
Setelah selama setahun lamanya, akhirnya Ryudan dan Juden kembali pulang ke rumah. Saat sesampainya di kota Xinjiang Ryudan dan Juden mencari pohon kopi yang letaknya tak jauh dari rumahnya Naomi. Akhirnya mendapatkan pohon kopi yang dimaksud, lantas Ryudan melihat sekeliling di sekitaran kebun itu supaya aman tidak ada orang yang melihat termasuk Naomi. Juden pun kebetulan ada membawa skop di tasnya dan kemudian Juden pun menggali. Singkatnya galian yang dibuat oleh Juden sudah dalam, baru Ryudan dan Juden membuang peralatan tempurnya untuk nanti ke dalam lubang tersebut, kemudian di kubur kembali.Secara tidak sengaja Naomi sedang melintas disana dan melihat mwreka berdua. Awalnya bahagia karena teman - temannya sudah datang kembali meski Naomi belum mengetahui mereka pergi kemana?. Tapi saat Naomi melihat ada yang mencurigakan dari gerak gerik mereka lantas membuat Naomi pun penasaran. Akhirnya, Naomi pun mendatangi mereka berdua dan menanyakan " Kalian sedang apa?". Sontak suaranya itu membuat Ryudan dan Juden terkejut dan Juden pun berkata " tidak, kami hanya main pasir saja". Karena Naomi merasa ada yang mencurigakan membuat dia makin oenasaran dan mencoba untuk melihat dengan cara diam - diam sedang apa yang mereka buat ini. Karena Juden dan Ryudan sudah sepakat untuk merahasiakan semuanya ini kepada Naomi, Juden pun dengan kelicikannya sengaja mengalihkan pandangan Nqomi dan mengajaknya ke kedai yang ada di depan. Naomi sedikit demi sedikit akhirnya terbujuk dan membeli makanan di kedai depan rumahnya Naomi. Sedangkan Ryudan fokus untuk membersihkan tempat rahasianya itu supaya Naomi tidang sengaja membongkar galian karena penasaran yang berlebihan. Setelah semua persiapan selesai, Ryudan kemudian menyusul Naomi dan Juden untuk pergi ke kedai di depan rumahnya. Setelah sampai di kedai ternyata Naomi dan Juden sudah memesan makanan terlebih dahulu. Betapa terkejutnya melihat Juden kepedasan sampai minum 10 gelas pun mqsih pedas. Sedangkan Naomi sangat senang dengan makanan pedas, jadi 4 porsi pun Naomi bisa habis. Ryudan pun cuma bisa bengong melihat kelakuan dua temannya itu. Ryudan memesan porsi biasa. Penjaga toko itu langsung menanyakan Ryudan "Selama ini kau pergi kemana? Padahal kau adalah pelanggan setiaku". Yah Ryudan bukan sekali datang ke kedai itu, dia sudah sering datang berkunjug ke sana selama Ryudan belum aktif menjadi prajurit. Ryudan pun menjawab "Maaf paman, aku hanya pergi ke.... ". Juden yang dari tadi kepedesan langsung sembuh setelah mendengar pernyataan Ryudan yang hampir saja Naomi dengar. Beruntungnya Juden sudah menutup mulut Ryudan dengan tangan kanannya dan dalam sekejap Ryudan pun terdiam. Ryudan berguamam di dalam hatinya, "Huh... Hampir saja". Tingkah laku mereka berdua membuat penjaga kedai dan Naomi secara betsamaan bengong. Lalu penjaga kedai itu berkata " Ya... Sudahlah kalau memang sibuk". Naomi masih bengong karena memang sedari tadi Naomi merasakan ada ke anehan yang tidak wajar. Untuk sementar Naomi berpur - pura tidak tahu apa - apa, tapi di saat waktunya tiba Naomi brrencqna untuk mengintip apa yang sebenarnya mereka rahasiakan. Setelah semuanya merasa kenyang lalu kembali ke rumah. Juden yang kangen orangtuanya langsung berpamitan dengan Naomi dan Ryudan. Setelah Juden pergi Naomi dan Ryudan masuk ke dalam rumah. Dirumah Naomi masih penasaran dengan rahasia mereka. Akhirnya Naomi sambil membawa teh hangat, memberanikan diri untuk bertanya tentang apa yang di rahasiakan. Ryudan pun berusaha untuk tetap merahasiakannya. Namanya Naomi dengan wataknya yang kepo dan keras kepala, membuat dia menekan dan semakin menekan tentang apa yang sedang dirahasiakan mereka. Karena Ryudan sudah kehabisan akal, langkah terakhirnya adalah untuk mengalihkan perhatian dia dengan cara langsung ke kamar dan berpura - pura tidur.
Naomi kesal karena tidak diberitahu rahasianya, tapi Naomi berjanji suatu saat pasti akan mengetahui kebenarannya tanpa sepengetahuan mereka.
Pagi harinya saat Ryudan bangun tidur, Ryudan langsung ke kamar mandi untuk cuci muka. Ryudan kaget melihat di meja makan sudah banyak makanan. Didalam hati Ryudan bergumam "tumben sekali Naomi sekarang rajin, sudah menyiapkan makanan segini banyaknya". Tapi sayangnya Ryudan tidak lihat Naomi di manapun. Ryudan makan sementara dulu sendiri baru cari Naomi. Setelah habis makan Ryudan mencari Naomi kesana kemari sampai dikamar pun tidak ketemu batang hidungnya. Akhirnya Ryudan mencoba mencari Naomi diluar rumah. Setelah mencari kesana sini akhirnya ketemu juga. Dan betapa terkejutnya Naomi berada di bawah pohon kopi seperti mencari sesuatu. Ryudan dengan jantung berdebar berharap Naomi tidak menemukan rahasia yang sudah di sepakati bersama Juden.
__ADS_1
Sepertinya Naomi tidak menemukan sesuatu di bawah rindang pohon dan coba mencari dengan menkorek tanah tapi tidak ada hasil. Tiba - tiba Ryudan yang sudah brrdiri pun memanggil Naomi. Begitu terkejutnya Naomi dan kemudian mencoba mengalihkan perhatian. Saat Ryudan bertanya" Kenapa kamu disini?, Apa yang kamu cari". Naomi pun membalas " Saya mencari barang yang jatuh tadi tapi tidak ketemu" dengan alasan 1000 bahasanya. Ryudan berpura - pura tidak tahu dan berkata " oh... baiklah, kalau begitu... O iya saya keluar sebentar jalan - jalan, mau ikut?" sambil mencoba mengalihkan perhatiannya. Naomi membalas " Nanti saja, saya masih cari barang yang hilang." Langsung Ryudan pun lekas pergi. Naomi masih kebingungan karena mrreka menyimpan rahasia itu sangat rapi. Karena sudah bosan mencari dan tidak ketemu, akhirnya Naomi pulang dengan tangan hampa.
Singkat cerita berjalannya waktu tidak terasa sudah 3 bulan berlalu. Ryudan datang ke rumah Juden untuk kembali mengambil baju prajuritnya yang mereka kubur di bawah pohon kopi.
Setelah semua selesai, Ryudan dan Juden pergi ke pohon kopi dan menggali kembali dan mengambil oeralatan yang sudah di sembunyikan sejak 3 bulan lalu. Lalu mereka bersiap untuk berjalan menuju basecamp Xinjiang untuk kembali bertugas.
__ADS_1
Tanpa disadari Naomi mengikuti mereka dari awal sampai mereka berangkat ke basecamp pun Naomi tetap berdiri dibelakang tanpa sepengetahuan Ryudan dan Juden.
Akhirnya Ryudan dan Juden pun sampai di basecamp, juga bertemu dengan kawan satu kelompok saat bertugas dengan ucapan selamat datang. Tak ketinggalan juga Komandan Guo Jing sudah menunggu mereka dari tadi untuk siap menerima tugas sebagai prajurit pasukan elit. Komandan Guo Jing mengingatkan jika kita sudah mencapai di pasukan elit maka jangan sampai kita salah langkah atau nyawa taruhannya.
Naomi yang bersembunyi pun sudah mengetahui dengan rahasia besar mereka. Naomi bangga terhadap mereka yang sekarang menjadi seorang prajurit. Karena tidak bisa lagi masuk ke dalam lebih jauh lagi dan tidak bisa mendengar percakapan mereka. Akhirnya Naomi pulang dengan perasaan bangga. Juga Naomi mendoakan mereka berharap diselamatkan dari ancaman dan bahaya yang akan datang kepada diri mereka.
__ADS_1