
Di markas Hua Dong dan Zilong sedang mengkahawatirkan mereka berdua karena saat melewati hutan tersebut, jika tersesat maka tidak tahu arah jalan pulang dan jalan satu - satunya untuk mereka pulang adalah dengan menemui Tsai secepatnya. Di dalam hutan banyak sekali hewan buas yang mungkin mengancam mereka kapan saja.
Di sisi lain Tsai , Ryudan dan Juden pun berjalan menyusuri hutan dan keluar dari hutan tersebut. Mereka berjalan melangkah tanpa kendala apapun.
Singkat cerita akhirnya mereka sudah sampai dimarkas besar para tentara bayaran berkumpul dan mereka pun pergi ke ruangan para pemimpin tentara bayaran untuk melapor. Sesudah sampai di ruangan tersebut, secara mengejutkan Hua adong dan Zilong yang sedari tadi sedang mengkhawatirkan mereka dan akhirnya tiba dengan selamat dengan tugasnya yang selesai. Hua Dong pun bertemu sahabat lama yang paling hebat dengan merakit senjata paling hebat. Akhirnya mereka pun bersiap untuk melatih para pasukan dengan senjata yang akan di rakit oleh Tsai. Terutama Hua Dong yang meminta Tsai untuk membuat tombak panjang dengan api di ujungnya beserta meriam ciptaanya untuk mebuat pasukan dari Qinghai itupun kewalahan. Lalu Zilong meminta Ryudan dan Juden untuk tidak ikut serta dalam peperangan ini. Karena peperangan ini di anggap oleh Zilong sebagai perang antara hidup atau mati. Ryudan pun dengan tegas menolak keputusan Zilong mentah - mentah. Ryudan dan Juden pun ingin ikut ambil bagian sebagai pasukan tentara bayaran tersebut. Hua Dong pun menegur Ryudan, akan tetapi mereka bersikeras ingin ikut. Pada akhirnya Zilong pun membuat persetujuan jika Ryudan dan Juden mampu menahan serangan dari Zilong maka mereka di perbolehkqn untuk ikut serta, jika tidak maka mereka harus mengikuti perintah Zilong dan Hua Dong. Ryudan dan Juden pun setuju dan bersiap untuk memulai pertandingannya. Saat Zilong dengan kecepatannya melakukan serangan dengan sigap Ryudan dan Juden menahannya. Sehingga Zilong pun memutuskan untuk bertarung secara serius. Jual beli serangan pun tak terhindarkan. Hingga akhirnya semua serangan Zilong bisa ditangkis dengan mudahnya oleh mereka berdua akhirnya Zilong pun mempernolehkan untuk ikut andil dalam peperangan tersebut dan mengambil sebagian pasukan untuk memimpin pasukannya sendiri dan memberi nama pasukan tersebut. Hua Dong pun terkagum - kagum melihat mereka bisa menahan semua serangan Zilong. Hua Dong mengingat gerakan yang tadi keluarkan itu merupakan ilmu yang sudah lama tidak pernah melihatnya lqgi. Hua Dong melihatnya saat berumur 11 tahun dan ingin mencoba mempelajarinya. Akan tetapi, setelah pertandingan yang hebat itu terjadi, beliau sudah tidak ada lagi di kota Qinghai. Hua Dong pun tidak mengetahui kemana beliau pergi dan akhirnya malah menjadi pasukan bayaran.
__ADS_1
Sebelum menjadi tentara bayaran Hua Dong dan Zilong adalah Jendral yang sudah dipercaya pada zaman Barbarossa di timur. Karena Hua Dong yang biasa suka minum - minuman keras dan jelalatan setiap kali melihat perempuan cantik, akhirnya Hua Dong di keluarkan dan mereformasikan kembali untuk menjatuhkan kerajaan Barbarossa karena di dalamnya terdapat banyak sekali kudeta yang membuat negara semakin hancur dan semakin buruk. Hingga Jing Mai menyelamatkan negara bagian timur dari semua kekacauannya. Sedangkan Zilong mengundurkan diri dari seorang Jendral karena keinginannya sendiri. Zilong memilih bersama sahabatnya Hua Dong menjadi tentara bayaran daripada di peralat Barbarossa.
Setelah selesai bertanding Hua Dong pun menyuruh mereka berdua untuk beristirahat sambil menyusun tenaga untuk menghadapi peperangan.
Keesokan harinya para pasukan sudah bersiap begitu juga dengan Ryudan dan Juden yang sangat siap untuk berperang. Lalu Hua Dong dan Zilong pun menyerukan kepada seluruh pasukan dan komandannya masing - masing untuk selalu bertekad berada di jalan yan benar serta tunjukkan kekuatan kita di depan pasukan Qinghai. Serukan bahwa jalan kebenaran itu akan selalu ada dan bisa mengalahkan serta menghapus yang membuat kerusakan di muka bumi. Mengaunglah seperti singa sama seperti bendera yang di kibarkan tepat berada di atas balkon.
__ADS_1
Pasukan Qinghai bersiap untuk menuju ke perbatasan Hainan karena di informasikan jika ada wilayah yang sedang dijaga oleh para tentara bayaran. Jika para pasukan Qinghai bisa menembus perbatasan Hainan maka seluruh kota yang berada di Hainan akan di bumi hanguskan karena mereka semua banyak yang menentang perintah Jendral. Saat itu Jendral Yu Zhong memerintahkan Panglima Chou untuk pergi ke sana dan membunuh para tentara tersebut.
Singkat cerita tentara Qinghai sudah sampai di perbatasan Hainan dan para tentara bayaran itu pun sudah bersiap intuk menghadang mereka dengan persenjataan yang sangat lengkap. Kemudian dengan sangat percaya diri para pasukan dari Qinghai mulai menyerang pasukan tentara bayaran tanpa memprediksi muauhnya terlebih dahulu. Akhirnya dengan secara cepat pasukan penyerang menahan mereka dari serangan sedangkan pasukan daru belakang di bawah Hua Dong dan Zilong bersiap untuk melempar tombak api dari kajauhan sedangkan yang lainnya bersiap untuk melontarkan meriam batu untuk bisa mengalahkan para pasukan di belakang.
Sontak membuat para pasuka Qinghai banyak yang tewas di medan perang. Bahkan Panglima Chou pun sangat terkejut dengan serangan tiba - tiba yang memang banyak korban yang tewas. Akhirnya pasukan Qinghai pun terdesak dan Panglima Chou pun memerintahkan untuk sementara mundur terlebih dahulu. Akhirnya pasukan Qinghai pun mundur dan pasukan yang dipimpin oleh Hua Dong dan Zilong pun bersorak atas kemenangannya melawan para pasuka Qinghai. Ini semua berkat adanya Tsai di dalam pasukan inti dan Qiancheng sebagai ahli strategi dalam mengatur formasi pasukan.
__ADS_1
Saat sedang merayakan pesta kemenangan di markas secara tiba - tiba datang kembali para pasukan Qinghai untuk menyerang secara dadakan dan di informasikan Jendral Yu Zong beserta Jendral Song yang terkenal dengan pertahanan yang kokoh tersebut datang dari arah sebaliknya. Hal ini membuat ketar ketir para pasukan dan seluruh tim inti. Akhirnya dengan persiapan yang mendadak untuk bersiap kembali ke posisi yang sudah di rencanakan dari awal. Akhirnya tibalah para pasukan elit khusus dari Jendral Yu Zhong dan Jendral Song berada di timur dan Panglima Chou, Panglima Chang Yi dan Panglima Ying menyerqng dari arah barat. Sontak membuat Hua Dong terpaksa membagi dua pasukan. Kemudian para pasuka dari timu menyerang dan pasukan dari barat pun menyerang secara bersamaan, membuat para pasukan tentara bayaran tersebut hanya bisa menahan serangan. Tapi sayangnya para pasuka tentara tidak bisa menahan dan banyak korban jiwa di sana sehingga mau tidak mau Yu Zhong dan Zilong berhadapan langsung dengan mereka sementara kekuatan inti mereka merencanakan kabur untuk mencari perlindungan.