Tiga Sekawan Yang Tak Akan Terpisahkan

Tiga Sekawan Yang Tak Akan Terpisahkan
Juden dan Ryudan mengikuti pelatihan prajurit baru


__ADS_3

Saat Ryudan dan Juden sedang menikmati secangkir teh buatan Naomi sambil bersantai sejenak, tiba- tiba Naomi teringat tentang kemarin yang meninggalkan Naomi sendirian di pasar. Naomi langsung menanyakannya dengan nada sedikit tinggi. Juden dan Ryudan pun terkejut, sehingga mereka bingung mau jawab apa?. Akhirnya Juden mendapatkan alasan yang pas agar Naomi percaya bahwa saat itu Juden dan Ryudan ada kelupaan kunci rumahnya Juden sehingga terpaksa mengajak Ryudan untuk pulang ke rumah Juden sebentar. Tapi karena ternyata Ibunya sudah membawa kunci rumahnya, jadinya Ryudan terpaksa bertamu dan menyantap ibunya Juden.


Dengan tatapan sinis Naomi pun awalnya tidak mempercayai mereka berdua karena masih kesal atas perlakuan mereka terhadap Naomi kemarin. Akhirnya Naomi pun mempercayai perkataan mereka. Juden dan Ryudan awalnya berkeringat halus saat Naomi hampi tidak mempercayai perkataan mereka, tapi saat Naomi berubah pikiran akhirnya merasakan lega juga. Naomi teringat akan latihan maka, mereka pun langsung bergegas untuk latihan. Utamanya Juden dan Ryudan yang nantinya akan menjadi prajurit untuk membela negaranya kalau sudah dewasa nanti.


Setelah mereka selesai latihan, mereka lansung bersandar di bawah pohon. Juden berpamitan kepada dua sahabatnya untuk pulang ke rumahnya. Tapi Ryudan pun ingin ikut ke rumah Juden sehingga mereka berdua berangkat menuju rumah Juden. Sebenarnya Naomi ingin ikut juga, tapi Ryudan beralasan " Nanti siapa yang jaga rumah Naomi, tidak ada orang lagi?". Naomi pun akhirnya sambil bergumam "Huh, dasar anak laki - laki". Mereka berdua berpamitan dengan Naomi, dia hanya memalingkan muka saja.


Saat Juden dan Ryudan sudah sampai rumah Juden, mereka langsung ke kamar Juden untuk beristirahat. Juden bertanya pada Ryudan "besok kita mencalonkan diri ke tempat pelatihan prajurit baru itu?". Ryudan mengiyakan pertanyaan itu dengan menganggukkan kepalanya. Juden pun bersemangat, tapi Juden meminta Ryudan untuk merahasiakan semuanya ini di depan Naomi. Ryudan pun menganggukkan kepalanya lagi. Lalu karena telah larut malam mereka lanjut tidur. Sementara Naomi tidur sendirian di rumahnya.

__ADS_1


Pagi hari Ryudan dan Juden bangun dan bersiap untuk mengikuti pelatihan prajurit di xinjiang. Mereka mempersiapkan peralatan lengkap. Lalu dengan semangat yang tinggi mereka berangkat menuju basecamp. Setelah sampai di basecamp, mereka harus mengantri sangat panjang. Karena banyak orang yang mendaftar untuk ikut serta untuk mengikuti pelatihan.


Setelah cukup lama mengantri, akhirnya giliran mereka mendaftar. Lalu menginap di basecamp selama 1 minggu. Singkat cerita di basecamp semua orang di beri pelatihan tentang bagaimana seorang prajurit untuk menghadapi bahaya besar. Lalu peraturan yang paling penting oleh seorang prajurit ialah tidak boleh berbohong alias jujur, harus setia dan berpendirian teguh dan tekad yang kuat. Didalam pikiran seorang prajurit, tidak boleh berbaur dengan kehidupan di rumahnya tapi bersiap untuk berperang.


Setelah 1 minggu di basecamp, para calon - calon prajurit baru melakukan atifitas fisik seperti berlari mengelilingi kota xiangji, memikul ember tanpa tumpah sambil menaiki gunung Hua Do, belajar untuk memanah dan mengayunkan pedang dengan baik. Banyak sekali calon - calon prajurit gagal dan mengeluh karena berat. Akan tetapi tidak untuk Ryudan dan Juden yang dimana mereka sangat bersungguh - sungguh untuk berlatih. Mereka berdua tidak mudah mengeluh dan selau berjuang dan bangkit di saat jatuh.


Setelah tiga minggu setelah pelatihan, yang lolos seleksi maka akan dimasukkan ke dalam prajurit pemula dengan komandan yang sudah ditentukan. Ryudan dan Juden pun lolos dalam seleksi. Kerja kerasnya tidak sia - sia. Secara kebetulan Panglima Jiang Er memanggil mereka berdua dengan empat orang calon prajurit lain menjadi prajurit pemula dengan komandan Guo Jing.

__ADS_1


Komandan Guo Jing menghadap Panglima Jiang Er untuk mengambil tugas yang telah diperintqhkan dan siap untuk menjalankan misinya bersama prajurit dibawahnya. Panglima Jing Er pun mengambil surat tugas tersebut dan mengizinkan mereka untuk menjalankan misinya. Misi ini adalah misi pertama untuk Ryudan dan Juden. Kemudian mereka berangkat dari kota Xinjiang menuju kota Qinghai. Setelah di kota Qinghai Komandan Guo Jing bersama pasukannya memberikan surat perintah kepada Kaisar Ling Yu untuk menjaga putri tercinta berkeliling ke daerah NingXia di sebelah utara kota Qinghia.


Singkat cerita mereka menjalankan misinya dan akhirnya mereka menjalankan misi dengan lancar dan Komandan Guo Jing pun bersiap untuk kembali ke Base Camp di Xiang Ji.


Setiap hari mereka menjalankan misi yang sudah ditugaskan kepada mereka dan mereka menjalankan tugasnya dengan baik. Lalu Panglima Jiang Er memanggil kembali Komandan Guo Jing beserta pasukannya untuk menghadap. Kemudian mereka semua menghadap Panglima, mereka semua diangkat dari awalnya prajurit pemula menjadi parajurit elit dan karena menjalankan misinya dengan baik maka panglima memberikan hadiah cuti selama 3 bulan. Tujuan dari cuti ini untuk menyiapkan tenaga nanti jika saat ada tugas untuk menjadi prajurit elit.


Prajurit elit mempunyai tugas yang sangat berat, sangatlah beresiko dan salah sedikit nyawalah yang menjadi taruhannya. Alhasil Komandan dan para prajurit pun senang dan bahagia. Komandan Guo Jing pun merasa sangat berterimakasih atas kinerja prajuritnya selama ini. Lalu Komandan Guo Jing mengizinkan para pasukannya untuk pulang terlebih dahulu menemui keluarganya masing - masing.

__ADS_1


Akhirnya sudah selama setahun berlalu Ryudan dan Juden bisa pulang ke rumahnya masing - masing. Ryudan berjumpa dengan sahabat lamanya yang sudah dianggap sebagai kakak kandungnya yaitu Naomi, sedangkan Juden ke rumah orang tuanya yang mungkin ayah dan ibunya sedang menunggunya. Ryudan dan Juden berangkat dengan raut wajah yang sangat bahagia. Saat berjalan untuk menuju rumah Juden mengingatkan kembali Ryudan untuk merahasiakan semua ini dari Naomi. Ryudan pun selalu ingat pesan itu. Dan biar tidak ketahuan oleh Naomi Juden dan Ryudan sepakat untuk menyembunyikan seragam prajuritnya ini di belakan pohon kopi yang tidak jauh dari rumahnya Naomi. Ryudan meyakinkan Juden kalau di belakang pohon itu, Naomi tidak akan tahu rahasia kita. Juden pun percaya dengan perkataan Ryudan. Akan tetapi di sana harus hati - hati dengan musang yang lewat disana karena bisa saja nanti merusak baju prajurit kita, jadi Ryudan memberi tahukan kepada Juden untuk menggali tanah lebih dalam lagi biar baju prajurit kita tersimpan rapi dan tidak lusuh.


Musang yang ada di pohon kopi dekat rumah Naomi itu biasanya liar dan dulu kakek Yuzu suka memanggil musang itu dengan nama Maku - Maku. Musang itu sangat liar, pintar, cerdas, licik dan lincah.


__ADS_2