
Quancheng yang tidak pantang menyerah, membuat Ryudan membantu untuk meyakinkan Shu agar bergabung dengan pasukan aliansi. Kemudian ada seseorang lewat berpenampilan rapi.
Dia menanyakan " Apakah kalian sedang kesulitan untuk menemui seseorang? "
Quancheng langsung balik bertanya " Siapa kau sebenarnya? "
Orang itu menjawab " Saya adalah Tao. Saya biasa membantu orang baru datang kemari dan berada dalam kesulitan ."
Quancheng pun bertanya " Kalau begitu, apakah kamu bisa membantu aku untuk meluluhkan hati Shu agar dia bergabung bersama kami? "
Tao pun menjawab " Shu merupakan orang yang pintar dan hebat. Akan tetapi dia juga merupakan orang yang keras kepala dan juga susah untuk di ajak kompromi. Dan jika memang kau ingin supaya Shu bergabung dengan kalian maka kalian cukup membayar jasa saya sekaligus penginapan sebesar 3000 yuan."
Ryudan langsung merogoh sakunya dan memberikannya kepada Tao demi Quancheng yang sudah bersusah payah.
Tao pun menjelaskan " Aku terima uangnya dan tunggu aku di penginapan. Tenang saja aku akan membayar penginapan dengan uang ini dan kalian hanya tunggu di lantai 2 saja."
Tao pun pergi meninggalkan mereka.
Mereka pun akhirnya pergi ke penginapan sesuai dengan intruksi dari Tao dan langsung menuju lantai 2.
Disaat menjelang pagi matahari belum terbit, tiba - tiba Tao mengejutkan mereka yang sedang tertidur lelap. Tao memberitahukan kepada mereka "Jika kalian ingin bertemu Shu, datanglah ke sebuah jembatan penghubung menuju negara timur. Disana Shu akan menunggumu".
Setelah mendengarkan perkataan Tao tadi membuat mata Quancheng menjadi terang dan segera bersiap - siap untuk pergi mendatangi jembatan itu. Semuanya yang masih mengantuk pun terpaksa untuk bersiap - siap.
Setelah semua persiapan selesai, Quancheng tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Tao dan meninggalkan Tao sendirian di lantai 2.
__ADS_1
Setelah sampai disana, Ryudan, Quancheng dan utusan gubernur menunggu Shu, samapi tidak lama kemudian Shu betada di belakang mereka.
Shu berkata " Hey Quancheng... kau adalah wanita yang kuat. Aku akui kau adalah seorang wanita pemberani. Tapi sayangnya sebelum aku ikut bergabung dengan pasukan aliansi milikmu, kau harus bisa memenuhi syarat terakhirku. Jika kau berhasil aku akan ikut bersamamu tapi jika kau gagal lebih baik kau jangan petnah menampakkan wajahmu didepan mataku lagi."
Quancheng dengan penuh keyakinan langsung berkata " Baiklah, aku akan ikuti kemauanmu itu dan sesuai perjanjian kau harus ikut bersamaku dan aku yakin bisa melewati syarat terakhirmu itu ."
Shu langsung melemparkan koin ditangannya ke dalam sebuah bendungan yang sangat dalam dan Shu pun mengingat perjanjian tersebut. Setelah itu Shu pergi meninggalkan mereka.
Utusan gubernur itu berkata " Air ini sangatlah dingin dan jika meneyelam dalam kedalaman 500 meter maka kita tidak akan selamat."
Quancheng membalas " Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Bendungan ini adalah akses utama menuju negara bagian timur. Bendungan ini merupakan jalan rahasia untuk mencapai kesana dengan cepat. Jadi jika ada seseorang yang menjaga bendungan tersebut maka jalan satu - satunya adalah menutup sementara jalan akses tersebut dan menutup pintu utama jalannya air sehingga air tidak mengalir kembali."
Ryudan langsung melihat ada seseorang yang sedang berdiri didepan pengontrol gerbang utama jalannya air tersebut. Mereka lalu menghampiri penjaga tersebut dan Ryudan berkata " Maaaf tuan, bolehakh kami meinta untuk menutup sementara jalannya air bendungan ini?"
Quancheng pun tidak tinggal diam lalu berkata " Tolonglah tuan ini darurat!!! "
Penjaga itu pun berkata " Jika tidak bisa maka tidak bisa. Apakah kalian bisa mengerti perkatanku atau tidak? " sambil marah
Karena keributan tersebut membuat pemimpin dari para penjaga menghampiri mereka dan bertanya " Ada apa kalian ribut - ribut di sini? "
Penjaga itu menjawab " Tuan, ada sekelompok orang yang aneh meminta untuk menutup sementara jalannya air bendungan dan saya pun tidak mengizinkannya. Akan tetapi wanita gila ini bersikeras untuk menutupnya. Bagaimana ini tuan? "
Pemimpin penjaga itu bertanya kepada perempuan tersebut " Ada apa sehingga kau ingin menutup jalannya air bendungan ini sedangkan kau tahu jalannya air ini menuju tempat rahasia pintu utam negara bagian timur."
Quancheng menjawab " Saya harus melakukan hal tersebut karena jika tidak di tutup sementara maka akan terjadinya banyak korban."
__ADS_1
Pemimpin penjaga itu pun menjelaskan " Jika memang tidak ada yang penting dan yang berkepentingan tidak ada yang bisa untuk menutup jalan akses ini."
Ryudan langsung menghampurinya dengan memohon. Sehingga pemimpin penjaga itu berasumsi ini memang dalam keadaan genting.
Pemimpin penjaga itu langsung memberi penawaran " Jika kau bisa mengalahkanku maka aku akan tututp gerbang bendungan ini dan jika kau kalah maka akan ku tenggelamkan kalian di dalam bendungan ini "
Ryudan menyepakati penawaran tersebut dan mereka pun saling bertarung.
Singkat cerita mereka bertarung dengan penuh serius. Di karenakan ilmu yang dimiliki Ryudan lebih tinggi daripada ilmu pemimpin para penjaga bendungan tersebut akhirnya dia mengalah dan sesuai perjanjian yang dia buat untuk menutup sementara jalannya air dan selain itu jalan akses pun ditutup sementar dengan menyurutkan air bendungan tersebut. Sekarang air bendungannya sudah surut sekitaran lutut kaki orang dewasa.
Quancheng berterima kasih kepada Ryudan karena menolongnya. Lalu tugas terakhir Quancheng adalah menemuka koin yang dilemparkan oleh Shu.
Quancheng meminta Ryudan dan utusan gibernur itu untuk tidak ikut membantu mencari koin. Ryudan dan utusan gubernur pun tidak tega jika Quancheng mencarinya sendiri. Alhasil mereka pun bersama - sama mencari koin tersebut. Setelah srkian lama mencari ternyata secara kebetulan Ryudan menemukan koin tersebut. Lalu Ryudan memberikannya kepada Quancheng dan secara tiba - tiba Shu srngaja berdiri di balik pohon dan membuntuti kerja keras mereka. Shu kemudiqn menghampiri meteka dan Shu akan menepati janjinya kepada Quancheng.
Quancheng pun senang mendengarkan hal itu dan memberikan koinnya kepada Shu.
Shu menjelaskan yangsebenarnya koun yang dilemparnya itu bukan miliknya akan tetapi koin itu merupakan koin keberuntungan milik seseorang.
Singkat cerita bahwa Tao sudah merencankan ini semua karena Tao juga mengetahui jika mereka tidak membuat Shu bergabung bersama mereka berarti kotq Huan akan hancur dan jika itu terjadi maka peperangan yang lebih dahsyat pun terjadi antara negara bagian timur dengan negara bagian barat.
Tao melihat sedari awal juga sudah melihat kerja keras mereka dan sekarang Tao sudah menyelesaikan misinya untuk mempertemukan Shu dengan mereka yang di akhiri dengan melempar koin ke tangannya dengan berkata " Sempurna.."
Shu mengatakan " Aku akan ikut menyusul kalian ke kastil baru di sebelah barat Wuzhong serta membawa beberapa pasukan aliansi tambahan dari Wuzhong. Aku hanya minta orang ini ( utusan gubernur ) akan ikut bersamaku ke Wuzong dan jika telah selesai dengan perkejaanku yang baru ini barulah aku ajan datang ke kastil dan mulai menyusun strategi."
Quancheng dan Ryudan pun menyetujuinya dan mereka berdua pergi ke kastil untuk memberikan lapiran kepada Hua Dong dan Zilong yang mungkin sedang menunggu lama. Sedangkan Utusan gubernur bersama Shu pergi ke Wuzhong untuk melihat keadaan di sana.
__ADS_1