Akhirnya dengan terpaksa Ryudan pun meminta tolong Hua Dong dan Zilong untuk bisa bertemu gubernur. Ryudan berjalan menuju inn untuk bertemu Hua Dong dan Zilong.
Secara kebetulan Hua Dong dan Zilong pun sedang minum di inn dan Naomi juga sedang duduk bersama Yobo. Kemudian tiba - tiba Ryudan berdiri di depan pintu, membuat mereka yang sedang minum dan duduk pun terkejut. Akhirnya Hua Dong pun menanyakan keberadaan Juden dan secara spontan Ryudan pun menceritakan semuanya.
__ADS_1
Hua Dong pun langsung marah besar setelah mendengarkan penjelasan dari Ryudan. Naomi pun hanya terdiam seribu bahasa. Sedangkan Zilong pun mencoba menenangkan Hua Dong dan mencoba untuk datang kepada gubernur dan mencoba untuk menjelaskan semuanya. Tapi Ryudan mengatakan ada seseorang yang menjaga di depan pintu dan mengatakan bahwa gubernur sedang sibuk. Lalu Hua Dong pun memaksa Ryudan untuk pergi ke aula dan Hua Dong mempunyai trik agar orang itu mau membukanya. Setelah itu mereka pun sudah sampai di aula dan Hua Dong pun langsung meninju orang tersrbut sehingga orang tersebut lari dan menangis. Lalu Zilong pun menegur Hua Dong bahwa trik itu terlalu kasar, akan tetapi Hua Dong melakukan hal yang kasar supaya di berikam jalan dan tidak lagi menjaga pintu aula gubernur. Dan mereka pun masuk kedalam yang ternyata Gubernur negara lain sedang melakukan aliansi dengan kota Xining untuk melakukan brigade di kota Xining.